NovelToon NovelToon
Saat Istriku Setuju Bercerai

Saat Istriku Setuju Bercerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad Yunus

Gavin tidak menyangka istri yang dulu berbuat licik demi menikah dengannya, Tiba-tiba setuju bercerai.

Dua tahun menikah dengan rasa dendam, Gavin tidak pernah benar-benar mengenal sosok Azalia, ah, lebih tepatnya tidak peduli.

Perceraian yang dinanti itu akhirnya akan segera terwujud. Gavin sudah tidak sabar menunggu kedatangan kekasihnya yang dulu pergi karena dirinya terpaksa menikah.

Lantas apakah perceraian yang dinanti Gavin akan benar-benar terwujud?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gavin tidak ingin bercerai

Kepulangan Renata adalah salah satu hal yang Gavin nantikan. Kenapa dia malah mengusirnya? Memintanya pergi terlebih dahulu dan berjanji akan menemuinya lagi nanti.

Kenapa?

Gavin sadar dia telah menyakiti Renata saat pertama kali wanita itu baru kembali padanya. Tapi jelas itu bukan niatnya, entah kenapa dia memang merasa tidak memiliki obrolan dengan wanita itu.

Ponsel Gavin kembali berdering. Ia pikir itu dari anak buahnya, tapi nama yang tertera adalah nama Alvin.

Alvin mendengus, menjawabnya dengan malas. "Umph?"

"Kenapa kau mengusir Renata?"

Tidak ada jawaban. Gavin menyandar di kursinya menghela napas panjang dan lelah.

"Aku tahu kau kesal karena kau tidak juga menemukan Azalia, tapi kau tidak bisa melampiaskannya pada Renata."

Gavin masih senantiasa diam.

"Nanti malam aku akan mengadakan pesta penyambutan untuk Renata. Tapi jika kau mau melakukan itu untuknya, aku akan mundur. Kau lebih berhak daripada aku. Kedatangan Renata sudah kau nantikan sejak lama bukan?"

Semangat Alvin meredup, karena ternyata Gavin menolak.

"Kau saja yang melakukannya, aku tidak bisa datang. Ada sesuatu yang harus kulakukan."

Sebelum Alvin sempat bicara lagi, Gavin memutus sambungan itu lebih dulu. Perasaannya kacau, pikirannya rumit.

Dia tidak bisa menghadapi Renata dengan emosinya yang tidak beraturan seperti tadi, atau mungkin dia akan menyakiti wanita itu lebih jauh lagi.

Alvin tidak yakin dengan apa yang diucapkan Gavin. Dia sendiri yang akan datang ke penhouse nya nanti, menarik Gavin agar hadir di pesta penyambutan Renata bagaimanapun caranya nanti.

Namun, kepala pelayan yang sudah bertahun-tahun bekerja dengan Gavin, mematahkan pikiran itu. "Tuan sudah jarang pulang, dan sudah ada satu minggu ini dia bahkan hanya kembali mengganti pakaian lalu kembali ke perusahaan."

Tidak pulang selama satu minggu?

Apa yang dilakukan Gavin?

Apakah dia mencari keberadaan Azalia sampai sekeras itu? Sampai dia tidak pulang untuk beristirahat?

Padahal tidak ada yang dilakukan Gavin. Dia pulang, tapi tidak ke rumahnya, melainkan rumah yang ia berikan untuk Azalia.

Bukan hanya itu, Gavin juga tidur di kamar Azalia, menatap langit-langit kamarnya dengan keheningan.

Azalia selalu seorang diri di sini. Dalam satu bulan selama 2 tahun, dia belum tentu pulang melihatnya.

Apa wanita itu tidak pernah keluar?

Apa dia tidak punya teman?

Bahkan Gavin tidak tahu dengan siapa Azalia bergaul. Apa dia memiliki pekerjaan yang dia lakukan, sedangkan selama ini dia tidak pernah memberinya uang selayaknya tanggung jawab seorang suami.

Selama ini Gavin pikir keluarga Sanjaya pasti tidak akan membiarkan anaknya sengsara, mencukupi kebutuhan anak mereka meski dia tidak pernah memberi uang.

Namun sekarang.... Dia seperti orang bodoh yang pernah memiliki pikiran itu. Dia baru tahu kalau mereka hanya memanfaatkan anak perempuan mereka sebagai tangga menaiki kejayaan.

Keluarga Sanjaya hanya menggunakan Azalia sebagai alat tukar. Bahkan mereka mungkin juga tidak tahu kalau anak mereka sedang sekarat perlahan.

Bagaimana selama ini Azalia bisa menyimpan semuanya sendiri?

