NovelToon NovelToon
A REAL DREAM

A REAL DREAM

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Romansa / Transmigrasi / CEO / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:21.8k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Calandra langit aizen adalah wanita manis dan cantik keturunan jepang-indonesia yang baru saja lulus kuliah, namun belum bekerja di luar. Untuk sementara waktu, pekerjaan yang di tekuni adalah menulis dengan suka-suka. Selalu menonton drama Korea setiap malam atau harinya, bercita-cita memiliki pasangan seperti orang Korea yang sering ia lihat, tapi bisakah dirinya memiliki pasangan seperti yang diinginkan? Sementara dirinya malas untuk merawat diri.

Mimpi yang ia inginkan menjadi kenyataan, ia berpindah ke tubuh artis Korea bernama song ha jin, hanya karena gelang yang di berikan oleh kakaknya. Wajah dan tubuh yang sangat mirip dengannya, namun dengan kulit yang lebih sehat karena terawat.
Apakah Calandra menyesal karena telah berpindah dan jauh dari keluarga? atau bahagia bisa bertemu dengan laki-laki yang selama ini ia impikan?

Baca ceritanya disini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyapa fans

Manager dari Song ha jin mengabari nya setelah usai telepon dari Hwan hee, ternyata Ha jin harus live dan menyapa para fans. Karena dirinya sudah hampir seminggu tidak tayang di layar kaca dan meng-upload foto ataupun video.

Awalnya Ha jin menolak lantaran dirinya masih belum sembuh total, meskipun itu hanya alasan karena Ha jin adalah Calandra, ia tidak tahu caranya menyapa fans dengan baik. Namun manager nya tidak mau alasan apapun, karena itu juga permintaan dari agensi miliknya. Akhirnya Ha jin mengiyakan namun ia meminta malam hari saja.

"Sebelum malam hari aku sebaiknya ke apartemen Hwan hee, aku akan live disana nanti malam. Tapi aku tidak ingat pasti apa password nya, apa aku minta access card nya langsung? Harusnya aku ingat, ayolah! Tidak mungkin juga aku menanyakan nya pada Hwan hee." Namun sekeras apapun berpikir Ha jin tetap tidak mengingat nya.

"Yeoboseyo, ada apa sayang?" Tanya Hwan hee yang mengangkat telepon dari Ha jin.

"Yeoboseyo. Aku lupa password apartemen kamu apa?"

"Kamu mau ke apartemen? Biar aku jemput saja nanti."

"Tidak, aku hanya bertanya mungkin besok-besok gitu, jadi tidak perlu lagi bertanya jika ingin kesana."

"Baiklah, lagipula aku pulang sekitar jam delapan malam. Dari pada kamu disana nunggu sendirian."

"Apa password nya?" Tanya Ha jin lagi.

"Password nya tanggal jadian kita."

"Mampus, aku gak ingat lagi tanggal jadian nya kapan." Ha jin kesal dengan tubuh yang ia tempati ini tidak menyisakan semua ingatan nya.

"Sayang aku latihan lagi, nanti aku hubungi lagi."

"Tunggu dulu," ucapnya karena Ha jin tidak ingat tanggal jadian nya.

"Ada apa sayang?"

"Aku lupa juga tanggal jadian kita, aku sungguh minta maaf karena kejadian kemarin membuat ku lupa beberapa bagian ingatan." Ha jin harus benar-benar membuat alasan yang baik.

"Ah iya tidak perlu minta maaf, aku yang lupa. Sekarang ingat baik-baik ya tanggal nya, 171717 itu adalah password tanggal juga tahun kita jadian."

"Terima kasih sayang." Ha jin berterima kasih kepada tunangannya karena sudah mengingatkan kembali tanggal mereka jadian.

"Sama-sama sayang, aku matiin dulu ya." Hwan hee memutuskan sambungan telepon nya, sedangkan Ha jin baru pertama kali ini memanggil Hwan hee dengan sebutan sayang.

...******...

Ha jin sudah sampai di apartemen Hwan hee, ia mencoba membuka dengan password yang diberikan Hwan hee tadi ternyata bisa diakses dan pintu nya bisa dibuka. Ha jin masuk menyimpan sepatu di rak dan mengganti dengan sandal rumah, berjalan melihat sekeliling apartemen yang lumayan besar dengan dua kamar. Namun di meja tidak begitu rapi karena mungkin Hwan hee terburu-buru dari kemarin mengunjungi dirinya ke rumah sakit, jadi hari ini Ha jin harus membersihkan apartemen ini sambil memesan makanan sembari menunggu Hwan hee pulang.

