Cerita ini berawal dari seorang gadis cantik bernama Tari yang sedang melakukan KKN disebuah desa terpencil dipinggir laut. Ia bertemu dengan seorang pemuda yang sedang terjebak di desa itu karena mengalami amnesia.
Mereka pun akhirnya menjalin sebuah hubungan karena merasa saling menyukai, bahkan hubungan mereka sudah melampaui batas sampai Tari bisa hamil anak dari pemuda itu.
Tapi saat pemuda itu ingin mempertanggung jawabkan perbuatannya, ia ditemukan oleh keluarganya yang ternyata adalah pemilik kerajaan bisnis di kota J.
Dan lebih mengejutkan lagi ternyata ia sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah, ia terpaksa meminta kakaknya yang sekaligus pewaris utama perusahaan keluarganya untuk menikahi Tari yang saat ini mengandung anaknya.
Bagaimana kelanjutan ceritanya??? ikuti terus yah novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Enni Chaka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Keluarga
Setelah berada hampir satu jam dirumah sakit, Tari akhirnya sadar juga. Bersyukur kata dokter janin yang dikandungnya baik-baik saja.
"Syukurlah Tar kamu sadar juga," ucap Nara yang tidak pernah beranjak dari samping Tari. Tari berusaha bangun dari tempat tidur tapi Dimas langsung melarangnya.
"Kamu baring aja dulu Tar, kata dokter kamu masih perlu istirahat," ucap Dimas. Tari akhirnya menurut karena ia juga merasa masih sangat lemas.
Baru saja ia merebahkan kembali tubuhnya, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dari luar. Seorang pria tampan dengan setelan jas kantornya terlihat masuk kedalam diikuti oleh gadis yang tadi memeluk Dimas. Pria itu memancarkan aura dingin yang bisa membungkam semua orang yang berada didekatnya. Tidak nampak ekspresi bersahabat dari raut wajahnya.
"Zayn Argi Faresta, kemana saja kamu selama ini, kami semua sudah mencarimu kemana-mana," sahut pria itu membuat semua orang diruangan itu terdiam.
"Zayn Argi Faresta?" Dimas bertanya balik.
"Yah, kamu adalah adikku, anak kedua keluarga Faresta," kata pria itu lagi.
"Apa kamu punya bukti bahwa dia adalah Zayn adik kamu?" Nara maju kedepan menghadapi pria itu.
"Dia adikku, aku sangat mengenalnya dibanding anda," balasnya menatap tajam kearah Nara. Sementara Tari yang berada ditempat tidur mulai meneteskan air mata dari sudut matanya.
"Kita bicara diluar," ucap Dimas melihat Tari sudah menangis.
Pria itupun melangkah lebih dulu keluar, menyusul Dimas dibelakangnya.
Entah sudah berapa lama mereka diluar tapi pembicaraan diantara mereka berdua semakin terlihat alot. Dimas sudah menceritakan semua tentang dirinya yang terdampar dipantai hingga kemudian bertemu dengan Tari.
"Kamu sudah bertunangan dengan Delia, dan seminggu lagi kalian akan menikah, kamu tidak mungkin membatalkan pernikahan ini kalau kamu tidak ingin melihat papa malu," ucap pria itu lantang.
"Tapi aku belum tau siapa diriku saat ini dan wanita didalam sana sedang mengandung anakku, aku tidak mungkin menikahi wanita lain," balas Dimas.
"Kamu sudah lihat semua bukti yang menunjukkan jati dirimu, aku akan segera mengirimmu keluar negeri untuk memulihkan kembali ingatanmu," ucap pria itu.
"Lalu bagaimana dengan nasib Tari, kamu benar-benar tidak berperasaan,"
"Delia lebih dulu mengenalmu, wanita didalam bahkan akan lebih sakit jika suatu saat ingatanmu kembali dan kamu lebih memilih Delia karena kalian sudah lama berpacaran," Dimas meremas wajahnya kasar.
"Pulanglah, papa dan mama sudah lama menunggumu,"
"Tapi aku harus mempertanggung jawabkan perbuatanku, aku sudah menghamilinya, aku harus memberi status untuk anakku,"
"Apa kamu mau memulai sebuah pernikahan diatas kebohongan? Saat ingatanmu kembali kamu akan meninggalkan dia dan kembali pada Delia, itu hanya akan tambah menyakitinya karena kebersamaan kalian semakin dalam. Dimas meresapi kata-kata pria yang berada dihadapannya saat ini, dia sedikit membenarkan kata-katanya tapi ia bingung memikirkan nasib Tari selanjutnya.
"Tidak, aku tidak mau ikut pulang, aku akan menikahi Tari," ucap Dimas tetap pada pendiriannya.
Belum sempat menjawab Dimas, ponsel pria itu berdering, ia langsung mengangkatnya dan terlihat sangat kaget.
"Apa? Baik saya segera kesana sekarang," ucapnya lalu mematikan telfon.
