NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Murid SMA

Terpaksa Menikahi Murid SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Keluarga & Kasih Sayang / Menikah Karena Anak / Terpaksa Menikahi Murid
Popularitas:21k
Nilai: 5
Nama Author: Kara_Sorin

Yessi Rossalia, seorang guru muda yang menelan pil pahit kehidupan. Pernikahan sempurna yang diimpikannya harus kandas.

Di hari pernikahannya, dia terpaksa menikahi murid SMA yang berusia belia. Demi buah hati yang telah tumbuh dirahimnya.

Kisah berliku dengan konflik batin dan tatapan cemoohan dari orang-orang di sekitarnya harus siap Yessi hadapi kedepannya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kara_Sorin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ruang Biru

Senja berwarna jingga terlukis di ujung barat. Menandakan hari akan berubah menjadi malam. Yessi mau tidak mau harus menempuh perjalanan cukup jauh dari sekolahnya. Sekarang dia masih mampu berkendara sendirian. Tetapi jika nanti kandungannya sudah memasuki bulan – bulan berikutnya, Andini siap membantu mengantar jemput.

Meski di dera lelah seusai mengajar. Yessi bergegas ke dapur. Membuat minuman hangat. Setidaknya hari ini cukup tenang untuknya. Nico tidak berulah. Meski datang terlambat ke sekolah. Rasa mual sudah mulai berkurang. Hanya saja Yessi belum bisa makan seperti biasa, karena makanan apapun tidak membuatnya berselera.

Beberapa kali Yessi merenggangkan otot tubuhnya, karena harus mengendarai motor selama satu jam lebih. Berangkat pagi pulang petang. Tidak ada waktu berkeluh kesah, karena akan membuatnya semakin gelisah.

Sesaat kemudian, Yessi pergi ke kamar mandi. Mengguyur tubuhnya supaya lebih segar. Seusai beraktifitas hampir seharian penuh. Sembari merendam diri dalam *bathup* dia mengelus perutnya.

“Nak, maafkan mama yang sering stress belakangan ini. Mama harap kamu baik-baik saja. Tetap kuat di sana.” ucap Yessi pada calon anak yang ada dalam kandungan.

Pikirannya kembali mengingat Alfatih. Seandainya saja Al masih hidup. Yessi tidak akan merasakan kehidupan yang sulit seperti ini. Mungkin selepas pulang kerja dan Al tidak bertugas. Mereka akan saling memanjakan. Tetapi kini, semua tinggal kenangan yang tak akan bisa terulang.

Tanpa Yessi ketahui, suara deru moge alias motor gede sport milik Nico terdengar nyaring. Pemuda itu membawa sesuatu di tangannya. Saat menginjakkan kaki dalam rumah. Nico clingak clinguk melihat sekeliling rumah. Dia hanya takut berpapasan dengan wanita yang sudah memukulnya dengan sapu.

“Mungkin dia sedang di kamarnya.” ucap Nico pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba panggilan alam membuatnya tidak tahan. Dia bergegas pergi ke kamar mandi. Sembari memegangi belalai gajah miliknya. Nico benar-benar tak tahan. Apalagi hawa dingin mulai terasa karena musim penghujan telah tiba.

Langkahnya sangat cepat menuju kamar mandi. Tangannya dengan cepat membuka pintu dan bertepatan saat itu, seseorang juga membuka dari dalam. Yessi yang hanya melilitkan handuk di dadanya. Menatap Nico dengan seksama. Awalnya Yessi maupun Nico masih tidak sadar. Sedetik kemudian…

“Kyaaa!!!” teriakan keras Yessi memekakkan telinga.

Lalu buru-buru menutup pintu kamar mandi dengan keras. Nico hanya berdiri mematung dengan wajah memerah. Yessi mengatur nafas dan bersandar di pintu. Dia merapikan handuknya karena merasa malu jika dilihat pria lain. Terutama Nico yang notabene anak didiknya sendiri.

“Nico! Sudah aku katakan. Jangan sampai kita bertatap muka.” gerutu Yessi.

Nico yang sedari tadi hanya mematung di depan pintu. Seketika tersadar dengan teguran Yessi.

“A…aku tidak sengaja. Mana aku tau kamu berada di dalam.” jawab Nico sembari menata jantungnya yang entah kenapa merasakan debaran.

“Sana pergilah ke kamarmu.” pinta Yessi dari dalam kamar mandi.

“Baiklah…” ucap Nico pasrah.

Sebelum melangkah jauh. Terdengar suara Yessi kembali bergema.

“Setidaknya jika belum masuk ke kamar mandi. Jangan membuka resletingmu dahulu. Membuat mataku tercemar.”

