NovelToon NovelToon
Menaklukkan Om Duda Tampan

Menaklukkan Om Duda Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Dunia Masa Depan
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ell.ellsan

Andreas Bramawijaya, seorang CEO ternama yang tampan dan selalu bersikap dingin. Sikap dingin nya itu, tidak lain karena dia kecewa dengan keluarga nya, dan kehilangan istri dan anak tercinta nya karena kecelakaan.
Akibat kehilangan istri dan anak nya, Andreas menjadi seseorang yang sangat dingin, ketus dan jarang tersenyum sehingga ditakuti banyak orang.
Bu Stella, kepala pembantu di rumah Andreas, yang sudah menemani Andreas sejak kecil, sangat kasihan melihat tuan yang sudah dianggap seperti anak nya itu berubah menjadi pendiam setelah ditinggal anak istri nya.
Akhir nya Bu Stella inisiatif untuk mendatangkan anak semata wayang nya ke rumah Andreas untuk menemani dan merawat Andreas supaya mau berubah menjadi Andreas yang seperti biasa lagi.
Savanna Zelindra anak yang baru lulus SMA, terpaksa harus menuruti kemauan ibu nya untuk ikut pindah kerumah bos nya. Apakah Savanna akan bisa berhasil menaklukkan sang bos duda tampan yang dingin?
Ikuti terus ya cerita nya🫶

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ell.ellsan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terciduk

 Savanna bangun pagi hari, ternyata ibu nya sudah tidak ada di kasur. Awal nya bu Stella menyuruh Savanna tidur di kamar tamu, tapi dia menolak dengan sangat keras, dia tidak mau tidur terpisah, dia sangat sangat takut dengan Atmosfer dirumah megah itu.

 "Aduh ibu kemana ya, mana rumah nya gede banget lagi, aku harus apa sekarang." Savanna bergumam sambil mondar mandir.

 "Aku keluar jangan ya? Eh, tapi kalo keluar, takut ketemu sama majikan seram itu. Gimana ya?"

 Akhir nya Savanna melihat ke arah jendela. Ternyata di bawah sedang ada yang berenang.

 "Hmm siapa pagi pagi begini udah berenang. Enak nya jadi orang kaya, berenang gak perlu jauh jauh pergi ke waterpark hihi." Savanna cekikikan.

 Ternyata Andreas lah yang sedang berenang.

 Dengan hanya memakai celana boxer pendek, Andreas beranjak dari kolam.

 Savanna menelan ludah, melihat body majikan seram nya itu.

 Andreas sangat peka, dia tahu seperti ada yang memperhatikan nya. Akhir nya dia menoleh ke arah jendela kamar bu Stella.

 Savanna yang sedang memperhatikan Andreas tiba tiba melotot kaget melihat Andreas yang menengok melihat dia.

 Buru buru Savanna bersembunyi.

 "Astaga Savanna, ya ampun dasar bodoh. Malah liatin orang serem itu." Savanna menepuk nepuk jidat nya.

 "Lagian dia seakan tahu banget kalo ada orang yang lagi liatin dia. Ih ya ampun serem nya." Savanna mengusap tengkuk nya yang tiba tiba merinding.

 Karena penasaran, dia akhir nya mengintip lagi sedikit.

  Dan ternyata Andreas masih di situ di posisi yang sama dengan melihat ke arah nya.

 "Aishhh, ya ampun takut nya."

 Savanna sampai merangkak dari tempat jendela tadi ke luar kamar.

 "Hufttt. Tarik nafas, buang." Seperti lolos dari mangsa, Savanna menarik nafas nya dalam dalam.

 "Nak, Savanna lagi apa sayang?"

 "Aw Astaga ibu, sumpah ibu ngagetin aku banget, jantung aku hampir copot bu."

 "Ya ampun, kenapa? Kaya udah lihat hantu aja. Ini kan udah siang loh."

 "Memang, hantu nya tuh tampan tapi serem nya tuh serem banget."

