NovelToon NovelToon
My Heart

My Heart

Status: tamat
Genre:Romantis / BTS / Tamat
Popularitas:362.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: TK

Jangan memaksa seseorang untuk tetap bersamamu, jika Ia tulus pasti Ia akan berfikir berjuta kali untuk pindah ke lain hati.

Bercerita tentang kesabaran seorang istri mempertahankan rumah tangganya, menjadi wanita yang harus rela di madu. Apa Ia akan tetap bertahan demi putrinya? Atau lebih memilih pergi?


Versi Korea

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10

Vote sebelum membaca ❤

.

.

Ini menyakitkan, tapi aku baik baik saja. Aku sudah terbiasa dengan itu.

- Chaeyoung

     

                                        _

Chaeyoung berjalan sambil menuntun Yuri di sampingnya. Mereka berdua masuk ke dalam lift, menuju lantai lima.

Siang ini Chaeyoung ingin berkunjung ke perusahaan suaminya. Sekalian membawa bekal untuk makan bersama.

"Mommy mau pipis."

Chaeyoung melihat Yuri yang berdiri tak nyaman, karena kasihan Chaeyoung pun mengantar putrinya itu terlebih dulu ke kamar mandi di lantai ini.

Chaeyoung menunggu di luar, putrinya itu tak mau di antar katanya. Yuri memang sudah dewasa, bahkan di mandikan pun tak mau. Chaeyoung bersyukur ternyata Yuri tak menjadi anak yang manja di umurnya yang masih kecil, ya paling manja hanya pada Jungkook saja.

Saat melihat pintu toilet terbuka Chaeyoung langsung berdiri dari duduknya. Tapi senyumannya langsung pudar saat ternyata yang keluar bukan Yuri, melainkan wanita yang paling Ia hindari.

Keterkejutan terlihat di wajah ke dua wanita itu. Mereka tak menyangka akan di pertemukan secepat ini. Belum ada yang memulai pembicaraan.

Perhatian Chaeyoung teralih pada perut Sana yang terlihat menonjol. Walaupun Sana memakai dress yang longgar, tapi sungguh tonjolan itu terlihat sangat besar. Jadi selama ini dugaannya benar jika Sana hamil? Tapi kenapa perut itu terlihat besar sekali, apa selama ini Jungkook dan Sana..

Ya Tuhan entah kenapa Chaeyoung merasa luka di hatinya  kembali terbuka.

"Hai Chaeyoung."

Ternyata Sana yang lebih dulu menyapanya. Dengan terpaksa Chaeyoung tersenyum kecil. "Hai."

Kembali hening, mereka tak tahu harus apa. Canggung, itulah yang kini mereka rasakan.

"Kau disini?"

Sana mengangkat kepalanya kemudian mengangguk. "Iya, aku berkunjung sebentar tadi."

Chaeyoung hanya mengangguk saja. Sebenarnya Ia ingin cepat pergi dari sini, tapi Yuri masih belum keluar. Chaeyoung tak mau melihat wanita ini, rasanya sangat berat.

Chaeyoung bersyukur ternyata tak lama putrinya itu sudah keluar dari kamar mandi.

Chaeyoung berjongkok menyamakan tingginya dengan Yuri. Wanita itu merapihkan baju dan juga rambut putrinya. "Sayang kenapa lama sekali?"

Yuri tertawa kecil. "Yuli tadi cakit pelut mommy."

Yuri menoleh ke sampingnya saat melihat seorang wanita memperhatikannya. Anak kecil itu mengernyitkan keningnya karena merasa familiar dengan wajah wanita itu. Tak lama Yuri tersenyum lebar, sambil melambaikan tangannya.

"Hallo tante."

Chaeyoung terkejut melihat Yuri menyapa Sana. Kenapa anaknya itu menayapa Sana, padahal mereka tak saling mengenal.

"Hai sayang, kamu cantik banget pake gaun itu." Ucap Sana sambil mengusap rambut Yuri pelan.

"Chaeyoung aku pulang duluan ya, masih ada urusan. Sampai bertemu lagi."

Chaeyoung menatap punggung Sana yang perlahan mulai menghilang.  Wanita itu langsung terduduk lemas di kursi di sana. Tanpa bisa di tahan, air mata itu menetes begitu saja di pipi Chaeyoung.

Chaeyoung menutup wajahnya dengan ke dua tangannya. Bahunya berguncang hebat. Sakit sekali rasanya, kenapa kehidupan rumah tangganya jadi seperti ini.

Yuri menatap Mommy nya sedih. Anak kecil itu mengguncang ke dua tangan Chaeyoung. "Mommy kenapa?  jangan nangis hiks." Dan Yuri pun ikut menangis karena melihat Chaeyoung yang masih menangis.

