NovelToon NovelToon
Air Mata Istri Ke Dua

Air Mata Istri Ke Dua

Status: tamat
Genre:Angst / Tamat
Popularitas:239.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Amallia

Arini harus merelakan masa mudanya dengan menikah. Terpaksa dia menerima tawaran menjadi istri ke dua demi mendapatkan biaya untuk operasi neneknya. Namun pengorbanannya sia-sia. Neneknya meninggal pasca operasi. Namun pernikahan yang sudah terjadi tidak bisa di sudahi. Karena Arini masih harus mengandung benih dari lelaki yang sudah menjadi suaminya. Jika dia sudah melahirkan, baru boleh pergi dari kehidupan Alex dan Mila sang istri pertamanya. Karena itu syarat yang Mila berikan kepadanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode.10

Alex baru pulang dari luar kota. Tak lupa dia juga membawa oleh-oleh untuk keluarganya. Termasuk Arini juga mendapat oleh-oleh darinya.

''Mas Alex, akhirnya pulang juga. Aku sudah sangat rindu.'' Mila mengalungkan ke dua tangannya di leher suaminya. Mereka masih berada di depan rumah, karena Alex baru saja datang.

''Mas juga sudah rindu sekali sama kamu, sayang. Apalagi sama anak kita,'' Alex mengusap perut istrinya yang masih datar.

Mendengar kata anak membuat Mila diam seketika. Namun dia sebisa mungkin bersikap biasa agar suaminya tak curiga bahwa dia sudah kehilangan janinnya. Yang tahu tentang keguguran itu hanya Mila dan ibunya saja. Mereka memang sengaja menyembunyikannya dari semua orang.

"Anak kita baik-baik saja kok, Mas.

"Syukurlah, Mas senang mendengarnya. Oh iya, kapan kamu periksa kandungan lagi, sayang? Mas ingin antar kamu memeriksakan anak kita,'' terlihat sekali Alex yang begitu antusias membahas soal anak. Karena anak itu sudah dia damba-dambakan sejak lama.

''Em masih lama kok. Mas Alex tidak perlu memikirkan itu, lagian anak kita baik-baik saja.''

''Baiklah, sayangku. Bagaimana jika sekarang kamu temani suamimu ini beristirahat. Lelah sekali nih,'' Alex tampak merenggangkan otot-ototnya di hadapan istrinya.

Mila menggandeng tangan suaminya. Mereka berjalan beriringan menuju ke kamar.

Mila harus bisa main cantik untuk menyembunyikan fakta sebenarnya dari suaminya. Bagaimana pun caranya, suaminya tidak boleh tahu mengenai janinnya yang sudah tiada.

''Sayang, Mas mau mandi dulu ya,'' Alex melepaskan satu-persatu kancing kemejanya.

''Iya, Mas. Biar aku siapkan pakaian ganti untukmu,'' Mila beranjak dari duduknya, lalu dia mendekati lemari pakaian untuk mengambilkan pakaian ganti.

Mila mendengar dering ponsel milik suaminya berdering. Sejenak dia mengalihkan arah pandangnya menuju ke atas nakas, dimana ponsel milik suaminya tergeletak disana. Karena penasaran, Mila melihat siapa yang menghubungi nomor suaminya. Ternyata itu Rey yang merupakan asisten suaminya di kantor.

📞''Pak, apa Anda sudah melihat berita terbaru tentang istri Anda yang menjadi model bersama dengan seorang artis Thailand?'' tanya Rey dari seberang sana.

📞''Jangan berani mengatakan apa pun kepada suami saya. Awas saja jika berani mengatakannya,'' ancam Mila.

Rey tampak gelagapan, ternyata yang mengangkat panggilan teleponnya itu Mila, bukan Alex sang atasan.

''I-iiya maaf nyonya,'' ucapnya terbata.

Mila langsung saja mematikan panggilan telepon itu secara sepihak.

Mila menghubungi agensi pemberitaan dan meminta untuk memblokir semua berita yang tidak penting tentangnya. Karena Mila sendiri sudah tahu jika di media sosial ada pemberitaan mengenai dirinya dan Mike yang merupakan pasangannya saat foto model.

....

.....

Malam ini Devan mengumpulkan semua keluarganya. Karena ada hal penting yang akan di bicarakan.

''Mah, Kak, maaf jika Devan mengganggu waktu istirahat kalian. Ada hal penting yang ingin Devan katakan,'' dari tatapan matanya, terlihat sekali keseriusan di mata Devan.

''Apa itu?'' tanya Alex.

''Besok Devan mau pindah ke kota B karena Devan sudah mendapat pekerjaan disana,'' ucapnya.

''Kamu jadi menerima pekerjaan itu, Dev?'' tanya Bu Susan.

''Jadi, Mah. Ya walaupun sedikit enggan tapi ya Devan tetap harus pergi,'' ucapnya.

''Kenapa sih kamu tidak kerja di kantor kakak saja, Dev?'' Alex bertanya kepada adiknya.

''Devan ingin cari kerja sendiri tanpa bantuan dari kakak,'' jawabnya.

''Terserah jika itu memang keputusanmu. Lakukanlah apa pun yang kamu suka, tapi ingat satu hal, kamu harus jaga diri,' ucap Alex kepada adiknya.

''Itu sih pasti, Kak. Devan juga mau minta tolong sama kakak, tolong jaga Arini dengan baik ya.''

