Sekuel SUAMIKU BERWAJAH CACAT
Novel ini, menceritakan kisah cinta segitiga. Jadi bijaklah, dalam membaca.
Haris Wilson, anak pertama dari pasangan Henri Wilson, dan Rania Cullen, tidak menyangkah hidupnya akan berakhir menikahi anak dari pelayannya sendiri Bibi Ana.
Apalagi saat itu, Haris Wilson mempunyai seorang kekasih yang begitu dicintainya, yaitu seorang supermodel, bernama Kenny.
Haris menentang keras perjodohan ini, karena
dia sudah mempunyai kekasih, dan yang membuat dia sangat menolak perjodohan ini adalah, anak dari pelayannya itu, adalah seorang gadis cacat.
Tapi Haris tak dapat menolak, karena ayahnya Henri Wilson mengancam, kalau dia tidak menikahi Vivian, maka jabatannya sebagai seorang CEO diperusahaan, akan dicabut.
Karena tidak ingin kehilangan jabatannya, dia menyetujui pernikahan ini, tapi dengan membuat kesepakatan pernikahan kontrak, yang dia buat bersama Vivian.
Tapi itulah cinta bisa tumbuh kapan saja, Harispun tak dapat menolak pesona Vivian, saat mendapati gadis itu sudah bisa berjalan, ditambah lagi dengan kelembutan, dan perhatian dari wanita itu, membuat ia terjebak dengan permainan yang dia ciptakan sendiri, hingga membuat ia harus memilih Vivian, sigadis cacat, atau Kenny wanita yang begitu dicintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.10. Pernikahan.
Matahari telah menampilkan cahayanya menerangi Bumi, tanda hari baru telah tiba.
Disebuah hunian minimalis, tampak sosok Vivian, sudah terlihat cantik dengan gaun pengantinnya.
Seperti pada halnya dimana orang-orang akan begitu bahagia menghadapi pernikahannya, tapi hal itu tidak berlaku bagi Vivian.
Raut wajahnya terlihat sendu, karena bagaimana bisa dia akan menikah dengan laki-laki yang melemparkan kontrak pernikahan padanya.
Dan hanya memanfaatkan dirinya saja.
Mengingat itu semua, hatinya begitu sakit, dan diapun merasa begitu terhina.
"Tidak ada gunanya aku bersedih, aku akan membuktikan padanya aku bukan wanita lemah.Dan aku pastikan kau yang akan jatuhcinta padaku, terlebih dahulu Tuan Haris..!" Serunya, dengan raut wajah yang terlihat begitu kesal.
Terdengar suara ketukan pintu, yang menyadarkan dia dari lamunan.
"Masuk..!" Teriaknya, dari dalam kamar.
Pintu kamar terbuka, dan menampilkan sosok Ana, orangtua angkatnya.
"Bibi..!" Serunya, sembari tersenyum.
Menghampiri, sembari menyentuh lembut pipi Vivian.
"Kau sangat cantik anakku?! semoga saja kau selalu bahagia dengan kehidupan barumu ini."
Memaksa diri untuk tersenyum, dibalik kehampaan yang tengah ia rasakan.
"Doakan aku Bibi, semoga aku selalu bahagia." Pintanya.
"Aku akan selalu mendoakanmu anakku! ayolah kita keluar, Tuan Daren sudah menunggumu, karena dia yang akan mengantarmu, kedepan altar nanti."
"Tentu Bibi, ayo..!" Jawabnya, dengan berlalu keluar dari kamar, bersama Ana.
Saat keluar, Daren , lelaki tampan itu sedang membelakangi, dengan menatap taman depan rumah.
"Daren..!" Panggil Vivian.
Berbalik, dan betapa terkejutnya dia saat melihat gadis cantik itu, berdiri dengan tidak menggunakan tongkat lagi.
"Vivian..! kamu sudah bisa berjalan?!" Tanyanya, seolah tak percaya.
Tersenyum, sembari menganguk untuk menjawab pertanyaan lelaki tampan itu.