Chaeyoung menghentikan tangisannya saat mendengar isak keras di hadapannya. Ya Tuhan, Chaeyoung sampai lupa jika disini ada Yuri. Wanita itu mendudukan tubuh putrinya di pangkuannya. "Hei sayang kenapa menangis hm?" Ucapnya sambil mengusap wajah Yuri yang berlinang air mata.

Walaupun Yuri sudah berhenti menangis, tapi Ia masih sesenggukan. "Mommy jangan nangis."

Chaeyoung tersenyum kecil. "Kata siapa mommy nangis? Mommy cuman.. kelilipan."

Yuri menatap tak percaya Chaeyoung, Tangan mungilnya mengusap pipi mommynya yang terlihat bekas air mata. "Mommy jangan nangis lagi, Yuli sayang mommy."

Chaeyoung memeluk tubuh Yuri erat. Ia menciumi puncak kepala Yuri berkali kali. Sungguh hanya putrinya yang dapat menenangkan hatinya, Chaeyoung tak mau yang lain. Bersama dengan Yuri saja sudah cukup baginya.

"Iya sayang, mommy juga sayang Yuri."

                                      🍂

Langkah Jungkook terhenti saat mendengar suara sekertarisnya yang memanggilnya.

"Ya ada apa?"

Sekertaris wanita itu membungkuk sebentar pada Jungkook. "Maaf pak, tadi istri bapak ke sini. Beliau menitipkan kotak makanan ini untuk bapak."

Jungkook terdiam sebentar, istri? Ah tentu saja Chaeyoung, toh tak ada yang tahu jika dirinya sudah menikah lagi. Jungkook pun menerima kotak makanan itu. "Kapan Ia ke sini?"

"Sekitar setengah jam yang lalu pak."

Jungkook mengangguk sekilas, sebelum membolehkan wanita itu untuk pergi. Perhatian Jungkook langsung teralih pada jam di tangannya. Setengah jam yang lalu? Jungkook membelakan matanya. Ya Tuhan, berarti saat itu Sana ada di sini. Apa Chaeyoung melihat Sana, sampai tak jadi bertemu dengannya?

Jungkook langsung membawa handphone di saku jasnya. Ia menelphone Chaeyoung. Perasaan Jungkook kalang kabut. Jungkook tak bisa membayangkan jika sampai Chaeyoung bertemu dengan Sana.

"Sial." Jungkook mengusap wajahnya kasar. Chaeyoung tak mengangkat panggilannya, padahal tersambung. Apa istrinya sengaja tak menjawab panggilannya?

Akhirnya Jungkook pun memutuskan untuk pulang. Ia akan melihat Chaeyoung langsung. Tapi lagi lagi suara sekertarisnya membuatnya berhenti.

"Kenapa lagi?!"

Sekertaris itu tentu saja terkejut mendengar nada suara Jungkook. Sepertinya bosnya sedang dalam keadaan emosi, bahkan wajah pria itu memerah.

"Emm maaf pak, sepuluh menit lagi kita akan melakukan meeting."

Lagi lagi umpatan itu keluar dari mulut Jungkook. Pria itu lupa jika beberapa menit lagi Ia akan meeting. Sepertinya nanti sehabis meeting Jungkook baru bisa pulang.

                                       🍂

Jungkook turun dari mobilnya dengan terburu buru. Pria itu masuk ke dalan rumahnya dengan berjalan cepat. Sial, Ia baru bisa pulang malam hari karena banyak sekali pekerjaan di kantor.

Saat mendengar gelak tawa di dapur, Jungkook memutuskan untuk menuju ke sana.

Terlihatlah Chaeyoung dan juga Yuri yang sedang makan berdampingan sambil mengobrol. Jungkook berjalan mendekat, yang pertama melihatnya adalah Yuri karena anak kecil itu langsung memanggilnya.

Jungkook tersenyum sekilas pada Yuri sebelum mendudukan tubuhnya di hadapan dua wanita itu. Jungkook melirik Chaeyoung yang sedang menyiapkan makanan untuknya. Istrinya itu terlihat hanya diam saja. Tapi sungguh Jungkook bisa melihat mata Chaeyoung yang bengkak, apa wanita itu habis menangis?

Akhirnya Jungkook memutuskan untuk terlebih dulu menghabiskan makanannya. Sepertinya Ia baru akan berbicara pada Chaeyoung selesai makan malam. Lagi pula tak baik sekarang, apalagi ada Yuri.

"Mommy aku mau bobo ya."

"Iya sayang."