Alex sedikit heran dengan adiknya yang tiba-tiba membahas soal Arini. Selama ini dia tak tahu jika adiknya itu menaruh perasaan kepada Arini.

"Arini pasti akan baik-baik saja, lagian di rumah ini aman. Memangnya kenapa kamu peduli dengan Arini?" Alex bertanya kepada adiknya.

"Karena dia itu spesial bagiku," jawabnya.

Alex terdiam mendengar perkataan adiknya. Dia juga menatap raut wajah adiknya yang tak biasa.

'Apa mungkin Devan menyukai Arini?' Gumam Alex dalam hati.

"Ah sudahlah, jangan bicarakan Arini lagi. Kalau orangnya dengar, nanti bisa besar kepala dia," ucap Bu Susan.

Mereka tak lagi membahas Arini, namun membahas perpisahannya dengan Devan.

"Dev, karena kamu perginya besok, bagaimana jika malam ini kita rayakan kecil-kecilan," ujar Mila memberikan saran.

"Mau ngapain, sayang? Ini sudah malam loh," ucap Alex.

"Bagaimana jika kita makan kecil-kecilan saja, nanti aku pesan makanan online," ujar Mila.

"Setuju," Devan terlihat antusias.

"Mas ngikut saja, sayang." jawab Alex.

"Bagaimana jika ajak Arini juga? Pasti akan seru," Devan ingin menjadikan malam ini sebagai kesempatan untuknya mendekati Arini.

Mendengar nama Arini, membuat Bu Susan dan Mila terlihat malas. Karena mereka memang tak suka dengan Arini. Namun sebisa mungkin Mila harus terlihat menyukai Arini di hadapan suaminya.

"Mila juga setuju, pasti akan lebih seru jika Arini ikutan," ucap Mila.

Bu Susan mengernyit heran mendengar anaknya yang tiba-tiba setuju jika Arini ikut bergabung dengan mereka.

'Mila habis salah makan kali ya? Kok omongannya ngawur? Masa Arini yang kampungan itu ikutan sama kita. Yang ada nanti selera makanku hilang,' batin Bu Susan.

Mila langsung memesan makanan lewat online. Sedangkan Alex dan Devan langsung ke taman belakang menyiapkan tempat untuk mereka makan-makan.

Dua puluh menit kemudian, mereka sudah berkumpul di taman belakang. Kebetulan pesanan Mila juga baru datang dan langsung dibawa kesana. Mila bukan hanya memesan nasi dan lauk saja, namun juga berbagai makanan ringan dan minuman bersoda yang bisa mereka nikmati di malam yang dingin di bawah rembulan yang bersinar terang.

Arini duduk paling pinggir tepat di sebelah Devan. Dia hanya diam saja tanpa ikut mengobrol dengan mereka. Sebenarnya Arini merasa tak enak berada disana. Jika saja bukan karena Devan yang memaksa, mungkin dia tidak akan ikut.

Mila dan ibunya saling tatap saat melihat Arini yang makan begitu lahap. Di mata mereka itu terlihat kampungan. Sedangkan Alex terlihat tak suka saat melihat Devan mengelap sudut bibir Arini dengan tangan.

"Aku bisa sendiri kok," Arini menjauhkan tangan Devan dari sudut bibirnya.

"Maaf," Devan merasa tak enak karena sudah lancang.

"Lain kali hati-hati, jangan asal pegang. Kita ini bukan mahram," ucap Arini.

Mendengar Arini berkata seperti itu malah membuat Devan senang. Terlihat sekali jika Arini itu sosok wanita yang menjaga jarak dari lawan jenis. Wanita seperti inilah yang di cari setiap lelaki termasuk dirinya.

Jelas sekali Alex melihat ketertarikan di wajah adiknya yang begitu perhatian kepada Arini. Namun Alex hanya diam, dia tak mungkin bertanya langsung di depan mereka. Apalagi ada Mila, bisa gawat jika Mila salah paham.

1
ayu cantik
suka
Misaza Sumiati
kenapa Arini tidak bilang ke alek mila yang menculiknya
Nurlaila Hasan
keren
Neneng Hasanah
1👍👍👍
Mutiara Adz Dzikri
kasian arini
Yunerty Blessa
Makasih kak thor buat cerita nya.. walaupun singkat tapi mantap.. sukses selalu dalam penulisan nya dan sehat hendaknya 😘😘
Yunerty Blessa: sama² kak thor
total 2 replies
Yunerty Blessa
akhirnya.. Alex hidup bahagia bersama Arini.... makasih kak thor cerita nya sungguh mantap sekali 👍👍
Yunerty Blessa
padan muka kau Mila..
Yunerty Blessa
yah.. senangnya jika Alex dan Arini bersatu sedangkan Devan dan Asila..
Yunerty Blessa
sabar Linda....Alex lagi jatuh cinta 🤣🤣
Yunerty Blessa
yes Alex bakal bersatu kembali dengan arini...
Yunerty Blessa
rasakan itu Mila.. kebusukan mu akan terbongkar..
Yunerty Blessa
mantap Linda
Yunerty Blessa
alasan saja Mila..
Yunerty Blessa
Mila jahat sekali..
Yunerty Blessa
bodoh nya Arini menolak lamaran Devan
Yunerty Blessa
ikatan antara ibu dan anak memang kuat
Yunerty Blessa
sabar Arini
Yunerty Blessa
suatu saat akan terbongkar juga kebusukan Mila dan bu Susan..
Yunerty Blessa
bilang saja Alex kalo kau juga mau miliki Arini......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!