Kisah cinta antara Fatimah, seorang gadis cantik yang periang dan ramah, dengan Arshaka, CEO muda tampan yang pendiam tetapi sangat menyayangi seluruh keluarganya. Dan juga kisah cinta sang kakak, Keinan dengan seorang dokter cantik yang memiliki nama yang hampir sama dengan dirinya, Keisha.
Berawal dari sama-sama saling menyukai secara diam-diam, sampai akhirnya Arshaka nekat mengajak Fatimah untuk menikah dengan dirinya, demi keselamatan Fatimah dan juga keluarganya yang lain.
Sementara Keinan yang merasa sedikit minder untuk mengejar cintanya, mengingat status sosial mereka berdua yang berbeda. Tetapi sang gadis justru terus berusaha untuk meyakinkan Keinan bahwa status sosial bukan halangan bagi mereka. Sampai akhirnya Keinan pun berusaha dengan keras untuk membuktikan kepantasan dirinya.
Bagaimanakah perjalanan kisah cinta kedua pasangan adik dan kakak ini? Apakah mereka akhirnya mampu untuk meraih kebahagiaan di dalam kehidupan pernikahan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Nuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. Kebetulan Yang Tidak Terduga
Melihat Fatimah yang sedang sendirian mengambil minum, Arshaka pun kemudian sengaja menghampiri Fatimah, atau yang biasa dipanggil Fafa oleh orang-orang terdekatnya itu.
"Fafa," panggil Arshaka.
"Eh, Kak Shaka," balas Fafa setelah menoleh ke arah Arshaka.
"Wah, bener-bener sebuah kebetulan yang tidak terduga kita bisa bertemu di pesta ini ya, Fa," kata Arshaka.
"Iya nih Kak, aku juga kaget banget tadi. Nggak nyangka banget bisa ketemu sama Kak Shaka di pesta ini," ucap Fafa membenarkan perkataan Arshaka tadi.
"Kamu kenal dengan Rayyan ya, Fa?" tanya Arshaka.
"Iya Kak. Kak Rayyan itu temen sekolah Kak Keinan dulu. Dan sampai sekarang Kak Keinan, Kak Rayyan, juga Kak Jonathan masih berteman baik. Kak Rayyan dan Kak Jo juga sering datang ke kafe. Jadi ya aku kenal cukup dekat juga dengan Kak Rayyan dan Kak Jo," jawab Fafa menjelaskan.
"Oh, begitu rupanya," ucap Arshaka dengan menganggukkan kepalanya beberapa kali.
"Kak Shaka sendiri juga ternyata masih saudara-an ya sama istrinya Kak Rayyan?" tanya balik Fafa.
"Iya, Fa. Ayah aku dan papanya Arnelle adalah kakak adik. Jadi Arnelle itu sepupu aku," jawab Arshaka.
"Oalah, ternyata begitu. Pantes aja kok tadi aku perhatiin Kak Shaka dan keluarga kakak yang lainnya tuh kelihatan deket banget sama Kak Arnelle. Apalagi ibunya Kak Shaka, kelihatan sayang banget gitu ke Kak Arnelle," kata Fafa, menyuarakan keheranannya tadi.
Arshaka justru tertawa kecil.
"Hehe, memang seperti itu, Fa. Soalnya di keluarga besar kami, semua keponakan itu sudah seperti anak sendiri. Bahkan di keluarga besar kami juga nggak ada panggilan Om atau Tante gitu. Kami akan memanggil para orang tua dengan sebutan yang sama seperti anak-anak mereka memanggil orang tua mereka tersebut. Itu kenapa Bunda aku juga sayang banget sama Arnelle. Karena Arnelle udah seperti putrinya Bunda sendiri," kata Arshaka menjelaskan kepada Fafa.
"Wah, hebat banget, Kak," ucap Fafa merasa takjub. "Pasti bahagia banget tuh memiliki keluarga besar yang seperti itu. Kelihatan banget harmonisnya. Seru juga pasti, sama saudara bisa sedekat itu," lanjut Fafa.
"Ya, begitulah Fa," balas Arshaka mengiyakan.
Arshaka dan Fafa masih melanjutkan obrolan mereka untuk beberapa saat. Keduanya berbincang tentang banyak hal. Bahkan sesekali juga terlihat Fafa maupun Arshaka yang tertawa kecil karena obrolan dan candaan mereka berdua tersebut.