Ponsel di sisi Gavin kembali berdering.

Gavin berdecak. Dia yakin Alvin tidak akan berhenti sebelum dia datang ke pesta.

Tadinya dia ingin mematikan ponsel, tapi saat melihat bahwa itu panggilan dari anak buahnya, Gavin langsung menegak.

"Bicara!"

"Tuan, saya sudah mendapat lokasi keberadaan istri Anda."

Setelah pencariannya yang sangat panjang, akhirnya dia berhasil.

Tadi anak buahnya telah memberikan lokasi Azalia, dan akhirnya dia bisa mencapai ke sini juga.

Gavin berdiri di sisi mobilnya, diam.

Tatapannya terpaku pada sosok yang tengah duduk di teras rumah kecil itu.

Rumah sempit dengan dinding tua yang mulai tampak usang. Jauh dari kemewahan yang biasa ia lihat. Namun, bukan rumah itu yang menyita perhatiannya, melainkan seseorang yang duduk di sana, ditemani seorang wanita yang sibuk menyulam.

Gavin tak langsung melangkah mendekat. Ada sesuatu yang menghentikannya. Sesuatu yang selama ini ia abaikan.

Azalia tampak begitu ringkih.

Tubuhnya jauh lebih kurus daripada yang ia ingat. Wajahnya.. yang dulu memiliki sedikit warna, kini semakin pucat, seakan darah perlahan-lahan meninggalkannya.

Pakaian yang dikenakannya tampak longgar, rambut hitam panjangnya tergerai lepek, tidak lagi seindah yang ia ingat.

Untuk pertama kalinya, Gavin menyadari seberapa buruk kondisi Azalia.

Sebuah perasaan asing menjarah dadanya, meremasnya tanpa ampun.

Dulu, ia selalu berpikir bahwa Azalia hanyalah pembohong, manipulatif, seseorang yang hanya pura-pura lemah untuk menarik simpati. Ia membenci kehadirannya di rumah, merasa seolah wanita itu hanyalah duri dalam kehidupannya.

Tapi sekarang...

Pandangannya jatuh pada tangan Azalia yang beristirahat di atas pangkuan. Jari-jarinya tampak lebih kurus, tulangnya lebih menonjol. Gerakannya juga jauh lebih lambat, seakan setiap bergerak menguras sisa-sisa tenaganya.

Gavin menelan ludah, dadanya terasa sesak.

Entah mengapa, ada sesuatu yang menggerogoti hatinya. Sesuatu yang menyakitkan.

Azalia tertawa kecil bersama wanita itu, meski suaranya terdengar lemah. Wanita yang menemani Azalia yang Gavin ketahui bernama Niken mengusap kepala Azalia dengan penuh kasih sayang, seolah ingin melindunginya dari seluruh luka di dunia ini.

Gavin mengepalkan tangan di sisinya.

Ini salahnya.

Selama ini, ia membiarkan dirinya dibutakan oleh kebencian. Ia menutup mata pada kenyataan bahwa ada sesuatu yang salah dengan Azalia.

Bahwa wanita itu tidak pernah meminta belas kasihannya, bahwa mungkin selama ini, Azalia menyimpan luka-lukanya seorang diri.

Dan sekarang, setelah semua yang terjadi, ia baru menyadarinya.

Apa belum terlambat?

Niken mulai menyadari keberadaan Gavin. Wanita itu menoleh ke arahnya, memandanginya dengan diam.

"Kak, ada apa?" Azaria mengikuti pandangannya, lalu terdiam melihat Gavin di sana. "Ini sudah waktunya aku pergi, ya? Apa aku melupakan jadwal ke catatan sipil?"

Niken menggeleng, menahan Azalia di sana. Bukan Azalia yang lupa, tapi Gavin yang terlalu cepat. "Tunggu di sini, Azalia! Aku ingin bicara dengannya."

Niken sengaja mendekat lebih dulu, memastikan agar Azalia tidak mendengar ucapan mereka.

"Untuk apa kau kemari? Khawatir kalau Azalia tidak datang? Niken tampak kesal. Ada kemarahan tertahan dari sorot matanya. "Tuan Gavin, anda jangan khawatir. Aku sendiri yang akan memastikan Azalia datang nanti. Anda tidak perlu repot-repot kemari, aku yang akan membawanya padamu."

Azalia memang sudah membuat Niken berjanji padanya, jika dia melupakan tanggal perceraiannya dengan Gavin, maka dia harus mengingatkannya dan membuatnya pergi apapun yang terjadi.

Niken menangis saat mengetahui ini, setelah dia menyadari bahwa ingatan Azalia semakin lemah setiap harinya.

