Claire, kepala pelayan mengalami kejadian tragis yang menimpa dirinya. Ia hamil.
Kehamilannya yang mengejutkan membuatnya sangat frustasi.
Kehadiran dua majikan pria yang sama-sama menginginkannya, membuat Claire tambah bingung dengan perasaannya Bisakah Claire melewati semua drama ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black in Light, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10
Noah banyak tertawa hari ini. Ia tau kalau Claire adalah sosok yang menyenangkan,
tapi Noah tidak pernah menyangka bahwa gadis itu semenyenangkan ini. Claire memiliki banyak lelucon jika dia tidak sedang berada di rumah.
Saat ini Claire tidak terlihat seperti seorang pelayan, ia sama seperi gadis lainnya yang menarik dan menyenangkan. Noah suka melihat Claire, menatapnya berlama-lama menyegarkan otaknya yang buntu karena terus berada di rumah selama seminggu ini.
"Kau terlihat sangat kikuk!" Noah protes. Ia memandangi Claire dari balik Handycamnya.
Gadis itu tersenyum tidak enak. Tapi bukan masalah yang besar, semua orang yang jarang bermain-main dengan kamera akan terlihat kikuk seperti dirinya.
"Sebaiknya kau bertanya seperti saat itu. Jika kau memintaku berbicara sendiri, aku sama
sekali tidak tau apa yang harus ku bicarakan!"
"Tentangmu?"
"Bukankah aku sudah menceritakannya saat pertama kali aku masuk ke kamarmu?"
Noah tertawa dan tawanya terekam jelas. Ia baru berhenti setelah puas dan tidak mendengar sepatah katapun dari Claire. Taksi yang mereka tumpangi berhenti di sebuah butik pakaian laki-laki. Bruno Pattielli terlihat sepi. Tapi ini adalah butik pilihan Claire, karena gadis itu suka dengan pakaian-pakaian Bethoven yang pada umumnya dibeli disini. Claire turun lebih dulu disusul oleh Noah kemudian.
Seorang pramuniaga tersenyum dan mengucapkan selamat datang dengan ramah. Dengan segera Noah bertanya pada gadis itu apakah mereka boleh merekam di dalam? Pramuniaga itu terlihat bingung lalu bertanya pada seseorang yang mungkin berada dibalik semua pakaian mahal itu. Tidak lama karena gadis itu segera kembali dengan anggukan yang membuat Noah senang.
"Dia sangat baik mengizinkanmu merekam. Seharusnya kau tidak melakukan itu. Bagaimana jika ada orang yang melihat videomu dan berfikir untuk meniru pakaian yang terekam disana?" Claire bergumam dengan nada berbisik.
Noah tersenyum simpul.
"Tidak ada seorangpun yang menonton Video rekamanku selain diriku sendiri. Untuk menonton rekamanku perlu melalui perizinan yang sangat ketat. Mengerti? Aku tidak akan membiarkan orang lain melihat video-video tentang dirimu!"
Claire mendesah, mungkin ia memilih untuk menyerah berdebat dengan Noah. Sebagai seorang gadis Claire cukup keras kepala dan cerewet. Tapi semua sikapnya itu teredam dengan baik karena status pelayan yang dimilikinya. Ia terbiasa mengalah pada perintah meskipun hatinya berontak. Claire juga tidak pernah berkeras untuk menekankan pendapatnya pada seseorang. Ia memilah-milah pakaian yang tersampir dengan rapi lalu mengeluarkan sebuah kemeja kerja berlengan panjang dengan motif garis-garis vertikal berwarna hitam, merah dan abu-abu. Claire menyukai itu pada pandangan pertama dan sekarang ia menyodorkannya kepada Noah.
"Bagaimana dengan ini? Kau agak kurus,
pakaian ini bisa membuat tubuhmu tampak lebih berisi."
"Kalau begitu ambil saja!"
"Tidak ingin kau coba?"
"Tidak usah, kau tau ukuran yang cocok
untukku, kan? Jika tidak, tanya saja kepada pramuniaganya!"
"Berapa buah kemeja yang kau butuhkan?"
"Dua lagi, bagaimana?" tanya Claire, "Perlu Jas?"
"Aku tidak suka memakai jas."
"Kalau begitu aku ambil yang ini dan yang ini!" Claire mengambil dua potong kemeja lagi. Sebuah kemeja putih polos dan kemeja yang berwarna hijau Zaitun dengan dua buah garis vertikal berwarna putih yang dimulai dari bahu sebelah kanan hingga ke bawah. Ia menyerahkan ketiga potong pakaian pilihannya kepada pramuniaga dan mengikutinya ke kasir.
Dengan sigap Claire membayar semuanya sehingga Noah berdelik. Kartu kredit dari dompet Noah gagal keluar.
"Kau tidak harus melakukan itu!" Noah menggeram. Ia masih merekam wajah
Claire yang tersenyum dengan ekspresi yang sangat disukainya. "Apa kata orang jika kau yang membayar pakaianku?"
"Ini hadiah, ucapan selamat karena mulai bekerja besok!" "Tapi pakaian-pakaian ini sangat mahal."
"Aku punya uang yang cukup. Selama bekerja di rumah Dashiell, kami mendapatkan gaji yang lebih dari cukup. Tapi selama ini aku kebingungan untuk menggunakan uang-uang itu. Rumah itu sudah seperti rumahku dan aku digaji saat bekerja di rumahku sendiri."
"Kau bisa membeli pakaian untukmu sendiri..."
"Lawrence selalu membelikannya untukku. Jadi jangan khawatir. Sekarang ayo, pulang!"
Claire beranjak lebih dulu setelah memberikan senyum yang ramah kepada kasir yang melayaninya. Ia melangkah keluar dari butik itu dan berjalan dengan sangat santai di pinggir jalan. Noah masih mengikutinya. Saat Claire melambaikan tangan untuk memanggil taksi, Noah segera memegangi tangannya sehingga lambaiannya tersembunyi. Claire menatap Noah dengan ekspresi heran. Seharusnya mereka pulang karena semuanya sudah selesai. Mereka sudah mendapatkan semua kebutuhan Noah untuk bekerja, kan?
"Aku tidak mungkin ke kantor hanya dengan kemeja, kan?" Desis Noah. "Aku masih butuh celana, sepatu, dasi, kaos kaki, pakaian dalam yang baru."
"Kenapa kau tidak mengatakannya dari tadi? Seharusnya kita bisa membelinya sekalian disana, tadi!"
"Dan membiarkanmu membayar semuanya? Tidak! Aku akan sangat berhutang budi karena itu!"
"Tunggu dulu, pakaian dalam baru? Aku juga harus memilihkannya? Tidak ada yang tau pakaian dalammu baru atau tidak kecuali kau memamerkannya di kantor dan jika itu terjadi, maka kau akan segera di seret ke rumah sakit jiwa. Kau tidak harus membuang-buang uang untuk hal yang belum penting, Noah!"
"Tapi ini memang sudah saatnya aku mengganti pakaian dalamku dengan yang baru." Desis Noah.
Kali ini dia sedikit berbohong. Ia sudah memiliki semua barang yang dibutuhkannya.
Noah hanya tidak ingin kebersamaannya dengan Claire berlalu dengan sangat
cepat. Ia ingin mengulur waktu lebih banyak lagi hingga batas waktu kebersamaan
mereka hari ini tiba. Noah tidak bisa berpisah dengan Claire saat ini, ia merasa terikat, sangat kuat oleh pesona sang pelayan utama yang melayani keluarga Dashiell seumur hidupnya hingga kini.
---------------
author... udah Up 2 chapter☺☺☺