NovelToon NovelToon
Aku Atau Dia Yang Pelakor

Aku Atau Dia Yang Pelakor

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Cintapertama / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:96.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mayraa Ibnurafa

“Aku atau dia yang pelakor!” Dia berteriak dengan kerasnya di pinggiran pantai berpasir putih.

Semuanya berawal dari ...

Isyana yang sudah bersuami tidak sengaja bertemu dengan Elvano yang saat itu juga memiliki seorang istri dan putra. Saat mengerjakan proyek bersama. Keduanya menjadi sangat dekat dan perlahan tumbuhlah perasaan cinta itu. Dengan penuh rasa bersalah kepada pasangan masing-masing, mereka menjalin hubungan terlarang itu. Tapi hubungan itu kandas, saat Isyana mulai sadar bahwa mereka tidak ditakdirkan bersatu.

Akan tetapi, disaat yang sama Isyana dan Elvano tidak sadar. Kalau Ikbal suami Isyana dan Nabila istri Elvano ternyata sudah menjalin hubungan lebih dulu dari mereka berdua. Bahkan Ikbal dan Nabila sampai melakukan hubungan intim di belakang mereka.

Kemudian beberapa bulan setelah Isyana dan Elvano berpisah. Isyana mengetahui bahwa Ikbal suaminya telah berselingkuh dengan wanita lain, yang ternyata adalah Nabila istri Elvano. Pria yang dia cintai...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayraa Ibnurafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 : Ungkapan cinta.

“El, di-dingin,” ucap Isyana gemetar.

Elvano tersadar dia kembali berlari kearah Isyana. Kemudian berjongkok menatap nya penuh dengan kekhawatiran. Terlintas ingatan nya tentang cara yang bisa menghangatkan tubuh Isyana di saat seperti ini. Elvano ingat saat itu dia menjalani pelatihan camping, karena hobinya yang mendaki. Elvano sempat mengikuti beberapa pelatihan untuk menangani hal mendesak saat mendaki. Dan saat ini keadaan nya cukup persis seperti hal yang sering terjadi saat mendaki.

“Sya, aku tidak tahu harus mulai dari mana ... tapi ini satu satunya cara yang bisa kita lakukan sekarang,” ucap Elvano dengan ragu, seraya menatap dalam kemata Isyana.

Perempuan itu mengangguk dengan penuh kepercayaan dalam tatapan nya. Seakan memberi ruang Elvano untuk melakukan sesuatu padanya. Agar dia tidak merasakan dingin yang mencekam ini.

“Kamu yakin, Sya?” Lagi-lagi Elvano bertanya. Dan dijawab anggukan oleh Isyana.

“Aku harus membuka baju yang kamu kenakan, Sya. Maaf bukan aku mau mencari kesempatan disaat seperti ini, tapi i--”

Isyana menutup mulut Elvano dengan tangan nya. Dia mengangguk dan tersenyum. “A-aku percaya padamu, El.”

Elvano tertegun dengan perkataan Isyana. Perempuan itu, dia mempercayakan tubuhnya pada laki-laki yang baru beberapa hari dia kenal. Elvano mengusap lembut wajah Isyana, lalu mengecup kening nya dengan hangat.

“Aku tidak akan mengkhianati kepercayaanmu, Sya,” tutur Elvano dengan sungguh-sungguh.

Isyana pun menutup matanya dan mengikuti arahan yang di berikan oleh Elvano. Dia membiarkan pria itu melepaskan jaket bulu, serta baju yang dia pakai. Bahkan baju dalamnya juga di lepaskan.

Walaupun ini sebagai pertolongan pertama yang Elvano lakukan. Jujur Isyana tidak bisa membohongi perasaan nya. Ketika jari jemari Elvano yang bersentuhan dengan kulit lembutnya. Membuat tubuhnya meremang saat ini.

Begitu pun juga dengan Elvano yang terus menahan dirinya agar tetap fokus menolong Isyana. Jantungnya berdebar hebat saat melepaskan satu persatu yang Isyana kenakan di bagian atas tubuhnya. Kini wanita itu tidak mengenakan sehelai benang pun untuk menutupi tubuh bagian atasnya.