"Aku... Bisakah aku membawanya pulang?"

"Tidak." Niken menggeleng tanpa ragu. "Kami yang akan merawatnya. Aku tahu aku terlambat. Tapi setidaknya, kami bisa memberi kebahagiaan, kehangatan, dan kasih sayang yang tak pernah ia dapatkan. Pergilah! Dia tidak pernah membutuhkanmu dan tidak akan pernah."

"Tapi dia butuh perawatan."

"Dan Anda baru menyadarinya sekarang?" Niken menatapnya getir.

"Niken, kau bisa memakiku nanti. Tapi saat ini, aku yang akan memastikan dia mendapat apa yang seharusnya dia dapatkan. Aku akan membatalkan perceraiannya. Aku akan membawanya pulang dan merawatnya."

Gavin tidak ingin berdebat. Selain itu, dia juga ingin segera membawa Azalia ke rumah sakit.

Namun, Niken tetap tak mengizinkannya.

"Maaf, seperti kesepakatan awal saja, anda tidak mencintai Azalia, dia memang tidak menuntut, tapi kami peduli! Azalia sudah seperti adikku sendiri."

######

Thorr bisa g sih, doble up?

Bisa sayang! Bisa...

Tapi like dan komentar sesuai target ya khaaaannnn...

1
Vie
ah akhirnya bisa update juga kak... 👍👍👍
Hani Ekawati
Bagus beri pelajaran buat orang orang serakah itu, orang tua yang tidak punya hati nurani terutama Marta. Demi bisa hidup mewah dia sampe menjual putrinya sendiri.
Hani Ekawati
Dasar kamu seorang ibu yang tidak punya hati
Bela Viona
rasakno
Hani Ekawati
Itu si Marta ibu yang tidak punya hati, anaknya sakit tapi tidak peduli sama sekali. Dan Gavin sepertinya sudah ada getar cinta atau hanya sebatas rasa iba.
Setyowati Setyowati
kapokmu kapan mahesa
Vie
yaaa padahal seru ceritanya.... lagi seru2 nya kak... 😭😭😭
Vie
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Vie
hadiah yang tidak akan pernah bisa mereka lupakan.. 🤭🤭🤭
Vie
ya.. ya... ya... dalam mimpi mu kali ya.... 😝😝😝
Vie
ya harusnya kamu lebih berpikir lagi dengan jernih.... walau bagaimanapun dia sudah menikah, dan kalau kamu berada diposisi azalia, apakah kamu akan menerimanya begitu saja. melepaskan suami demi kembali bersama masa lalunya???
Vie
nah gitu dong kamu harus tegas dalam memilih suatu hubungan karena jelas kamu sudah memiliki seorang istri yang sangat mencintaimu, hanya saja kamu yang tidak bersyukur dan malah menyia2kan waktu saat bersamanya....
Vie
sok lah bawa dia berobat sampai sembuh total dan mendapatkan kebahagiaan
Vie
nah kan seperti hati kamu sekarang pada azilia. walau sebenarnya sudah terlambat karena waktu untuknya tidak akan lama lagi. isilah waktu yang tersisa itu dengan semua kebahagiaan untuk azilia....
Vie
bukankah kamu seperti menyindir diri sendiri ya??? 🤭🤭🤭🤭 karena hal itu seperti yang terjadi dalam hidup kamu.... 🤭🤭
Vie
ya siapapun pasti akan sangat hancur bila tau keadaannya seperti ini, terus dia merasa hanya dikasihani setelah apa yang dulu Gavin lakukan padanya.... itu wajar sih.... karena ini menyangkut nyawanya yang mungkin tinggal menunggu waktu akan menjemputnya... 😭😭😭😭
Bela Viona
ntah akan ad keajaiban kesembuhan azalia atau hanya tinggal kenangan tentang Azalia.
kalaupun azalia tinggal kenangan,please thor..tinggal kn lh kenangan Azalia bersama Gavin berupa sosok seorang bayi mungil. anak mereka.
kalau pun ad kerajaan, sembuhkan lh azalia. nth dgn pencangkokan ginjal atau bangun lgi setelah koma..
Bela Viona: aku lagi sedih lho 😭
total 2 replies
Rahma Inayah
mmg ya si Marta GK tau malu
Kar Genjreng
perih ya ketika sedang mengharapkan kedatangan nya selalu di anggap pura pura atau hanya sedang bermain drama,,, padahal sedang menahan lara luar biasa,,, sekarang bagitu terlanjur bsekarat baru lah percaya,,,ya semoga bergerak cepat siapa tau ada keajaiban,,😭😭
Dew666
💎💎💎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!