Sequel Mantan Tercinta, biar gak bingung, boleh baca Mantan Tercinta.
Season satu (Sudah tamat di bab 50)
Suci khaidar mengejar cinta laki-laki dewasa yaitu Fery Irawan yang pernah menjadi calon suami sepupunya Anggun.
Awalnya Fery irawan menerima cinta Suci hanya untuk menghilangkan rasa traumanya, namun karena kebersamaan yang mereka jalani, benar-benar membuat Fery mencintai Suci.
Namun sayang disaat keduanya sudah sama-sama saling mencintai, takdir memisahkan dan mempermainkan CINTA SUCI FERY.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Masih bisakah CINTA SUCI FERY bersatu?
Peringatan!! Banyak bersabar ya!
Season dua
Pertemuan di malam pertama dengan orang asing di malam itu, membuat Dinda kehilangan kesuciannya, laki-laki yang sudah punya istri itu merenggut kehormatannya dengan paksa.
Kenyataan pahit itu mengubah hidupnya, ternyata benih itu tumbuh di dalam rahimnya. Apa yang terjadi selanjutnya? Mungkinkah Dinda rela menjadi istri kedua Lucas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Launching produk La Kosmetik
"Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa kamu gak mau Fery tahu tentang uang satu M itu?" Tanya Yogi saat keduanya sudah berada di dalam mobil, ya ! memang sebelumnya Yogi sengaja menunggu Suci keluar dari kantor, ia semakin merasa bersalah telah menjadi penyebab Suci kehilangan pekerjaannya.
"Kamu gak perlu tahu masalah pribadiku, aku mohon jangan bahas ini di depan Pak Fery dan jangan sampai dia tahu kalau aku meminjam uang itu."
"Aku tahu kalau ini masalah pribadimu, tapi aku merasa ada yang aneh di sini. Kamu adik ipar Ariel, jadi mustahil kalau hidupmu tidak kecukupan! Ariel juga mampu memberimu uang 1M tapi kenapa kamu memaksakan diri dan lebih memilih resign dari kantor Fery?" Tanya Yogi setelah beberapa saat lalu ia mendapatkan informasi mengenai silsilah keluarga Suci.
"Aku bilang ini urusanku! jadi tolong jangan ikut campur!" suci mengeraskan suaranya seketika Yogi terdiam dan terus melajukan mobilnya.
Mobil itu sudah berhenti di halaman butik, Yogi turun dan membuka pintu untuk Suci sebelum Suci lebih dulu membukanya, kemudian ia mengambil kardus dari bangku belakang dan membawanya masuk ke kedalam butik. Suci tidak punya pilihan, ia mengikuti Yogi hingga masuk ke dalam butik.
"Suci...!" Hani yang saat itu sedang merapikan beberapa gaun itu, terkejut melihat Suci masuk kebutik dengan seorang laki-laki, "apa ini? kamu dipecat? "Hani memperhatikan isi kardus yang baru saja diletakkan Yogi di atas meja.
"Dia berganti profesi, saat ini dia sudah menjadi modelku, dan aku merangkap sebagai fotografer dan juga manajernya," Yogi menjawab dan duduk di kursi dengan santai.
"Model untuk apa?" Tanya Hani yang semakin penasaran.
"Suci sudah resmi menjadi brand ambassador untuk produk cosmetik, dan besok produk itu akan launching, jadi aku mau kau menyiapkan segala kebutuhannya!" perintah Yogi seenaknya.
Hani mendengus kesal, berani sekali laki-laki asing ini menyuruhnya, ia masih menatap Yogi sampai mata keduanya terkunci, sejurus kemudian Hani lebih dulu memalingkan muka.
Tidak butuh waktu lama, Yogi meninggalkan butik itu, setelah sebelumnya ia ikut memilih gaun yang akan dipakai Suci untuk acara launching produk La cosmetik.
Suci menemui Anggun di rumahnya, ia terpaksa mengarang cerita agar Ariel mengijinkannya berhenti menjadi sekretaris dan mendukung keputusannya menjadi brand ambassador produk kecantikan, awalnya Ariel terlihat murka, namun ia tidak bisa berkutik saat Anggun ikut bicara.
Waktu cepat berlalu, pagi kembali datang, Yogi tidak melepaskan tanggung jawabnya begitu saja, ia yang mengatur segala kebutuhan Suci, siang ini launching produk La Kosmetik akan berlangsung, dengan Suci yang menjadi bintang utama.
Acara ini diadakan di sebuah hotel yang berada di pusat kota, dengan dihadiri kaum wanita sosialita yang suka berburu perlengkapan kecantikan, apa lagi lipstik yang menjadi primadona kali ini memang terbilang bagus dengan hasil mate yang sempurna.
