Tujuh tahun.
Cukup lama untuk sebuah pernikahan.... tapi tidak sedikitpun cukup untuk membuat Noah Luca Tyga mencintai istrinya.
Evelyn Yarvi.
Wanita cantik yang ia nikahi karena sebuah perjodohan. Istri yang selalu ada, tapi tak pernah di anggap.
Pernikahan mereka dikaruniai seorang putri cantik. Namun, putri itu lahir bukan dari cinta, melainkan dari bayi tabung. Karena bagi Noah, menyentuh Evelyn sama saja dengan mengkhianati hatinya yang masih terperangkap pada masa lalu.
Baginya, Evelyn hanya wanita yang menikahinya demi harta.
Setiap hari, Evelyn berjuang. Berjuang mendapatkan secercah perhatian dari suaminya yang bahkan tak sudi meliriknya.
Sampai kapan ia harus bertahan?
Haruskah ia menyerah dan pergi.... atau terus berjuang demi cinta yang mungkin tak akan pernah ia miliki?
Dan bagaimana jika mantan kekasih Noah kembali, siap menghancurkan sisa-sisa rumah tangga yang sejak awal sudah retak?
Mampukan Evelyn bertahan... atau justru ia pergi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serba Salah
Bible dan kedua temannya melangkah keluar dari rumah, dan mereka bertiga masuk begitu saja ke dalam mobil milik Gempi.
"Sekarang kita mau ke mana?" tanya Gempi yang sudah duduk di kursi kemudi.
"Ke perusahaan Abangku. Aku ingin berbicara kepadanya," jawab Bible.
"Oke, gas," ucap Gempi, dan mobil berwarna putih itu pun melaju meninggalkan halaman rumah milik Evelyn.
"Bil, apa Kakak iparmu sedang di rumah sekarang? Astaga, Bil, kita harus kembali. Jangan sampai Kakak iparmu dan pelakor itu berkelahi," ucap Zella yang kini duduk di kursi belakang.
"Wah... Benar, Bil... Masalahnya akan semakin rumit jika Kakak iparmu dan si pelakor itu berkelahi. Bisa-bisa viral nanti," tambah Gempi.
Tetapi Bible hanya diam saja seraya ia duduk di kursi penumpang yang ada di samping kemudi.
"Kak Evelyn sedang tidak di rumah. Dia pergi," ucap Bible.
_Citt_
Gempi tiba-tiba mengerem mendadak mobilnya dan membuat mereka bertiga terayun ke depan.
"Gempi... Apa kamu ingin membunuhku?" kesal Zella yang mengelus jidatnya yang terbentur di kursi kemudi.
Bible hanya diam saja seraya ia mengatur napasnya, sedangkan Gempi terlihat membuka mulutnya dengan sedikit lebar. "Pergi... Maksudnya Kakak iparmu pergi...?" tanya Gempi.
"Ya, seperti itu," jawab Bible.
"Pasti ini gara-gara si pelakor menor itu. Rasanya aku ingin menjambak rambut si pelakor itu," ucap Zella.
"Sudah-sudah. Lebih baik kita ke perusahaan Abangku saja," ucap Bible.
"Oke," ucap Gempi, dan mobil pun kembali melaju di jalan raya.
Di perusahaan Tyga Group, Noah sedang duduk di kursi kebesarannya, dan di tangan pria itu terdapat sebuah dokumen penting yang harus ia periksa dengan sangat teliti.
Asisten Arlo dengan setia duduk di hadapan meja tuannya seraya membantu tuannya itu untuk memeriksa dokumen yang lainnya.
"Di mana sekretarisnya? Kenapa dia sangat ceroboh sekali? Ini harus diubah. Panggil dia ke mari," ucap Noah saat ia mendapatkan sedikit kesalahan di dokumen itu.
"Baik, Tuan," ucap Asisten Arlo seraya pria itu beranjak berdiri dan melangkah keluar dari ruangan CEO.