"Kau sangat cantik Vivian! aku yakin pasti Haris, tidak akan mempercayai dengan apa yang dia lihat hari ini.
Dan apakah dia sudah mengetahui, kalau kau sudah bisa berjalan?!"
"Tidak, aku memang sengaja ingin memberi kejutan padanya, kalau wanita yang
ia nikahi bukan seorang wanita cacat lagi."
"Ya sudah ayo kita berangkat sekarang, karena tamu-tamu undangan, berserta pengantin pria, dan keluarga Wilson semua sudah menunggu disana."
"Ya sudah, ayo Bibi." Jawab Daren, dengan melangkahkan kaki keluar, bersama Ana, dan juga Vivian.
********
Tamu-tamu undangan telah berdatangan, untuk menghadiri acara sakral tersebut.
Tampak diantara para tamu undangan, hadir juga Kenny, yang merupakan kekasih dari Haris Wilson.
Melangkah dengan percaya dirinya, sembari mengabaikan tatapan orang-orang yang tengah menatapnya.
Wanita cantik itu memutuskan untuk datang, karena dia begitu penasaran dengan rupa dari Vivian, yang akan menjadi istri kontrak dari kekasihnya.
Masuk kedalam tempat ibadat, sembari mengambil tempat duduk.
Tatapan matanya terus menatap kearah Haris, yang tengah berdiri didepan altar, bersama seorang imam.
"Dia sangat tampan." Gumamnya tersenyum, memuji ketampanan seorang Haris Wilson.
Diluar depan gereja, tampak berhenti sebuah mobil mewah.
Semua mata langsung tertuju pada mobil itu, karena meyakini, itu pasti mobil yang membawa sang mempelai wanita.
"Papa, pasti itu mobil yang membawa calon kakak iparku." Seru Riana, yang terlihat antusias saat berdiri bersama ayah, ibu, dan juga kakaknya Herry.
Pintu mobil terbuka, dan tampak sosok wanita yang begitu cantik, dengan gaun pengantin yang menjuntai, dan vail transparant yang menutupi wajahnya.
Semua pasang mata, tertuju pada gadis cantik itu. Dan mereka begitu mengagumi kecantikannya dari mempelai wanitanya.
Tapi tidak dengan keluarga Wilson, mereka begitu sangat terkejut saat melihat Vivian berjalan menghampiri mereka, dengan tidak menggunakan tongkat lagi.
"Vivian, kaukah itu..?!" Tanya Herry, seolah tak percaya.
Dia menggeser kan sedikit vailnya, sembari tersenyum.
"Nak Vivian.., kau sudah bisa berjalan?!" Tanya Henri, seolah tak percaya.
"Iya Tuan, Vivian sudah bisa berjalan." Timpal Ana.
"Aku yakin, kakakku yang sangat menyebalkan itu, pasti akan sangat terkejut saat melihat kau bisa berjalan." Seru Riana.
Tak lamapun, datang seorang pria yang menghampiri mereka, yang menyampaikan pesan.
"Maaf Tuan Wilson, pemberkatannya akan segera dimulai."
"Baiklah, kami akan segera masuk." Jawab Henri.
"Kau siap anakku?!" Tanya Henri, pada Vivian.
Hanya mengangguk, untuk menjawab pertanyaan itu.
" Ayo Vivian, kamu harus semangat. Karena kamu akan memasuki neraka yang sesungguhnya." Bathin Vivian, menyemangati diri sendiri.
Alunan musik dalam gereja telah terdengar, pertanda pemberkatan akan segera dimulai.
"Ayo Vivian." Seru Daren.
Menghembuskan nafas kasar, sembari menggandeng lengan Daren, memasuki gereja itu.
"Kenapa sih cacat itu lama sekali..! pasti masih menyusahkan orang saja." Gumamnya pelan, dengan raut wajah yang terlihat begitu kesal.
Saat alunan musik mulai terdengar, tatapan mata orang-orang mulai tertuju kearah pintu utama, karena mereka sangat penasaran dengan rupa mempelai wanitanya.