 "Haha kamu bisa aja, gak boleh gitu ah, majikan kita itu." Bu Stella sampai geleng geleng, dengar celotehan Savanna.

 "Sekarang kamu mandi dulu, nanti ibu kenalkan ke orang orang yang bekerja disini."

 "Iya bu." Savanna akhir nya masuk lagi ke kamar, dan langsung mandi.

 Setelah selesai mandi, Savanna menunggu ibu nya, dia gak berani keluar sendiri, dia takut bertemu dengan majikan seram nya itu.

 Tak lama bu Stella masuk.

 "Akhir nya ibu ke sini juga. Aku haus bu, lihat persediaan air kita habis."

 "Iya maafkan ibu, maaf ya lama menunggu, ayo kita ke dapur."

 Savanna mengekori ibu nya.

 "Nah sambil ibu jelaskan ya ruangan di rumah ini."

 "Kalau kamu mau ke dapur, dari kamar ibu belok nya kesini ke kiri, tapi kalo belok ke kanan, nanti masuk nya ke taman, lalu ke kolam renang."

 "Ohh, iya iya." Savanna mengangguk.

 "Terus setelah belok kiri, kita lurus aja dan inilah dapur nya."

 "Waw dapur nya luas banget, 4 kali dapur kita ada ya bu."

 Bu Stella hanya tersenyum.

 Bu Stella memanggil semua orang yang bekerja datang ke dapur. Tak lama, datang lah 4 orang perempuan, 2 orang yang sudah lumayan berumur, 1 orang yang seumuran dengan ibu nya, dan 1 lagi mungkin baru berumur 25 tahun.

 "Nah ini belum semua nya, tapi, 4 orang ini yang paling inti di rumah ini."

 "Ini nama nya bu Dini, yang ini Bu Sri, yang ini namanya bu Yuni, dan ini nama nya April." Bu Stella memperkenalkan satu satu.

 "Kenal kan ini anak saya, nama nya Savanna. Yang suka saya ceritakan itu."

 Mereka mengangguk.

 "Halo, salam kenal." Savanna menyalami mereka satu persatu.

 "Savanna di sini tugas nya akan bantu saya. Tugas kalian tetap seperti biasa."

 "Siap bu." kata mereka kompak.

 "Ya sudah sekarang kalian boleh bekerja lagi."

  Akhir nya mereka berempat pergi ke pekerjaan nya masing masing.

 "Sekarang ibu mau ajak kamu keliling rumah ini, soal nya rumah ini luas, takut nya kamu tersesat."

 "Jadi sebenar nya ada berapa orang bu yang kerja di sini?"

 "Sekitar 12 orang, dua satpam, 6 pembantu, dan 4 tukang beres beres kebun."

 "Ya ampun banyak nya, ibu hafal semua nama nama orang nya?"

 "Tentu lah nak, karena ibu yang mengurus semua gaji mereka."

 "Wah keren, kenapa ibu bisa jadi kepala di sini?"

 "Awal nya ibu cuma pengasuh tuan Andreas di sini. Ketika tuan sudah sekolah, ibu mulai suka bantu bantu di rumah, tapi tuan Andreas tidak membolehkan ibu, akhir nya ibu diangkat jadi kepala pembantu dirumah ini."

 "Oh ternyata seperti itu, baik juga ya. Memang nya orang tua majikan seram itu kemana?"

 "Husss gak boleh gitu ah ngomong nya. Nama nya tuan Andreas."

 "Hmm ya maaf bu."

 "Ibu tidak ada ranah untuk menjelaskan orang tua nya, yang pasti, ketika dia masih bayi, dia sudah di urus oleh ibu di rumah ini sampai sekarang."

 "Ohh, sekarang aku ngerti maka nya ibu jadi menganggap dia sebagai anak ibu."

 Mereka lanjut lagi mengobrol sambil berkeliling rumah.

1
Ell.ellsan
jangan lupa kasih masukan ya teman teman. terimakasih sudah membaca😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!