NovelToon NovelToon
The Gangster Boy

The Gangster Boy

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Komedi / Badboy
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: RuangTilyt

Indira Necelia Mahatma seorang gadis yang baik, periang dan pemberani yang bisa meluluhkan hati Andris sang ketua dan pendiri gangster Hellboy. Gangster Hellboy yang suka bertarung dan balap dengan geng lainnya termasuk dengan Logitacht yang notebenya dalah musuh terbesarnya.

Andris Matteo ketua gangster Hellboy yang disegani dan ditakuti. Dia adalah lelaki tampan yang digilai para siswi disekolah. Andris yang susah didekati dan susah meluluhkan hatinya kini menjadi kekasih Indira yang lembut terhadapnya saja.

Apa yang terjadi dalam cerita cinta mereka nantinya?
Ketika rahasia yang menyakitkan akan terungkap berlahan dan akan mengores sedikit demi sedikit hati keduanya. Tetapkah mereka akan bersama atau malah memutuskan cerita cinta mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuangTilyt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mendapat Hukuman

Setelah keluar dari club tempat dimana semalam Andris mabuk berat dan berakhir tidur disana dan untungnya dia masih punya teman yang menyelamatkan dari seseorang cewek.

Andris secepat mungkin bergegas menunju apertemennya dengan motor kesayanganya. Setiba diapertemennya Andris buru-buru membersihkan tubuhnya dan memakai seragam sekolah.

Dengan kemampuan Andris membawa motor dijalan raya dia tiba dengan waktu yang tidak lama. Melihat gerbang sekolah sudahditutup rapat-rapat dan melirik jam tangan dipergelangan tanganya sudah menuju pukul setengah sembilan.

Sial, sudah telat sekali. Harus lewat belakang nih! batin Andris berkata.

"Siapa disana!" Teriak sesosok perepumpuan.

"Itu kuntil atau anak, masa pagi-pagi sudah angker ini sekolah." Gumam Andris yang melihat sekelilingnya kosong hanya ada pohon besar saja.

"Siapa kuntil ha! Ngapai main lompat-lompatan disana, mau belajar jadi pocong?" Kata seorang guru perempuan keluar dari balik pohon besar.

Andris berdiri tepat dihadapan Bu Hana sebagai guru BP yang sedang menyilangkan tangannya didada sambil memegang rol kayu yang selalu ada ditangannya. Andris terpaksa sedikit mundur dua langkah dari hadapan bu Hana.

"Hei ibu Hana sang rol kayu sedang apakah ibu dibalik pohon besar itu. Apa ibu juga lagi berlatih menjadi kuntilmamak?" Canda Andris yang mendapat tatapan tajam setajam harimau haus dengan darah.

"Apa kamu bilang? Beraninya kamu bilang begitu sama gurumu sendiri." Teriak bu Hana yang kesal dengan siswanya yang satu ini.

"Hehehe, kan tadi kita bercanda saja bu. Maaf bu, saya sudah telat sekali bolehkah saya permisi kekelas dulu baru kita bercanda lagi?" Pamit Andris yang melangkahkan kakinya mundur.

"Kakinya jangan gerak, sekali gerak awas saja. Sudah tahu telat main masuk diam-diam saja, emang kamu pencuri!" Kata Bu Hana mendekati Andris.

"Bu sekarang kita berhenti berdebat dulu deh, lihat sekarang sudah jam berapa. Nanti bu Silsi gamuk pula. Ibu tahukan ibu Silsi kalau gamuk bagaimana. Nanti kita lanjut ya ibu paling baik, saya permisi." Ujar Andris.

"Tidak boleh masuk kekelas, kamu harus terima hukuman dulu. Cepat ikuti ibu atau saya bawa keruang kepala sekolah!" Ancam bu Hana dan melihat Andris menurut.

"Kita mau kemana bu?" Tanya Andris yang mengekori.

"Keperpustakan. Kamu bersihkan perpustakan sampai bersih baru bisa masuk kelas." Kata bu Hana memberi hukuman.

