" Tuan, Kami sudah menemukan wanita yang anda cari. Wanita itu akan menggelar pesta pertunangan dua hari lagi." Lapor seorang pria yang berprofesi sebagai Asisten Pribadi itu pada Tuanya.
" What?!! Lakukan berbagai cara untuk menggagalkan pertunangan itu! Wanita itu hanya Milikku dan Hanya bisa menjadi istriku!" Perintah Pria Tampan keturunan Eropa dan Indonesia itu.
Daren Johnson pria Dewasa yang sudah berumur tiga puluh delapan tahun disaat adik perempuannya yang sudah memiliki suami dan anak. dirinya masih betah dengan kesendiriannya. Daren yang awalnya tidak berniat untuk menikah seumur hidupnya seketika berubah pikiran setelah menghabiskan malam dengan seorang gadis asing yang tidak di kenalnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nitasari Juari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tanggal Pertunangan.
*
*
*
Sesuai kesepakatan. Griffin pun datang ke Mansion Cumberbath dengan berpakaian formal serta membawa satu buket mawar besar untuk Chloe kekasihnya
Chloe pun sudah siap sedari tadi dan menunggu kedatangan Griffin di ruang tamu bersama kakak dan Daddy-nya.
Jadi begitu melihat kedatangan Griffin Wanita itu segera berdiri dan menyambut kedatangan pria itu dengan kecupan di kedua pipi dan mengambil bunga mawar dari tangan pria yang cukup tampan itu.
" Thanks." Ucap Chloe sembari menghirup harum bunganya mawar.
" Apapun untuk mu, baby." Sahut Griffin lalu mengandeng tangan Chloe menuju sofa dimana ada tiga pria dengan aura tak bersahabat memandang tajam kearahnya dan Chloe.
Chloe belum memberitahukan pada daddy dan kakaknya tentang maksud kedatangan Griffin. Chloe hanya mengatakan pada mereka jika ada hal penting yang ingin dikatakan dan meminta tiga pria kesayangannya itu menyisihkan waktunya untuk berkumpul.
Griffin menyapa daddy dan kakak dari kekasihnya itu dengan ramah walaupun di sambut dengan dingin oleh ketiganya tapi Griffin selalu menampilkan sikapnya yang terbaik di hadapan calon Keluarganya itu.
" Jadi apa maksudmu mengumpulkan kita disini, Chloe?" Tanya Jupiter datar setelah Griffin dan adiknya duduk di sofa.
" Aku tak ingin berbasa basi pada kakak dan daddy. Aku dan Griffin akan melanjutkan hubungan jenjang yang lebih serius yaitu pertunangan." Kata Chloe dengan santai dan mulus tanpa grogi dan gagap.
Jupiter menatap daddynya begitupun Asher yang menatap Jupiter dan Louis secara bergantian. Baru kemarin mereka membahas soal pertunangan Chloe tapi hari ini Chloe lah yang memintanya sendiri tanpa di paksa terlebih dahulu. Tapi yang membuat ketiga pria itu bingung adalah pria yang akan menjadi tunangan Chloe adalah Griffin Skolin.
Siapa yang tidak mengenal pria itu. Griffin adalah putra kedua perdana Menteri Stuart Skolin tentu jika melihat dari keluarganya yang merupakan keluarga terhormat tidaklah buruk jika Chloe bertunangan dengan pria itu. Tapi selama ini mereka juga menyelidiki Griffin setelah kedekatan Chloe dengan pria itu hingga Jupiter tahu pasti bagaimana tabiat pria itu yang seorang buaya darat.
" Daddy memang berniat akan memintamu untuk bertunangan tapi tidak dengan kekasihmu itu, Chloe. Daddy ingin kau mendapatkan pasangan yang baik dan itu bukan Griffin Skolin!" Tegas Louis.
Griffin ingin membantah perkataan Louis tapi tangannya di remas oleh Chloe dari sorot mata Chloe mengatakan pada kekasihya itu untuk tidak ikut bicara atau semuanya akan gagal total.
Griffin pun hanya bisa diam mendapatkan kode dari Chloe padahal dalam hati Griffin sangat gatal ingin membalas perkataan Louis yang melukai harga dirinya.
