NovelToon NovelToon
Anak Tiriku Sugar Babyku

Anak Tiriku Sugar Babyku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh
Popularitas:398.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ana Yulia

Giandra Wardhani, Gadis emaja berumur 18 tahun duduk di bangku Kelas 3 SMA tidak menyangka kalau suami baru mamanya, Regina__ adalah Pria yang lebih muda dari Regina dan seorang pengusaha kaya raya, bernama LEONDRA GIONATHAN.
Giandra juga tidak menyangka kalau pria yang menjadi Sugar Daddynya ternyata adalah papa tirinya sendiri.

Novel ini bukan hanya menceritakan lika liku kehidupan sulit Giandra, tapi juga kisah cinta dua pria yang mencintai gadis yang sama.

Siapa yang akan di pilih Giandra? Sang papa tiri LEONDRA GIONTHAN atau REZA PRATAMA seorang siswa sekelas dengan Giandra.

Ikuti alur kisah cinta segitiga yang rumit ketiganya. Jangan lupa dukungannya sebagai penyemangat Author untuk update.
Novel ini di buat oleh author Ana Yulia atas izin Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.10 Ini Tak Adil

...Happy Reading....

Giandra semakin mendekat, dan melihat pria itu sedang menerima telepon. Giandra berhenti dua meter di belakang pria yang ternyata adalah Reza. Bukan bermaksud menguping, telinganya mendengar percakapan Reza dengan orang di seberang, membahas tentang pertandingan basket.

"Kok Reza di izinkan menggunakan ponsel dan aku tidak?" batin Giandra. Ini tidak adil menurutnya. Giandra kaget saat Reza berbalik tiba tiba. Begitu juga dengan Reza, dia terkejut melihat keberadaan Giandra di belakangnya. Tapi wajahnya kembali berubah datar. Dia menatap Giandra dengan tangan memasukkan ponsel ke saku celana. Dia hendak melangkah tapi batal dengan suara Giandra.

"Kenapa kamu di izinkan menggunakan ponsel dan aku tidak?" tanya Giandra.

Tidak langsung menjawab, Reza masih menatap wajah Giandra. Matanya kembali melihat dua tanda merah di leher Giandra yang tersembunyi di balik kerah kemeja, tapi masih tertangkap oleh mata elangnya, setelah tadi sempat dia lihat saat menyelamatkan Giandra di lapangan tadi.

"Bisakah kau menjawab pertanyaan ku, biar aku tidak berpikir buruk pada kau dan Pak Kris?" tanya Giandra kembali melihat Reza hanya diam menatapnya.

"Aku menerima telepon penting." jawab Reza seadanya.

"Yang ingin aku hubungi juga sangat penting!" timpal Giandra terburu-buru.

"Terus kenapa kau tidak jujur dan malah berbohong pada pak Kris?" menatap mata Giandra yang berada di balik lensa kontak kaca mata.

Jawaban itu mengunci mulut Giandra yang sangat ingin protes. Dia terdiam, membenarkan perkataan Reza. Ah benar, kenapa aku tidak berpikir begitu? Seharusnya aku jujur pada pak Kris tadi.

REZA kembali melangkah melewati Giandra yang bengong.

"REZA," panggil Giandra membuat langkahnya kembali terhenti. Dia segera berbalik dan melihat Giandra sedang memperbaiki posisi kaca matanya yang melorot.

"Emm__Reza__Aku tahu nama mu dari Lala dan Icha. Mereka mengatakan kau kapten Tim Basket Sekolah ini! Tadi kau telah menyelamatkan diriku dari hantaman bola, dan aku belum mengucapkan terimakasih. Terima kasih sudah menolong ku." kata Giandra perlahan. Teringat apa yang di lakukan Reza tadi dan dia lupa belum mengucapkan terimakasih.

Sementara Reza, Tak berkata apapun selain menatap Giandra, lalu berbalik dan melanjutkan langkah hendak menuju barak Tim basket. Giandra menatap kepergiannya dengan bibir yang mengerucut"Apa dia orang yang malas bicara?" Tapi kemudian wajahnya berubah serius tak kalah teringat sesuatu. Dia segera berlari mengejar Reza."Reza __Reza!" panggilnya. Reza mendengar panggilan itu tapi terus melangkah, tapi langkahnya diperlambat.

Giandra berhenti di depan pria itu, menghalangi perjalanannya, membuat langkah Reza terhenti.

Giandra tersenyum Kikuk sembari menaikkan kaca matanya"Maaf, apa aku boleh minta tolong?" tanyanya penuh harap, perasaan ragu dan canggung. Tapi dia sangat berharap Reza mau membantunya.

Reza belum menanggapi, hanya menatap.

"Aku sangat butuh bantuan mu!" kata Giandra memelas.

"Apa?" tanya Reza singkat, masih dengan suara dan wajah datar.

"Boleh aku pinjam ponselmu sebentar? Aku ingin menghubungi seseorang. Ini sesuatu yang sangat penting dan mendesak."

