NovelToon NovelToon
“Kau Kehilangan Aku Setelah Cerai”

“Kau Kehilangan Aku Setelah Cerai”

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cerai
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: Anita Banto

Amara rela menerima perjodohan dengan Tobias William Larsen demi cinta, berharap hatinya bisa memenangkan pria yang dingin dan sempurna itu. Ia memberi segalanya—kesetiaan, pengorbanan, bahkan seluruh rasa cintanya. Namun, semuanya hancur saat mantan Tobias muncul kembali.
Di malam ulang tahun pernikahan mereka, dunia Amara runtuh. Tobias menuntut cerai tanpa ampun, bahkan menyisakan ancaman yang menusuk hatinya. Dengan hati remuk, Amara akhirnya melepas semua harapan, memutuskan untuk pulang ke rumah keluarganya dan menjalani takdirnya sebagai pewaris keluarga Crawford.
Kini, ketika Amara dan Tobias bertemu lagi, mereka bukan lagi suami-istri. Mereka adalah dua rival, saling menatap dengan luka dan dendam yang tersimpan.
"Tuan Larsen, apakah Anda ingin saya mengingatkan sekali lagi? Kita sudah bercerai."
"Amara… ini adalah kesalahan terbesar dalam hidupku. Kumohon… kembalilah padaku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Banto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 10

Meskipun Amara tidak memberikan celah bagi para eksekutif itu untuk membantah, atmosfer di dalam ruang rapat berubah drastis begitu ia menyatakan pertemuan berakhir. Udara mendadak terasa berat dan kaku, seolah membeku di bawah tatapan tajam sang wanita penguasa.

​Saat Amara melangkah anggun menuju pintu, ia merekam setiap ekspresi yang tertangkap matanya. Ada rahang yang mengeras, senyum sinis yang dipaksakan, hingga tatapan kebencian yang menyala terang. Amara tahu, kata-katanya tadi barusan saja meremukkan ego pria-pria tua itu. Kebencian mereka mungkin akan menjadi duri, tapi Amara tidak gentar.

​Namun, di tengah gelombang ketidaksenangan, ia melihat secercah harapan. Beberapa eksekutif senior justru memberikan anggukan hormat. Bahkan, seorang pria paruh baya berdiri dan menjabat tangannya dengan senyum tulus.

​“Pendekatan yang berani, Nona Amara,” puji pria itu singkat.

​Amara hanya membalas dengan senyum tipis seadanya. Baginya, dalam bisnis, perasaan adalah racun. Hasil nyata adalah satu-satunya mata uang yang ia akui. Ia bertekad, pada pertemuan berikutnya, bukti nyata akan membungkam mulut-mulut sombong itu untuk selamanya.

​Langkahnya melambat saat memasuki kantor barunya di lantai atas Synergy. Ruangan itu adalah definisi kemewahan yang fungsional. Dinding kaca raksasa memamerkan gemerlap kota yang bermandikan cahaya matahari sore. Meja kerja cokelat tua yang kokoh tampak berwibawa di tengah ruangan, sementara sofa kulit yang empuk mengundang siapa pun untuk bersandar.

​Namun, Amara tidak punya waktu untuk mengagumi dekorasi. Matanya terpaku pada tumpukan dokumen di atas meja. Ia menghela napas, lalu duduk dan mengambil brosur yang sejak tadi menarik perhatiannya.

​“Seberapa sulitkah ini nantinya?” gumamnya lirih.

​Ia meneliti profil perusahaan target. Pemiliknya adalah seorang wanita legenda di industri perhiasan internasional—seorang CEO berusia akhir lima puluhan yang dikenal dengan nama Gemini. Sosok anggun, tajam, dan penuh wibawa. Amara menatap foto Gemini di layar, berharap nalurinya tidak meleset kali ini.

​Setelah satu jam berkutat dengan coretan strategi, Amara menekan tombol interkom. “Duncan, atur pertemuan dengan Gemini Jewelries.”

​“Baik, Nona.”

​Namun, belum sempat Amara meneguk air minumnya, Duncan kembali dengan raut wajah mendung. “Mereka menolak pertemuan, Nona Amara.”

​Amara mendongak, alisnya bertaut. “Alasannya?”

​Duncan ragu, tapi Amara sudah tahu jawabannya. Reputasinya sebagai "wanita ambisius yang memanfaatkan pria" telah mendahuluinya. Gemini, yang membangun kerajaannya dengan keringat dan kebanggaan diri yang tinggi, jelas tidak sudi bertemu dengan wanita yang dianggap sebagai penggali harta.

​Tapi bagi Amara, penolakan adalah tanda untuk memulai rencana cadangan.

​Hasil risetnya menunjukkan bahwa Bethany, putri tunggal Gemini, tengah terjerat masalah hukum serius karena pernyataan ceroboh yang menyinggung sponsor utama perusahaan tempatnya bekerja. Dan kebetulan, sponsor itu berada di bawah naungan kolaborasi Synergy.

​Inilah kuncinya. Jika ia bisa membebaskan Bethany dari jerat hukum, Gemini pasti akan berutang budi padanya.

​"Nona Amara? Apa instruksi selanjutnya?" tanya Duncan memecah lamunannya.

​"Untuk sekarang, abaikan saja," jawab Amara santai, membuat Duncan terheran-heran. "Aku akan menghubungimu jika butuh."

