Demi membalas orang-orang yang membuatnya terpaksa terpisah dengan orangtua, Nayyara telah merencanakan sebuah pembalasan.
Dia menyamarkan dirinya dengan sempurna, menyembunyikan wajah indahnya menjadi wajah buruk yang menggunakan kacamata tebal!
Namun dalam proses balas dendamnya, Nayyara berbuat salah yang fatal—— dia telah menarik perhatian CEO dingin.
""Semua wanita itu murahan"" Harry Balwis
""Kau hanya pria arogan yang haus akan cinta"" Nayyara.
Mampukah Naya mencapai tujuannya? atau dia malah jatuh cinta pada pria itu sebelum tujuannya tercapai?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom yara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 Semakin dekat
Keesokan paginya.
Naya memakai pakaian yang sudah disiapkan Harry untuk ke kantor. Dari apartemen ia berangkat naik taksi karena dia tidak mau ada gosip yang akan merusak rencana jika ia berangkat bersama Harry.
Dari arah yang lain, seorang wanita mengepalkan tangannya melihat mereka keluar bersama meskipun akhirnya tidak dalam satu mobil. Tapi masih terlihat jelas olehnya mereka saling melempar senyum.
Di perusahaan.
Seseorang menghentikan langkah Naya Sebelum masuk ke dalam perusahaan.
Mereka saling menatap dalam diam. Setelah beberapa menit wanita yang menghadang Naya membuka suaranya.
"Restoran sebelah" ucapnya tegas yang diselimuti amarah. Meskipun bukan kalimat ajakan Naya cukup mengerti untuk mengikuti wanita yang menatapnya dengan tatapan ingin membunuh.
Sampai di restoran. "Langsung saja, mungkin aku harus memperkenalkan diri secara langsung. Aku Tasya wicaksono anak pemilik mall terbesar CM Mall, dan juga calon istri pemilik perusahaan tempatmu bekerja. Aku yakin kamu tahu maksudku, jauhi Harry. Dia bukan seseorang yang bisa kau sukai atau bermimpi untuk memilikinya" memperhatikan penampilan Naya dari bawah ke atas dengan tatapan meremehkan.
"Maaf, mungkin anda salah paham, kami tidak punya hubungan apapun selain atasan dan bawahan, saya hanya karyawan magang disana" jelas Naya tidak mungkin kan dia mengatakan kalau aku adalah sugar babynya lebih tepatnya mendekati simpanan, ah kalau ingat rasanya memalukan, belum juga merasakan indahnya pacaran eh sudah jadi sugar baby pria tampan lanjutnya dalam hati.
"Kau pikir aku bodoh. Pakaian yang kau pakai saat ini sudah menjelaskan semuanya, kau tidak akan mampu membelinya dengan gajimu, kau sudah tidur dengannya? kau menjadi patner ranjangnya? menjijikkan"
Patner ranjangnya, wah ni mulut minta disulam, iyain ajalah.
"Kami, kami hanya.... " ucapnya terhenti, sengaja ingin membuat Tasya penasaran dan menebak sendiri. Tasya terlihat emosi, matanya melotot dengan nafas yang naik turun tapi dia tetap meredam amarahnya.
"Menikmati kenikmatan bersama, begitu maksudmu?" lanjut Tasya merasa geram dengan apa yang di dengarnya.
Kena kau.
Naya bersikap seolah ia merasa bersalah, ia menunduk tanpa berani mengangkat wajahnya, tapi didalam hatinya ia bersorak ria telah mempermainkan Tasya.
" Aku memeperingatimu, jauhi Harry atau kau tak akan pernah melihat dunia ini lagi, Harry tak akan melindungimu karena baginya kau hanya pemuas ranjangnya saja" Ucapnya mengancam. Berdiri setelah mengucapkannya lalu berjalan pergi meninggalkan Naya sendirian.
Langkah yang cepat. Naya
*
*
Naya mengantarkan laporan keuangan ke ruangan Harry setelah mendapat titah dari pimpinan divisinya, bersamaan dengan itu ia mendapat informasi dari anak buahnya bahwa Tasya datang ke perusahaan Harry.
Kesempatan yang bagus.
Tok
Tok
Tok
"Masuk" Naya segera membuka pintu ruangan itu setelah dipersilahkan untuk masuk. Asisten Rangga yang berada di sana juga segera pergi setelah Naya masuk, dia sudah tahu semua rencana bosnya, ia hanya berharap bosnya tidak akan terjatuh pada permainannya sendiri.
"Emmm... saya mau menyerahkan laporan keuangan bulan ini tuan"Meletakkan dokumennya diatas meja, ia masih bingung mau bersikap bagaimana ke Harry, agresif atau harus diam saja. Jalani sajalah pikirnya.
"Kemarilah" perintah pria di depannya, suaranya saja menggetarkan hati.
