Menjadi seorang pembunuh bayaran yang sangat tersembunyi dan terkenal kejam karena tak ada pilihan lagi??
Yuuri, seorang gadis biasa tak sengaja mengetahui identitas rahasianya. Dia sengaja mendekati Seijuro Shin untuk membantunya terlepas dari titik hitam itu.
Namun cinta malah hadir diantara mereka.
Bisakah Yuuri membantu Seijuro Shin terlepas dari titik hitam ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seperti Menghadapi Malaikat Maut
"Kekuatan dia mungkin tak sebanding dengan kekuatanmu! Lalu bagaimana dengan kekuatanku?"
Tiba-tiba saja mulai terdengar suara seorang pria yang terdengar sedikit berat namun cukup jernih, dan diikuti oleh sebuah hantaman yang cukup keras.
BUGGHHH ...
Sebuah hantaman yang sangat kuat pada tengkuk pria yang sedang mencengkeram tangan Yuuri, sukses membuat pria itu terjatuh dan pingsan seketika.
BRUHGG ...
Pria yang tak lain adalah Seijuro Shin itu sudah berdiri tetap tak jauh dari Yuuri. Pandangannya sedikit menunduk, namun sesekali matanya terlihat berkilap tajam dan dingin.
"Ka-kau ..." Yuuri yang berdiri tepat di belakang Seijuro Shin bergumam lirih dan masih menatao punggung lebar itu.
"Sialan! Siapa kau?!" pria lainnya lagi sudah melesat mendatangi Seijuro Shin dan bersiap untuk menyerangnya dengan sebuah pisau lipat.
Seijuro Shin tak berusaha untuk menghindarinya. Dia malah menangkap serangan itu dan membuat tangannya terluka. Namun pada detik berikutnya dia segera memplintir tangan pria itu lalu sedikit memutar tubuhnya berlawanan dengan arah jarum jam dan berakhir menggunakan sikunya untuk menghantam wajah pria itu, hingga pria itu pingsan.
BUAGHH ...
Pria terakhir yang bersenjatakan sebuah senjata api laras pendek kini sudah menodongkannya ke arah Seijuro Shin. Seijuro Shin yang menyadarinya segera menghempaskan pisau lipat yang sebelumnya berhasil dia rebut dari pria sebelumnya.
Pisau lipat itu tepat mengenai senjata api laras pendek api itu sebelum sebuah amunisi panas itu meluncur. Hingga satu detik kemudian arah targetnya berubah karena serangan dari Seijuro Shin. Dan amunisi panas itu malah meluncur ke siai lain.
TAR ..
Disaat itu juga Seijuro Shin melesat cepat menaiki taxi lalu melompat tinggi ke arah pria itu dengan tinju kuatnya.
BUAGH ...
Serangan itu membuat pria itu tak sadarkan diri begitu saja. Entah hanya pingsan ataupun sudah mati? Tapi yang jelas Seijuro Shin tak akan memusingkan hal itu.
Yuuri yang menyaksikan semua itu tak bergeming di tempatnya. Namun pandangannya tak pernah terlepas menatap setiap aksi dari pria yang sebenarnya adalah Korudokira itu. Matanya yang bening masih saja membulat dengan bibir yang masih terkunci rapat.
Usai mengalahkan para berandalan itu, Seijuro Shin kembali mengambil beberapa benda dan uang yang sudah mereka ambil dan menyerahkannya kembali untuk supir taxi itu dan untuk Yuuri.
"Ini milikmu." ucap Seijuro Shin mengulurkan sebuah sling bag berwarna putih untuk Yuuri.
"Te-terima kasih ..." ucap Yuuri memberanikan diri.
Namun Seijuro Shin tak mengatakan sepatah kata apapun, dia masih dengan dengan tatapan dingin dan datarnya menatap Yuuri meskipun sebenarnya pandangannya masih saja berbayang.
GREPP ...
"Ikut denganku!!" ucapnya akhirnya sambil menggiring Yuuri untuk pergi dari tempat itu.
Seijuro Shin membawa Yuuri memasuki sebuah gang kecil yang buntu dan cukup gelap. Lalu dia mengunci tubuh Yuuri di salah satu dinding gang itu, hingga membuat jantung Yuuri berdengup semakin kencang karena mulai merasa takut.
Bahkan dia sempat menahan nafasnya untuk beberapa saat disaat wajah Seijuro Shin semakin menunduk mendekatinya. Yuuri benar-benar merasakan sebuah aura kelam yang sangat mencekam saat ini, seolah-olah dia sedang berhadapan dengan seorang Dewa Kematian, Shinigami.
"Kau! Mengapa selalu muncul di hadapanku?! Dan kau ingin membawaku kemana dengan taxi itu?!" beberapa kalimat pertanyaan mulai dilontarkan oleh Seijuro Shin masih dengan aura kelam dan mencekam.
"It-itu karena ..."
"Karena apa?!" potong Seijuro Shin dengam suaranya yang menggelegar.