Setelah itu Elvano melepaskan baju yang dia kenakan dan memakai kembali jaket kulitnya tanpa memakai dalaman.

Perlahan dia naik keatas sofa. Merebahkan tubuhnya disebelah Isyana. Kemudian menarik perempuan itu kedalam dekapan tubuhnya yang hangat.

“Sya, maafkan aku...”

Isyana merasakan kehangatan dalam dekapan Elvano. Perlahan dia merasa sedikit nyaman. Kehangatan mulai kembali. Isyana menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Elvano. Dan melingkarkan tangannya di tubuh hangat pria itu.

Elvano juga semakin mengeratkan pelukan nya. Seraya ikut menyelimuti tubuh polos Isyana dengan jaket yang dia kenakan. Beberapa kali dia juga menghujami pucuk kepala Isyana dengan kecupan hangat.

“El,” panggil Isyana pelan dengan kepala yang masih bersembunyi dalam dekapan nya.

Perempuan itu kemudian menengadahkan kepalanya berusaha menatap wajah laki-laki yang saat ini memeluknya.

“Iya, Sya? Apa kamu masih merasa kedinginan?” tanya Elvano yang juga menunduk menatap lekat mata Isyana.

Isyana menggelengkan kepalanya dan tersenyum. “Aku sudah merasa semakin nyaman, El...”

“Syukurlah, sebaiknya kamu tidur saja ... biarkan aku yang menjagamu,” ucap Elvano bersyukur.

“El,” panggilnya lagi.

“Iya, Sya?” jawab Elvano lembut.

“El,” panggilnya kembali, membuat Elvano mengerutkan dahinya tidak mengerti.

“Ada apa, Sya? Katakan saja,” ucap Elvano yang mulai penasaran dengan apa yang hendak Isyana katakan.

“El, apakah aku salah?”

Elvano semakin mengerutkan dahinya. Menatap lekat kedalam mata indah di hadapan nya itu.

“Salah apa? Sya?” tanya nya.

“Mmm...salah jika aku mencintaimu?”

Deg.

Jantung Elvano berdebar sangat kencang. Apakah dia sedang bermimpi. Elvano percaya apa yang dia dengar tidak salah. Perempuan yang beberapa hari ini selalu hadir dalam mimpinya. Bahkan juga membuat hatinya goyah, mengatakan bahwa dia mencintai Elvano.

“Sya? Kamu lagi sakit, sebaiknya kamu istirahat. Bicara mu sudah melantur.”

Elvano berusaha mengatur perasaan nya. Mungkin saja saat ini Isyana sedang dalam keadaan kacau yang membuat bicaranya aneh-aneh dan tidak jelas.

“Aku sadar El, aku serius dengan ucapan ku ... mungkin kamu mikirnya aku ini perempuan brengsek! Tapi semakin aku berusaha menjauh darimu, perasaan itu malah semakin membuatku sakit. Aku tersiksa jika terus memendamnya,” ucap Isyana yang tanpa sadar meneteskan air matanya.

“Sya, jangan menangis...” Elvano sedikit tergetar saat melihat air mata Isyana menetes. Dia menatap lekat mencari sebuah ketulusan dimatanya.

Elvano semakin yakin tatapan teduh itu tidak pernah bohong. Elvano juga sempat dilema dengan perasaan nya. Dia takut bahwa perasaan nya ini malah akan membuat Isyana terluka. Akan tetapi mau bagaimana lagi, Elvano tidak bisa bohong. Kalau Elvano juga mencintai Isyana.

“Maafkan aku, El ... tidak seharusnya aku berkata seperti ini,” ucap Isyana dengan pelan.

Isyana menangis karena sudah sadar kalau dia sangat tidak tahu malu. Tapi Isyana tidak bisa berbuat apa-apa, cinta datang begitu saja. Tanpa tahu tempat dan waktu. Mencintai suami orang lain, tentu saja itu salah. Isyana tidak bisa membohongi perasaan nya sendiri.

