Elma Abigail, Wanita yang kehidupan nya begitu tragis, Kakak nya meninggal akibat pergaulan bebas bersama pacar nya hingga hamil, Di tambah kematian ayah nya yang menyebabkan harus menjadi tulang punggung keluarganya
Elma yang tak tau harus melakukan apa hingga memutuskan menjadi wanita pemuas.
Karena pekerjaan itu lah yang paling menjanjikan bagi nya, Demi untuk kehidupan ibu nya.
Dan suatu ketika, dia bertemu dengan John, Laki laki yang paling di benci nya di muka bumi ini, Laki laki yang telah menghamili kakak nya tanpa ingin mempertanggung jawabkan perbuatan nya, Hingga membuat kakak nya depresi dan memilih bunuh diri.
Hal itu lah yang membuat nya sangat membenci John dan berniat membalaskan dendam nya.
Dan inilah kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Azzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kondisi Mami
Jakarta, 2020 21.58 WIB.
"Bagaimana keadaan mami saya, dokter?"
Gadis remaja bertubuh indah, berbalut kain sederhana namun tak menghilangkan pancaran kecantikan nya itu menatap sendu seorang laki-laki matang berwajah oriental berjas putih yang baru saja keluar dari sebuah ruangan.
Laki-laki itu terlihat menghela nafas berat sembari memandangi wajah cantik di depan nya yang sedang dibanjiri air mata.
"Penyakit ibu mu sudah sangat parah. Jika tidak segera dilakukan operasi, aku tidak jamin dia masih akan bertahan dalam waktu dekat-"
"Cukup!!" Elma memekik keras dengan nada bergetar menahan tangis memotong perkataan sang dokter yang belum selesai mengutarakan apa saja yang terjadi pada maminya.
"Jangan lanjutkan lagi, aku tak sanggup mendengarnya." Suara Elma terdengar lirih dan bergetar, gadis itu benar-benar menumpahkan seluruh air matanya yang sejak tadi doa tahan. Tubuhnya luruh ke lantai dengan bahu naik turun bergetar hebat.
Dokter Edo yang berada di depan nya sungguh tak sanggup melihat gadis remaja menanggung beban seberat ini, terlebih gadis itu adalah Elma. Gadis yang tiba-tiba mampu menarik perhatian nya karena setiap kali datang ke rumah sakit selalu dalam keadaan tidak baik-baik saja. Membuat Edo menaruh rasa iba padanya, hingga lambat laun rasa iba nya berubah menjadi rasa lain. Sebuah rasa yang seharusnya tak boleh Edo rasakan, yaitu mencintai seorang gadis remaja yang menjadi anak dari pasien nya.
Rasa cintanya pada Elma bukan sekedar rasa yang singgah untuk sementara, tetapi saat melihat wajah polos itu ada dorongan hasrat di bawah sana yang membuat Edo ingin melakukan hubungan intim bersama Elma.
"Sudah, jangan menangis. Aku akan berusaha membantu menggalang dana untuk biaya mami mu." Edo memang terbiasa menggunakan bahasa non formal pada Elma, karena dia sudah terlalu sering berinteraksi dengan gadis itu.
Edo merengkuh tubuh mungil yang terlihat rapih untuk memberi kekuatan.
Elma langsung menerima pelukan Edo, tak perduli siapa orang yang memeluk nya karena saat ini yang dibutuhkan adalah bahu untuk sandaran.
"Shitt!" Umpat Edo dalam hati, saat tiba-tiba tubuhnya bereaksi dengan cepat. Baru saja merengkuh tubuh itu untuk menyalurkan kekuatan, tetapi justru kehangatan tubuh Elma membuat Edo turn on dan ingin melakukan lebih.
"Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini selain mami. Hanya mami satu-satunya keluarga ku, aku tidak akan sanggup bila harus kehilangan mami."
Edo ikut merasakan betapa pilu nya gadis malang itu. Terlihat dari caranya menangis, menumpahkan seluruh sesak di dadanya, membuat Edo ikut menitihkan air mata.
Sebagai manusia yang masih memiliki hati nurani, tentu sangat bisa merasakan apa yang sedang Elma alami saat ini. Andai orang lain yang ada diposisi nya pun mungkin tak akan sanggup menjalani hidup. Menjadi tulang punggung kehidupan dia dan maminya serta mencari tambahan uang untuk biaya pengobatan sang mami.
Hari-hari nya dia habiskan untuk mengais rezeki ke sana kemari berharap ada seorang dermawan yang membutuhkan tenaga nya yang tak seberapa itu lalu memberikan upah yang tak seberapa pula untuk menyambung hidup.
"Jangan putus asa, Aku yakin mami mu masih ingin bertahan untuk menjadi penyemangat mu. Sekarang bangun lah, ikut aku." Edo menarik tubuh Elma untuk berdiri, namun rupanya untuk berdiri saja dia tak mampu, sepertinya tubuh Elma sudah terlalu lemah.
Terpaksa Edo menggendong nya layaknya pengantin baru lalu membawa ke ruangan nya, membuat sesuatu di bawah sana semakin bereaksi hebat.
"Shitt!! Oh ini sangat menyusahkan ku." Sekali lagi, Edo hanya bisa mengumpat dalam hati saat bagian tubuhnya yang lain semakin bereaksi, ketika tubuhnya bersinggungan langsung dengan tubuh Elma hingga bisa merasakan bagian-bagian tubuh Elma yang menempel sempurna di dada bidang nya.
Edo dapat merasakan dua benda itu sangat hangat dan kenyal, membuat fantasi liarnya semakin bekerja dengan baik.
Bikin ceritanya tp ending ngegantung