"Ka-karena ..."
"Katakan dengan jelas! Apa kamu sengaja menguntitku?! Bahkan aku juga melihatmu saat di toko bunga itu!" tandas Seijuro Shin masih memperlihatkan wajah sangatnya namun penuh selidik.
"Sei-Seijuro Shin ..." gumam Yuuri tanpa sadar dan lirih.
Meskipun Yuuri mengucapkannya dengan sangat lirih, namun Seijuro Shin masih tetap bisa mendengarnya dengan sangat baik. Tentu saja saat mengetahui jika gadis asing di hadapannya itu mengetahui namanya, membuatnya semakin mencurigai Yuuri.
Bahkan kini Seijuro Shin mulai mengangkat tangan kanannya dan menggunakannya untuk mencekik leher Yuuri dan sedikit mengangkatnya ke atas.
Yuuri memegangi cengkeraman tangan Seijuro Shin dan berharap pria itu mau melonggarkan serangannya.
"Kau benar-benar menguntitku?!!" kalimat tanya itu kembali dilontarkan oleh Seijuro Shin, namum kali ini intonasinya lebih tinggi satu oktaf. "Jawab dengan jujur atau aku akan benar-benar melenyapkanmu!!"
Yuuri benar-benar kesulitan untuk bernafas dan berbicara. Dia hanya bisa menggeleng pelan dan masih berusaha untuk melepaskan cengkeraman kuat dari Seijuro Shin. Namun rupanya Seijuro Shin benar-benar tak berhati dan tak berniat untuk melepaskannya.
Hingga akhirnya Yuuri mulai merogoh sesuatu yang berada di dalam sling bag putih yang masih tersampir di salah satu lengannya. Dan setelah beberapa saat akhirnya Yuuri mengeluarkan sebuah kalung yang sangat tidak asing bagi Seijuro Shin.
Sebuah kalung sederhana berwarna silver dengan liontin yang menyerupai sebuah bola basket. Dan tentunya disisi belakangnya ada sebuah ukiran nama.
Sepasang mata yang selalu terlihat tajam dan dingin itu kini sedikit membulat. Yeap, meskipun sebenarnya pandangan Seijuro Shin sudah berbayang, namun kalung dan liontin itu sangat dikenalinya.
Dengan cepat Seijuro Shin merebut kalung itu dari Yuuri dan dia juga segera melepaskan cengkeramannya dan membuat Yuuri terjatuh di atas lantai begitu saja.
BRUGHH ...
"Uhukk ... uhukk ..." Yuuri terbatuk dan memegangi lehernya yang sedah memerah karena cengkeraman kuat dari Seijuro Shin.
"Mengapa kalung ini bisa ada padamu?!!" sebuah kalimat tanya yang lebih terdengar menyeruoai sebuah tuduhan yang memojokkan kini dilontarkan oleh pria dingin tak berhati itu.
Setelah mengatur nafasnya kembali, Yuuri segera menjawabnya.
"Saat itu kamu tak sengaja kamu menjatuhkannya di rumah sakit. Dan aku menemukannya dan menyimpannya." sahut Yuuri dengan jujur dan pelan, karena leher dan dadanya masih terasa sakit.
"Jadi kamu mengetahui namaku karena kalung ini? Dan kamu sama sekali tidak menguntitku?"
Yuuri yang masih terduduk di atas lantai mengangguk pelan.
"Lalu ... mengapa kamu melakukan hal itu? Kemana kamu akan membawaku dengan taxi itu?!" rupanya pria berkepribadian dingin dan kejam itu masih berusaha untuk mengintrogasi Yuuri, karena selama ini dia tak benar-benar pernah dekat dengan orang lain. Bahkan Seijuro Shin tak pernah memiliki seorang teman.
Yuuri kebingungan kembali untuk menjawabnya. Tidak mungkin bukan Yuuri harus mengatakan jika dia ingin melindungi Seijuro Shin dan identitas rahasianya agar tidak diketahui oleh Yuta ataupun orang lain. Lalu alasan apa yang saat ini bisa dia gunakan untuk membuat Seijuro Shin percaya kepadanya?
"Jawab aku! Apa kamu tuli, Nona?! Apa yang sebenarnya kamu rencanakan?" ucapan yang terdengar dingin itu membuyarkan angan Yuuri dan membuatnya sedikit gelagapan.
"Uhm ... itu ... karena aku ... "
Bersambung ...
Seejiro shin pembunuh berdarah dingin yg menghindar dari cinta namun pada akhirnya terjerat oleh cinta dari putri kepala polisi.
nah loh.... gimana nih 😱😱😱
Akankah cinta shin tercapai atau kah penuh halang lintang.!!
Semoga saja cinta pun berpihak padanya 🤗🤗🤗
Semangat shin raih lah cinta yg hangat itu untuk meluluhkan hatimu yg dingin. 😉😉
akaba ini licik sangat 😈