REZA segera mengeluarkan ponselnya dari saku celana, lalu di berikan pada Giandra.

"Aku buru buru." katanya.

"Aku mengerti." Giandra sangat senang menerima benda pipih itu.

Ponsel ini tidak menggunakan kata sandi, pola, password dan semacamnya. Giandra segera memasukkan nomor Bibi Rima yang sudah dia hafal di luar kepala dengan terburu buru. 8 kali berdering tapi tidak diangkat. Mungkin karena nomor baru atau Bik Rima sedang sibuk. Giandra kembali memanggil sambil melihat pada Reza dengan perasaan tidak enak hati, karena dia tahu Reza sedang buru buru di dengar dari pembicaraan Reza dengan pelatihnya tadi di telepon.

Panggilannya akhirnya tersambung setelah Bik Rima mengangkat"Halo__!"

"Bik, ini Giandra." kata Giandra segera, perasaan lega. Dia melihat pada Reza sekilas sebagai isyarat untuk menjauh. Dan lagi lagi hanya di tanggapi Reza dengan tatapan yang tak lepas dari wajah gadis itu.

Giandra menjauhi dari Reza 10 meter.

"Ada apa Bik?" tanya Giandra dengan suara di rendahkan agar Reza tidak mendengar pembicaraan mereka. Kata kata yang di sampaikan Bibi Rima membuat Giandra tercengang dan lemas seketika. Hatinya begitu miris mendengarkan perkataan Bik Rima mengenai keadaan Qenan, air matanya sudah jatuh. Rima terus menyampaikan kata kata dokter dan Giandra mendengarkan dengan tegang penuh kekhawatiran. Terlalu serius berbicara mendengar Rima mengenai keadaan Qenan membuat Giandra lupa dengan janjinya pada Reza hanya sebentar. Dia bahkan sudah lupa pada pemilik ponsel itu.

Di tempatnya, Reza yang tak bergeming memperhatikan Giandra terkejut dengan suara Ponselnya yang satunya bergetar dari saku celana sebelah kanan. Dia segera mengambil benda itu.

"Kau di mana? Kau sudah sangat terlambat!Cepatlah___!" suara dari seberang.

"Aku sementara menuju ke sana!" jawabnya, lalu mematikan sambungan telepon. Dia melihat ke arah Giandra yang sedang menyeka ke dua pipinya. Melihat Giandra masih serius berbicara dengan orang di seberang, membuatnya tak tega menggangu gadis itu. Dia melangkah pergi meninggalkan gadis itu tanpa pamit.

...Bersambung....

Promo novel author:

*Rafa & Ara (Tamat)

*Arley & Ana (Tamat)

*Khanza & Gracio (Tamat)

*Rangga & Rara (On Going)

*Anak Tiri Sang Mafia (On Going)

Mampir ya, dan beri dukungan. Mksi

1
Fatma Abdullah
minta upnx ka
betti
thor kasian nathan.
Fatma Abdullah
pengen Giandara sama reza
betti
thor ini aktor nya reza apa nathan thorrr.... lama menunggu lho. kok jd reza yg ter the bestttt to thorrr. jadiin nathan baik hati thorrr biar sm giandra trs.
Ana Yulia: Nathan juga pria gentleman lho,, rela kehilangan proyek karena tidak mau melepas Giandra.
terimakasih sdh mampir kk.
malam up lagi
total 1 replies
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Setelah setahun akhirnya up Juga
DinDut Itu Pacarku ngasih iklan
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
/Facepalm/
shela adventure7
up lg dong thor
Fatma Abdullah
Terima kasih telah up kk🤗🤗
Eka Widiastuti
jedanya jangan kelamaan thor biar ga lupa sama alur ceritanya.
iza
ceritanya bagus,tp ko ga ada kelanjutanny
iza
next thor
caca solar
ada bener nya juga, kasihan si gia klo tau dady nya ngedeketin dia karna terbayang masa lalu yang mirip gia tapi bukan gia nya
Ana Yulia: terimakasih sdh mampir kk, ksih vote hadiah kopi dan rate bintang lima ya😍
total 1 replies
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Semoga rencana mereka gagal menghabisi Gia dan Si kembar
Om ocong Vs Mbak Kunti Mampir
Diah Anggraini
lanjut ya Ka
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Semoga Gia bisa lekas bebas dr Natha
Gia dan Reza
Nathan dan Jia
Om Ocong Vs Mbak Kunti ngasih iklan
betti
ayo thorrr bikin gia cinta sm gia. kok jadi reza sihhhhhh
Ibue Yasmin
maju terus reza giandra
Eka Widiastuti
𝙜𝙖𝙖𝙖𝙖𝙨 𝙥𝙤𝙤𝙤𝙡 𝙩𝙝𝙤𝙤𝙤𝙧....
𝙟𝙚𝙙𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙖𝙣.
Diah Anggraini
lanjut ya Ka
Ibue Yasmin
suka banget peran reza d sini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!