NovelToon NovelToon
GAIRAH DUDA KECE

GAIRAH DUDA KECE

Status: tamat
Genre:Duda / Anak Yatim Piatu / Tamat
Popularitas:290.6k
Nilai: 5
Nama Author: Morata

Bimo Setiawan harus menelan pil pahit ketika mengetahui kalau istrinya meninggal pasca laka lantas yang terjadi Di tol Jagorawi. Istri meninggalkan seorang anak laki laki bernama Devan yang masih sangat butuh belaian kasih sayang seorang ibu.

Almaira wanita berusia 20 Tahun Sorang mahasiswi di sebuah universitas di kota Jakarta. Almaira dibesarkan disebuah panti asuhan. Ketika usianya masih 2 tahun hingga saat ini masih tetap tinggal di panti asuhan, membantu ibu panti, merawat dan menjaga anak anak yang kurang beruntung.

Hingga satu kejadian terjadi, yang membuat Bimo Setiawan dan Almira harus membuat mereka selalu bersama.
Bagiamana kisah mereka yuk simak ceritanya di "Gairah Duda kece "

original by Morata
FB Nolan s
ig sihalohoherlita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10. KAPAN KAMU MENIKAH?_GDK

"Selamat!" gumam Stefani sambil mengelus elus dadanya. Akhirnya Stefanie bebas dari hukuman nilai E, yang akan diberikan oleh Rangga kepada setiap mahasiswa mahasiswi yang tidak mengerjakan tugas mereka.

"Kau memang sahabat yang sangat luar biasa. benar-benar Dewi penolongku." ucap Stefani kepada Almaira dibalas dengan gelengan kepala dari Almaira.

Mata kuliah yang diajarkan Rangga pun kini sudah berlalu. Setelah 1 jam 15 menit berlalu. kini Rangga berlalu dari ruang kelas itu. membuat para mahasiswi mahasiswa yang awalnya tegang, Ketika Rangga berada di ruang kelas. Tampak semuanya bersorak ke kegirangan.

"Untuk kebaikan kamu hari ini, aku akan traktir kamu makan di kantin capcus." ucap Stefani sambil menarik tangan Almaira keluar dari ruang kelas, menuju kantin yang ada di kampus. Almaira hanya mengikuti langkah Stefani lalu mereka mendudukkan bokong di kursi paling pojok kantin.

"Mang baksonya satu mangkok, dan mie ayam satu mangkok. Minumnya Mandi. ucap Stefani kepada pengelola.

"Eh Neng geulis Stefani, mandi itu apa neng? kenapa minta mandi kepada Mamang? kalau mandi itu ya di kamar mandi dong neng." ucap mang Karim yang selama ini mengelola kantin kampus.

Membuat Stefany langsung tertawa ngakak mendengar apa yang diucapkan oleh Mang Karim. Karena Mang Karim menganggap mandi yang dimaksud Stefani itu mandi beneran.

"Saya pesan satu mangkok bakso, satu mangkok mie ayam dan 2 mandi itu, maksudnya teh manis dingin mang." Stefani memperjelas kepada Mang Karim membuat Makarim nyengir kuda, lalu menganggukkan kepalanya.

"Ngomong dong Neng, mamang mana mengerti!" ketus Mang Karim lalu berlalu meninggalkan kedua wanita cantik itu untuk membuat makanan pesanan mereka. Beberapa menit kemudian Mang Karim muncul dengan membawakan menu pesanan mereka. Tampak Stefani dan Almaira menyantap bakso dan mie ayam pesanan mereka. Hingga mereka tidak menyadari kalau ada seseorang yang memperhatikan interaksi keduanya.

Rangga yang duduk tepat di samping mereka, geleng-geleng kepala menatap interaksi Stefani dan Almaira yang tampak tidak memiliki beban pikiran menyantap bakso dan mie ayam itu.

"Apa kau tahu Almaira, Sebenarnya Pak Rangga itu tampan kan? tapi ketampanannya itu tertutupi dengan wajah sangarnya dan juga killer nya itu. Seumur-umur aku baru bertemu dengan lelaki seperti dia. Tampan sih iya, tapi wajahnya itu yang membuatku kesal dan selalu merasa paling benar. Stefany mengatai Rangga kepada Almaira.