" Apa yang salah dengan ku? Aku lahir dari keluarga terhormat banyak wanita yang tergila-gila padaku. Wajahku pun juga tampan. Bukankah seharusnya dia beruntung aku menjadi tunangan putrinya!." Batin Griffin menggerutu.
" Griffin juga baik padaku, dia tampan dan yang terpenting aku mencintainya." Kata Chloe membual.
" Aku hanya mau bertunangan dengan Griffin saja selain dengannya aku tidak ingin bertunangan! Biarkan saja Chloe melajang seumur hidup karena aku hanya mencintai Griffin!" Ucap Chloe yang mulai berakting menyedihkan. Cinta tak direstui.
" Ck. Hentikan akting mu itu Chloe! Kakak tahu jika kau tidak pernah mencintai semua pria yang kau kencani!" Sahut Jupiter berdecih melihat betapa terlihat nyata akting adiknya.
" Aku mencintai Griffin begitupun sebalikny dan kali ini aku benar-benar serius. Apa daddy tega memisahkan aku dengan pria yang ku sukai dan memaksaku bertunangan dengan pria pilihan daddy!" Kata Chloe yang semakin terlihat menyedihkan. Hingga Jupiter yang awalnya mengira Chloe sedang ber akting menjadi sedikit goyah dan percaya jika adiknya itu benar-benar mencintai Griffin.
Sedangkan Griffin yang mengira jika Chloe berkata jujur pun semakin tergila-gila dengan wanita cantik itu. Karena apa? Karena berhasil membuat Chloe mencintainya dari banyaknya kekasih yang dimiliki Chloe dialah pemenangnya.
Louis menghela nafasnya dengan berat. Jujur saja dirinya selalu tidak tega melihat putrinya bersedih dan melihat Chloe yang menyedihkan seperti itu membuat daddy dari tiga anak itu merasakan sesak di dadanya. Walaupun dirinya sangat tidak suka dengan pasangan pilihan putrinya itu tapi jika Chloe bahagia dan tak merasakan sakit karena patah hati. Dengan berat hati Louis akan mengalah dan menyetujui keinginan putrinya itu.
" Daddy akan menyetujui keinginan mu dan setelah Kalian berdua resmi bertunangan daddy akan mengawasi mu Chloe jangan harap kau masih bebas bermain dengan pria sesuka hatimu karena hubungan pertunangan sudah bukan hubungan main-main lagi." Jelas Louis memberi peringatan putrinya.
" Tentu saja Dad." Jawab Chloe cepat.
" Tentu saja aku akan bermain dan mengecoh anak buah daddy," batin Chloe tertawa senang.
" Dan kau Griffin aku selalu mengawasi mu!" Ucap Louis menunjuk Griffin dengan menatap tajam pemuda berambut pirang itu.
Griffin menelan Salivanya dengan susah payah ditatap seperti itu saja membuatnya merinding. " Baik Uncle." Jawab Griffin.
*
*
Dan setelah mendapatkan persetujuan malamnya Griffin datang bersama orang tuanya untuk membahas tanggal pertunangan. Griffin datang bersama Daddy dan Mommynya kakaknya yang bernama Kenzy tidak ikut serta karena ada kerjaan di luar negeri.
" Jadi sepakat pesta akan di laksanakan satu Minggu lagi, Tuan Louis?" Tanya Stuart Skolin.
" Ya lebih cepat itu semakin baik." Sahut Louis.
" Apa itu tidak terlalu cepat sayang? Persiapan pesta tidaklah mudah apalagi kau dan Tuan Stuart pasti memiliki banyak kolega untuk di undang." Kata Lily yang merasa jika seminggu adalah waktu yang terlalu cepat apalagi pesta tunjangan ini bukanlah pesta kecil-kecilan.
" Biarkan itu menjadi urusanku Honey, kau hanya perlu duduk manis dan semua beres." Sahut Louis dengan suara lembutnya. bahkan Nyonya Skolin ibu dari Griffin pun merasa iri dengan keromantisan pasangan yang tak lagi muda itu.
Nyonya Skolin melirik Suaminya Sinis karena memang mereka sudah tak romantis sejak menginjak kepala empat dan itu terkadang membuatnya begitu kesal dengan suaminya.