"Felicya gadis cantik yang terlihat lemah lembut ternyata kepribadiannya tidak sesuai dengan parasnya.. Sikap nya yang Bar-bar membuat dia harus beberapa kali di keluarkan dari sekolah akibat sering membuat temannya masuk Rumah sakit..
"Apakah di SMA Mandiri adalah sekolah terakhirnya untuk menuntut ilmu??".
Yuk ikutin karya aku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurmala sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahabat yang saling menjaga
“Kalian kok bisa ada di indo dan di sekolah gue?” tanya Feli dengan kekagetannya.
“Kita kesini nyusul loe.. Loe pasti terharu kan?” ucap Vian dengan mengelus kepala Feli.
“Gue terharu banget sumpah.. Tapi apa ortu kalian pada mengizinkan kalian pindah?”
“Kalo aku jangan di tanya kamu pasti tau jawabannya” ucap Vian.
“Kalo aku.. Kamu sendiri tau Papi kita seperti apa? Dia pasti bakal setuju selagi aku nyusul putrinya” ucap Levin.
“Papi memang yang terbaik” ucap Feli.
“Ya papi kita memang baik” timpal Levin.
“Kalian berdua tinggal dimana?” tanya Feli.
“Kami membeli rumah tidak jauh dari sekolah nanti kamu mampir ya pulang sekolah” jawab Vian.
“Pulang sekolah aku ada acara.. Besok gimana?”.
“Ya udah gak apa-apa besok aja”. Jawab Vian.
“Gua bagi nomor ponsel loe yang sekarang dong?” Pinta Levin.
“Ok” Feli pun memberikan nomor ponselnya yang baru.
“Kalian kok bisa tau kalo gue sekolah di SMA Mandiri?” tanya Feli.
“Loe gak tahu drama kita buat dapetin informasi keberadaan loe dari Oma Resa” ucap Levin.
“Drama apaan emang?”.
“Si Vian sampe mohon-mohon sama Oma demi loe.. Oma loe keras banget susah di bujuk” jawab Levin.
“Oma resa memang keras wataknya.. Masih beruntung Oma mau kasih tau” ucap Feli.
“Ya kata gue juga begitu”.
Tet..
Tet..
Suara bel istirahat berbunyi.
“Gak kerasa udah bel istirahat tuh.. Makan yuk laper ni” ucap Vian.
“Gue gak tau dimana kantinnya” jawab Levin.
“Yu ke kantin gue tunjukkin dimana kantinnya.. Eh bentar temen gue ketinggalan” ucap Feli.
“Tia.. Rea.. Kalian mo ke kantin bareng gak?” tanya Feli.
“Bentar tungguin” ucap Tia.
Mereka berdua menghampiri Feli.
“Tia.. Rea.. Kenalin ini Levin dan Vian sahabat gue.. Dan kalian berdua kenalin ini Tia dan Rea teman baru gue disini”.
Mereka berempat saling berkenalan satu sama lain.
“Feli.. Loe dah kenal lama sama mereka berdua?” tanya Rea dengan berjalan menuju kantin.
“Mereka teman gue dari sekolah dasar” jawab Feli.
“Pantes kalian keliatan deket banget” ucap Tia.
“Ya kami memang sangat dekat.. Bahkan udah gak ada rahasia di antara kami”.
Sesampai nya mereka berlima di kantin.. Mereka menjadi pusat perhatian karena kehadiran dua cogan yang berjalan di sisi kanan dan kiri Feli. Sedangkan Rea dan Tia berjalan di depan mereka.
“Feli.. Gue pesan makanan buat loe ya” ucap Levin.
“Ok” jawab Feli.
“Dan kalian mau pesan apa?” tanya Vian pada Rea dan Tia.
“Emang gak apa-apa kita nunggu loe yang pesan makanannya?”.
“Gak apa-apa” jawab Vian.
“Gue bakso aja.. Loe apa Rea?” ucap Tia..
“Samain aja sama loe” jawab Rea.
“Kita bakso dua” ucap Tia pada Vian.
“Ok.. Kalian nyari tempat aja, kita mau pesan makan dulu” ucap Levin.
“Sipp” jawab Feli.
Levin dan Vian meninggalkan tiga gadis itu untuk memesan makanan. Sedangkan tiga gadis itu mencari tempat karena kantin terlihat penuh.
Setelah mereka mendapatkan tempat.. Tak lama kedatangan Most wanted membuat riuh seisi kantin. Mereka berlima mencari tempat duduk, kebetulan tempat yang di duduki Feli dan temannya masih kosong.. Mereka berlima menghampiri tempat tersebut.
“Hai Feli.. Kita boleh duduk disini gak?” tanya Rei.