Almaira hanya mengembangkan senyumnya mendengar sang sahabat yang menyumpah serapah Rangga. Karena kesal sering sekali Rangga mengancam para mahasiswa mahasiswi, jika tidak mengerjakan tugas yang diberikannya kepada mahasiswi mahasiswa yang ada di sana.

Ehemmm

Rangga berdehem membuat Stefani dan Almaira menoleh ke arah suara deheman itu. membuat Stefany langsung nyengir kuda menepuk jidatnya. "Astaga, Almaira Kenapa kamu tidak memberitahuku kalau dosen killer itu ada di sini." lagi-lagi Stefani menyalahkan Almaira. Karena tidak memberitahu kepada Stefani keberadaan Rangga disana. Padahal Almaira juga baru mengetahuinya Ketika Rangga berdehem.

"Aku juga tidak mengetahui keberadaan Pak Rangga. Kamu sih bicara asal, tidak ngerem dan tidak melihat situasi. Seandainya Pak Rangga tidak ada di sini, kan ada mahasiswa-mahasiswi lain yang mendengarnya. Bisa-bisa saja mereka memberitahu kepada Pak Rangga.

Makanya kalau punya mulut harus dijaga jangan asal nyerocos aja." gerutu Almaira membuat Stefani salah tingkah, khawatir kalau Rangga akan memberikan hukuman kepadanya jika mata kuliah yang diajarkan Rangga tiba.

****

Jam mata kuliah sudah usai, kini Almaira ingin segera kembali ke rumah sakit sesuai dengan janjinya kepada Devan dan juga Bimo.

"Almaira Aku antar saja kamu!

"Tidak perlu, aku langsung ke rumah sakit.

"Memangnya siapa yang sakit?

"Tuan muda Devan!"

"Siapa itu?

"Cucu dari salah satu penyandang dana di panti. waktu Tuan Setiawan masih hidup. dan saat ini dilanjutkan oleh putranya ayah kandung Devan.

"Ya sudah kalau begitu saya antar kamu ke rumah sakit, sekaligus Saya ingin melihat cucu Tuan Setiawan." ucap Stefani sambil langsung menarik tangan Almaira masuk ke dalam mobil miliknya.

"Tapi aku tidak ingin merepotkan kamu Stefani?

"Tidak kok, aku tidak merasa direpotkan. Kamu ini bagaimana sih? kamu sahabatku. Kamu satu-satunya sahabat yang paling memahamiku. Jadi jangan pernah merasa kamu merepotkan aku, karena aku yang selalu merepotkan kamu dengan tingkahku yang urakan.

Berkat kamu aku selalu terlepas dari hukuman para dosen killer. Jujur aku tidak dapat membalas." ucap Stefani sambil langsung menghidupkan mesin mobil miliknya melajukannya ke arah jalan raya menuju rumah sakit dimana saat ini Devan dirawat.

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 25 menit menelusuri jalanan ibukota yang macet, akhirnya kedua wanita itu tiba di rumah sakit. Stefany memarkirkan mobil miliknya di parkiran Rumah Sakit, lalu mengikuti langkah Almaira masuk ke dalam rumah sakit tepatnya di ruang rawat inap Devan.

Ketika Stefani dan Almira tiba di ruang rawat inap Devan. Devan langsung memanggil Almaira

"Mami! teriak Devan sambil mengulurkan tangannya agar Almaira segera memeluk dirinya.

"Mom Devan rindu sama Mami.

"Oh ya, padahal baru setengah hari Mami tinggalin masa sih sudah rindu? tanya Almaira seolah tidak percaya.

"Iya mom, jangan pergi-pergi lagi, nanti Devan rindu."ucapnya sambil nyengir membuat Almaira semakin gemas melihat Devan yang seolah tidak membiarkannya pergi kemana-mana.

"Mami?

"Memangnya Sejak kapan kamu memiliki anak Almaira? Kenapa kamu tidak memberitahuku kalau kamu sudah menikah? Kamu jahat banget sih? kamu menganggap aku apa? lagi-lagi Stephanie menyalahkan Almaira.