"Terima kasih, karena kamu saya bisa mengadakan acara ini," ucap Toni yang tak lain pemilik La kosmetik, ia sangat antusias dan sangat puas dengan kerja sama ini, menjadikan Suci sebagai brand ambassador kosmetiknya.
"Tidak perlu sungkan Pak, ini semua karena La kosmetik yang benar-benar bagus, lihat saja di hari pertama sudah banyak yang datang," ucap Yogi di tengah keramaian.
Seorang wanita cantik berpakaian elegan datang ke arah mereka, ia menyapa pak Toni dan menjabat tangannya.
"Yogi ... kenalkan dia ini Tasya, salah satu brand ambassador saya di luar negri."
Yogi dan Tasya saling memandang, tidak ada yang memulai bicara, dengan Yogi yang terus memperhatikan Tasya, seakan mengenali wanita dewasa nan cantik ini, begitu juga dengan Tasya, ia seakan tidak berkedip saat melihat Yogi.
"Apa kabar?" tasya lebih dulu bersuara dan menjulurkan tangan, tapi Yogi masih diam.
"Apa kalian sudah saling kenal?" Tanya Pak Toni.
"Ekhmmm iya, sudah lama sekali," jawab Yogi seraya menyambut uluran tangan Tasya, sesaat keduanya menjadi semakin canggung.
Disaat itu juga suara MC mulai menyapa para hadirin, pak Toni berjalan keatas podium dengan diikuti Tasya dari belakang, acara ini sudah siap dimulai.
Bintang utama muncul dari belakang podium, Suci berjalan dengan memakai sabrina dres berwarna peach yang panjangnya di bawah lutut, dengan rambut dicepol rapi dan poni dibiarkan jatuh begitu saja, menambah kesan elegant dan aura kecantikannya terlihat semakin sempurna, ia tersenyum manis kepada semua tamu yang ada, para wartawan juga sudah mulai meyorot Suci yang berlenggok bak seorang model profesional.
Foto Suci terpampang jelas di mana-mana, bahkan menjadi tag line di berbagai media, semua tertawa, semua larut di dalam acara, tapi tidak ada satu orang pun yang tahu, dibalik senyuman Suci, tersembunyi sebuah luka, dan Suci pandai menutupinya.
***
Semua orang memuji kecantikan Suci, baik yang melihat secara langsung maupun melalui siaran media, tapi tidak dengan Fery, wajahnya terlihat tanpa ekspresi, ia geram menatap layar tabletnya, "aku memberimu waktu untuk berpikir, aku masih berharap kau mau mengubah keputusanmu, tapi ternyata tidak sedikit pun kau memikirkan hubungan kita, dan disinilah akhir segalanya." Fery mematikan siaran langsung itu, dan kembali sibuk dengan beberapa dokumennya.
****
Suci sudah berada diruang ganti, dengan ditemani Hani, ia melepas semua benda asing yang melekat ditubuhnya, "gak nyangka ya ... hari ini kamu terlihat lebih cantik," ucap Hani yang diperintahkan Anggun untuk menjaga adiknya.
"Aku gak suka pakai make up dan dres ini Mbak," jawab Suci seraya menghapus makeup di wajahnya.
"Kamu tidak suka pakai make up, tapi kenapa kamu menjadi brand ambassador kosmetik?" Tanya Tasya yang baru saja masuk ke ruangan itu, ia tersenyum, "saya Tasya ... salah satu brand ambassador di La kosmetik," ucapnya ramah memperkenalkan diri.
Kini ketiga wanita itu terlibat percakapan, sebagai seorang senior Tasya sudah terbiasa merangkul juniornya, sedangkan pawakan Suci yang ramah dan ceria membuat mereka mudah berbaur.
"Suci ke toilet sebentar ya Mbak?" pamitnya.
"Mau dikawal gak?" Tanya Hani dan terdengar suara tawa Tasya.
"Apa sih gak lucu," jawab Suci tersipu malu, Anggun benar-benar menempatkan Hani sebagai pengawalnya ke mana-mana.
Beberapa saat kemudian Suci keluar dari toilet, yang letaknya tidak jauh dari ruang ganti, ia berjalan dengan menatap layar ponselnya, berharap ada pesan dari Fery, namun sayang, ia berakhir kecewa, tidak ada satu pesanpun yang ditinggalkan Fery untuknya, langkah Suci terhenti saat seseorang menghadang jalannya.
"Pak Nino?" Suci tercekat, melihat Nino ada di tempat ini.
"Waktu dua hari yang aku berikan sudah habis." Nino menatap Suci dengan wajah mesumnya,"apa kau sudah siap melihat bos mu mendekam di balik jeruji besi?"
Suci sama fery ntar bikin anak sendiri aja 😝
Ngeselin ah