“Ternyata Meisya tidak pernah menikah lagi setelah kami bercerai!” Sebuah informasi yang Kenzo dengar hari itu menimbulkan semangat baru di dalam diri Kenzo setelah tiga tahun lamanya terpuruk dalam luka yag begitu dalam karena berpikir mantan istrinya sudah menikah lagi.
Mengetahui hal tersebut, lantas saja membuat Kenzo berencana untuk merebut cinta mantan istri yang masih ia cintai sampai saat ini.
Ya, meski sudah dua tahun berpisah dengan Meisya, besar cinta Kenzo pada Meisya masih saja tetap sama. Bahkan, setelah mendengar Meisya berencana menikah dengan pria lain, Kenzo masih saja sulit untuk melupakan rasa cintanya pada Meisya.
“Aku akan mendapatkan kamu kembali bagaimanapun caranya, Mei!” Kenzo ~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SHy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TCMI 10 - Makan Dengan Siapa?
“Meisya, mbak Elva?” Wajah Kenzo kelihatan kaget saat Meisya dan mbak Elva melintas di depannya. Ia bersikap seolah tidak menyangka akan bertemu dengan kedua wanita itu.
Mbak Elva mengulas senyum membalas sapaan Kenzo. Sementara meisya, hanya diam hingga akhirnya terpaksa tersenyum tipis merespon perkataan Kenzo.
“Kenzo, kamu udah balik ke sini. Rasanya udah lama sekali kita gak bertemu.” Kata mbak Elva dengan senyum yang belum juga surut di wajahnya.
Kenzo tersenyum mendengarnya. “Iya, mbak. Aku baru sampai beberapa hari yang lalu di sini.”
Mbak Elva mengangguk paham. Sebelum ia sempat bertanya lagi pada Kenzo, pria itu sudah lebih dulu bertanya lagi pada dirinya.
“Kalian berdua mau makan di sini juga?”
“Tentu saja. Kalau gak mau makan di sini, buat apa kami ke sini?” Kelakar mbak Elva.
Kenzo jadi tersenyum mendengarnya. “Iya juga, mbak. Kalau benar begitu, bagaimana kalau kalian duduk bareng aku aja. Kebetulan aku cuma sendirian di sini.” Tawar Kenzo.
Mbak Elva menatap wajah Meisya. Dia tentu saja tau Meisya bakalan sulit untuk mengiyakan tawaran Kenzo.
“Aku pikir kita bisa bersikap layaknya teman pada umumnya.” Kata Kenzo entah tertuju pada siapa. Yang jelas Meisya yang mendengarnya berpikir jika perkataan tersebut ditujukan untuk dirinya.
“Baiklah kalau begitu.” Balas mbak Elva. Tentu saja respon dari mbak Elva membuat Meisya kaget hingga melototkan kedua bola matanya.
Mau tidak mau, Meisya terpaksa duduk di meja yang sama dengan Kenzo juga. Meski Kenzo berhasil bersikap layaknya seorang teman pada dirinya, tapi dia sulit sekali untuk melakukannya.
“Ken, tadi Meisya bilang kamu lihat dia lagi manggung, ya?” Usai memesan makanan, mbak Elva langsung saja bertanya pada Kenzo untuk memastikan perkataan Meisya.
Kenzo tanpa ragu mengangguk. “Iya. Aku gak nyangka tadi bisa liat Meisya manggung di sini.” Balas Kenzo apa adanya. Pria itu enggan berkata dusta pada mbak Elva.
“Memangnya kamu ada urusan di sini, Ken?” Tanya mbak Elva.
“Emh, enggak. Kebetulan aku lagi jalan-jalan aja di sini. Aku pikir aku butuh hiburan setelah kembali ke sini.” Balas Kenzo.
Meisya masih saja diam. Membiarkan Kenzo dan mbak Elva terus berbicara berdua seolah tidak ada dirinya di sana.
“Oh ya, Mei. Lama gak lihat kamu nyanyi, suara kamu makin bagus aja.” Puji Kenzo tiba-tiba.
Meisya terkesiap mendengar pujian yang diberikan untuk dirinya. Dia sampai dibuat bingung mau menjawab perkataan Kenzo seperti apa.
Pandangan Kenzo terlihat tak lepas dari wajah Meisya. Meski wanita itu bersikap cuek padanya, tapi Kenzo tetap bersikap baik di depannya.
“Terima kasih.” Akhirnya Meisya merespon singkat perkataan Kenzo. Dia memang sedang menjaga diri untuk berbincang terlalu banyak dengan Kenzo.
Kringg
Di tengah percakapan yang masih berlangsung, ponsel Meisya berbunyi dan memperlihatkan nama Rendy sebagai pemanggil telfon. Meisya tentu saja meragu untuk mengangkatnya. Apa lagi ada Kenzo di dekatnya.
Tak ingin mengabaikan panggilan telfon dari Rendy, Meisya terpaksa mengangkat panggilan telefon dari calon suaminya itu.
“Sayang, kamu lagi di mana?” Tanya Rendy di seberang sana setelah tak lama panggilan terhubung.
“Lagi di resto, kak. Ada apa?” Tanya Meisya. Wajahnya terlihat kaku sekali saat berbicara dengan Rendy. Tentu saja ekspresi Meisya tersebut tak pernah lepas dari pandangan Kenzo yang sejak tadi mencuri pandang dengan dirinya.
“Di resto. Kamu makan di sana sama siapa, sayang? Sama mbak Elva aja?” Tanya Rendy.
Glek
Meisya terdiam beberapa saat. Pertanyaan dari Rendy benar-benar membuatnya bingung harus menjawab apa.
“Bagaimana ini. Apa aku harus menjawab kalau aku makan bareng Kenzo juga?”
tapi terimakasih untuk karyanya.. semoga sukses 💪🏻
ditunggu launching novel terbarunya
kak shy jangan lama-lama ya, sehat selalu dan samangat selalu kakak....