Dari kejauhan Haris begitu terkejut, bahkan sangat terkejut.
"Apakah itu Vivian? apakah benar itu dia?!" Bertanya, seolah tidak percaya dengan wanita yang tengah berjalan menghampirinya, adalah gadis yang selama ini ia katai cacat.
Tidak mungkin, itu pasti bukan dia, bukankah kemarin dia masih mengunakan tongkatnya?!.
Dan hal serupa berlaku bagi James, pria itu begitu terkejut saat melihat gadis yang akan dinikahi oleh Bosnya, bukan seorang gadis cacat.
"Gadis ini bisa berjalan?! bahkan dia begitu sangat cantik." Gumamnya, seolah tak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Ternyata Haris membohongiku, dia mengatakan padaku, kalau wanita yang dia nikahi adalah seorang gadis cacat, tapi wanita itu tidak mengunakan tongkat sama sekali, dan dia begitu cantik." Gumamnya, dengan raut wajah yang terlihat begitu kesal.
Terus melangkah dengan menggandeng lengan Daren, saat tibah didepan altar, Daren langsung memberikan tangan Vivian pada Haris, yang disambut oleh pria itu.
Saat akan mengambil tempat duduk, Daren melewati pria itu, dia menghentikan langkahnya sejenak, sembari berbisik pelan.
"Dia sangat cantik bukan?!, bahkan sangat cantik. Dan juga tidak cacat lagi, aku sudah tidak sabar menunggu kapan kau akan menceraikan dia, agar aku yang akan menikahinya." Bisiknya pelan, sembari berlalu pergi.
Mendengar itu, raut wajah Haris begitu memerah. Tapi sebisa mungkin dia menahannya.
"Jadi gadis ini sudah bisa berjalan?! kenapa aku sama sekali tidak mengetahuinya?! jadi kemarin itu, dia berpura-pura cacat, saat menemuiku kemarin." Bathinnya, Yang terlihat begitu penasaran.
*******
Pemberkatan telah usai, kini Haris, dan Vivian telah resmi menjadi Suami istri.
(Maaf ya, kalau gak ada percakapan nikahnya.)
Kini saatnya Haris membuka vail, yang sedari tadi menutupi wajah istrinya.
Membukanya perlahan, dan menampakan sosok gadis cantik, yang tengah tersenyum menatapnya.
"Vivian." Gumamnya, seolah tidak percaya gadis cantik yang dinikahinya ini, bukan seorang gadis cacat, yang selama ini sering dia ucapkan.
"Cium.....Cium.....Cium...." Seru para tamu undangan, pada mempelai.
Vivian mendekat kearah pria itu, sembari berbisik pelan ditelinganya.
"Tenang Tuan Haris, sekalipun kau menciumku. Aku tetap tau diri, kalau aku adalah istri kontrakmu." Gumamnya, sembari tersenyum.
Pria tampan itu mengusap kasar wajahnya, dan terlihat dia begitu dilema dengan keadaannya saat ini.
Antara kekasihnya, dan Vivian.
"Baiklah." Jawabnya, dengan suara yang terdengar berat.
" Akan aku pastikan, kau terlebih dahulu yang akan jatuhcinta padaku Tuan Haris." Bathin Vivian, dengan senyuman kecil yang nyaris tak terlihat.
Mereka saling mendekat, hingga tidak ada jarak yang memisahkan mereka.
Sekedar kecupan, dan akhirnya menjadi ciuman yang sangat panjang.
"Kau brengsek Haris..! kau membohongiku. Kau hanya milikku, dan selamanya hanya milik Kenny." Gumamnya, dengan raut wajah yang terlihat begitu kesal.
aasyeiikk ... bakal makin posesif aja bos nya si james 😁👍🏻
bisaan ni author pilih visual nya
posesif tanda cinta .. ouw ouw oooo
sudah jelas vivian berstatus kan istri "sah"
kenny dasaarrr
gemesss gau thor aaaaa mantaff👍🏻🤣