“Oh iya kak boleh.. Tapi bangku dua ini gak boleh di isi ya, soalnya punya temen gue” ucap Feli.
“Ok.. Teman loe kemana?” jawab Rei.
“Lagi pesan makanan” jawab Feli.
Regan selalu melihat Feli dan tak melepaskan pandangannya dari gadis itu. Raka yang melihatnya hanya tersenyum karena tau temannya tertarik pada adiknya.
“Gue pesan makanan dulu ya.. Kalian mau apa?” tanya Kei pada keempat sahabatnya.
“Seperti biasa aja” jawab Raka.
“Ya udah gue pesan dulu.. Yohan loe ikut gue susah gue bawanya kalo sendiri”.
“Iya” Yohan pun pergi dengan Kei untuk memesankan makanan buat mereka.
Setelah memesan makanan Levin dan Vian pun datang menghampiri Feli. Dan menaruh pesanan mereka di meja.. Kedatangan mereka berdua di sambut penuh tanya dari Most wanted di meja itu. Karena baru melihat dua laki-laki itu di sekolah ini.
“Maaf kita lama.. Antri soalnya” ucap Levin.
“Ya gak apa-apa.. Kalian duduklah” jawab Feli.
Mereka berdua duduk di samping Feli.
Regan yang melihat Feli dekat dengan laki-laki lain mengepalkan tangannya di bawah meja.
Tak lama Yohan dan Kei pun datang dengan pesanan yang di bawanya.
“Dek.. kamu gak mau kenalin mereka berdua ke kita” ucap Raka..
Dan mereka semua menatap ke arah kedua laki-laki yang sedang duduk di samping Feli.
“Oh iya lupa.. Kakak ku yang ganteng dan semuanya kenalkan mereka sahabat gue dari Jerman.. dia Levin dan yang ini Vian” tunjuknya pada mereka.
Mereka saling berkenalan satu sama lain.
“Jadi kakak yang sering loe ceritain itu ini.. Yang katanya loe punya kakak kandung di indo mengalahkan opa-opa korea”.
“Hehe Iya.. Kan kakak gue emang ganteng liat aja deh” ucapan Feli membuat Raka malu.
“Sebenarnya apa yang kamu bicarakan tentang kakak dek?” ucap Raka yang malu dengan ucapan adiknya.
“Kalian adik kakak? Maksudnya adik kakak kandung?” ucap Tia.
“Iya” jawab Raka.
“Gue kira kalian pacaran?”.
“Memangnya kita terlihat seperti itu?” tanya Raka.
“Ya.. Dan bukan Cuma gue yang mikir seperti itu, hampir satu sekolah mengira kalian pacaran” jawab Tia.
“Ada-ada aja” jawab Raka.
Vian Dan levin yang melihat Feli kesusahan memakan baksonya karena panas pun membantunya.
Levin langsung mengambil bakso itu ke hadapannya dan membelah-belah bakso Feli. Kemudian Vian mengambilnya lalu meniup bakso itu dan menyuapi Feli.
Perlakuan mereka berdua mendapatkan pusat perhatian orang yang duduk di meja itu.
Saat Levin mau memakan nasi goreng yang berada di hadapannya Feli langsung menghentikannya.
“Levin tunggu jangan dulu di makan.. Itu ada daun bawang nya” ucap Feli yang mengambil piring di hadapan Levin lalu memisahkan daun bawang itu.
“Feli.. Kenapa daun bawang punya Levin loe di pisah” tanya Kei.
“Levin itu alergi daun bawang makannya gue pisah” jelas Feli.
“Terus Vian kenapa meniup bakso Feli sampe benar-benar dingin begitu.. Emang gak capek?” tanya Kei yang terlalu kepo.
“Lidah Feli itu sensitif kalo makan makanan panas.. Dulu aja dia sampe gak bisa makan dua hari gara-gara lidahnya melepuh” jelas Vian.
“Kalian benar-benar saling menjaga ya” ucap Regan yang kepanasan melihat perhatian mereka berdua buat feli.
“Ya.. Bukankah itu gunanya sahabat” jelas Levin.
“Kalian berdua kenapa pindah ke indo?” tanya Yohan.
“Kami kesini menyusul Feli.. Karena kami gak bisa jauh darinya” ucap Vian.
balikan gitu ?
bingung juga jadinya 🤔🤔
spa sruh jd orng iri ky gt,akhrnya mlah kna sndri kn....slmt jd mntan d y klian..mga aja sklah lain jg ga mau nrima klian.....
d kira ga bkl kthuan,pke sok2an psang kmera sgla....yg ada,dia nnti yg d hkum.....