"Ok bu saya terima hukuman ibu, tapi bisakah hukumannya saya laksanakan sepulang sekolah. Percuma kalau saya datang kesekolah hanya untuk membersihkan perpustakaan tanpa mendapatkan ilmu." Bujuk Andris sebisa mungkin

"Baik, kamu masuk kelas dan pulang sekolah harus bersihkan perpus sampai bersih. Awas saja kalau tidak dilaksana, sana masuk kelas." Kata Bu Hana berbaik hati.

"Siap bu, terimakasih bu Hana." Pamit Andris sambil menyalam tangan guru BPnya itu.

Setidaknya hukuman bisa dilakasanakan sepulang sekolah dan tidak sia-sia kesekolah. Bu Hana guru BP yang galak tapi memiliki jiwa pengertian.

Andris berlari secepatnya menuju kelasnya yang ada dipojok lantai dua. Beberapa menit kemudian Andris sudah berada didepan kelasnya, Andris melihat ruangannya sedikit hening kegiatan pembelajaran sedang dilaksanakan.

Ibu Silsi masih serius menerangi pembealajaran menggunakan infokus dikelas tanpa menyadari Andris berdiri didepan pintu seperti mantor sedang mengawasi pekerjanya. Sekilas anak dua belas IPS empat tertawa melihat Andris yang berdiri didepan pintu sambil tangan disilang didadanya.

"Andris ngapaia disitu. Telat lagi!" Teriak bu Silsi baru menyadari kehadiran siswanya.

"Eh ibu, saya lagi ngawasi siswa yang nggak memperhatikan ibu. Kan capek ibu nerangi panjang kali lebar kali luas, nah setelah saya ngawai bu ada siswa yang diujung sana molor, ditengah malah menguap, disitu lagi ada yang asik bergosip bu." Kata Andris sambil menunju temaannya itu.

"Emang kamu siapa ngawasi ibu."

"Sayakan Andris siswa ibu yang paling baik. Ibu saya sudah capek berdiri disini dari tadi boleh tidak saya duduk dibangku saya? Janji deh bu, nanti saya catat nama-nama mereka yang tidak memperhatikan ibu."

"Bukan mereka yang ibu hukum tapi kamu. Jangan masuk dan bersihkan toilet sekarang."

"Sial sekali hari ini, tadi dapat hukuman ini tambah lagi hukum. Kenapa hidup selalu ada hukuman." Gumam Andris yang masih terdengar seisi kelas pun tertawa.

"Siapa suruh kamu telat. Sana pergi!" Usir bu Silsi yang melihat Andris masih setia berdiri.

"Bu saya sudah berjuang kesekolah, lewati semua rintangan masak disuruh keluar kelas tanpa belajar sih bu. Saya lagi berada disekolah atau dipelatihan sih bu?" Tanya asal Andris mendapat jeweratan dikuping.

"Kamu sudah tahu salah malah buat kesalahan lagi. Maumu sekolah saja atau belajar!"

"Ampun bu, saya belajar bu. Lepasi bu sakit, janji deh sepulang sekolah saya bersihkan toilet tapi izinkan saya masuk bu. Janji." Mohon Andris sambil jari tangan berbentuk huruf V.

"Ok. Hukuman dilakukan sepulang sekolah. Laksanakan kalau tidak buat catatan dari buku satu semester dan dikumpul minggu depan, pilih mana." Ancam bu Silsi dan melepas jewerannya.

"Laksanakan hukuman bersihkan toiletlah bu. Saya boleh dudukan bu?"

"Sana duduk."

Bel istirahat berbunyi, semua siswa/i berkaburan kekantin mencari tempat duduk sebelum terlambat. Suara siswa/i dikantin bagaikan suara orang lagi demo tidak diberi makan selama seminggu. Ada yang berteriak membeli makanan, ada yang asik duduk bercanda tawa, semua dipenuhi dengan kegiatan mereka masing-masing.

"Ra kenapa kita duduk disini? Cari tempat lain yok." Kata Tyas risih duduk dibangku pojok sebelah kiri.

"Disini saja Yas, lebih nyaman. Kamu duduk disini ya biar gantian kita pesan makan."