“Jangan menangis, Sya.” Elvano mengusap kembali air mata Isyana dan mengecup kening nya dengan lembut. Elvano semakin mengeratkan dekapan nya.

“Aku juga mencintaimu, Sya. Entah bagaimana ini bisa terjadi, tapi aku juga merasakan hal yang sama denganmu,” tutur Elvano.

Elvano sadar mereka sudah melakukan hal yang salah. Hidup selama bertahun-tahun dengan Nabila sekalipun. Tidak pernah Elvano merasakan hal seperti ini, yang sekarang dia rasakan kepada Isyana. Rasa sayang untuk Nabila mungkin ada, tapi baru kali ini Elvano merasakan cinta yang tulus. Dan itu hanya ada pada Isyana.

*

Di pagi hari yang lembab.

Sinar matahari yang menghangatkan, menembus kelopak mata Isyana yang tertutup. Membuatnya mengerjap beberapa kali. Matanya tidak sengaja menangkap sebuah pemandangan yang begitu indah.

Wajah tampan seorang Elvano, sendu dan begitu nyaman saat dia tertidur. Tak ingin rasanya melewatkan setiap detik waktu yang berharga ini. Bahkan indra penciuman nya juga merasa begitu beruntung. Bisa menghirup aroma khas tubuh Elvano dari dekat.

Bibir Isyana melengkung membentuk senyuman. Mengingat hal terakhir yang mereka bicarakan sebelum akhirnya terlelap bersama. Bagaikan mimpi jika saat ini dirinya ada di dalam pelukan laki-laki lain selain Ikbal suaminya.

“Sya,” panggil Elvano.

Isyana tersentak dari lamunan nya. Dia tersenyum manis pada laki-laki berwajah maskulin itu. Kini wajah mereka begitu dekat. Isyana bisa menatap jelas netra kecoklatan milik Elvano.

“Kamu sudah bangun? Bagimana perasaan mu? Apa agak enakan?” tanya Elvano seraya mengusap rambut yang menutupi wajah Isyana.

Deg-deg deg-deg.

Isyana mengatur nafas nya yang mulai tidak beraturan. Apakah ini cinta? Pikirnya. Rasanya begitu berbeda ketika dia berada dekat dengan Ikbal sang suami. Bahkan membuat dadanya bergetar hebat seperti sekarang saja, tidak. Itulah yang membuat Isyana tidak bisa melepaskan Elvano.

“A-aku baik-baik saja, El.” Isyana tersenyum kemudian menunduk dan menenggelamkan kembali wajahnya pada dada bidang Elvano yang polos.

“Syukurlah, Sya. Aku tidak mau terjadi sesuatu padamu, aku sangat mengkhawatirkan mu,” ucap Elvano seraya mengecup pucuk kepala Isyana dan mendekapnya erat.

“Sudah pagi, El...apakah kamu mau kita seperti ini sampai ada orang yang datang menggrebek kita disini?”

Elvano tersasar dia pun segera melepaskan pelukan nya. Membiarkan perempuan nya itu bangun. Dengan tangan yang menyilang menutupi tubuh bagian depan nya.

Elvano ikut beranjak menggapai baju kaos nya yang terserak di lantai. Kemudian memberikan nya pada Isyana.

“Pakai ini...bajumu basah semalam.”

Isyana meraih baju Elvano kemudian mulai mengenakan nya. “El...” panggil Isyana.

Elvano menoleh ke arah Isyana. Menatap wajah cantik nya di pagi hari. “Ada apa, Sya?”

“Makasih ya, buat semalam...”

Elvano tersenyum kemudian mengusap pucuk kepala Isyana dengan lembut. “Sama-sama, Sya...”

Di perjalanan pulang ke hotel mereka. Isyana hanya diam dan menatap pemandangan diluar jendela mobil. Sesekali ia tersenyum mengingat hal semalam. Begitu malunya dia saat menyatakan cinta pertama kali. Bukan kah seharusnya laki-laki dan bukan perempuan..