​Tiga jam berlalu, Amara memutuskan untuk menyudahi hari pertamanya. Ia meregangkan otot, mengemas barang, dan meraih ponselnya. Sebuah ide muncul—ia butuh perayaan kecil untuk hidupnya yang mulai kembali ke jalurnya.

​“Mau keluar malam ini?” tanya Amara langsung saat Melanie menjawab panggilannya.

​“Malam ini? Tiba-tiba sekali?”

​“Aku resmi bergabung dengan perusahaan hari ini, Mel. Aku ingin merayakannya.”

​“Oke, oke! Mau ke mana?”

​“Giovanni terdengar bagus.”

​“Klub besar itu?” Melanie terkekeh. “Baiklah, jam 8 di depan Giovanni.”

​Setelah mandi dan mengganti pakaiannya dengan gaya yang lebih berani namun tetap elegan, Amara tiba di depan Giovanni tepat waktu. Tak lama, mobil Melanie menepi.

​“Maaf terlambat, macet sekali!” seru Melanie.

​Keduanya melangkah masuk. Para penjaga pintu langsung membukakan jalan begitu mengenali wajah mereka. Di dalam, dentuman musik yang enerjik mengguncang dada, memenuhi ruangan dengan adrenalin pesta.

​“Ayo cari meja!” teriak Amara di tengah kebisingan.

​Mereka menyelinap di antara kerumunan manusia yang sedang menari, menyapu pandangan ke setiap sudut.

​“Ah, ada satu di sana!” Melanie menunjuk sebuah meja strategis yang tampak kosong.

​Namun, belum sempat kaki mereka sampai, sekelompok orang lebih dulu menduduki meja tersebut. Cahaya lampu disko yang berputar-putar menerangi wajah pemimpin kelompok itu. Seketika, raut wajah Amara berubah kaku. Kerutan dalam terpahat di keningnya.

​Sebab, pria yang duduk dengan angkuh di sana adalah orang yang paling ia benci di seluruh dunia. Tobias Larsen.

1
Yuli Yulianti
amara kamu perempuan yg bersifat pinplan apa apa minun yg membuk kan sekali ud mabuk bikin hal yg memalukan seolah kamu masih istri dihadapan mantan suami
nia febriyani
mantap
Virgo Non
kurang keren harusnya amarah lebih dinginlebih waspada dan lebih menghancurkan apalagi nama besar keluarganya cukup di hormati
Mundri Astuti
bethany menyesatkan nih...
tuk Amara mending kamu rehat menjauh dari hal" yg berhubungan dgn tobias dan keluarganya, klo mabuk"an malah jadi masalah baru lagi nanti klo ketemu tobias
Yuli Yulianti
lama lama muak juga liat tobias selalu ad di sekitar Amara
azzura faradiva
bosen banget dimana² si para benalu slalu nongol
Yuli Yulianti
knp sih ad tobias disekitar Amara coba dong cowok lain yg lebih berkuasa yg mendekati Amara kan nie judul kehilangan setelah bercerai masa ad mantan trus disekitar Amara
azzura faradiva
semoga saja kakaknya Bethany seorang pria dan bisa mengambil hati seorang Amara❤️💞
azzura faradiva
keren sich ceritanya,tapi masa iya Amara harus kembali lagi sama tobias nantinya🤔klo bisa untuk season skrg hadirkan pemain pria Baru yg mengisi hari² Amara biar si tobias tambah membara🔥🔥🔥
Yuli Yulianti
jgn mau kembali dgn lelaki yg telah mbuang mu Amara orang meanggap mu murahan yg slalu bisa disentuh ...
S
Lama lama Mara balikan deh itu emosi krn cemburu kan.
S
bagus
merry
herann mntn setiap gundik y dpt mslhh knp Mara yg dislhk,, hrs cari tau gundikmu itu Tobi jgn ssrhh mntn istri Menghntiknn perbuatan y,,, dan kmu Mara ud cerai jgn Mau di tdrinn lhh klo kmrin gpp krn Kena obat kyk gk pyn hrg dri ajj
lovina: gara2 baca komen ini g jd baca, otak othornya gablek
total 1 replies
S
murah dan bodoh miris srkali pewaris terkaya tp terkihat tak berharga.kemana si kakakbya
Lee Mbaa Young
nikmati saja Amara burung Tobias 🤣🤣👎. km kn bucin smp goblok.
Lee Mbaa Young
wanita selalu murah ya bgitu sprti Amara 🤣. Kl Berkelas tinggal banting saja la ini malah mapan 🤣.
S
mara bukan siapa siapa dan apa apa ternyata hanya krn proyek dia haris menyuyak harga dirinya tak sebanding dg sumpahnya yg terkesan hebat.
S
sukurin kau akan menysali tawaran Mela, mara
S
rasain berlagak sempurna.nyatanya di luar expectasi makanya bertindak preventif itu perlu kau.bukan orang super Mara.Sekali berbuat salah fatal akbatnya sdh pernah salah langkah masih sj remeh,ceroboh.
Yuli Yulianti
amara jgn mau kamu jadi tempat napsu nya melawan lah ...
Lee Mbaa Young: 🤣🤣 melawan yo eman to burung Tobias kn enak Amara menikmati kn murah dia. laki dah bgitu masih gk melawan mlh menikmati pdhl dah cerai.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!