Yuri pun meninggalkan ke dua orangtuanya.

Kini ruangan itu hening. Jungkook mengangkat wajahnya saat melihat Chaeyoung berdiri. Dengan tergesa gesa Jungkook ikut berdiri dan menahan tangan wanita itu. "Chaeng tunggu."

Chaeyoung tak berani menatap suaminya. "Ada apa?"

Jungkook merangkum wajah Chaeyoung. Sepertinya istrinya itu benar benar sehabis menangis karena matanya terlihat bengkak. Lagi, Jungkook membuat wanita yang di cintainya menangis.

"Sayang, maafkan aku."

Chaeyoung menggeleng pelan. "Jangan ucapkan itu lagi Jungkook, kau terlalu sering mengucapkannya." Chaeyoung berucap lirih. Sungguh wanita itu sedang menahan air matanya agar tak keluar saat ini.

"Apa tadi-"

"Berapa lama?"

"Ap-"

"Berapa lama kalian selingkuh di belakangku?"

Jungkook merasa hatinya tercubit keras. Inilah waktunya, akhirnya Chaeyoung sudah mengetahui rahasianya. Jungkook menundukan pandangannya, melihat wajah dingin Chaeyoung malah membuat rasa bersalahnya semakin besar.

"Lima bulan."

Chaeyoung membekap mulutnya, kini air mata yang sudah di tahannya tak bisa terbendung lagi. Wanita itu memundurkan langkahnya dan menangis tersedu.

Jungkook hanya diam, Ia tak tahu harus bagaimana. Ia seperti pengecut yang bahkan tidak bisa berterus terang pada istrinya sendiri. Jungkook selalu tak bisa saat melihat Chaeyoung menangis. Keberaniannya selalu menghilang.

Saat Jungkook akan memegang tangan Chaeyoung, wanita itu menepis tangannya kasar. "Sayang-"

"Kamu bohong Jungkook hiks, kenapa kau jahat pada ku dan Yuri? Kau membohongi kami berdua hiks."

Lagi lagi Chaeyoung menepis tangan Jungkook yang ingin menyentuhnya. Ia jijik dengan pria itu. Hatinya kini sudah benar benar hancur mengetahui semua kebohongan pria itu.

Chaeyoung tak kuat, selama hidupnya baru kali ini Ia merasakan perasaan terluka yang sangat parah seperti saat ini.

"Maafkan aku."

"Aku sudah bilang jangan ucapkan itu lagi!" Teriak Chaeyoung. Perlahan wanita itu mencoba menetralkan tangisannya. Chaeyoung menghapus kasar air mata di pipinya. Kemudian menatap Jungkook dengan pandangan terluka.

Dan ucapan itu keluar dari mulut Chaeyoung  "Aku ingin kita bercerai."

                                     

1
Aster
halu mana ada perempuan ada yg iklas ini hayalan buat yg laki doyan poligami
Aster
kunyuk laki Kya gini Mao potong2 perkutut nya😅😅😅
Swinarni Ryadi
kho... menyakitkan banget, cm baca rasanya sakit banget jd cheng
Swinarni Ryadi
klu aku pilih cerai laj
Mutiara
.
Mirna Azah
good ,,, mampus kau jongkok 🤣
Mirna Azah
egois kau jongkok ☹️☹️☹️
Mirna Azah
auuuuuu ga sanggup aku thour 😭🤣
Mirna Azah
jongkok jongkok keterlaluan kau 😔
Mirna Azah
kalo aku baca namanya Jungkook jadi jongkok 🤣🤣🤣
Sri Yanti
tinggalin ...menyepi dulu pulang ....biar dia tahu ..ditinggal itu sakit
AN1R
masukan ya Thor tapi jangan marah
klo menikahnya digereja berarti Kristen ya.
di Kristen,gak boleh memiliki istri 2 loh.apalagi blm cerai
sudah cerai saja,klo menikah lagi, ada gereja yg TDK mau memberkati.kecuali cerai mati.
Sri Hartini
walaupun bacanya nyesek,tapi entah kenapa aku tuh suka sama novel2 perselingkuhan ky gini
Sri Hartini
next
Sri Hartini
nyesek...next
ᴄᴏʀɴ ꜱᴀʟᴀᴅꜱ 🌽
kumenangis......
Juli Juliana Ambar
bacanya sambil nyesek thor 😭😭😭
Juli Juliana Ambar
Jungkook ..namanya mengingatkan dgn grup terkenal 7 pangeran hehe..barusan nyimakk..kerenn thorr Novelnya 😍😍
Yusneli Usman
itu lebih baik
Dian Andriani
bodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!