"Siapa bilang saya menikah? bisik Almaira tepat di telinga Stefani

"Terus anak ini kenapa memanggilmu mami?

"Ceritanya panjang, Nanti akan saya ceritakan setelah kita berada di kampus. Untuk saat ini, jangan dulu simpan dulu pertanyaan kamu itu. lebih baik kamu bertegur sapa kepada Putraku yang tampan ini." ucapnya sambil memperkenalkan Devan kepada Stefani.

"Ehemmm

suara batuk Bimo yang duduk di sofa mengalihkan perhatian Almaira dan Stefani dari Devan. "Eh maaf Tuan Bimo, kami tidak memperhatikan kehadiran Tuan Bimo di sini. habis terlalu merindukan Devan." ucap Almaira minta maaf kepada Bimo.

"Wow tampan sekali!"

"Dapat darimana kamu lelaki setampan? bisik Stefany tepat di telinga Almaira yang mampu membuat Almaira menggelengkan kepala lalu mencubit lengan Stefany

"Ouh sakit !" teriak Stefany tiba-tiba membuat Bimo menatap heran kepada wanita yang ada di hadapannya.

Kamu sudah datang? dari tadi Putraku sudah tidak sabar menunggu kehadiranmu. Bahkan dia tidak peduli dengan kehadiranku di sini. yang ia nantikan keberadaan kamu." ucap Bimo kepada Almaira dibalas senyuman dari Almaira.

lalu menatap Devan dan Bimo secara bergantian. "Benarkah sayang kamu sangat merindukan mami? ucap Almaira kembali menghampiri Devan dan memberikan kecupan hangat di wajah tampan Devan yang membuat hati Almaira semakin menghangat.

Bersambung...

hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih

JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏🙏

1
Zidan Ibrahim
y
Zidan Ibrahim
v
dita18
bru mampir thoorrr
Qaisaa Nazarudin
Terbanyak itu apa thor?? kok dr tdi selalu terbanyak yg keluar?? Apa maksudnya Terhenyak iya??🤫🤫
kisagaaa
perasaan dr awal istri pertama bimo namanya alena,,koq ini jadi norin..yg benar yg mana kak..
dari awal baca juga banyak typo n banyak kata² yg bikin bingung harus diulang² bacanya biar paham
kisagaaa
ini gimana sih,,bukannya itu melakukan perjalanan dan masih didlm mobil sama bimo,,koq tau² ada kalimat gumam wanita yg menghadiri pesta salah satu rekannya 🤔
jadi bingung 🤭
Siti Orange
Makasih Thor dgn Ceritanya Yg Seru
Moga2 Thor Sehat Bahagia Tambah Sukses Dgn Karya2nya
Slalu Cemangatttttt
Siti Orange
ikut Deg2an Persalinan Almaira
Moga2 Ibu DeBay Selamat Sehat
Siti Orange
Selamat Ya Kehamilan Almaira,Ikut Bahagia Thor
Lanjut Thor
Siti Orange
Alhamdulilllah Kbr Bahagia Almaira Hamil
Lanjut Thor
Erni Nofiyanti
semangat kk
Siti Orange
Almaira Pingsan
Mudah2an Hamil
Lanjut Thor
Siti Orange
Bimo Almaira Lancar Ya Malam Pertamanya
Lanjut Thor
Siti Orange
Wah Thor Jagain Siska Jangan Jd Ulet Bulu Tuk Rmh Tangganya Bimo Almaira
Jodohin Siska Atuh Thor
Lanjut Thor
Up Yg Bykkkk
Siti Orange
SaMaWa Ya Tuk Bimo Almaira Barokallah
Siti Orange
Lanjut Thor
Siti Maisaroh
up,lanjut dong
Siti Orange
Alhamdulillah Amara Udh Ktemu Ortu Kandungnya
Lanjut Thor
Juju Junengsih
mantap ceritanya
Siti Orange
Alhamdulillah Udh Ktemu Jati Diri Sebenarnya Alamira Sisil
Lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!