NovelToon NovelToon
DIANDRA WIRATAMA

DIANDRA WIRATAMA

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:356.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cipand

" Gue jadi pembantu .... arrrrrrrrrr "




Gimana jadinya seorang anak sultan jadi ART⁉ Penasarankan,Ikuti terus kisahnya,bagai mana ribetnya mengurus dua bayi besar sekaligus padahal dirinya bukanlah babysister.


Dan bagai mana pula kisah cinta mereka akan berjalan jika mereka dipertemukana dengan keadaan sedemikian membingungkan.




Akan kah Diandra bisamenerima perasaan cinta itu dan akan kah Dimittriv benar - benar membuka hatinya untuk wanita lain jika dihati terkecilnya masih ada sosok Isbel mantan istrinya.




Lalu bisakah Diandra meluluhkan hatinya disaat dirinya tak yakin cintanya bersambut.



🐼🐼 Pantengin terus ya mentemen ceritanya 🐼🐼

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cipand, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB X

...PERTEMUAN 1...

Burung besi itu baru saja take off dibandara sukarno - hatta,seorang pria medorong trolli yang berisikan beberapa koper didalamnya dan menggendong seorang anak berusia sekitar 2 tahun berjalan menuju jemputannya.

" Selamat datang den dan aden kecil " ucap seorang supir kepada tuanya. Yang hanya dibalas dengan anggukan saja.

" Mari den saya bawakan " ucap si supir.

Tanpa banyak kata lagi pria tersebut memberikan barang - barangnya yang lumayan cukup banyak kepada supirnya,dan dirinya berjalan mendahuli si supir masih sembari menggendong anaknya yang mulai menguap karna kantuknya datang kembali.

*

" Bi aku boleh pinjam Dian dulu ga ?" tanya Ryn pada Bi Darti saat menemu Bi Darti dan Dian juga Rani didapur.

" Boleh non memangnya mau dibawa kemana ?" tanya Bi Darti

" Ada deh bibi kepo " ucap Ryn bercanda membuat Bi Darti terkekeh geli.

" Ga boleh Dian harus sama aku kak " jawab Amel yang tiba - tiba saja muncul entah dari mana.

" Memangnya kamu ada perlu apa sama Dian ?" tanya Ryn

" Banyak ... Pokonya kakak ga boleh bawa dia " ucap Amel ketus.

_ Ini anak benar - benar rasanya pengen gue comot aja tu mulut.. _ Batin Dian memaki Amel.

" Kakak ada urusan sama Dian jadi kamu boleh mita tolong siapa saja " jelas Ryn

" Ga bisa pokoknya Dian ga boleh pergi " tegas Amel.

_ Siapa loe berani ngatur gue _ Sungut hati Dian kesal. Sepertinya Dian lupa bahwa Amel adalah nonanya jadi sah - sah saja jika Amel tak mengijinkannya pergi.

" Denger kakak...Kakak akan tetap bawa Dian hari ini jadi baik - baik lah sama Rani " ucapan Ryn membuat Rani yang tengah mencuci piring bekas makan siang keluarga Diwangkara,terhenti begitu saja.

_ Mati lah aku _ Batin Rani

" Nah Ran mba titip Amel sama kamu dulu ya soalnya emba mau pergi ama Dian kamu bisakan?" tanya Ryn meminta Rani.

" Bi.....Bi...Sa mba " jawab Rani terbata itu membuat seringai tercetak diwajah Dian yang segera Dian hilangkan.

" Nah anak manja jangan nakal dan jangan gangguin Rani kalau memang tidak mendesak " ucap Ryn sembari mengacak - acak rambut Amel.

" Ayo Di " ajak Ryn.

" Iya mba " balas Dian.

Dian melirik Rani dan mengepalkan tangannya sembari digerakan keatas kebawah.Tanda menyemangati Rani padahal dalam hatinya bersorak riang.

_ Selamat menikmati penindasan teteh ku ... Hehehhee_ Batin Dian tertawa puas.

_ Awas saja kamu Dian _ Tanda dari lirikan mata Rani mengancam yang dibalas dengan senyum kemenangan Dian sedangkan Rani harus menerima kenyataan bahwa dia harus mengurus bayi besar Dian.

**

" Emang sebenarnya kita mau kenama mba ?" tanya Dian saat diperjalanan.