Beberapa menit Indira mengantri makanan dia berjalan menunju tempatnya diujung. Membawa nampan berisi makan dan minuman mereka berdua dan tanpa sengaja ada seseorang yang mencegak kakinya.

"Hahaha, jalan itu pakai kaki nek." Sahut Dila yang mencegaknya.

"Jalan itu pakai mata biar kaki bisa digunakan. Dan kau menyalah gunakan kaki buat mencegak orang." Jawab Indira dengan mata melotot.

Bruk

"Kau bisa bawa nampan dengan baik." Teriak seseorang lelaki sambil mempukul kuat meja didepan Indira.

Indira terkejut mendengar suara yang menyalahkan dirinya tanpa tahu penyebab sebenarnya.

"Kau kenapa berteriang dihadapanku, aku membawa nampan dengan baik tapi ada kaki busuk yang mencegak." Jawab Indira yang nggak mau kalah galak.

Semua orang yang berada dikantin dengan seriusnya menonton asik pertunjukan tersebut. Yang tadi sibuk dengan kegiatannya sendiri kini beralih melihat siapa yang berani melawan Andris.

"Dasar culun sudah sala bukan minta maaf, kau lihat baju Andris bagian belakangnya kotor dengan minumanmu." Sambung Dila ikut-ikutan.

Indira tidak tahu minumannya bisa mengenai baju Andris yang ada didepannya tadi. Indira melihat Andris masih menatap mata horor padanya.

"Maaf bang, saya tidak tahu bawa minuman saya bisa mengotori bajumu. Tapi benaran saya tidak sengaja, ini kaki cewek yang mencegak saya. Makannya nampan yang saya bawa bisa jatuh, sekali lagi maaf." Kata Indira menunduk tidak berarti menatap mata horor itu.

 

Bagi pembaca yang baik hati tolong beri dukungan buat author ini dengan cara :

Vote

Like

Komen

Favorit

Vote

Bintang Lima

Terimakasih, Salam hangat dari The Gengster Boy❣️❣️

1
Angela
halloo jangan lupa mampir di cerita Penatian Cinta Presdir Tampan💞
Felicia amira
Luar biasa
Rza
setelah sekian lama menunggu akhirnya up juga,,dah lma gk up kk,,malahan hmpir lupa sama alurnya,,,

next kk semngt💪💪
first name
ceritanya seru tapi gaya penulisan kalimatnya kurang bgus,bnyk kata2 yng ssah di pahami,mngkin buat kedepean bisa lbih di perhatikan lagi kalimat2nya mbak🙏🙏
👁️‍🗨️eHa🦄
tega tuh si bayu meninggalkan tyas sendirian demi perempuan lain.berarti bayu memang tak pantas dipertahankan
Emhy Fadhyl
Lanjut thor
Pebrianti Siahaan
nextt thorr
👁️‍🗨️eHa🦄
sambung
Pebrianti Siahaan
thorrr ayo dong di lanjutin lgiii
Ay Jutex
musibah membawa berkah itu..
resaiza
Next kk,semangat kk
resaiza
sllu ku tunggu kk cerita andris dan indira,,mksih kk udah up lagi

Next kk,,,semangat kk buat nulisnya
ZNierahmi Rahmieka
cptnn aja alurnya dek..biar cpt kelarr konfliknya.blm lg misteri meninggalnya mikha (kkaknya andris )...ayooo ayoooo 💪
👁️‍🗨️eHa🦄
sambung
Ayu
lanjut thor
👁️‍🗨️eHa🦄
sambung ga pake lama thor.🤭
Tilyt🧚: terharu kakak masih setia 😭 makasiii kakak baikku😍❤️
total 1 replies
ZNierahmi Rahmieka
kagettttttttttt dpt notf....slseinn ini dluu bru buat baruu yaaa dedek uthor yg cantik plus plus 🤗🥰🥰
Tilyt🧚: terharu masih ada kakak yang setia mendukung aku😭 makasiii kakakkan baikku😍❤️
total 1 replies
Nada Az Zofiroh
author kpan up lgi padahl lgi seru"baca😔😫
Zian Alia
lanjutttttt
Rino
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!