Nico terpengarah, secara otomatis matanya melihat ke bawah.

“Sial!!!” gerutu Nico sembari masuk ke dalam kamarnya. Menutup pintu dengan cepat.

*Apa dia sempat melihatnya*? tanya Nico dalam hati.

Pemuda berusia 17 tahun itu hanya bisa menepuk jidatnya berulang kali. Memaki kecerobohannya sendiri. Sedangkan Yessi yang masih berada di kamar mandi seketika tersadar. Kalimat yang dia katakan barusan justru malah mempermalukan dirinya sendiri.

“Ahhhh… bisa-bisanya aku mengatakan itu. Pasti dia berpikir aku telah melihat…miliknya…ahhh…” desah Yessi berulang kali. Memukul kepalanya sendiri. Memaki kebodohannya.

Malam semakin larut. Rembulan tak nampak memancarkan sinar. Memilih tidur di singgasana miliknya. Membiarkan mendung pekat menguasai langit. Di malam yang sunyi hanya terdengar suara katak bersahut-sahutan. Dari dalam kamar Nico, terdengar bunyi nyaring. Bukan berasal dari dengkurannya. Tetapi cacing-cacing diperutnya meminta jatah makan malam.

“Aku lupa belum makan karena sibuk memikirkan rasa maluku.” keluh Nico.

Lantas beranjak dari tempat tidurnya. Mengambil sebuah benda yang tergeletak di meja. Mengenakan di wajah dan bergegas keluar kamar. Di ruang tamu hanya lampu temaram yang menyala.

“Mungkin dia sudah tidur.” ucap Nico sembari mengendap-endap menuju dapur.

Samar-samar dari arah dapur Nico mendengar suara seseorang. Meski cahaya di dapur hanya remang-remang. Dia bisa melihat, yang berada di dapur adalah Yessi.

Yessi berjongkok sembari membenamkan wajahnya. Suara isakan tangis kembali terdengar. Rupanya Yessi sedang menangis. Nico memilih bersembunyi di balik tembok.

“Mas Al, kenapa sesulit ini hidup tanpamu?” suara Yessi terdengar jelas diantara isakan tangisnya.

“Anak kita, akan seperti apa nanti? Aku tidak ingin hidupnya menjadi bahan omongan orang kedepannya. Kenapa Mas mesti pergi secepat itu?”

Nico yang tanpa sengaja mendengar ucapan Yessi memilih diam. Hatinya juga ikut merasakan kegetiran yang Yessi rasakan. Pasti sangat berat untuknya menanggung hal ini sendirian. Tangan Nico mengepal kuat. Dia tidak ingin mengganggu Yessi yang sedang meluapkan kesedihannya.

Pemuda itu memilih kembali ke kamar. Tetapi saat melangkah, tanpa sengaja sikunya menyenggol sebuah vas bunga yang diletakkan di meja. Membuat bunyi nyaring yang memecah keheningan malam. Yessi tersadar dan langsung menyalakan lampu.

“Sedang apa kamu?” tanya Yessi buru-buru mengusap air matanya.

Dia tidak ingin orang lain tau tentang kesedihannya. Apalagi Nico yang dipandangnya bocah nakal dengan segudang permasalahan. Nico berhenti melangkah. Tanpa menoleh, dia membuka suara.

“Aku tidak sengaja.” ucap Nico.

Lalu kakinya kembali terayun. Namun suara perutnya tidak bisa diajak bekerja sama. Nico merasa malu, kenapa disaat seperti ini perutnya malah bernyanyi. Tanpa berkata, Nico menoleh menghadap Yessi. Yessi yang berdiri menatapnya, seketika menahan tawa.

“Aku tau kamu sedang kelaparan. Lalu kenapa mengenakan topeng begitu?” tanya Yessi.

Nico hanya mengelus lehernya.

“Ini topeng bergambar pria tampan.” jawab Nico sedikit malu-malu.

“P..pria tampan?” tanya Yessi.

Nico menganggukkan kepala, “kamu tidak tau? Topeng ini bergambar idola terkenal dari Korea Utara Jongkok member TTS.”

Sedetik kemudian suara tawa Yessi pecah. Tawanya membahana. Dia tertawa dengan lebar sembari memegangi perutnya yang terasa kaku. Yessi masih tergelak tiada henti. Nico yang melihat Yessi tertawa seperti orang gila merasa heran.

“Memangnya ada yang aneh?” tanya Nico.

“Jongkok TTS? Korea Utara? Bwahahaha!!!” Yessi kembali tertawa.

Melihat Yessi tertawa membuat Nico kesal.

“Apa yang kamu tertawakan?” gerutu Nico.

