NovelToon NovelToon
PUNCAK TAHTA CEO MUDA & DETEKTIF R

PUNCAK TAHTA CEO MUDA & DETEKTIF R

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Transmigrasi / Sci-Fi
Popularitas:85
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

Feng Yan tidak menyangka kasih persaudaraan berakhir dengan maut. Dibuang, dihina, dan nyaris mati di tangan Feng Yao, ia bersumpah untuk kembali. Bukan sebagai pecundang, melainkan penguasa kegelapan yang siap merebut kembali takhta CEO-nya.

Bersama Rendy si ahli strategi, Reyhan sang pakar IT, dan pengacara tegas Lin Diya, Feng Yan menyusun rencana kehancuran mutlak. Di balik gemerlap dunia korporat, sebuah permainan detektif dimulai untuk membongkar dalang pembantaian keluarganya.

Feng Yao boleh berkuasa sekarang, tapi Feng Yan sudah menyiapkan liang lahat untuknya. Siapakah yang akan bertahan di puncak tertinggi? Balas dendam ini baru dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembalinya Sang Penguasa Metropol

Kota Metropol tidak pernah tidur, tapi pagi ini, kota itu seolah menahan napas. Di layar raksasa Times Square pusat kota, berita tentang jatuhnya Ouroboros dan kemenangan Lin Diya di pengadilan diputar berulang-ulang. Namun, bagi dunia bisnis, kemenangan hukum hanyalah pembuka. Perang sebenarnya ada di lantai 88 Gedung Feng Group.

Sebuah iring-iringan mobil Rolls-Royce Ghost hitam membelah kemacetan jalur protokol. Di mobil terdepan, Feng Yan duduk dengan kaki bersilang. Ia sudah menanggalkan kemeja koyaknya, berganti dengan setelan tiga lapis berwarna charcoal yang memancarkan otoritas absolut.

"Rendy, status pasar?" suara Feng Yan dingin, matanya menatap tajam ke arah gedung pencakar langit miliknya yang semakin dekat.

Di layar tablet yang dipegang Feng Yan, wajah Rendy muncul dengan latar belakang ribuan baris kode hijau.

"Kacau, Bos. Selama kau 'hilang' di laut, dewan direksi yang dipimpin Wakil Direktur Han mencoba melakukan manuver. Mereka membuka lelang saham internal secara ilegal. Mereka pikir kau sudah jadi santapan hiu."

Feng Yan hanya menarik sudut bibirnya, membentuk senyum tipis yang mematikan. "Bagus. Biarkan mereka berpesta sedikit lagi. Aku ingin melihat siapa saja yang berani memegang palu lelang itu."

Gedung Feng Group – Ruang Rapat Utama

"Tuan-tuan, dengan hilangnya Tuan Feng Yan secara de facto, kita tidak bisa membiarkan perusahaan tanpa kemudi. Lelang 15% saham pengendali akan kita mulai sekarang," ucap Direktur Han dengan nada serakah yang sulit disembunyikan.

Namun, sebelum palu kayu di tangannya sempat menyentuh meja, pintu ganda setinggi tiga meter itu terbuka dengan dentuman pelan namun tegas.

TAP. TAP. TAP.

Bunyi langkah sepatu pantofel mahal itu bergema di ruangan yang tiba-tiba hening. Semua direktur menoleh, wajah mereka memucat seketika seolah baru saja melihat hantu yang bangkit dari kubur.

"Lelang yang menarik, Direktur Han," suara berat Feng Yan memecah kesunyian. Ia melangkah masuk dengan tangan di saku celana, sementara di belakangnya, Lin Diya berjalan dengan dagu terangkat, membawa tas dokumen kulit yang tampak seperti senjata tajam bagi siapa pun yang melanggar hukum.

Feng Yan berjalan langsung ke kursi utama—kursi yang saat ini diduduki Direktur Han. Ia berhenti tepat di samping pria tua itu, menatapnya dengan tatapan merendahkan.

"Secara logika kepemilikan saham," Lin Diya membuka suara, suaranya jernih memenuhi ruangan, "Tuan Feng Yan masih memegang hak veto mutlak. Segala bentuk lelang tanpa tanda tangan beliau adalah tindakan pidana penggelapan aset."

Direktur Han gemetar, ia mencoba berdiri. "Fe-Feng Yan... kau... bagaimana bisa..."

"Duduklah, Han," potong Feng Yan pelan namun penuh penekanan. Ia menekan bahu Han agar tetap di kursi, lalu membisikkan sesuatu di telinganya. "Aku baru saja mengalahkan organisasi yang bisa menghapus negara dari peta. Kau pikir lelang kecilmu ini bisa menghentikanku?"

Feng Yan kemudian berbalik menatap seluruh orang di ruangan itu. "Rendy, ambil alih sistem layar!"

DETIK ITU JUGA, seluruh layar di ruang rapat berubah merah. Grafik saham yang tadinya menunjukkan penurunan, tiba-tiba melonjak tajam secara tidak wajar.

"Hari ini, aku tidak hanya kembali untuk mengambil tahtaku," Feng Yan berkata sambil menatap tajam ke arah pintu masuk, di mana seorang wanita misterius dengan gaun merah darah baru saja muncul dan bersandar di bingkai pintu. "Tapi aku juga kembali untuk menyambut musuh lama yang bersembunyi di balik nama baru."

Wanita itu tersenyum tipis, menyesap gelas sampanyenya. "Lama tidak jumpa, Feng Yan. Atau harus kupanggil... targetku?"

Feng Yan menyipitkan mata. "Liu Ruyan."

Tensi di ruangan itu mendadak turun di bawah titik beku. Di luar jendela, langit Metropol mendung, seolah tahu bahwa badai yang lebih besar baru saja dimulai.

1
BlueHeaven
Penyelusup apa ya thor
Diah nation: penyelusup kaya pelakunya (khianat )..kalau penyusup itu mengamati itu perbedaanya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!