HIDUP KEMBALI!!! atau lebih tepatnya mengulang kembali, siapa yang percaya akan hal ini, hanya orang tidak waras saja yang percaya.
Tetapi percaya atau tidak percaya itulah yang Viola rasakan sekarang, gadis bernama lengkap Viola Arayla Queensya berusia 22 tahun itu hidup kembali setelah dirinya mengalami kematian akibat ke perbuatannya sendiri.
Di kehidupan sebelumnya Viola adalah gadis yang sangat jahat dan suka menyelingkuhi suaminya yang bernama Sean Algala Frendolem, bahkan dia dan kekasih selingkuhannya yang bernama Deanra berniat ingin menyingkirkan Sean.
Sedangkan Sean adalah pria yang menaruh semua perasaannya pada Viola, Sean rela melakukan apapun agar Viola bisa mencintainya. Tetapi perasaan cintanya itu di balas dengan luka, Viola bahkan secara terang-terangan selingkuh di depannya. Dengan kembalinya Viola ke masa lalu, apakah dirinya bisa memperbaiki semuanya atau tidak?
Selamat membaca..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nagih
Sean membuka matanya dan melihat sampingnya yang tidak ada Viola, matanya mencari-cari keberadaan istrinya.
'Sayang" panggil Sean panik
'Di kamar mandi" jawab Viola dari dalam kamar mandi
Sean bangkit dari tempat tidur menyibakkan selimut untuk mengganti spray, matanya tertuju pada noda darah di atas spray yang membuatnya terdiam, senyumnya kembali mengembang saat melihatnya.
Sean buru-buru menggantinya dan menaruhnya di sudut ruangan, sepertinya dia akan menyimpan bukti itu hingga dia mengingatnya sampai kapanpun, seperti itu ide yang bagus.
Setelah selesai mengganti bed cover Sean pun masuk ke dalam kamar mandi dan bergabung dengan Viola tengah berendam di bathtub.
'Sean!" panik Viola
'Aku juga ingin berendam Sayang" Sean menenggelamkan badannya pada buthtub
Viola mencoba mengabaikan Sean meski dia malu dan Sean juga nampak terlihat acuh, tetapi itu hanya taktik Sean saja karena sekarang Sean dengan mudahnya menarik tubuh Viola ke dalam dekapannya.
'Sayang" panggil Viola dengan suara lemas
'Yes baby" balas Sean menciumi leher Viola
'Ahhh jangan seperti ini" Viola mengeluarkan suara manjanya saat Sean memainkan bagian bawahnya dengan handal
'Aku masih pengen sayang" rengek Sean membuat Viola menganggukkan kepalanya karena merasa gatal di bawah sana
Akhirnya keduanya kembali melakukan kegiatan suami istri didalam bathtub, dengan beragam gaya yang Sean pelajari dari beberapa sumber.
Keduanya keluar dari dalam kamar mandi jam setengah 3, terlihat wajah memucat Viola sedangkan Sean malah terlihat segar bugar.
'Aku capek" keluh Viola berjalan susah
Sean pun menggendongnya dan mendudukkannya di atas ranjang, kemudian mengecup bibir Viola.
'Mau makan apa sayang?" tanya Sean antusias
'Aku makan apa saja, asal tidak ada jenis seafood" balas Viola sambil meringis
'Baiklah, kita pakai baju dulu dan makan di meja makan" ucap Sean karena sangat hapal dengan hal yang dibenci Viola salah satunya tidak suka ada bau makanan di kamar
'Baiklah" Viola memilih menurut saja karena sudah merasa lapar dan lelah meladeni keinginan sang suami
Viola berjalan di papah oleh Sean, sejujurnya Sean sudah mengatakan akan menggendong Viola tetapi Viola menolak lantaran malu terhadap pelayan yang lalu lalang.
'Apa kamu yakin sayang berjalan seperti itu?" tanya Sean untuk kesekian kalinya
'Aku sudah bosan mendengarnya sayang! Bisakah kita terus melangkah saja, aku sudah lapar!" keluh Viola merasa jengah dengan Sean
Sean kicep saat mendengar ucapan Viola, tetap saja dalam hatinya dia tidak tahan dengan cara melangkah sang istri yang menahan sakit.
'Apakah begitu sakit?" tanya Sean meringis
'Yang buat sakit siapa?!" tanya Viola skakmat membuat Sean diam
'Jangan sampai aku marah Sean!" kesal Viola melangkah meninggalkan Sean
'Tunggu aku sayang" seru Sean menghampiri Viola
Viola mengabaikan Sean dan terus berjalan susah payah menuju meja makan, Viola membuang rasa malunya saat melihat ada beberapa pelayan yang memperhatikan cara berjalannya.
Sesampainya di meja makan Viola langsung mengambilkan makanan untuk Sean dan untuk dirinya.
