NovelToon NovelToon
Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ryn Bluetherine

Shen Ran adalah definisi dari kesialan. Sebagai Permaisuri dari Kekaisaran Yan, ia memiliki segalanya di atas kertas, namun tidak di dunia nyata. Dikhianati oleh keluarga sendiri, diabaikan oleh Kaisar yang kejam, dan menjadi bahan tertawaan para selir di Istana Belakang. Puncaknya, ia dijebak dan dibiarkan membeku hingga tewas di Istana Dingin yang terpencil.

Namun, takdir memiliki selera humor yang gelap. Saat mata itu terbuka kembali, tubuh rapuh Shen Ran telah diambil alih oleh Clara, seorang pengacara korporat jenius sekaligus ahli strategi perang bisnis dari abad ke-21. Clara tidak tahu apa itu tunduk, dalam kamus hidupnya tidak mengenal kata tunduk dan mengalah.

"Kalian menginginkan boneka yang bisa diinjak? Maaf, kalian salah membangunkan jiwa."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn Bluetherine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Lima

Fajar belum sepenuhnya menyingsing, namun atmosfer di sekeliling Istana Dingin sudah sedingin makam kuno. Sesuai dengan rencana, Feng Muye telah menjalankan perannya dengan efisiensi yang menakutkan.

Melalui jaringan mata-matanya di ibu kota, desas-desus mulai menyebar seperti api di antara para cendekiawan dan tetua klan kekaisaran: “Permaisuri yang sah, titipan mendiang Ibu Suri, telah wafat karena membeku dan kelaparan di Istana Dingin akibat kesewenang-wenangan Istana Barat.”

Sentimen moral publik langsung bergejolak, tepat di hari suci peringatan kematian Ibu Suri. Di dalam Istana Dingin, Shen Ran sudah bersiap. Dengan bantuan kosmetik kuno dan bedak beras yang ia campur dengan arang halus, ia memoles wajahnya hingga tampak pucat pasi tanpa darah, dengan lingkaran hitam samar di bawah matanya. Ia berbaring di atas ranjang lapuk, mengatur napasnya agar sangat tipis, dan membiarkan tubuhnya tampak kaku.

Brak!

Gerbang luar Istana Dingin dihantam terbuka. Langkah kaki berat yang tergesa-gesa terdengar mendekat, diiringi oleh kepanikan belasan pelayan dan kasim. Kaisar Yan, Long Tianqi, melangkah masuk dengan jubah naga hitamnya yang megah.

Wajahnya yang tampan tampak mengeras karena amarah dan kecemasan. Di belakangnya, Selir Agung Chu, Chu Xinyue, mengekor dengan wajah yang hampir sama pucatnya dengan mayat, ia tidak pernah menyangka bahwa rencananya memotong pasokan akan meledak menjadi skandal nasional dalam satu malam.

"Shen Ran!" bentak Long Tianqi saat memasuki kamar yang bobrok dan pengap itu.

Namun, suaranya langsung tertahan di tenggorokan.

Di atas ranjang yang rapuh, sang Permaisuri terbaring tak bergerak. Gaun putihnya yang tipis tampak mengenaskan di tengah ruangan tanpa pemanas. Di sudut ruangan, tumpukan arang yang kosong dan sisa mangkuk retak memperjelas semuanya.

"Yang Mulia... ini... ini pasti konspirasi! Hamba tidak pernah melarang pengiriman makanan!" Chu Xinyue langsung berlutut, air mata buayanya mulai mengalir, mencoba membela diri sebelum Kaisar murka.

Long Tianqi mengabaikan selirnya. Bagaimanapun, opini publik di luar istana sudah mendesaknya. Jika Permaisuri benar-benar mati di hari peringatan ibunya, takhtanya akan diguncang oleh tuduhan kutukan leluhur. Kaisar melangkah mendekati ranjang, mengulurkan tangannya yang gemetar untuk memeriksa napas Shen Ran.

Tepat sebelum jari Kaisar menyentuh kulitnya, sepasang kelopak mata Shen Ran terbuka perlahan. Sorot matanya kosong, sayu, namun perlahan memancarkan kilat dingin yang langsung menusuk netra sang Kaisar.

"Uhuk... Yang... Yang Mulia?" Shen Ran terbatuk lemah, tubuhnya bergetar hebat seolah-olah ia baru saja lolos dari cengkeraman dewa kematian.

