NovelToon NovelToon
My Perfect Bestie, No! Husband!

My Perfect Bestie, No! Husband!

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Karir / Persahabatan / Romansa
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: Cxafixe

SEQUEL DARI LIFE AS KETUA OSIS

Note : Kalau kalian penasaran sama kisah remaja mereka bisa baca cerita sebelah ya.

Tasya tidak pernah membayangkan jika yang menjadi suaminya adalah Aldo Prayoga. Teman masa kecil sekaligus malaikat pelindung yang selalu menjaganya dari apapun. Dia memang sahabat yang sempurna, tidak! Sekarang dia adalah sosok suami yang sempurna di mata Tasya.

Berprofesi sebagai dokter di rumah sakit yang sama, membuat banyak pasang mata iri dengan kekompakan dan keromantisan mereka. Seperti rumah tangga yang sempurna.

Namun pernikahan memang tidak selamanya berjalan mulus. Banyak orang yang mencoba masuk ke dalam kehidupan rumah tangga mereka yang sesekali membuat mereka bertengkar. Memiliki trauma masa lalu membuat Tasya takut kalau suatu saat Al akan mengkhianatinya seperti sang mantan.

Apa yang akan terjadi pada kisah rumah tangga mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cxafixe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perlakuan Istimewa

Sekarang menunjukkan pukul 2 pagi, Tasya dan Al baru mengakhiri pertempuran mereka setelah beberapa kali melakukanya. Memang pada dasarnya hubungan yang dilakukan atas dasar cinta akan terasa lebih enak.

Untung saja beberapa hari lalu dia sudah meminum pil KB karena memang ingin menunda kehamilan. Kalau tidak sudah pasti akan langsung jadi karena Tasya juga sedang dalam masa subur.

Al menatap Tasya yang berada di sampingnya, dia nampak kelelahan dan masih mengatur napasnya yang belum beraturan. Dia bahagia karena malam ini banyak bergerak. Membuktikan kalau Tasya menjaga kehormatannya selama ini dan berakhir padanya.

Dengan lembut dia menarik selimut dan membawa Tasya ke dalam dekapannya. Dia tersenyum saat menatap Tasya tidak menggunakan sehelai benang pun sekarang, gadisnya tidak polos lagi akibat ulahnya.

"Cape ya? Thanks for tonight, Baby," ucap Al sambil mengecup keningnya dan mengelap keringat yang mengalir dari pelipis istrinya.

Tasya mengeratkan pelukannya pada Al. Dia merasa bahagia dan semakin mencintai suaminya. Sangat. Meskipun kini bagian bawahnya masih terasa sakit. "Masih sakit punyaku yang di bawah?" Tanya Al.

Tasya mengangguk, dengan senyum Al mengubah posisinya menjadi duduk. Dia sudah menyiapkan antibiotik dan juga air putih untuk Tasya. Ya beginilah kalau dokter, dia sudah pasti tau penanganan yang tepat di saat seperti ini.

"Minum ini, takut ada infeksi," ucap Al.

Tasya menatap Al lalu mengubah posisi duduknya, dia menurut saja dan meminum antibiotik itu. "Makasih ya, Mas perhatian banget sama aku."

Tanpa menjawab Al kembali memeluk Tasya untuk kembali berbaring bersamanya. "Jangan makasih, udah seharusnya aku perlakuin kamu dengan baik."

Tasya tersenyum sembari menatap wajah suaminya. "Mas, jangan pernah tinggalin aku ya. Ayok kita sama-sama untuk waktu yang lama."

"Tentu bakalan kaya gitu, Sayang. Aku gak akan kemana-mana. Aku akan terus sama kamu. Jadiin kamu satu-satunya dalam hidup aku. I promise you." Al mengecupi pipi istrinya itu dengan perhatian. Aneh, meskipun berkeringat tapi dia tetap wangi, membuat Al candu saja.

Malam ini malam yang panjang bagi mereka, tapi keduanya masih belum terlelap. Jadi mereka habiskan untuk membahas apa-apa saja yang akan mereka susun ke depannya.