Noah kembali meletakkan dokumen yang ada di tangannya, lalu ia mengambil dokumen yang lain untuk ia periksa. Tapi lagi-lagi ia mendapatkan sedikit kesalahan di dalam dokumen itu.
"Sejak kapan cara kerja Evelyn seceroboh ini..." gumam Noah, karena memang selama tujuh tahun Evelyn bekerja di perusahaan Tyga Group, tidak sedikit pun ada kesalahan seperti ini. Evelyn selalu bekerja dengan baik dan membantu Noah mengembangkan perusahaan Tyga Group hingga perusahaan itu kini sudah mempunyai cabang di mana-mana, bahkan hampir di setiap negara.
Asisten Arlo kembali masuk ke dalam ruangan tuannya bersama Deon, sekretaris baru yang baru kemarin mulai bekerja di perusahaan ini.
Noah melempar dokumen yang ada di tangannya ke atas meja tanpa pria itu mengangkat wajahnya dan melihat siapa yang berdiri di hadapannya saat ini.
_Brak_
"Sejak kapan cara kerjamu seperti ini?" tanya Noah. Ia masih belum melihat jika bukan Evelyn yang berdiri di hadapannya, melainkan orang lain.
Deon menelan ludahnya dengan susah payah seraya ia meremas ujung jas kerjanya.
"Maaf, Tuan," ucap Deon.
Noah yang kembali ingin membuka dokumen yang ada di tangannya menghentikan gerakannya. Pria tampan itu mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Deon yang berdiri di samping Asisten Arlo.
"Siapa dia? Mana Evelyn?" tanya Noah kepada Asisten Arlo.
Asisten Arlo menarik napas panjang. "Perkenalkan, namanya Deon, Tuan. Sekretaris baru Anda," jawab Asisten Arlo.
"Sekretaris baru? Lalu Evelyn?" tanya Noah. Ia memang tidak mengetahui apa pun.
"Nyonya Evelyn, dia sudah mengundurkan diri, Tuan," jawab Asisten Arlo.
_Brak_
Noah kembali melempar dokumen yang ada di tangannya di atas meja, dan hal itu membuat Asisten Arlo dan juga Deon menunduk, tidak berani menatap pria itu. "Sejak kapan? Kenapa kamu tidak memberi tahuku?" tanya Noah seraya ia beranjak berdiri.
"Sejak lima hari yang lalu, Tuan. Tapi saya meminta kepada Nyonya Evelyn untuk tetap bekerja sebelum saya mendapatkan pengganti yang tepat... Dan maafkan saya jika saya tidak memberi tahu hal ini kepada Tuan. Bukankah Tuan sendiri yang mengatakan tidak ingin tahu apa pun tentang Nyonya Evelyn?" jelas Asisten Arlo dengan jujur, karena memang Noah pernah mengatakan itu kepadanya. Jadi apa pun yang bersangkutan dengan Evelyn, Asisten Arlo tidak pernah memberi tahu Noah.
Noah menatap asistennya itu semakin tajam. "Harusnya kamu memberi tahu hal penting ini kepadaku..." ucap Noah.
Asisten Arlo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia merasa serba salah saat ini, dan entah apa yang diinginkan oleh tuannya itu.
"Dan kamu, sekarang tugasmu perbaiki semua kesalahan yang ada di dokumen itu. Aku tidak ingin melihat ada kesalahan sedikit pun. Dan jika kamu tidak bisa untuk memperbaikinya, maka tinggal tanda tangani surat pengunduran diri," ucap Noah kepada Deon.
Deon menunduk hormat. "Baik, Tuan. Saya akan memperbaikinya, dan maafkan atas kecerobohan saya. Hal ini tidak akan terulang lagi," ucap Deon. Setelahnya, pria itu mengambil semua dokumen penting yang ada di atas meja kerja tuannya dan melangkah terburu-buru keluar dari ruangan tuannya itu.