" Aku hanya ingin minta ditemani belanja itu saja " jawab Ryn,Dian hanya mengangguk saja lantas kembali fokus kedepan.

Dian merasa canggung dan grogi bila bersama dengan Ryn,pasalnya bukan hanya Ryn baik terhadapnya,tapi dihadapan Ryn juga dirinya merasa rendah karna statusnya yang hanya seorang ART saja.

Padahal Ryn tak pernah membedakan status sosial seseorang,karna baginya jika tuhan saja tak membeda - bedakan hambanya,lantas siapa dirinya bisa membedakan status sosial sesama manusia.

" Santai lah Di ga usah tegang gitu lagiankan aku bawa mobilnya juga nyantai ga ngebut kenapa muka kamu tegang gitu" ucap Ryn.

Dian yang mendapatkan perkataan seperti itu dari nonanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.Bukannya santai Dian malah makin kikuk.

Mobil berhenti disebuah swalayan yang lumayan cukup besar,Dian dan Ryn turun dari mobil dan segera masuk kedalam.

"Di tolong kamu ambil trollinya dulu,aku mau cari barang yang aku cari disebelah sana,nanti kamu nyusul ya " pinta Ryn

" Baik ba" jawab Dian, ini yang dian suka dari Ryn,Ryn slalu bilang 'Tolong ' setiap dia memberi perintah atau menyuruh sesuatu terhadapnya.

Karna hal itu pula Dian merasa dihargai,tidak seperti saat bersama dengan Amel tapi entah kenapa akhir - akhir ini dirinya juga sering kangen sama Amel kalau Amel tidak sedang dirumah.

Membuat Diab bingung sendiri dengan perasaannya itu.Dian sudah mengambil trollinya dan membawanya bersama dirinya.

Dian mendorong trolli itu dengan setia mengekori Ryn dibelakang,sesekali diselingi obrolan ringan dan kekehan mereka berdua.

Disela - sela asiknya berbelanja telpon genggam Ryn yang sedaritadi hening bersuara sedikit membuat kaget Ryn,lantas ia melihat hpnya yang tertara nomor asing yang menelpon dirinya.

Sesaat dia hendak mengabaikan panggilan itu namun nomor asing it terus saja mencoba menghubunginya.

" Angkat saja mba siapa tau penting " saran Dian.

" Emmmm.... Tapi nomornya ga aku kenal Di" jelas Ryn.

" Mungkin temen mba kali takutnya penting gimana mba " ucap Dian.

" Ok deh .... Kamu tolong ambil barang - barang yang ada dicatatan ku ini ya. Aku terima telpon dulu ya " pinta Ryn

" Oky mba " jawab Dian.

***

Dian kembali melanjutkan pekerjaannya memasukan barang - barang yang ada dilist belanja Ryn.Tanpa sadar Dian menyusuri deretan minuman dan tempat ice cream.

Matanya melihat sesosok mahluk munggil yang sedang memilih ice cream tanpa ditemani siapapun.Entah setan dari mana tiba - tiba saja Dian menggampiri batita itu saat pandangan mereka bertemu dian merasa tersihir oleh pandangan anak laki - laki yang Dian perkirakan baru memasuki tahun ke - 2nya itu.

Anak laki - laki itu kembali menekuri kegiatanya memilih ice cream kesukaannya.Untuk kedua kalinya entah setan mana yang merasuki dirinya saampai - sampai Dian melangkah mendekat kearah anak itu lantas jongkok mensejajarkan tinggi tubuhnya denga anak laki - laki yang ia perkirakan sama usianya dengan Aryanie keponakan satu - satunya.

" Ha....Hallo " Dian memberanikan dirinya untuk menyapa anak itu.Anak laki - laki itu melihat kearahnya dengan tatapan bingung lantas selanjutnya anak itu tersenyum gembira.

" Ha...Ll..Oo" ucap sianak terbata

" Hai boy sedang apa ?" tanya Dian walaupun dian tau jika anak itu tengah memilih ice cream.Tapi Dian hanya ingi bertegur sapa dengan anak itu entah kenapa.

Mata hazel anak itu seperti menyihir Dian untuk terus mendekat kearahnya.

" Etimmmm " ucapnya kembali sembari kakinya berjingjit untuk membuka frizer ice cream itu.

" Ok ... Stop sayang biar aunty bantu ya " ucap Dian saat anak kecil itu tak bisa menggapai pintu dorong frizer itu.