Elvano menoleh kearah Isyana yang duduk disebelahnya. Masih bingung dengan kelanjutan hubungan mereka. Setelah saling mengungkapkan perasaan masing-masing. Yang jelas sekarang Elvano sangat bahagia, perasaan nya tidak bertepuk sebelah tangan.

Elvano meraih tangan Isyana. Membuat Isyana tersentak kaget dan menoleh kearahnya. Kemudian diraih nya punggung tangan Isyana lalu mengecupnya dengan lembut.

Mereka pun saling menatap dan tersenyum. Semu merah nampak tergambar diwajah Isyana. Rasanya ia ingin terbang ke langit ketujuh saat itu juga. Benar-benar bagai dunia milik mereka berdua.

Sesampainya di hotel, Elvano mengantar Isyana ke kamarnya. Sambil membawakan sebuah totebag berisikan pakaian Isyana yang basah.

“El,” panggil Isyana saat Elvano hendak berbalik ke kamarnya. Pria itu kembali menoleh.

“Mau makan siang bersama?” tanya Isyana.

Elvano mengangguk dan tersenyum. “Aku mau,” jawab nya.

“Aku ke kamar mu nanti siang ya, kita pesan makanan restoran lalu makan dikamarmu,” ucap Isyana yang dijawab anggukan lagi oleh Elvano.

Di dalam kamarnya. Elvano merebahkan tubuhnya yang terasa sedikit pegal ke atas ranjang. Menatap kearah langit-langit kamar dengan perasaan sendu. Mengingat perasaan nya pada Isyana semakin dalam.

Terlintas dipikirannya untuk hidup bersama Isyana dan meninggalkan Nabila, yang semakin hari terus membuatnya marah. Sudah tidak ada perasaan apapun yang tertinggal. Semakin hari semakin terkikis juga perasaan nya pada Nabila. Mengingat sikap dan cara bicara wanita itu yang begitu kasar padanya.

Akan tetapi mereka punya Nino yang masih membutuhkan kedua orang tuanya lengkap. Elvano dibuat semakin dilema.

Elvano menutup matanya dan menghela nafas panjang. “Pikirkan baik-baik, El ... jangan sampai nanti kamu mengambil keputusan salah dan membuatmu menyesal,” ucap nya pada diri sendiri.

To be continued...

1
Elok Pratiwi
cerita tidak menarik
Elok Pratiwi
sangat tidak menarik tokoh utama wanita nya lemah hanya bisa menangis .. cerita yg sangat buruk
Cis Siu
uhuy
Ruth Khoiriyah
sama mbuletnya thor kenapa ceritanya mbulet
Ruth Khoiriyah
mbulet coba langsung ambil perusahaan nya aja biar tau rasa
Endang Supriati
oneng si isyana, lola lemot
Endang Supriati
ya iyalah ibunya berzinah, anak yg jadi korvan. adq hadisnya.
Wiwit
bingung dgn cerita isyana nya bodoh atw gmn ya
A Yes
❤️❤️❤️🌺🌺🌺🌺
A Yes
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
A Yes
ikuuuut💃💃💃💃😂😂😂😂😂✌️😅
YuWie
bunga untuk evan yg bisa teges...
YuWie
el gak peka..tio aja paham
YuWie
heran aku..gampang bgt diprovokasi. wong ya sdh tau sama2 janda dan duda dan ada anak. Isyana malah perasa bgt klo sama nino..
YuWie
duluuu disia2 elvanonya..sekarang kelimpungan sendiri nabila.
YuWie
ngonooo wae..nino ya gitu, dah pernah diabaikan ibunya jadinya skrg cari perhatian.
YuWie
hah
YuWie
ini baru laki2 hentelmen...gak dibalas cintanya mundur bukannya bikin hal yg licik2
YuWie
nahhh gitu...komunikasi tanpa emosi.
YuWie
buruk banget sih komunikasi el dan is.. padahal sdh sama2 pernah gagal tapi gak belajar dr kegagalan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!