"Penyakit jantung papa kambuh, dia sekarang tidak sadarkan diri dirumah sakit kota J. Kita harus kesana sekarang," pria itu memaksa Dimas, entah kenapa mendengar papanya tidak sadarkan diri, hati Dimas akhirnya tergerak untuk ikut.
"Baiklah aku akan ikut, tapi bagaimana dengan Tari?" tanyanya.
"Aku akan memindahkannya ke rumah sakit di kota J, kita akan mengantarnya pulang saat dia sudah membaik," balas pria itu.
"Aku Zafran, kakaknya Zayn, kita akan berangkat sekarang juga ke kota J, papaku masuk rumah sakit dan belum sadarkan diri," ucap Zafran setelah kembali keruangan Tari.
"Apa penyakit jantung om Zaky kambuh lagi?" tanya wanita yang mengaku tunangan Dimas alias Zayn yang ternyata bernama Delia itu.
"Iya," jawab Zafran.
"Mana mungkin kami ikut sama orang yang baru saja kami kenal, tidak, kami akan tetap disini," Nara mewakili kedua temannya.
"Tidak ada yang bisa membantah saya, ikut sekarang dengan baik-baik atau saya akan memaksamu," ucap Zafran lantang. Nara langsung menciut mendengar suara kemarahan Zafran. Ia dan kedua sahabatnya tidak bisa melakukan apa-apa selain mengikuti kemauan Zafran. Zayn pun demikian.
Setelah mengurus semua administrasinya, mereka pun meninggalkan rumah sakit, Tari dan Nara berada satu mobil dengan Zafran karena Zafran takut mereka akan melarikan diri. Sedangkan Dimas satu mobil dengan Delia dan Chery. Meskipun mereka berada dimobil yang sama tapi tidak ada percakapan yg terjadi diantara semuanya sepanjang jalan sampai mereka akhirnya sampai dirumah sakit terbaik kota J.
Zafran langsung mengajak Dimas alias Zayn menuju ruang perawatan papanya. Ia menyuruh Delia mengurus Tari sampai masuk kedalam kamar perawatan.
Sesampainya dikamar perawatan papa Zaky, sudah terlihat disana seorang wanita paruh baya duduk disamping tempat tidur sambil menangis, Zafran mendekati wanita itu, Dimas pun ikut dibelakangnya.
"Ma, bagaimana keadaan papa?" tanya Zafran setelah berada didekat wanita yang dipanggil mama itu.
"Dia belum sa..." wanita itu tidak melanjutkan kata-katanya karena terkejut melihat Dimas berada dibelakang Zafran.
"Zayn? Ini beneran kamu nak?," ucapnya berdiri sambil mengelus pipi Dimas. Entah kenapa Dimas merasakan getaran dalam hatinya, ia seolah merasa sudah kenal lama dengan wanita itu dan hatinya menjadi tenang berada didekatnya.
"Mama sangat merindukan kamu nak," lanjut wanita itu memeluk erat Dimas, Zafran menganggukkan kepalanya kearah Dimas yang diam saja dipeluk oleh mamanya, ia bahkan menemukan kedamaian dalam pelukan wanita itu.
"Kamu dari mana saja Zayn, kenapa kamu diam saja?" Zayn seolah mengingat sesuatu tapi ingatannya masih buram, kepalanya kembali sakit saat memaksa mengingatnya.
"Ma, Zayn mengalami amnesia, dia terdampar dipantai dan dia belum tahu siapa dirinya sekarang," ucapan Zafran sontak mengejutkan mamanya. Ia melepaskan pelukannya dan menatap Zayn dalam-dalam.
"Walaupun kamu hilang ingatan tapi mama yakin hati terdalammu tau bahwa kamu dekat sama mama,"
"Ma, papa udah sadar," ucap Zafran melihat papanya membuka mata perlahan. Mamanya langsung berbalik memegang tangan papa Zaky.
"Zayn...Zayn...," ucap papa Zaky pelan melihat kearah Dimas. Dimas yang mengerti bahwa ia sedang dipanggil, berjalan mendekati papa Zaky. Ia juga merasakan hal yang sama yang ia rasakan pada mama Zafran.
"Zayn, akhirnya kamu kembali juga, papa sudah merasa sangat malu pada papa Delia kalau pernikahan kalian sampai batal, kamu sudah lama bertunangan dengannya dan papa sudah berjanji kamu akan menikahi dia. Waktu papa mungkin sudah tidak lama lagi, berjanjilah sama papa kamu akan memenuhi permintaan terakhir papa untuk menikah dengan Delia," kata papa Zaky tersendat-sendat khas orang yang sedang sakit parah. Dimas menghela nafas berat, ia tidak tau harus menjawab apa karena saat ini fikirannya sedang dipenuhi oleh Tari tapi entah kenapa ia juga sangat memikirkan pria tua didepannya yang saat ini sedang sekarat.
😍 Jangan lupa dukungannya yah, terima kasih bagi yang sudah membaca cerita ini dan maaf jika masih banyak kekurangan😘🙏