Mengandung adegan dewasa, jadi mohon bijaklah dalam membaca ya ...!
Menceritakan tentang ketidak percayaan diri mengundang pernikahan yang tanpa diduga, pernikahan paksa dengan CEO Tampan yang posesif bernama, Xander.
Xander merasa sudah jatuh hati kepada seorang wanita cantik bernama, Sasya. Tetapi, akibat ketidak jujuran sang kakak, Sasya menjadi terjebak dalam ikatan yang tidak diinginkannya, sebab yang harus menikah dengan Xander adalah kakaknya yang bernama Rasya, bukan dengan dirinya.
Naas-nya, Sasya terpaksa menjalani pernikahan dengan Xander dan harus memutuskan hubungan dengan kekasihnya, akibat adanya ancaman.
Bagaimanakah cerita selanjutnya dari Sasya dan Xander?
Ikuti terus alur cerita selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Menik Kumalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 9 (Berangkat Bareng)
Terlihat keluarga Sasya sudah selesai makan malam bersama. Sasya langsung menemui kakaknya Rasya di ruang keluarga untuk menonton tv.
"Kak, gimana kerjanya tadi? lancar? capek tidak kak? mau aku pijatin?" tanya Sasya bertubi-tubi kepada kakaknya Rasya.
"Baik-baik saja Sya, emang kamu bisa mijitin?" tanya Rasya ragu.
"Bisa dong, mau coba?" tawar Sasya sambil tersenyum jail.
"Nggak ah, raut wajah kamu mencurigakan!" jawab Rasya menolaknya.
"Tidak apa-apa Kak, pokoknya biar aku pijatin sini!" Sasya meraih paksa kaki Rasya untuk dipijatnya.
Rasya pun merasa geli, ia langsung tertawa terbahak-bahak karena tidak tahan akan rasa gelinya.
"Stop Sya ... hahaha stop ...!" seru Rasya sambil tertawa kegelian.
"Enak kan kak ... enak kann ...," tutur Sasya sembari tetap terus memijat kaki Rasya.
"Hahaha... geli Sya!" seru Rasya kembali dan berusaha meraih bantal dan menimpukkan ke Sasya.
Bugh ... bugh ... bugh ....
"Ampun kak ... ampun .... Iya-iya, aku berhenti." Sasya menjauhi Rasya untuk menghindari timpukannya.
Rasya yang melihat rambut Sasya berantakan karena tertimpuk bantal beberapa kali olehnya, sontak langsung tertawa terbahak-bahak. Sita dan Surya, selaku orang tua mereka pun hanya menggelengkan kepala melihat ulah anak-anaknya itu.
Mereka terlihat akur dan saling menyayangi, tetapi yang membedakan mereka berdua yaitu sifat Rasya yang tidak percaya diri dan tertutup akan semua masalahnya. Berbeda dengan Sasya yang selalu bercerita, bahkan semua tentang Sadam juga ia ceritakan kepada kakaknya itu.
...*****...
Hari sudah semakin malam, terlihat Sasya baru keluar dari kamar mandi miliknya. Tiba-tiba, ponsel milik Sasya berbunyi. Ia pun langsung mengambil ponselnya yang tertera ada notif chat dari Sadam.
"Kamu sudah tidur, Sya?" tanya Sadam pada pesan tersebut.
"Ini masih mau tidur, ada apa ya?" balas Sasya.
"Apakah aku boleh telpon?" tanya Sadam lagi.
"Tidak!!" balas Sasya singkat.
"Jangan cuek-cuek, awas nanti naksir aku loh hehehe ...,"
"Hii... ogah dehh! lagi pula, gak ada hubungannya dengan cuek sama naksir!" balas Sasya.
"Lihat saja, aku akan membuatmu suka padaku!"
"Aku tidak peduli dengan omong kosongmu itu. Aku mah tidur!" balas Sasya.
"Tunggu ...! Karena kamu sempat menolak ajakanku sebelumnya. Besok pada hari Minggu, kamu harus ikut denganku tanpa terkecuali! Good night ...," ucap Sadam di penghujung pesan.
"Dasar cowok aneh!! Jadi orang maksa banget sih... kalau tidak mau pasti ujung-ujungnya tetap saja memaksaku," gumam Sasya yang berbicara sendiri.
Seperkian detik kemudian, tanpa sadar Sasya tersenyum memikirkan Sadam. "Eh, kenapa aku jadi mikirin si kentut goreng, sih? Jangan halu Sya ... lebih baik aku segera tidur saja!" gumam Sasya sembari menepuk-nepuk pipinya.
...*****...
...Hari minggu, ketika keluarga Sasya sedang berkumpul untuk sarapan bersama....
"Kak, kok Kakak sama Papa di hari Minggu tetap pergi ke Kantor?" tanya Sasya.
"Iya karena mau ada perusahaan besar yang mau kerjasama dengan perusahaan S.E punya Papa. Jadi di Kantor masih banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan," jawab Rasya.
"Jadi, Mama nanti juga ikut ke Kantor?" tanya Sasya.
"Tidak sayang, nanti Mama di rumah saja. Kan, sudah ada kakak kamu yang bantu Papa. Kakak kamu itu sangat bisa dihandalkan," jawab Sita sembari tersenyum.
"Kakak memang terhebatt!!" seru Sasya tampak antusias memuji Rasya.
"Iya dong, makanya kamu cepet lulus biar bisa bantuin Papa juga buat perusahaan semakin maju dan lebih berjaya," tutur Rasya.
"Tenang, besok kalau sudah ada aku, perusahaan Papa akan terjamin meningkat," ucap Sasya sembari membanggakan dirinya.
Sontak Sita dan Surya tersenyum seraya menggelengkan kepala.
"Oh, ya, bukannya kamu akan bertemu teman? Berangkatnya mau bareng Kakak sama Papa atau diantar Pak Jay saja?" tanya Rasya.
"Enggak semuanya Kak, nanti aku dijemput sama dia," jawab Sasya.
"Dia siapa? Pasti Sadam, kan?" tebak Rasya.
"Hehehe... Kakak tau aja," jawab Sasya cengengesan.
"Mau kencan nih ceritanya?" tanya Rasya menggoda Sasya.
"Apa sih Kak, tidak kok ... cuma mau diajak jalan-jalan saja, soalnya kan hari libur," terang Sasya.
"Sudahlah sayang ... segera habiskan sarapannya," ujar Sita menghentikan pembicaraan.
Setelah selesai sarapan, Rasya dan Surya berangkat ke Kantor. Tak lupa berpamitan dengan Sita. Setelahnya, Sasya juga ikut berpamitan karena sudah dijemput oleh Sadam.
"Ma, Sasya berangkat dulu ya," ucap Sasya kepada Sita.
"Iya sayang... hati-hati ya nak Sadam bawa mobilnya," ucap Sita.
"Siap Tante," jawab Sadam kepada Sita sembari tersenyum ramah.
Ya... Sita memang sudah dekat dengan Sadam, karena seringnya Sadam kerumah Sasya. Berbeda dengan Surya, ia hanya pernah bertemu beberapa kali saja karena sibuknya dalam urusan pekerjaan.
smoga seru.
Vote Done.
Semangat