Mereka sudah dewasa sekarang, mereka harus memiliki tujuan sendiri tanpa campur tangan orang lain. Termasuk untuk tinggal di rumah mereka sendiri yang akan mereka tempati setelah pulang dari sini.

"Tapi kasian gak sih, Mas kalau Ayah sama Bunda kita tinggalin?" Tanya Tasya yang kini menatap suaminya.

"Kasian, tapi kan masih ada Zea sama bang Fadil di sana. Kalau mereka gak mau mandiri ya kita aja," ucap Al.

"Yakin kamu siap? Masakan aku gak kaya bunda loh?" Tanya Tasya meyakinkan.

"Udah aku bilang kita mulai dari awal, kamu gak harus pinter. Minimal kamu bisa, kita belajar bareng-bareng. Jadi aku yakin bisa bangun rumah tangga kita sendiri, Sayang. Karena kamu juga yakin sama aku," ucap Al sungguh.

"Ya udah kalau itu keputusan kamu, aku ikut aja. Tapi kalau aku ada salah atau bikin kamu kecewa bilang sama aku ya. Jadi aku bisa perbaiki," pinta Tasya.

"Kita saling aja ya, Sayang?" Al mengeratkan pelukannya pada Tasya. Menyamankan diri mereka masing-masing. Karena kelelahan dan memang sudah hampir pagi, mereka pun sama-sama ketiduran.

.

.

.

Tasya mengerjapkan matanya, hal yang pertama kali dia lihat adalah wajah pulas suaminya. Tasya tersenyum sembari memperhatikan Al yang sedang tertidur. Dia jadi kembali mengingat bagaimana semalam Al memperlakukannya dengan baik, tentu tadi malam adalah malam yang bersejarah untuk mereka.

Jam sudah menunjukkan pukul 10 siang, mereka tidur saat pagi menjelang, wajar saja sih jika bangun jam segini. Hari ini rencananya mereka akan kembali menelusuri tempat-tempat yang Tasya inginkan. Jadi mereka harus segera bangun agar tidak terlalu siang.

Dengan lembut Tasya mengusap pipi Al. "Mas, bangun. Udah siang, kita kan mau keliling lagi. Mass, sayang, suami aku."

Namun bukan bangun Al malah menarik Tasya lebih dekat untuk mengeratkan pelukannya dan membenamkan wajah di ceruk leher istrinya. "Hmm, bentar lagi ya, Cantik."

Menurut Al ini adalah posisi ternyaman untuknya sekarang, apalagi menciumi aroma tubuh Tasya membuatnya tenang. Dia pastikan akan melakukan itu setiap hari.

"Mas, Al. Aku mau mandi, badan aku keringetan semalem," balas Tasya yang masih mencoba membangunkan Al.

"Gini dulu aja. Kamu nyaman banget sih, jadi aku betah," puji Al.

"Ishh kamu nih, ayok bangun ga boleh males-malesan. Mas aku mau ih belum pake apa-apa." Tasya mencoba melepaskan diri dari Al namun tentulah tenaganya kalah dari Al.

"Masss," rengek Tasya.

Membuat Al terkekeh melihatnya gemas seperti itu, dia pun melepaskan pelukannya dan menciumi bibir Tasya. "Iya ini dilepasin iyaa, bawel."

Tasya mengubah posisi menjadi duduk dan memakai kimono tidurnya yang semalam belum sempat dia pakai. Namun, saat akan beranjak bagian bawahnya terasa sakit sampai membuatnya meringis.

Al yang mengerti langsung memakai trainingnya dan mengecup bibir Tasya. "Tunggu dulu, biar aku siapin air buat kamu, jangan banyak gerak."

Membuat istrinya kesakitan membuat Al merasa harus bertanggung jawab padanya pagi ini, ya sekiranya sampai rasa sakitnya hilang.

Tak lama kemudian Al keluar dari kamar mandi, dia langsung menggendong istrinya ala brydal ke kamar mandi. "Kalau udah beres dan masih sakit, panggil aku aja. Kasian aku usilin semalem jadi kesakitan, maaf ya."