Tingtong...

"Ah itu pasti pesanan nya," Ha jin keluar untuk mengambil makanan nya dengan masih menggunakan celemek dan rambut tak beraturan.

"Permisi pesanan anda," ucapnya sambil memberikan nya pada Ha jin.

"Terima kasih." Ha jin menerima pesanan itu dengan sedikit kesulitan karena banyak.

"Omo, apa kau Song ha jin?" Tanya nya membuat Ha jin bingung sejenak lalu tersenyum.

"Ah tidak mungkin seorang artis terkenal berpenampilan seperti ini, pasti kamu hanya mirip dengannya." Orang itu langsung pergi setelah berkata begitu, Ha jin hanya melongo tertawa terbata.

"Daebak, ternyata dia tahu banyak tentangku." Karena menurut Ha jin dirinya memang hanya mirip, tanpa berpikir lama ia masuk dan meletakkan di dapur sambil berpikir perkataan kurir. Karena takut Hwan hee merasa seperti kurir tadi, Ha jin bergegas mandi dan merapikan diri juga bersiap untuk melakukan live nanti malam.

Jam menunjukkan pukul enam, Ha jin menonton drama di layar tv tanpa sadar ada seseorang membuka pintu.

"Ha jin," Hwan hee melihat Ha jin sambil tersenyum, dirinya meletakkan sepatu dan mengganti nya dengan sandal rumah seperti Ha jin.

"Sayang...," Hwan hee mempercepat langkah nya dan memeluk Ha jin.

"Katanya jam delapan? Kok cepat pulangnya, kamu gak nginap di sana?"

"Aku kurang suka disana."

"Ya ampun, kamu dari luar loh ini. Mandi dulu nanti aku siapin makannya tadi aku ada pesan makanan tinggal dipanasin, soalnya aku juga harus live nanti permintaan dari agensi untuk menyapa fans, karena aku sudah beberapa hari tidak ada up video ataupun foto apapun."

"Sebentar seperti ini, aku lelah sayang, jangan marah dulu." Ha jin hanya menghela nafas sambil membelai rambut Hwan hee lembut.

"Tapi untung tadi teman-teman aku mau kesini gak jadi, karena aku bilang mau istirahat. Kamu tahu sendiri kalau ada mereka pasti ribut dan apartemen berantakan."

"Nah itu yang mau aku bilang juga, kalau habis makan atau ada sampah letakkan di tempatnya, jangan sembarang meletakkan di meja jadinya kotor dan bau." Hwan hee bangun dan melihat meja nya sudah bersih.

"Kamu yang beresin semuanya? Makasih sayang, aku mandi dulu nanti aku temani kamu live."

"No, big no. Aku cuma mau main kesini dan numpang live, kamu jangan ganggu aku nanti." Ha jin tidak mau dirinya live bersama Hwan hee.

"Padahal fans kamu pasti senang kalau ada aku, tunangan kamu yang sangat tampan ini."

Ha jin tidak menghiraukan ucapan Hwan hee, ia langsung ke dapur untuk menyiapkan makanan yang sudah ia pesan tadi.

Selesai makan sekitar jam tujuh Ha jin bersiap-siap untuk live, ia akan menyapa fans nya dari berbagai negara. Namun lagi-lagi Hwan hee mengganggu nya dengan memeluk nya dari belakang.

"Kalau kamu gini, gimana aku mau live?" Tanya Ha jin.

"Tidak masalah, tinggal mulai saja biarkan mereka lihat kita sedang berpelukan."

"Sayang, nanti selesai live kamu boleh peluk aku sepuasnya. Sekarang biarkan aku melakukan live ya, kamu kerja atau apalah cari kesibukan lain dulu."

"Janji? Kamu sering mengingkari janji, nanti malah jauh-jauh tidak mau dipeluk." Ucapnya ingin memastikan jika Ha jin akan menepati nya.

"Iya janji," jawab Ha jin.

Hwan hee baru melepas pelukannya, dan memainkan iPad nya di sebelah Ha jin yang akan melakukan live.

"Kok aku deg-degan gini, aku tidak biasa di tonton ribuan orang." Batin Ha jin takut.

