Aku istrinya, tapi aku disembunyikan layaknya simpanan. Dinikahi secara siri, kemudian suamiku menikah lagi. Aku pikir itu adalah puncak neraka duniaku, aku salah. Berpisah dengan putriku yang baru lahir ke dunia, itu lebih sakit dari pada luka hatiku.
Akulah Padma, wanita yang kalian hina hanya karena starta sosial yang berbeda. Ini aku, ini kisahku, tentang istri siri yang bangkit dari lubang hina yang kalian gali untukku. Satu persatu, akan kubalas kalian! Ini janjiku, dari jiwa yang kalian benci selama ini.
Follow IG author Sept : Sept_September2020
Selamat datang di karyaku ke 22. Selamat membaca, semoga terhibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mantan Orang Kaya
Istri Rasa Simpanan Bab 10
Oleh Sept
Hari yang baru bagi Guntur, bangun pagi ia sudah bisa melihat istri dan anaknya. Hari ini ia akan mencari jalan keluar untuk masalahnya. Setelah memutuskan hubungan dengan sang mama, ia harus merencana sesuatu untuk hidupnya. Segala fasilitas yang selama ini ia pakai, sekarang sudah tidak ada lagi. Dia hanya akan mengandalkan dirinya sendiri.
"Mas mau ke mana lagi?" tanya Padma yang khawatir ketika Guntur bersiap-siap.
"Doakan saja, aku akan menghubungi beberapa orang. Yang mungkin bisa membantu." Guntur berusaha tersenyum, meskipun hatinya juga tidak yakin. Bahwa ia akan mendapat jalan keluar dari masalahnya ini.
Sedangkan Padma, ia merasa tidak enak, Guntur kehilangan segalanya karena memilih hidup susah dan melepaskan semua harta bendanya. Ia merasa menjadi batu sandungan bagus sang suami.
Melihat Padma yang berdiri tertegun, dengan ekspresi penuh sesal. Guntur kemudian memegangi kedua bahu Padma, kemudian berucap.
"Titip Keny, Mas keluar dulu."
Padma pun mengangguk, lalu melihat Keny yang asik bermain di atas kasur. Ada rona kesedihan di mata Padma. Namun, ia harus pura-pura senyum di mata suaminya. Agar Guntur tidak khawatir.
"Hati-hati, Mas." Hanya itu yang bisa ia katakan.
"Hemm."
***
Guntur pun pergi dengan mengunakan taxi, karena mobil mewah miliknya, sudah ia tinggal di rumah sang mama. Tidak tahu mau ke mana lagi, ia kemudian pergi ke sebuah toko jam saat melihat jam yang ia pakai. Ya, pria itu menjual jam yang ia kenakan. Jam terakhir yang ia punya. Satu-satunya yang ia miliki. Jam mahal yang harganya tidak kaleng-kaleng.
Sayang, semua kotak dan sertifikat jam ada di rumah. Jadi harganya pun tidak semahal saat ia beli dulu. Tapi ini pasti akan cukup, karena jam yang ia pakai harganya tidak murah. Jam mewah yang hanya ada beberapa tersebut. Barangnya memang kecil, tapi harganya lumayan. Bisa untuk membeli rumah. Baru kali ini Guntur merasa bersyukur. Kemarin dia sempat bingung, sekarang semua masalahnya seolah langsung teratasi.
"Saya beli 3 kali lipat dari yang Bapak tawar, tapi tidak apa-apa. Saya akan menjualnya."
Guntur tidak berpikir panjang lagi, meskipun jam nya sangat mahal, ia lepas saja. Sebagai seorang suami, ia adalah kepala rumah tangga. Ia harus bertanggung jawab penuh atas Padma dan juga Keny.
***
Pulang dari toko jam yang besar itu, Guntur langsung ke showroom mobil. Ia pakai uang penjualan jam sebagian untuk membeli kendaraan. Ia butuh, karena akan ia pakai. Tidak mungkin ke mana-mana naik taksi terus.
Pilihan Guntur jatuh pada mobil second avanzo harga 100 jtan. Lumayan bagus, dari pada tidak punya sama sekali. Meskipun harganya jauh sekali dengan koleksi mobilnya selama ini.
Setelah mendapat kunci mobil di tangan, Guntur pun mencoba kendaraan second tersebut. Ya, meskipun tidak sebagus dan senyaman mobil sport miliknya yang lama. Tapi ya cukup lumayan.
Tidak lama kemudian, Guntur sudah ada di depan rumah Padma.
Tin Tin Tin
Ia menekan klakson berkali-kali. Dan Padma yang ada di dalam rumah terlihat panik saat mendengar suara klakson berkali-kali tersebut. Dia takut kalau yang datang adalah ibu mertuanya atau bahkan madunya. Seperti biasa, Padma hanya akan mengintip di jendela.
"Siapa itu?" Padma menunggu seseorang keluar, ia cukup kaget saat melihat suaminya turun dari mobil tersebut.
"Mas Guntur?" gumamnya kemudian membuka pintu sambil menggendong Keny.
'Mobil siapa yang dibawa mas Guntur?' batin Padma.
"Kalian pasti kaget?" tanya Guntur dengan ekspresi berbinar. Baru kali ini ia merasakan senang sekali. Beli mobil second seperti dapat lotre.
"Mobil siapa, Mas?" tanya Padma terus terang.
"Mobil kita."
"Mas habis pulang?" tuduh Padma.
Guntur menggeleng pelan. "Tidak."
"Terus uang dari mana?" tanya Padma penuh selidik.
Guntur hanya tersenyum tipis.
"Ayo masuk, di luar anginnya kenceng."
Guntur kemudian merangkul pundak istrinya lalu mengajak masuk ke dalam. Dari sana Padma menyadari, jam tangan suaminya sudah tidak ada lagi.
"Mas ..."
"Ya."
"Jam tangan Mas Guntur mana?"
"Oh ... itu." Guntur memilih tidak menjawab, malah meraih Keny dalam gendongan Padma.
"Ayo main sama Papa," kata Guntur sengaja mengalihkan perhatian.
"Mas jual?"
Guntur menghela napas panjang, "Sudahlah Padma. Kita tidak perlu membahas masalah itu."
"Tapi, Mas."
"Lebih baik siapakan makan, Mas lapar."
Akhirnya Padma tidak bertanya lagi, ia ke dapur menyiapkan makan untuk suaminya.
***
Guntur duduk terdiam menatap meja makan. Dilihatnya tempe goreng beberapa potong, sambal trasi, ikan asin, tahu goreng, dan kerupuk.
"Pad, kamu hanya masak ini?"
BERSAMBUNG
Fb Sept September
IG Sept_September2020
maaf ya,klo slh..jngn di bully/Pray/