NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / CEO / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:7.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Shakila

Tasya Fitra Shakilah Haris, gadis cantik bertubuh mungil itu menjadi korban keegoisan ayahnya yang ingin menjodohkannya dengan anak dari sahabatnya, walaupun menolak berkali-kali Tasya akan tetap dijodohkan dengan pria yang memiliki umur jauh lebih tua darinya bahkan ia tidak mengenalinya dan tidak pernah memikirkan akan berjodoh dengan pria yang di anggapnya tua itu, namun karena suatu kejadian akhirnya Tasya menerima perjodohan itu dengan penuh keterpaksaan.

Akankah pernikahan mereka akan menimbulkan cinta?

Yukk baca kisah Tasya selanjutnya ❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenapa dunia sesempit ini?

Tasya melangkahkan kakinya meninggalkan cafe tersebut dengan raut wajah yang berubah-ubah kadang terlihat kesal, marah, dan kadang juga terlihat sedih. Tasya merasa sedih karena baru kali ini ada orang yang terang-terangan merendahkannya. Ya, walaupun memang orang tua Tasya tidak begitu kaya raya tapi mereka masih bisa membiayai hidupnya selama 15 tahun ke depan.

"Syaa ada apa?" tanya Nadine yang baru saja tiba di depan cafe, ia begitu heran melihat Tasya yang menarik tangan Nisa. Namun Tasya tak menghiraukannya.

"Syaa." panggil Vano dengan suara lembutnya, seketika Tasya melepaskan tangan Nisa, dan menatap Nadine. Air mata Tasya mulai meleleh dari pelupuk matanya. Nadine yang melihat Tasya mulai menangis, seketika ia menoleh ke arah Nisa.

"Nisa ada apa.?"

"Em, sebaiknya kita pulang saja."

"Baiklah." ucap Nadine lalu melingkarkan tangannya di bahu Tasya dan mengajaknya untuk meninggalkan tempat itu menuju parkiran.

Sedangkan pria itu masih menatap Tasya yang pergi menjauh dari pandangannya.

"Apa sikapku sangat keterlaluan?" gumamnya dalam hati.

***

Nadine membantu Tasya untuk masuk ke dalam mobil diikuti oleh Nisa. Lalu Vano dan Nadine ikut masuk ke dalam mobil sesaat kemudian Vano melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang

Di dalam mobil semua tampak diam, tidak ada yang berbicara sepata katapun, Nadine yang begitu penasaran dan ingin menanyakan apa yang menyebabkan Tasya menangis, pun jadi membisu, ia tidak punya nyali untuk menanyakan hal itu. Ya Ini untuk pertama kalinya ia melihat Tasya menangis di hadapannya, sebenarnya Tasya wanita yang ceria, tapi jika bersama orang asing ia akan menjadi wanita pendiam. Tapi apa yang sebenarnya terjadi di cafe itu?.

"Kita mau ke mana?" tanya Vano menoleh ke arah Nadine.

"Kita kembali ke kampus saja."

"Baiklah." jawabnya lalu menambah sedikit kecepatan mobil tersebut.

"Maafkan aku, gara-gara aku kita tidak jadi bersenang-senang." ucap Tasya sambil menyeka air matanya yang jatuh dengan jarang.

"Tidak apa-apa Syaa." ujar Nadine

20 menit kemudian

Vano memarkirkan mobilnya di parkiran kampus.

"Ayo Syaa." panggil Nisa menggenggam tangan Tasya. Tasya mengikuti langkah kaki Nisa. Sedangkan Vano, ia berpamitan kepada Nadine untuk pulang deluan. Vano tidak lagi kuliah karena sudah menyelesaikan semua mata kuliahnya, tinggal menunggu sidang skripsi saja.

***

Di kelas, Tasya mendudukkan tubuhnya di kursi begitu juga dengan Nisa.

"Syaa, ada apa sebenarnya?" tanya Nisa memutar tubuhnya menghadap sahabatnya itu.

"Huh, aku tidak ingin membahas pria aneh itu."

"Baiklah, aku tidak akan memaksamu untuk menceritakannya."

"Syaa, apa kau tidak jadi buang air kecil?" tanya Nisa.

"Udah nggak jadi." ujarnya terkekeh saat mendengar pertanyaan Nisa. Nadine yang sudah berdiri di pintu sejak tadi langsung tersenyum saat melihat mood Tasya yang kembali membaik. Lalu Nadine melangkahkan kakinya menghampiri sahabatnya itu.

"Syaa apa kau sudah lebih baik?" tanya Nadine mendudukan tubuhnya di kursi tepat di depan Tasya. Tasya hanya menjawab dengan anggukan.

Setelah selesai kuliah, Tasya berpamitan pada Nisa dan juga Nadine untuk pulang deluan, karena ia harus singgah di cafe untuk menemui calon suaminya. Sebenarnya Tasya begitu malas, namun ayahnya terus-terus menelponnya dan mengingatkannya agar Tasya tidak lupa untuk menemui Reyhans.

Saat menunggu ojek online yang telah dipesannya di halte kampus, disaat itu juga Nadine menawarkan diri untuk mengantar Tasya, namun di tolak keras oleh Tasya, ia tidak ingin sahabat-sahabatnya tahu tentang perjodohan yang dilakukan ayahnya untuknya. Mau tidak mau Nadine harus menuruti kata Tasya yang menurutnya begitu keras kepala, akhirnya ia dan Nisa berpamitan pada Tasya untuk pulang deluan.

Cukup lama Tasya menunggu, akhirnya ojek online yang dipesan Tasya pun datang. Tasya mengarahkan ojol tersebut agar membawanya di cafe X yang letaknya cukup jauh dari kampusnya.

