"Jika memang darahku bisa melepaskanmu dari belenggu kutukan menuju keabadian, maka aku rela".
Pertarungan dua klan vampir yang berawal dari satu keluarga kini berubah menjadi musuh bebuyutan. Keduanya berusaha memperebutkan kedudukan menjadi penguasa vampir no. 1.
Di saat yang sama keadaan dilema tengah menimpanya, pilih cinta atau klannya? Siapakah yang menjadi penguasa akhir?
Simak kisah mereka💋
DILARANG KERAS PLAGIAT🔥
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 - Vampir Cap Tempe
"Dasar vampir cap tempe! Berani-beraninya bilang aku bau dan jelek, huft. Padahal orang-orang memujiku cantik. Awas saja kalau berani dia sentuh aku nanti malam. Aku bikin perkedel itu si batangnya," geram Rose mengoceh di dalam kamar mandi.
Rose lupa siapa Aldric. Dan saat ini, suaminya itu masih ada di kamar saat dirinya tengah mandi, sehingga walaupun pintu kamar mandinya ditutup rapat tetap ia mampu masuk ke dalam kamar mandi karena berubah wujud menjadi vampir dengan tampilan tak kasat mata tentu saja bisa menembus tembok sekalipun dengan ilmu sakti yang ia miliki.
Aldric kini tengah bersandar pada tembok kamar mandi melihat Rose yang terus mengoceh seperti burung beo miliknya jika butuh asupan. Namun kini suasana yang lucu tersebut berubah menjadi tegang karena jakun Aldric sedang naik turun akibat melihat body goals istrinya yang sudah polos.
Terlebih kini Rose tengah menyiramkan shower ke seluruh bagian tubuhnya membersihkan beberapa bagian tertentu dan lipatan tubuh agar bersih seluruhnya. Aroma sabun stroberi menyeruak di indera penciumannya. Sungguh memabukkan dan ia tak mau berlama-lama di dalam dan akhirnya kembali keluar dari kamar mandi.
"Huft, kenapa jantungku berdetak dengan kencang dan gugup begini. Apa aku memang sudah jatuh cinta padanya?" gumam Aldric lirih.
Sedangkan wanita yang ada di dalam kotak kaca di bawah guyuran shower terus saja mengomel tak ada hentinya. Bahkan setelah mandi dan kering, ia menciumi tubuhnya sendiri apa sudah wangi atau belum. Ia tidak mau kalau suaminya itu kembali meledeknya padahal Aldric hanya bercanda namun ditanggapi serius oleh Rose.
Ya begitulah rumah tangga penuh warna warni. Terkadang ada yang satu berniat bercanda tetapi satu pihak lainnya menganggap serius perkataan pasangannya. Jika tak kunjung reda bisa berakibat fatal.
Komunikasi yang baik dan dua arah sangat dibutuhkan guna membawa jalan rumah tangga kita untuk selalu berjalan harmonis. Walaupun banyak kerikil maupun duri tajam yang akan siap menghadang di depan.
Tetapi jika landasan dan komunikasi suami istri sudah kokoh, maka badai apapun yang akan menerpa di masa depan pasti dapat dilalui dengan baik.
Di dalam kamar mandi kamar utama tempatnya berada, sudah tersedia ruang ganti yang menyatu dan memilik pintu penghubung khusus dari dalam kamar mandi. Di sana terdapat baju hingga dalaman lengkap khusus untuknya dan sang suami.
Namun entah mengapa malam ini dirinya dibuat terheran-heran karena tak menemukan piyama bergambar Nobita dan Doraemon favoritnya.
Yang ada hanya baju tidur kurang bahan mirip seperti jala ikan atau saringan tahu. Tentu saja hal ini membuatnya geram karena sudah tiga kali memutari ruang ganti dan menggeledah seluruh lemari dan penjuru tetap tak menemukan baju tidur layak pakai. Bahkan kemeja Aldric juga tak nampak.
Hanya terpampang nyata yang ada di ruang ganti yaitu boxer, kaos singlet, dalaman dan si baju saringan tahu cap jala ikan pindang tadi.
"Ya ampun baju-baju normal ini pada ke mana? Kenapa semua hanya ada baju up normal? Masak digondol vampir sih? Atau jangan-jangan ini kerjaan si vampir cap tempe itu, huft!" geram Rose.
Lalu ia beranjak keluar dari kamar mandi tetapi tanpa sadar bahwa saat ini ia hanya mengenakan handuk putih yang hanya sampai setengah pahanya saja.
Ceklek...
Derit pintu terbuka menampilkan Aldric yang tengah bermain ponsel dan bertelanjang dada hanya memakai boxer saja.
Glek...
Rose menelan salivanya. Niat hati ingin memaki si vampir cap tempe alias suaminya sendiri justru kini dia yang terpesona dengan pahatan kotak-kotak milik sang suami.
"Eh kamu sudah selesai mandinya? Aku pikir di dalam sedang baca doa satu buku sampai aku main game sudah lima kali menang kamu tak kunjung keluar. Apa mau tidur di dalam kamar mandi? Nanti ada kecoa, jerit-jerit setengah mati," ledek Aldric dengan kekehan dan tangannya sedikit menutup mulutnya yang sengaja menertawakan Rose.
Istrinya ini tipe wanita bar-bar dan tegas serta sangat berkarakter walaupun hatinya selembut sutra yang ternyata punya kelemahan yaitu sangat takut akan yang namanya hewan kecoa.
"Di kastil mewahmu ini nyamuk pun tak berani lewat apalagi si kecoa. Dalam jarak satu kilometer menuju kastilmu, sudah siap para pengawalmu membawa raket sakti memukul paksa para binatang itu, huh. Dasar suka ngadi-ngadi vampir cap tempe," umpat Rose lirih namun masih terdengar oleh Aldric.
"Eh siapa vampir cap tempe?" tanya Aldric geram.
"Eh...eh...itu...anu...aduh..." ucap Rose terbata-bata bingung menjawab pertanyaan suaminya.
Dirinya takut Aldric murka karena ia beri slogan sebagai vampir cap tempe. Sedangkan yang ditatap Rose justru mengartikan lain karena gerak tubuh Rose yang ke kanan dan ke kiri menyebabkan simpul handuknya mulai terlepas dari tempatnya.
Alhasil handuk tersebut jatuh ke lantai dan Aldric terbengong-bengong menatap pahatan indah dan nyata yang tersaji di depannya. Dan anehnya pandangan seperti ini sering ia lihat sebelumnya karena banyak wanita berpakaian sexy mendekatinya ingin sekali menjadi istri atau kekasihnya. Tetapi ia tolak, terlebih kejantanannya tak pernah bangun dengan mereka.
Justru saat ini mendadak batangnya menggeliat bangun dari pertapaan panjangnya. Apakah kutukan itu sudah mulai sedikit-sedikit menghilang kadarnya dari tubuhnya? Entahlah...
"Aaa...." jerit Rose menggelegar saat mendapati tubuhnya kini tanpa sehelai benangpun akibat kecerobohannya.
Namun yang pasti Aldric saat ini dirinya sungguh memuja lekuk tubuh istrinya dan tanpa basa basi ia menggendong Rose ala bridal style guna naik ke ranjang hangat mereka yang sesaat lagi mungkin menjadi panas membara.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Rose dengan gugup menatap mata elang vampir yang tengah kelaparan dalam tatapan suaminya.
"Tentu saja mencabik-cabikmu menjadi santapan utamaku di malam pengantin kita," bisik Aldric pada Rose membuat seluruh bulu kuduk wanita ini merinding disco.
Deg...
🍁🍁🍁