NovelToon NovelToon
Berbagi Suami

Berbagi Suami

Status: tamat
Genre:Poligami / CEO / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:149.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tyatul

Siapa bilang seorang suami tidak bisa bertanggung jawab dan adil pada kedua istrinya. Ada kok sebagian suami yang bisa adil dengan kedua istrinya.

Abimana Baratama, seorang pengusaha yang memiliki ketampanan dan sangat menyayangi kedua istrinya yaitu Aisyah Nandaratna dan Zahra Jasmine.

Awalnya Abi tak menerima tentang pernikahan kedua ini. Abi terlalu mencintai Aisyah tapi Aisyah juga menginginkan Zahra untuk menjadi madunya.

Aisyah berpikir jika Zahra masuk dalam kehidupan Abi, suaminya itu bisa lebih bahagia daripada bersamanya.

Apakah Abi bisa bertanggung jawab dan adil pada kedua istrinya. Atau malah hanya mencintai disatu pihak saja.

Baca terus novelku disini....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tyatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Pertama

Happy reading

Zahra keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono berwarna putih untuk menutupi baju tipis berbahan satin pemberian Aisyah.

Zahra duduk di depan meja rias kamar itu, ia mulai melakukan ritualnya setiap malam. Yaitu memakai skincare malamnya. Agar wajahnya cantik, sebenarnya belum lama Zahra memakai skincare seperti ini.

Mungkin jika tidak karena Aisyah yang menyarankan dirinya untuk merawat wajahnya ia tak akan kepikiran untuk memakai skincare.

Setelah selesai ritual skincarenya selesai, Zahra melanjutkan menyemprotkan parfum mahal yang juga diberi Aisyah itu.

Ceklek

Abi yang masuk ke dalam kamar itu langsung disuguhkan oleh Istri keduanya yang duduk di depan meja rias itu. Aroma wangi parfum itu membuat Abi seolah tersihir.

Zahra yang melihat suaminya sedang menatapnya itu malu. Ia tak pernah berada dalam posisi ini, bahkan dulu setelah ia menikah dengan mantan suaminya mereka belum pernah selamat berdua.

Karena di malam pengantin itu suaminya dinyatakan meninggal karena kecelakaan. Huhh jika mengingat itu kembali membuat Zahra sedih.

"Mas," panggil Zahra pada Abi.

Abi yang dipanggil itu la langsung tersenyum dan menatap Zahra yang sangat cantik itu. Ia kembali teringat pesan Aisyah tadi, jika ia harus memberikan nafkah batin untuk istri keduanya yaitu Zahra.

Abi menutup pintu kamar itu dan berjalan menuju Zahra, sebagai seorang lelaki normal tentu ia sangat bern**su saat melihat Zahra yang sangat cantik dan wangi seperti ini.

"Duduk sini, Dek," ucap Abi memeluk pahanya.

"Apa boleh?" tanya Zahra masih malu akan dirinya dan Abi.

"Malam ini adalah malam kita Zahra. Aku tak mau Aisyah dan kamu tersakiti karena aku tak menepati janjiku sebagai seorang suami," jawab Abi dengan tenang.

Zahra bangkit dari duduknya dan berjalan menuju Abi kemudian dengan pelan ia duduk di pangkuan Abi.

"Jangan malu Zahra, kita suami istri sekarang."

"Aku malu Mas. Kamu menikahi aku bukan karena cinta tapi karena permintaan Aisyah. Aku juga tak bisa menolak karena Aisyah sudah banyak membantuku," ucap Zahra dengan pelan.

Zahra menghindari tatapan mata Abi yang sedari tadi ingin menerkamnya. Tangan kekar Abi mulai melingkar di perut Zahra.

"Aku akan berusaha mencintai kamu Zahra. Walau nantinya rasa cintaku padamu tak akan sebesar rasa cintaku pada Aisyah. Tapi aku janji akan berusaha mencintai kamu, karena kalian nanti akan menempati ruang yang berbeda di hati Mas," ucap Abi dengan senyum manisnya.