Tasya tersenyum mendengarkan perkataan suaminya, bisa-bisanya dia selembut itu? Kan Tasya jadi salah tingkah kalau begini. "Iya, Mas gapapa."

Sesampainya di dalam, Al membantu Tasya melepaskan kimono tidurnya dan membantu Tasya masuk ke dalam bathtub yang sudah dia campurkan dengan aroma lavender agar Tasya rileks.

"Enjoy, Baby." Al mencium kening istrinya cukup lama, setelah itu keluar dan mebiarkan Tasya bersantai sejenak untuk merenggangkan otot-ototnya. Karena kalau Tasya mau hari ini mereka akan berkeliling lagi untuk melakukan perjalanan bulan madu, jadi tubuhnya harus fresh.

Tasya memejamkan matanya, tubuhnya terasa berat sih. Seperti melakukan kerja berat, tapi tidak salah juga. Dia bekerja bersama Al semalaman. Dadanya juga sedikit perih karena Al memainkannya terus menerus. Jadi berendam dengan air hangat ini membuat sedikitnya merasa jauh lebih baik.

Ini masih hal baru sih untuk Tasya, dia juga sebenarnya malu berhadapan dengan Al. Membayangkan bagaimana reaksinya semalam membuat dia berpikir apa dia berlebihan atau tidak, dia terlihat liar atau tidak. Pokoknya banyak sekali yang dia pikirkan.

Tapi memang kehidupan pernikahan seperti ini, dia harus menyesuaikan diri lebih cepat. Kalau dia tidak membiasakannya malah akan membuatnya tidak nyaman. Jadi mulai sekarang dia harus mulai banyak belajar dalam segala hal.

Di sisi lain Al tertawa saat melihat kamar ini begitu berantakan. Apalagi baju Tasya berserakan di bawah, memang tangannya semalam tida bisa dikontrol. Pelan-pelan dia mengambil satu-persatu pakaian Tasya dan menaruhnya di keranjang.

Sejenak dia merasa bangga saat melihat noda darah yang ada di sprey ranjang yang mereka tempati. Ada kebanggan tersendiri dalam dirinya, walaupun dia tidak tega juga melihat Tasya kesakitan

Mulai hari ini Al berjanji akan memberikan seluruh perhatiannya lebih dari kemarin pada Tasya. Gadis itu telah memberikan segalanya, oleh karena itu dia juga akan memberikan segalanya pada Tasya. Termasuk kebahagiaan yang ada di dunia ini.

1
Euiskomalawati
ini udahan yah gak jelas banget sih
Anonim
Thorrr.. ini gak ada lanjutannya yaaaaa
dika
akhirnyaa tasya sadarr jg....
Harniah Harny
bikin terharu ... lanjut
dika
😭😭😭sedih bnget thoorrr....
Susan Sinuraya
asik yang pergi bulan madu, al ini sweet banget deh sama tasya, buat baper saja hehe

langsung 5 bom like thor. mampir ya di karyaku kekasih bayaran tuan muda.
dika
berasa dunia milk berdua yaaaa
Fdlhar_: Iyaaa yang lain ngontrakk!! 🤭🤭
total 1 replies
dika
jgn ksih konflik yg besar thoorr 🤗
ksihan bnget tasyanya
dika
mulai ada krikil2 tajam
Dear Jia
Crazy up dong thor
golddiamond
semangat terus ya thor
Retno Isusiloningtyas
Selamat deh...
golddiamond
tetap semangat berkarya walau apapun yang terjadi..
golddiamond
semangat up ya kak....terima kasih banyak sudah mau mampir...saya satu novel dulu ya..nanti klo sudah selesai novel kakak baru ke novel kaka yang satunya lagi
golddiamond
sudah kutambahkan ke favorit kak..TKS banyak atas infonya
golddiamond
cicil sampai sini dulu ya..
golddiamond
mampir ya kak di novel aku Dia musuhku terima kasih banyak
golddiamond
salam kenal ya kak
🥑⃟G_ard
mampir, semangat nulisnya
Mugiya
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!