"Kau... kau belum mati?" Long Tianqi menarik tangannya kembali, ada rasa lega yang bercampur dengan kebingungan di wajahnya.

Shen Ran mencoba duduk dengan susah payah, membiarkan dirinya tampak rapuh namun tetap mempertahankan harga diri seorang Permaisuri. Ia menatap Long Tianqi dengan senyuman pahit.

"Apakah Yang Mulia kecewa karena saya masih bernapas? Saya meminta maaf karena telah mengecewakan Istana Barat. Sepertinya, doa mendiang Ibu Suri di langit masih melindungi jiwa saya yang malang ini," suara Shen Ran terdengar parau namun bergaung jelas di ruangan itu.

Mendengar nama Ibu Suri disebut, wajah Long Tianqi menegang. Ia berbalik menatap Chu Xinyue dengan tatapan membunuh. "Chu Xinyue! Jelaskan padaku, mengapa Permaisuri bisa berada dalam kondisi sekritis ini, di hari suci Ibuku?!"

"Yang Mulia, hamba dijebak! Pelayan hamba, Qiao'er, dia..."

"Cukup!" Shen Ran memotong ucapan Selir Agung dengan nada datar namun mutlak, membuat seisi ruangan terkesiap. Seorang permaisuri terbuang baru saja memotong ucapan selir kesayangan kaisar?

Shen Ran perlahan menurunkan kakinya dari ranjang. Meskipun tubuhnya tampak gemetar, ia menolak untuk berlutut. Ia berdiri tegak di hadapan pria yang membuangnya.

"Yang Mulia, jika Anda ingin mencari pelaku, Anda tidak perlu repot-repot menginterogasi budak," Shen Ran merogoh sesuatu dari balik kasur lapuknya, lalu melemparkan beberapa gulungan surat ke atas meja di depan Kaisar.

Plak.

"Apa ini?" Long Tianqi mengerutkan kening.

"Itu adalah catatan pembukuan rahasia mengenai penyelundupan senjata di perbatasan barat dan aliran dana palsu yang masuk ke rekening pribadi keluarga Chu selama tiga tahun terakhir," sahut Shen Ran, suaranya kini tidak lagi lemah. Suara itu terdengar seperti seorang hakim yang sedang membacakan vonis di ruang sidang.

Wajah Chu Xinyue seketika berubah dari pucat menjadi seputih kertas. "K-Kau... dari mana kau mendapatkan itu?!"

Shen Ran menatap Chu Xinyue dengan pandangan meremehkan yang amat sangat. Sebagai mantan pengacara korporat, menghancurkan perusahaan atau keluarga korup lewat bukti finansial adalah keahlian dasarku, batin Shen Ran puas.

"Istana Dingin mungkin dingin, Selir Agung Chu, tetapi tempat ini memiliki telinga dan mata yang tidak bisa kau beli dengan emasmu," ujar Shen Ran dingin. Ia kembali menatap Kaisar Long Tianqi yang kini sedang membaca gulungan itu dengan tangan yang gemetar karena murka yang luar biasa. Bukti di dalam gulungan ini terlalu mendetail, lengkap dengan stempel rahasia klan Chu.

Long Tianqi mendongak, menatap Shen Ran dengan pandangan yang benar-benar baru. Wanita di hadapannya ini... bukan lagi Shen Ran yang ia kenal. Aura ketakutan dan keputusasaan telah lenyap, digantikan oleh karisma seorang penguasa yang tak tergoyahkan.

"Shen Ran... kau..."

"Yang Mulia," Shen Ran memotong perkataan Kaisar sekali lagi, senyum miring terukir di bibirnya yang pucat. "Saya tidak meminta Anda untuk mencintai saya. Tetapi sebagai Permaisuri Kekaisaran Yan, saya menuntut keadilan hukum kekaisaran ditegakkan. Bersihkan Istana Belakang dari tikus-tikus korup, atau biarkan rakyat di luar gerbang tahu bahwa Kaisar mereka lebih memilih seorang selir pengkhianat daripada hukum negaranya sendiri."

Di ambang kehancuran Istana Dingin, sang Permaisuri yang tertindas baru saja membalikkan papan catur, memojokkan Kaisar dan Selir Agung dalam satu gerakan skakmat yang mematikan.

1
Emily
keren ceritamu thour
Fajar Fathur rizky
cepat bantai long tianqi
Fajar Fathur rizky
bikin shen ran sendiri yang membunuh long tianqi
Fajar Fathur rizky
tidak sabar long tianqi mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!