"Hah?" menepuk pahanya menyuruh Naya duduk di pangkuannya. Tentu saja itu sangat memalukan untuk Naya, ini di kantor bagaiamana kalau ada yang lihat.
Dengan langkah pelan Naya melangkah mendekati Harry, berdiri disebelahnya. Dengan gerakan cepat Harry menarik pinggangnya sehingga tubuh Naya terduduk di pahanya, Naya ingin menolak ia berusaha untuk berdiri tapi pinggangnya ditahan oleh tangan kekar yang melingkar di pinggangnya.
"Duduklah, jadilah sugar baby yang penurut" bisiknya ditelinga Naya yang membuatnya tersipu malu.
Harry mengangkat dagunya agar ia bisa melihat wajah malu malu wanita di depannya, tatapan mereka bertemu, Harry seperti terhipnotis kala melihat bibir yang melambai lambai ingin dicium itu menurutnya. Dengan berani Harry mendekatkan bibirnya ke bibir ranum Naya, tidak ada penolakan, Harry melanjutkan aksinya dengan ******* bibir manis itu. Rasanya lembut sekali pikir Harry.
"Balaslah" mendengar ucapan Harry tanpa melepaskan tautan bibirnya, Naya merasa kikuk, ini adalah ciuman pertamanya, dengan ragu Naya membalas ciuman Harry, mereka saling menikmati, Tangan Harry merayap kemana mana, ciuman mereka semakin panas.
"Apa yang kalian lakukan?" suara seorang wanita menghentikan tautan mereka. Harry melepaskan bibir wanitanya, ya Naya adalah wanitanya. Sedangkan Naya langsung berdiri ketika ciuman itu terlepas, melihat ke arah asal suara tadi.
Tasya. Tepat sekali, tidak sia- sia aku mengorbankan ciuman pertamaku.
"Dasar kau wanita murahan, kau tidak mendengarkan ucapanku" Mendekati Naya hendak menamparnya lagi, Harry menarik Naya ke belakang tubuhnya sebelum tangan kasar itu menyentuh pipi mulus wanitanya.
"Kembalilah bekerja, kau tak perlu takut" Naya segera meninggalkan ruangan Harry, dengan ketakutan tapi setelah sampai diluar pintu ia tersenyum menyeringai, ia yakin Tasya akan pulang dan meraung raung kepada orangtuanya.
"Mulai saat ini jangan datang ke perusahaan ku lagi"
"Apa maksudmu, aku calon istrimu"
"Tidak akan ada perjodohon antara kita" tegas Harry.
"Tidak, kau hanya akan menjadi milikku, bukan wanita itu atau wanita manapun"
"Kau gila"
"Aku tidak peduli" Tasya sudah seperti kehilangan akal, ia berlalu pergi setelah mengucapkannya.
Harry menendang kursi yang ada didepannya.
Dasar perempuan gila, tidak mungkin aku menikah dengan wanita seperti itu, Naya, dimana dia.
Harry teringat Naya, dia yakin Tasya akan melakukan sesuatu padanya.
*
*
Kantor CM mall.
Pintu ruangan di dorong dengan keras dari arah luar yang menampilkan sosok seorang wanita setelah pintu terbuka sepenuhnya. Dengan langkah pasti ia memasuki ruangan lebih dalam lagi. Seorang laki - laki paruh baya melihat penampilan wanita yang baru masuk.
"Ayah" sapanya pada laki laki yang sedang duduk dikursi kebesarannya.
"Ada apa denganmu? penampilanmu kacau sekali" tanya ayahnya Gilang wicaksono.
"Harry menolak perjodohan ini ayah, aku tidak mau kehilangannya" adunya pada ayah yang sangat menyayanginya, apapun yang ia inginkan ayahnya pasti akan mengabulkan bagaimanapun caranya.
"Sudahlah cari pria lain saja, kau itu sangat cantik tidak perlu mengemis padanya, dan dia bukan orang yang bisa kau usik"
"Tidak ayah, aku hanya mau dia ayah. Ayah tahu dia punya wanita lain, dan dia tidak ada apa - apanya dibanding diriku"
"Dia sudah punya kekasih? "
"Bukan ayah, dia hanya karyawan rendahan dan wanita murahan yang naik ke ranjang Harry hanya demi uang"
"Kau tahu wanita itu?"
"Ya, dan aku ingin ayah memberinya pelajaran"
"Sesuai keinginanmu"
"Kau salah berurusan denganku wanita murahan. lihat saja kau akan menyesalinya" ucapnya penuh kebencian pada wanita yang bersama Harry.
*
*
Pulang kantor.
Harry belum menghubunginya sama sekali, entah kenapa ia menunggu Harry menghubunginya, dia merasa seperti wanita murahan saja, tapi memang itu kenyataannya sekarang dia seorang simpanan.
terima kasih atas karya yg sangat menghibur ini thor.. semangat terus utk karya² baru yg lebih wow lagi.