Anak itu lantas mengangguk.

"Mau yang mana sayang ?" tanya Dian kembali

" Cotat " jawabnya sumringah membuat mata hezelnya berbinar,dan itu malah membuat Dian ingin memeluknya.

_ Ya tuhan manisnya _ Batin Dian.

" Nah ini ice cream coklatnya " ucap Dian sembari memberikan ice cream itu kepada anak laki - laki dihadapannya.

" Theant teyou onty " ucap anak laki - laki itu belepotan berbicara,sepertinya masih mereka kata.

" Sama - sama sayang" balas Dian sembari mengelus rambut anak itu.

" Nama kamu siapa ?" tanya Dian kembali.

" Itty onty " jawab boca 2 tahun itu dengan cadelnya.Dian bingung dengan nama bocah itu.

Itty itu maksudnya apa? Dian benar - benar dibuat bingung.

_ Itty itu maksudnya apa ya ? apa ni anak ga bisa bahasa indonesia.Tapi kan tampangnya ga ada bule - bulenya selain dari matanya. lagian dia juga tadi ngerti saat gue tanya _ Membatin Dian bingung memikirkan ucapan anak itu.

Bocah umur 2 tahun yang mengaku namanya ' Itty ' itu mulai membuka es krimnya dengan mata berbinar - binar,nampaknya anal itu sangat menyukai coklat.

" Ya tuhan gemasnya " ucap Dian tanpa sadar Dian memeluk anak itu,yang membuat anak laki - laki itu kaget namun sepersekian detik selanjutnya anak itu malah balas memeluknya.

Merasakan kenyamanan pelukan dari Dian membuat anak laki - laki itu terlena sambil sesekali menjilati es krim yang mulai mencair menetes ketangannya.

" Lepaskan dia " perintah seorang pria,suaranya begitu has dan mengintimidasi,Dian yang semula asik dengan acara Teletybisnya dengan anak laki - laki itu terhenti karna suara yang tepat berada didepannya.

Lantas Dian mendongakan kepalanya,alangkah terkejutnya Dian saat melihat seorang pria gagah nan tampan tepat berada didepannya.

Gadis itu melongo bagaikan kehilangan nyawanya,karna melihat pria tamapan berkarisma seperti yang ada dihadapannya itu baru kali pertama Dian melihat pria setampan pria dihadapannya selama dian hidup.

Dan selama Dian bisa membedakan mana yang ganteng dan mana yang biasa saja.

" Saya bilang lepaskan " bentak si pria membuat Dian secara mendadak melepas pelukannya membuat si anak laki - laki yang juga akan sangat tampan nantinya terlepas dari pelukannya.

Mendengar suara yang tak asing untuk anak itu dia membalikan badannya. " dedy " seru sianak membuat dian mematung.

_ Mampus bapaknya galak _Ucap hati Dian

" Siapa kamu ? kenapa kamu memeluk anak saya ?" tanya si pria dengan tegas membuat Dian meneguk salivanya.

" Ma...Af tuan jika saya lancang tapi tadi anak tuan kesusahan mengambil es krim itu dan saya hanya membantu.KKarna anak tuan menggemaskan saya memeluknya " jelas Dian menjawab pertanyaan dari pria tampan yang berada dihadapannya.

" Kamu beralibikan?sebenarnya kamu ingin menculik anak saya kan ! karna kamu tau siapa saya iya kan ! " ucap si pria yang membuat Dian menganga lebar - lebar.

" Apa tuan sudah gila ?" pertanyaan prontal yang dilayangkan Dian membuat si pria itu tidak terima.

" Kau menuduh ku gila " bentak si pria.

" Iya .. Karna andalah yang menuduh saya terlebih dahulu tuan " jawab Dian tak kalah membentak Dian pun juga merasa tidak terima dibilang penculik anak padahakan hanya gemas saja pada anak itu.Dian mana tau bapaknya seseram ini.

" Pokonya kamu harus ikut saya ke kantor polisi" ucap si pria sembari meraih tangan Dian yang untungnya bisa ditepis olehnya.

" Tidak mau ! dengar ya tuan sudah saya katakan jika saya hanya ingin memebantunya dan memeluknya itu saja " jelas Dian

" Sama saja sudah ikut "

" Tidak " bentak Dian yang membuat si pria itu tertegun pasalnya ini baru kali pertama dirinya dibentak dan oleh seorang gadis pula.