Sean yang merasa diabaikan makan dengan malas padahal baru tadi pagi mereka terlihat lengket.
'Sayang" panggil Sean yang merasa di abaikan
'Makan dulu baru bicara!" tegas Viola dan Sean menurut
Sean menurut dan makan dengan cepat saat melihat Viola yang makan dengan lahap, dia tidak mau diabaikan.
'Sayang" panggil Sean cepat melihat Viola beranjak dari kursinya
Sean meraih tangan Viola karena tidak mau kajadian sebelumnya Viola membencinya.
'Apa kamu marah padaku sayang?" tanya Sean dengan nada bergetar membuat Viola terdiam
'Maaf, apa kamu tidak ikhlas dengan yang terjadi?" Sean meneteskan air matanya tidak tahan diabaikan Viola
Viola membalikkan badannya dan menatap Sean yang kini berlinang air mata, padahal dia bukan marah hanya malu saja karena sedari tadi beberapa pelayan menatapnya.
'Aku tidak marah Sean, aku hanya malu. Aku juga ikhlas memberikannya karena itu memang hak kamu" ucap Viola pada akhirnya
'Kamu beneran tidak marah?" tanya Sean memastikan
'Iya sayang, aku tidak marah. Sebaiknya kita istirahat saja, aku capek" Viola menatap Sean dengan tatapan ngantuk
'Tidurlah, aku takut berduaan denganmu di kamar. Aku takut khilaf" gurau Sean tetapi itu memang kenyataannya
'Baiklah, aku ke kamar" Viola pergi meninggalkan Sean yang masih memandanginya
Setelah tidak melihat badan istrinya, Sean langsung menuju ruang kerjanya karena ada beberapa hal yang harus dia lakukan.
Sean menghela nafas panjang, Sean masih memikirkan kejadian semalam dan sejujurnya Sean hanya pura-pura rapuh saja karena ingin mengetes kepedulian sang istri dan ternyata di luar dugaannya.
'Ray" Sean menghubungi sekretaris nya itu
'Ada apa?" tanya Ray yang tengah bersantai di kantor karena memang pekerjaan untuk seminggu ini kosong
'Apakah beritanya sudah kamu tekan?" tanya Sean serius
'Sudah, hanya saja berita tentang Melanie masih panas, apa kamu berniat membantunya?" tanya Ray
Sean terdiam karena dia juga baru tau bagaimana sifat saudaranya itu, Melanie terlalu apik menyimpan semuanya. Sean juga merasa takjub dengan Viola yang berhasil membungkam kedua saudaranya itu.
'Tidak perlu, biarkan saja, nanti dia akan memohon sendiri" balas Sean sambil menghela nafas berat
'Baiklah, akan aku lakukan semuanya, bagaimana perkembangan hubungan kamu dengan istrimu, apa dia tau kalau kamu hanya pura-pura?" tanya Ray seraya menggoda Sean
'Diamlah!" kesal Sean
'Ehemm... sepertinya Sean junior akan segera hadir, apa aku perlu mempersiapkan penyambutan baru untuknya" Ray begitu berani menggoda Sean yang kini terlihat memerah
'Kurasa itu bukan ide yang buruk" balas Sean langsung menutup panggilannya membuat Ray terdiam di ujung sana
Sean masih tersenyum bahagia mendengar kata-kata Ray yang mengatakan jika sebentar lagi dia akan memiliki seorang anak. Sean sungguh tidak sabar menunggu hari itu terjadi, dia menjadi seorang ayah dan Sean berjanji akan menjadi ayah yang baik nantinya.
Tok
Tok
Tok
'Permisi Tuan" panggil seorang pelayan dari balik pintu
'Masuk" perintah Sean mengubah mimik wajahnya
Sean harus menjaga citranya, dia hanya perlu memperlihatkan raut wajahnya dihadapan Viola dan orang-orang tertentu saja.
'Ini ada paket untuk tuan" lapor pelayan itu sambil menyerahkan amplop coklat pada Sean
'Saya permisi tuan" pamit pelayan itu dan Sean hanya mengangguk
Sean membuka amplop coklat yang terlihat tebal, Sean berpikir jika itu adalah beberapa foto dan juga surat. Sean sudah memikirkan ini sejak jauh hari. Dan benar saja saat amplop itu terbuka terlihat beberapa foto tindak kejahatan saudaranya Melanie, Sean tidak tau maksudnya tetapi karena sekarang dia sudah masuk ke dalam keluarga Edmund sudah pasti dirinya akan diburu media.
Sean mencoba mengabaikannya karena Sean merasa tidak ada hubungannya dengan dirinya, Sean hanya ingin hidup tenang bersama Viola dan anak-anak mereka nanti
⚫⚫⚫
Sean bucin banget sih sama Viola, andai author juga punya Suami sebucin Sean sudah hidup bahagia author mah.
riri-can