"Mas bisa janji? Kalaupun nanti Mas gak cinta sama aku, tapi tolong jangan sakiti aku. Aku akan menjadi istri yang baik."

"Aku janji, setelah mengucap ijab kabul kemarin aku sudah janji untuk mencintaimu juga."

Zahra yang mendengar itu tersenyum dan mengangguk, Zahra tak tahu ia beruntung atau tidak tapi yang pasti ia bahagia bersama Aisyah dan Abi.

Zahra adalah orang baru yang diterima baik oleh Abi dan Aisyah walau dulu Abi tak menyukai Zahra karena orang baru yang tak dikenal.

"Aisyah bagaimana Mas?" tanya Zahra pada Abi.

Jujur saja ia merasa sangat bersalah pada madunya itu, karena seolah dirinya yang menjadi orang ketiga dalam hubungan Abi dan Aisyah.

"Aisyah baik," jawabnya dengan tenang.

Zahra menggigit bibirnya saat ada sebuah tonjolan di bawah bokongnya itu. Abi hanya memakai celana boxer dan juga kaos saja hingga tubuhnya tercetak jelas.

Dengan pelan Zahra mengalung pada leher Abi, dengan sedikit takut ia menatap mata Abi dengan senyum.

"Jangan digigit nanti sakit," jawab Abi mengusap bibir Zahra yang digigit oleh gadis itu.

"Apa Mas Abi ingin melakukan hubungan suami istri sama Zahra malam ini?" tanya Zahra dengan pelan.

"Memangnya kamu siap jika Mas memintanya malam ini?" tanya Abi yang seolah terlena dengan Zahra. Entah itu dari hati atau hanya instingnya sebagai laki-laki.

"Zahra istri Mas Abi, jadi Zahra siap jika harus menyerahkan apa yang sudah seharusnya menjadi milik Mas Abi."

Jawaban Zahra membuat Abi langsung ber**irah, apalagi Zahra sudah halal ia sentuh.

"Kalau Mas mau malam ini boleh?"

"Boleh Mas."

Akhirnya dengan pelan Abi menarik tali handuk kimono yang dipakai Zahra.

"Ternyata kamu sudah menyiapkan semua ini? Bahkan kamu memakai parfum yang sangat menggodaku," ucap Abi dengan pelan yang membuat Zahra malu bukan main.

"Mirip sekali dengan Aisyah," batin Abi yang seketika teringat istri pertamanya yang ada di panti asuhan.

Aisyah memang selalu wangi jika ingin berhubungan dengan dirinya sedangkan jika ingin keluar istrinya itu tak pernah memakai parfum atau apapun.

Pernah sekali Abi tanya kenapa Aisyah tidak memakai parfum jika keluar. Dan jawaban Aisyah sangat sederhana.

"Emang Mas mau aku digoda cowok di luar sana. Intinya aku wangi cuma dihadapan Mas Abi aja."

Hal itu yang membuat Abi berkali kali jatuh cinta pada Aisyah. Bahkan cara Zahra seperti ini sama seperti Aisyah walau dihatinya sangat mengagumi Aisyah.

Zahra yang malu langsung menutup tubuh bagian tertentu dengan tangannya. Hingga tangan Abi melepaskan tangan Zahra dari titik sen**tifnya.

"Kenapa harus ditutup hmm? Katanya aku boleh memiliki apa yang harus aku dapatkan?"

"Malu Mas, Zahra masih pertama kali begini dihadapan seorang laki laki."

"Berarti Mas adalah laki laki yang beruntung hmm."

"Hmm."

Abi melepaskan handuk kimono itu dari tubuh istrinya dan mengangkat tubuh Zahra ke kasur.

Ia mengecup kening Zahra dengan lembut, tangannya mengusap kening Zahra lalu membacakan doa sebelum berhubungan badan.

Hal itu selalu Abi lakukan pada kedua istrinya saya ingin berhubungan badan.

"Siap Dek?"

"Zahra siap Mas."