Karna melihat celah untuk kabur akhirnya Dian kabur dengan masih menyeret trollinya kearah belakang.

****

" Dari mana saja Di ?" tanya seseorang sembari menepuk pundak Dian yang membuat Dian kaget bukan main.

" Ehh.... Mba Ryn ngagetin aja " jawab Dian sembari mengusap dadanya karna ia benar - benar terjejut.

" Aissss... Dian.. Dian jangan suka melamun " nasehat Ryn

" Iya mba " jawab Dian

" Kamu dari mana ?" tanya Ryn kembali

" Cari barang - barang mba " jawab Dian polos

"Dari tadi aku carin kamu tau " ucap Ryn

" Masf mba tadi lagi asik masukin barang, tiba - tiba aja ada bapak - bapak ngamuk " jelas dian.

" Bapak - bapak ngamuk gimana maksudnya ?" tanya Ryn tak mengerti dan akhirnya Dian menceritakan semua yang terjadi sembari berjalan kearah kasir untuk membayar barang belanjaan mereka.

Mendengar hal itu Ryn tertawa sangat keras hingga pengunjung dan si penjaga kasir bingung namun bagai manapun tingkah Ryn tetaplah Ryn si diva. Slalu menjadi sorotan walau suara tawanya sangat keras dia tetap terlihat cantik dan menawan.

Tawanya malah membuat dirinya semakin banyak diperhagikan dan ada beberapa orang pula yang tersenyum karna melihat keindahan tawa seorang putri Diwangkara.

Bahkan Ryn masih tertawa saat mereka sudah berada dalam mobil yang melaju dengan kecepatan sedang.

" Sudah dong mba ketawanya" pinta Dian yang mulai kesal pada Ryn karna mentertawakan dirinya sedari tadi.

" Ok.. Okk... Maaf .. Deh habis kamu itu ada - ada aja,ya pantes aja bapak itu nuduh kamu penculik anaknya main peluk aja " ucap Ryn.

"Ya abis lucu banget si anaknya" jelas Dian.

"Jadi penasaran selucu apa si anaknya " ucap Ryn.

" Pokonya lucu deh mba "

" Kamu sesukaitu sama anak kecil ?" pertanyaan Ryn menyadarkannya akan satuhal jika Dian memang tak pernah bisa begitu akrab degan anak kecil dan tidak bisa dibilang menyukai pula terhadap anak kecil.Dian malah cenderung mengabaikannya.

Tapi entah mengapa dengan anak yang tadi itu sangat berbeda.Dia hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal saat Ryn kembali bertanya pertanyaan yang sama.

_ *Siap**a anak itu kenapa gue sesuka itu sama boca kecil menggemaskan itu* ?_ Tanya batin Dian.

1
Cipand08
Lumayan
Tieny Roesmiasih
maaf thoorr.. aq mundur ajaa.. 😱😵
SR.Yuni
sampai disini saya belum Nemu feel dari cerita ini, semua masih abu2✌️✌️
Siti Romlah
nah lo ketemu pak duga deh
Siti Romlah
awas nanti bucin lho pak duga
Siti Romlah
dian bikin gemess
Styaningsih Danik
dian aja gk tau kl hamedung trus ana anak siapa doonggg thor? 🤔🕶🤔
Styaningsih Danik
aq masih bingung lah thor...ana itu sebenarnya anak siapa???🤔🤔🤔
Styaningsih Danik
😭😢😭😢😭😢😭
Styaningsih Danik
meweeek kan 😭😭😭😭😭yg sabar ya nak
Styaningsih Danik
masih lanjuut bacanya...menarik wl ada typo dikit2 tp tetep 👍👍👍
cipand: mksh KK udah mau mampir
total 1 replies
Styaningsih Danik
masih like aq thor👍
Styaningsih Danik
mengsedih aq ...yg kuat ya dian
Styaningsih Danik
semangat berkarya thor💪
Styaningsih Danik
nyiimak
Enha at
emang dulu nya c Dian juga kdrt sama pembantu.ya....terus emang c Mahesa ga tau selain manja Amel juga kdrt sama pembantu
Enha at
perbuatan Amel mah itu udah termasuk kriminal karena udah nyiksa pembantu nya 😣😣😣😣
El_fw08
lbpulhiii
El_fw08
ooh
El_fw08
ui
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!