Setelah tiba di depan cafe yang ia tuju, Tasya segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam cafe seusai membayar ongkos ojeknya

*

Saat melangkahkan kakinya masuk ke dalam cafe, ia melihat pria yang tidak begitu asing di kedua matanya, ia menghentikan langkahnya sejenak, lalu menyipitkan matanya untuk memastikannya dan benar saja pria yang duduk tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini, ternyata pria yang sama yang ia temui di mall tadi siang, pria aneh sombong dan juga angkuh. Tasya memutar kedua bola matanya, ia begitu malas menatap wajah pria itu.

"Kenapa dunia sesempit ini?!" gumamnya lalu melangkahkan kembali kakinya menuju tempat yang sekiranya nyaman ia duduki.

Sudah hampir pukul 4 sore namun ia belum bertemu dengan pria yang sudah ditungguinya sejak beberapa menit yang lalu "Kenapa laki-laki itu belum juga datang? awas saja jika dia yang terlambat datang, aku akan menyiramnya dengan jus buah ini." gumamnya, Tasya tidak menyadari jika ia sudah menjadi pusat perhatian oleh sepasang mata yang memiliki netra berwarna coklat itu.

"Astaaga, apa dia sudah datang dari tadi? aku lupa meminta foto pria itu pada papa, bagaimana aku bisa tau bentuk wajahnya" Tasya merogoh tasnya dan mengambil ponselnya. Ia hendak menelpon ayahnya namun diurungkannya saat melihat notif pesan dari ayahnnya.

Tasya segera membuka lockscreen ponselnya dan membuka pesan WhatsApp dari ayahnya itu. Ia begitu terkesiap dan matanya membulat sempurna saat melihat foto pria yang dikirim ayahnya itu.

"Bukankah ini pria aneh itu?" gumamnya dalam hati lalu menoleh ke arah pria yang duduk tak jauh dari tempatnya itu. Benar saja wajah pria yang ada di foto itu sangatlah mirip dengan pria yang duduk di seberang sana. Lalu seorang pria bertubuh tegap yang memakai pakaian serba hitam menghampiri Tasya.

"Apa anda nona Tasya?" tanya pria tersebut.

"I-Iya, ada apa?"

"Tuan Reyhans menunggu anda di sana." ujarnya sambil menoleh ke arah pria yang juga mantap Tasya.

"A-apa dia benar-benar tuan Reyhans?" tanya Tasya masih tidak menyangka, pria itu mengiyakan.

"Silahkan nona" ujarnya. Tasya segera menghampiri pria aneh itu yang ternyata adalah calon suaminya. Ia mendudukan tubuhnya seraya menundukan kepalanya, sungguh ia tidak punya nyali untuk menatap wajah pria yang duduk di hadapannya saat ini.

"Kau Tasya anak om Haris?" tanyanya, Tasya hanya menjawab dengan anggukan.

"Maafkan aku." hanya kata itu yang berhasil lolos dari bibir mungil Tasya. Namun Reyhans tidak menghiraukannya.

Sebenarnya ketika om Haris mengirimkan foto anaknya beberapa menit yang lalu kepada Rey, Rey begitu terkejut, ia tidak menyangka jika wanita yang akan menjadi calon istrinya itu adalah wanita yang menabraknya dan juga merusak pertemuannya dengan klien pentingnya.

"Pesanlah makanan, sepertinya kau belum makan sejak tadi." ujar Rey masih menatap Tasya. Tasya menggeleng kepalanya lalu berkata "Aku tidak lapar."

"Hm, apa rencanamu selanjutnya?" tanyanya. Tasya langsung mendongakan kepalanya.

"Rencana apa maksudmu?"

"Kau pasti tidak menginginkan perjodohan ini kan?"

"Aku sangat tidak menginginkannya."

"Baguslah, semuanya akan berjalan dengan mudah." ujarnya tersenyum tipis. Tasya mengernyitkan dahinya

"Apa maksudmu?"

"Kita hanya akan menikah selama 6 bulan setelah itu kita akan bercerai."

Glek

Tasya menelan ludahnya dengan susah payah saat mendengar perkataan Rey

"Lalu bagimana dengan orang tua kita?" tanya Tasya menatap wajah pria itu.

"Kita tinggal bilang saja kalau kita tidak akur selama pernikahan kita, mereka akan mengerti itu dan akan menyetujui keputusan kita untuk bercerai." jawabnya dengan santai seolah-olah pernikahan tidaklah penting baginya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Happy Reading ❤️❤️

1
Haila Bsisb
./Good/
Haila Bsisb
maaf aku masik baca terus jadi belum kasih like
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya,

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Haila Bsisb
maaf Bari kasih like
Eni Fatar
ceritanya bagus cuma kelamaan thor
Andi Bahraeni
Luar biasa
Yustina Ina
ini cwe krjaan nya nyusahin mlu munafik
Anak Lanang
sasya yg meninggal kaka y tasya kemungkinan pacar y rey ....
Anak Lanang
mantan y rey..
Ayie Banjar
jangan² nisa cew yg dicari sama adx nya rey..
Rosmina Sumang
tdk sholat subuh tasya
reddy
dihh kase tnggal anj
Pariyah Iyah
peran si Tasya tidak mencerminkan istri Sholehah,,merengkel,,egois,, tutur katanya pun terhadap suami kurang sopan..
Detti Siregar
Luar biasa
Detti Siregar
Kren tor
Nur Afifah Syafira
sopir rey adam author..bukan pak khomar. pak khomar dibandung supir papa haris.
Nha Hegi
sorry thor boring bacanya. aq keluarya.
sukses selalu buat othor nya
Nha Hegi
dititik ini sepertinya sudah mulai bosan.
Suhaida Ghani
bestnya ceritanya
Diandra Dhi
Biasa
Eka Zainal
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!