Akhirnya di malam itu, Zahra resmi menjadi seorang istri. Ia sudah menyerahkan mahkota berharganya pada Abi yang merupakan suaminya sendiri.

Walaupun Abi belum mencintainya tapi ia yakin jika nanti Abi juga akan mencintai dirinya sama seperti Aisyah.

Suara rintihan Zahra membuat Abi merasa bersalah pada wanita yang kini menjadi istri keduanya itu. Sama seperti Aisyah, Zahra juga masih perawan walaupun Zahra itu janda.

"Maafkan Mas ya, Mas akan pelan pelan kok," ucap Abi mengecup bibir itu dengan pelan. Bahkan ia me**ma*nya agar mengurangi rasa sakit Zahra.

Dengan air mata yang mengalir, Zahra menganggukkan kepalanya. Abi melakukannya dengan pelan bahkan lembut hingga membuat Zahra yang tadinya kesakitan menjadi menikmati apa yang Abi lakukan.

"Mas...."

"Kenapa sayang?" tanya Abi yang tanpa sadar mengucapkan kata sayang.

Zahra yang mendengarkan kata sayang dari Abi itu langsung membuang pandangannya. Karena ia sangat malu, ia ingin meminta lebih cepat tapi Zahra masih malu apalagi kata sayang dari Abi tadi.

Tubuh keduanya saling beradu bahkan keringat keduanya juga sudah saling bercampur hingga akhirnya keduanya sampai di puncaknya.

Abi tumbang di atas dada Zahra dengan posisi yang masih menempelkan membiarkan pasukan cebongnya masuk ke rahim Zahra. Ia mengecup kening Zahra dan mengucapkan kata terima kasih pada Zahra.

Abi tak tahu saja bagaimana sekarang istri pertamanya yang membayangkan bagaimana malam panas mereka.

Bersambung

1
Safa Almira
suka
rina wati
terlalu sakit buat si ai yg selalu terabaikan,,padahal ai selalu berusaha membuat Abi untuk adil buat Zahra,,tp tak sekalipun Zahra pernah terlontar untuk mengingatkan Abi ttg waktu untuk aisyah
Hanipah Fitri
64 bisa .arah juga rupanya Aisyah ya
Hanipah Fitri
58 lsnjut
Hanipah Fitri
65 Abi curang ya, nyuri waktu
Hanipah Fitri
63 lanjut lagi aku baca
Hanipah Fitri
63 lanjut
Vivi Bidadari
Gimana bisa adil Abinya dari perasaan aja sdh tak adil, knapa mesti ada pernikahan poligami sih
rina wati
msh nyimak dulu
♍Endah Wahyu♍
Perjuangan seorang ibu yg luar biasa untuk melahirkan sang buah hati...
Semangat terus untuk bunda bunda hebat....
Eka Elisa
ahir nya happy anding...😘😘😘😘
manda_
kok udah tamat aja sih thor lanjut lagi thor up nya
Junifa
tragis banget kisahmu zahra😭😫 janda kembang, dijadikan istri ke-dua membuatmu hina di mata orang-orang, &mati setelah melahirkan anak pertama.😭
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya
Eka Elisa
nah looh...ini mimpi aisah bukn mak..kok zara mninggal...brarti brbagi suami nya udh gk lagi dong aby hNya buat aisah ma ketiga anak nya...😘😘😘😘
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu lah kok zahranya meninggal kenapa tuh gak kuat ya jd istri kedua
Junifa
loh kenapa apa zara meninggal???
kenzie
lnjutt,, mungkin author kasian sama abi kalau istrinya dua anaknya 3 gimn cara ngebagi waktunya
Siti Mariatun
Lo Lo. kok meninggal zahra
Eka Elisa
emak author cih...bikin ai gk sbaran nunggu momongan baru seumur jagung juga nikh nya udh cari bini muda aj buat buar suami nya cpt py ank giliran hmil smua...pilih kasih lagi aby nya....aisah trsakiti...hdewh..
enthlah...trserah emak mo di bawa kmna...tu cinta segitiga aisah..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!