"Apa kamu tahu di mana Evelyn pergi?" tanya Noah, dan pertanyaannya itu membuat Asisten Arlo merasa heran karena ini pertama kalinya tuannya itu menanyakan ke mana Evelyn pergi.
"Tidak, Tuan..." jawab Asisten Arlo dengan jujur.
_Brak_
Pintu ruangan Noah terbuka dengan kasar, dan itu dilakukan oleh Bible yang terlihat datang dengan sangat terburu-buru, di belakangnya diikuti oleh dua orang temannya.
Asisten Arlo dibuat kaget, sedangkan Noah kembali duduk di kursi kebesarannya.
"Ada apa, Bil?" tanya Noah tanpa menatap adiknya itu.
"Bang... Sebenarnya apa yang terjadi kemarin, sehingga membuat Kak Evelyn pergi?" tanya Bible, menatap abangnya itu.
Noah kembali menghela napas kasar. "Abang kan sudah bilang, ini urusan keluarga Abang, bukan urusanmu," ucap Noah.
"Urusan keluarga Abang, urusan aku juga. Aku ini adiknya Abang... Dan aku sangat tidak menyukai jika Abang sampai menyakiti perasaan Kak Evelyn," ucap Bible.
Noah menatap adiknya itu dengan wajah datarnya. Tapi berbeda dengan Gempi yang berdiri di belakang Bible bersama Zella. Gadis remaja itu terlihat tersenyum sendiri menatap Asisten Arlo yang hanya diam menatap Noah dan Bible secara bergantian.
"Dan jika firasatku memang benar, maka jangan salahkan aku jika aku memberi tahu masalah ini ke Oma, dan Abang akan berhadapan langsung dengan Oma," ucap Bible. Setelah mengatakan itu, gadis remaja itu melangkah pergi dari sana.
"Ayo," ucap Zella menarik lengan Gempi. Tapi tak sedikit pun gadis remaja itu bergerak.
"Halo, Abang," ucap Gempi melambaikan tangannya ke arah Asisten Arlo seraya gadis remaja itu memasang senyuman terbaiknya.
Asisten Arlo mengerutkan keningnya dengan bingung. "Cih... Gem, jangan kegatelan kayak gini dong. Ayo," ucap Zella merasa kesal dengan kelakuan temannya yang satu ini. Zella menarik paksa Gempi untuk pergi dari sana dan menyusul Bible.
.
.
.
Jangan lupa dukungannya ya guys 😊🤗🤗🤗🥰.
Maaf jika ada typo nya 🙏😊
nyesellll g ada gunanya noah...
mantan adalah maut....
sukurin.... salah siapa mmberi ruang untuk mntan merusak rumah tanggamu...
untuk ap km mnyesali noah... andai km tak tau kbusukn sabrina... km pasti kmbali dgnnya....
skrg km kalang kabut mncari evelyn.... yg hnya km jdikn pelarian saat km tau siapa jalang yg sll km berikan kebebasan keluar masuk rumahmu...
tK ada perempuan yg sanggup brtahan saat khadirannya sll di abaikan suami jga anknya....
selamat khilangan perempuan cantik... baik & tulus yg slm ini km sia" kn noah...
bntr lgi km bkl gelojotan.... saat evelyn bneran prgi jauh...
dan itu real... bukan trik sprti yg sll km tuduhkn untuk evelyn...
ap kah pelakor idamanmu akn ttp brtahan di smpingmu saat km jatuh...
baru juga hidup tenang Noah and family ,,
semoga aj dy kabur ny ke kebun binatang ,, tempat asal ny ,, jgn sampe dy ngeganggu Evelyn ma ank2 ny lgi ,, 😒😒😒😒😒😒
awaaas aj yx kak ,, 😒😒😒😒😒😒/Sly//Sly//Sly//Sly//Sly//Sly//Sly//Sly/
🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