"Sayang, kamu tidak apa?" Tanya Hwan hee.

"Iya aku baik-baik saja."

Ha jin memulai siaran langsung, sudah banyak yang mulai berinteraksi dengan siaran langsung nya.

"Malam semuanya, apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Ha jin pada para penggemar.

Banyak yang bertanya tentang berita kecelakaan nya, mereka bertanya keadaan Ha jin apakah baik-baik saja.

"Tentu saja, aku baik-baik saja sekarang."

Ha jin membaca semua komentar dan ada dari Indonesia juga jepang, Ha jin menyapa dengan bahasa Indonesia dan Jepang serta berbicara panjang. Hwan hee yang disampingnya terkejut karena tunangannya sangat fasih berbahasa selain Korea dan inggris.

"Sayang, kamu bisa bahasa Indonesia dan Jepang? Sejak kapan?" Pertanyaan Hwan hee di dengar oleh jutaan penonton live.

"Aku kan keturunan - ah maksud ku belajar dan aku memang bisa bahasa Indonesia dan Jepang juga selain Inggris dan Korea." Jawab Ha jin hampir saja keceplosan mengatakan jika dirinya memang keturunan Jepang Indonesia.

Banyak orang yang semakin suka dengan live Ha jin, karena ternyata idola mereka bisa berbahasa dari negara mereka.

"Hwan hee ada disini disampingku, aku juga sedang ada di apartemen nya."

Ha jin kembali membaca komentar dan beberapa saat dirinya tertawa, ternyata teman dari Hwan hee ada yang berkomentar di dalam live miliknya.

"Kenapa sayang?"

"Seung cheol dan Seo min berkomentar, katanya pantas saja mereka tidak boleh kesini ternyata karena ada aku." Satu dari teman Hwan hee bergabung dengan live Ha jin.

"Nuna..," pekiknya dan itu membuat Hwan hee mendekat untuk melihat suara siapa yang memanggil Ha jin, ternyata maknae kematian yang bergabung.

"Matikan saja live nya, besok lakukan lagi dari pada diganggu maknae satu ini." Bukan hanya satu, Seo min mengangkat tangannya dan ternyata ketiga teman lainnya sedang di dekatnya.

"Dia kembali lebih awal ternyata untuk menculik nuna ku."

"Sembarangan saja kamu, dia adalah tunangan ku." Tidak ada idol atau aktor yang mempublish sendiri kecuali Hwan hee, dia memperkenalkan Ha jin sebagai pasangan nya tanpa mau di campuri oleh pihak agensi.

"Jangan ambil nuna ku."

"Nuna? Tapi kamu tidak bisa seperti ini." Hwan hee memeluk Ha jin sambil mencium nya.

"Sudah, ini gara-gara kalian. Padahal ini live ku, tapi kenapa seperti kalian yang sedang live." Di komentar sedang heboh melihat keromantisan Hwan hee dan Ha jin, di tambah dengan idol mereka ada di live Ha jin tanpa perlu menunggu idolnya melakukan siaran langsung sendiri.

"Semuanya mohon maaf, kita tutup live malam ini dan besok kita lanjut lagi." Ha jin melambaikan tangan nya dan mematikan siaran langsung itu.

"Tadi perjanjian nya apa? Katanya gak mau ganggu, tapi malah sampai peluk cium." Ha jin menatap Hwan hee yang juga menatapnya.

"Sayang.., Seo min yang memancing ku, jadi aku juga tidak tahan tidak memeluk mu."

"Aku mau pulang," Ha jin bad mood tidak mau bicara pada Hwan hee.

Jelas saja Hwan hee memeluk kembali dan menelusup menghisap lehernya membuat Ha jin melenguh.

"Lepas aku mau pulang." Ucapnya sambil menggigit bibirnya sendiri.

"Kalau kamu tetap mau pulang aku akan terus mencium mu dan bisa saja melakukan nya."

"Baiklah aku disini." Hwan hee tersenyum melihat Ha jin terpancing dan akan menginap disana.

Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...

Baca juga cerita bebu yang lain 😘

IG : @istimariellaahmad98

See you...

1
Isti Mariella Ahmad
/Kiss//Kiss//Kiss/ Hai-hai sobat semua, semoga suka dengan cerita bebu yang biasa saja namun mungkin bisa diambil apa yang terdapat di dalam cerita
nowitsrain
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!