Yessi berusaha mengusai dirinya. Jangan sampai tertawa berlebihan. Perutnya sudah sangat kaku.

“Kamu menyebutkan nama idol dengan salah. Meski aku bukan fans fanatik. Tetapi sedikit-sedikit tau nama idol boyband. Nama yang benar Jungkook dari Korea Selatan salah satu member BTS. Bukan TTS, memang teka teki silang?" terang Yessi sambil menahan tawa yang kembali hendak meledak.

“Ahhh terserah saja.” ucap Nico kesal. Bercampur malu.

“Lagipula kenapa kamu mengenakan topeng dan berkeliaran malam-malam begini?” tanya Yessi heran.

Nico diam sejenak. Lalu sedetik kemudian kembali bersuara.

“Aku tidak ingin, kamu merasa tersiksa dengan melihat wajahku yang mirip Mas Al.” jawab Nico perlahan.

Jawaban Nico membuat Yessi terpengarah. Dia tidak menyangka, Nico sampai rela mengenakan topeng demi dirinya. Apa yang dilakukan Nico perlahan merayap dalam hatinya. Yessi merasa tersentuh dengan yang Nico perbuat.

Nico lantas berjalan perlahan. Keluar menuju kolam renang dan duduk di tepi kolam. Dia melepas topeng. Menatap air kolam yang terlihat tenang. Ditemani rintik hujan yang mulai turun. Beberapa saat kemudian, suara langkah kaki membuat Nico bergegas mengenakan topengnya kembali. Setelah mengetahui suara langkah kaki itu adalah milik Yessi.

Yessi duduk di sebelah Nico sembari membawa semangkok mie telur yang masih mengepul uap panasnya.

“Makanlah, di rumah hanya ada ini.” kata Yessi meletakkan mangkok mie telur tepat disamping Nico.

Untuk beberapa saat. Mereka hanya diam. Tenggelam dalam pikirannya masing-masing, sembari menatap air kolam disertai titik-titik hujan. Suara katak disusul derik jangkrik menemani mereka malam itu.

“Lain kali jika ingin menangis, datang saja padaku.” ucap Nico memecah keheningan.

“Kenapa aku harus datang padamu? Tidak ada alasan untuk itu.” jawab Yessi sembari beranjak dari duduknya. Bersiap melangkah pergi.

“Karena!....” terdengar suara Nico menghentikan langkah Yessi.

“Karena…. Karena …. menangis sendirian itu menyakitkan.” lanjut Nico sembari menatap punggung Yessi.

Yessi tidak mengatakan apapun dan memilih pergi meninggalkan Nico yang masih menatap kepergiannya.

1
Defi
🌹
Defi
Nico sabar ya, berikan ruang untuk Yessi mungkin saja dia belum menyadari kalau sebenarnya dia telah mencintaimu.. Thor lanjut up 💪
Defi
Yessi yuk kuat yuk, demi calon bayi yang dalam kandunganmu..
Defi
Nyeseknya hidup kamu Yes 😟
Baiq Athun Sulawesi
sudah selesai..? tdk seru🙁
Lili Novita
up nya dh TK ada ....jdi cerita ny TK ada ujung TK best
Harni 1977
semoga yesi tahu kalau itu bukan mas al
Lili Novita
up knp lama ...cerita jadi nanggung
Kara: iya, ini berusaha melanjutkan. Terimakasih sudah menanti 😆
total 1 replies
Lili Novita
up sampai selesai lah....
Kara: siap, diusahakan 😁 terimakasih sudah mendukung
total 1 replies
Lili Novita
ya
Kara: Terimakasih banyak dukungannya
total 1 replies
Ira Fira
alur'y enak di Baca
Kara: Wah, terimakasih banyak dukungannya. Semoga betah baca ceritanya ya😁
total 1 replies
Ira Fira
siapa itu yg berdiri di depan rumah yessi. ??
Kara: Siapa hayo?? 😁
total 1 replies
G
harus up ini
Kara: Iya, diusahakan. Tapi maaf belum bisa up rutin
total 1 replies
Light
PU ceweknya tegas😁
Kara
kirain garis khatulistiwa
Jiang Yingxia
eleh..ntar ujung"nya juga pelukan 🤣
Jiang Yingxia
garis batasan 🤣
Jiang Yingxia
ya..terus menghantuinya, dj rumah, bahkan di sekolah
Kara: kayak vira berarti ya?
total 1 replies
Jiang Yingxia
tetap merasa kesepian 😞
Jiang Yingxia
alurnya keren
Kara: terimakasih kakak author. karya kakak jauh lebih keren. pokoknya semangat ya😆
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!