Tanpa Arshaka dan Fafa sadari, Keinan ternyata sedang memperhatikan interaksi antara Arshaka dengan Fafa saat ini.
"Kelihatannya bener deh, hubungan Fafa dengan cowok itu nggak sekedar cuma hubungan teman biasa aja. Hmm, gue harus mencari tau secepatnya tentang kebenaran hubungan di antara mereka berdua itu. Gue nggak mau kalau sampai adek kesayangan gue itu nanti kecewa karena terlalu berharap atau salah memahami arti kedekatan mereka berdua itu," ucap batin Keinan.
Dan rupanya tidak hanya Keinan saja, Arshila pun ternyata juga sedang memperhatikan sang Kakak yang saat ini terlihat sedang begitu asyik mengobrol dengan seorang gadis tersebut. Arshila lalu menghampiri sang Bunda.
"Bun, lihat deh, Abang lagi ngobrol sama seorang gadis cantik loh," kata Arshila kepada Sonia.
"Eh, iyakah, Kak?" tanya Sonia merasa terkejut.
"Beneran Bun. Coba tuh Bunda lihat sendiri. Dari tadi aku perhatiin Abang asyik banget ngobrol sama gadis cantik itu. Mana pake ketawa-ketawa juga lagi," jawab Arshila dengan sedikit menunjuk ke arah Arshaka dan Fafa.
Sonia mengikuti arah pandang yang ditunjukkan oleh Arshila. Dan benar saja, bisa Sonia lihat Arshaka yang sedang asyik mengobrol bahkan juga sesekali terlihat bercanda dengan seorang gadis cantik yang tidak lain adalah Fafa.
"Eh, iya ya, Kak. Tumben-tumbenan Abang kamu itu bisa ngobrol dan bercanda seperti itu dengan seorang gadis," heran Sonia juga.
"Hehe, bau-baunya aku bakalan punya kakak ipar secepatnya nih," seloroh Arshila dengan tersenyum jahil.
"Kakak, jangan ngomong yang enggak-enggak dulu. Pastikan dulu kebenarannya. Awas jadi gosip loh. Abang kamu bisa marah nanti," peringat Sonia kepada Arshila.
"Iya-iya, Bun. Kakak kan cuma menebak aja," ucap Arshila dengan mengerucutkan bibirnya.
"Jangan suka asal menebak. Takutnya tebakan kakak salah, tapi beritanya udah terlanjur menyebar dan jadi besar," nasehat Sonia, bijak.
"Iya, Bun, maaf," sesal Arshila.
"Iya Kak, nggak pa-pa, Bunda ngerti kok," kata Sonia dengan tersenyum lembut.
"Ya udah, kalau gitu kakak balik ke tempat Kak Keisha dan yang lainnya dulu ya, Bun," pamit Arshila kemudian.
"Iya, Kak," balas Sonia.
Arshila lalu meninggalkan Sonia dan menuju ke arah meja para Bridesmaids, menghampiri Keisha, Clarissa, dan sepupunya yang lainnya.
Setelah kepergian Arshila, Sonia pun kemudian mendekati sang suami, Sean.
"Ayah, coba lihat putra sulung Ayah itu," kata Sonia kepada Sean seraya mengendik ke arah Arshaka dan Fafa.
Sean memperhatikan sebentar ke arah Arshaka dan Fafa. Sean pun lalu tersenyum kecil.
"Ayah udah perhatiin dari tadi kok, Bun," ucap Sean.
"Oh iya?" kaget Sonia.
"Biarin aja lah, Bun. Abang kan juga udah dewasa. Udah tau mana yang benar dan mana yang salah. Selama masih dalam batas wajar, biarkan saja. Ya, hitung-hitung buat penjajakan juga kan, Bun," kata Sean.
"Hmm, iya juga ya, Yah," ucap Sonia kemudian, membenarkan perkataan suaminya itu tadi.
Sonia dan Sean saling melempar senyuman. Setelah itu mereka berdua pun sekali lagi melihat ke arah putra sulung mereka, Arshaka, yang masih terlihat asyik mengobrol dengan Fafa saat ini.
ternyata papa dan opa nya Darren mengetahui semua apa yang di lakukan Darren dan apa yang Darren lakukan ke shila
Darren bener" gak ada otak ya bisa" nya acara keluarga shila saja dia sampai lupa dan dia lebih mentingin Evelyn
selamat buat kesya dan shila ya
wah wah shila sama Darren udah beneran menjadi suami istri kah ini