NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Rangga

Istri Kesayangan Rangga

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Menantu Pria/matrilokal / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:395.8k
Nilai: 5
Nama Author: Melisa ekprisa

belum revisi

DI HARAPKAN MEMBACA KISAH RANGGA SEBELUMNYA DI KEKASIHKU MENANTUKU.

SPIN OFF KEKASIHKU MENANTUKU

Note: tidak menerima boomlike!

Larasati, di usianya yang ke 26 tahun dia harus membesarkan putranya yang berusia 5 tahun. Tanpa suami, Laras berjuang membesarkan Bagas. Dia tidak pernah mengeluh atau mempersalahkan jalan hidupnya sekarang. Laras hanya ingin menjadi ibu yang baik untuk Bagas.

Hingga ...
Dia kembali dipertemukan oleh Rangga, lelaki yang pernah menghalalkannya. Entah apa status dirinya saat ini. Dia bukan janda karena Rangga tak pernah menalaknya. Dia pergi meninggalkan Rangga karena sebuah tuntutan.

Dimatanya Rangga suami yang sempurna. Mencintainya dan Memperlakukannya layaknya ratu dalam istananya. Hanya saja, sampai dua tahun pernikahan mereka belum diberi keturunan.

Laras menyadari dirinya sudah berbadan dua setelah meninggalkan suaminya yang sempat kritis saat kecelakaan tunggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa ekprisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan Raya

Laras duduk di sebuah ruangan dimana para wanita kelas atas berkumpul. Ada rasa segan meliputinya dimana semua yang ada di ruangan rata rata bukan sembarang orang. Laras hanya diam tak tahu mau bicara apa. bagaikan patung pajangan dia hanya ikut menyimak pembicaraan para nyonya.

Tangannya terus mengepal mengalahkan rasa cemasnya. Akankah kehadirannya tak terlihat. Ada minder mendera di hatinya. Tapi apa boleh buat, dia hanya menerima ajakan dari mertuanya untuk berbaur dengan teman-teman Raya.

Sudah satu bulan Laras dan Rangga pulang ke Indonesia. Sebagaimana layaknya pasangan yang baru pulang dari bulan madu, mereka di jejal pertanyaan-pertanyaan sepanjang perjalanan mereka.

Laras pun diikut sertakan setiap acara arisan milik Raya. Tentu saja memamerkan menantunya pada teman-teman arisan. Tidak semua orang bisa menerima kehadiran Laras. Sebagian dari mereka masih ada yang mencemooh karena status sosial Laras.

"Jadi ini menantu Raya yang OB itu?" bisik Bu Aida

"Iya, jeng Aida. Itu menantunya Raya yang bekas pembantunya. Cantik ya?" Sahut Bu Rini.

"Cantik sih enggak. biasa saja. masih cantik Jihan anaknya Alex. Itu si Rangga pasti di paksa sama Raya untuk nikahi perempuan itu. Atau mungkin perempuan itu yang cuci otaknya Raya.

Tahu sendiri si Raya gampang kasihan sama orang. Nah, pasti dia jual airmata."

"Bisa jadi ... bisa jadi" Balas Bu Aida.

"Iyalah, Bu perempuan kayak dia jual diri pun rela. asal bisa jadi orangkaya." Jawab Bu Rini.

Bu Rini dan Bu Aida pun masih asyik menggunjingkan Laras yang dianggap tidak selevel dengan mereka. Tatapan sinis dari keduanya tak tersorot oleh si pemilik rumah. Seandainya Raya tahu menantunya di jadikan bahan gunjingan sudah pasti mereka sudah di depak.

"Bu Raya menantunya manis. Cocok sama rangga." puji Bu Atik.

"Terimakasih, Bu Atik. Ayo cicip hidangannya."

"Enak sekali. Apa ini menantu Bu Raya yang buat?"

"Bukan,Bu. saya tidak pintar buat kue. Kalau masak di dapur saya bisa." jawab Laras

"Yang ditanya jeng raya bukan kamu, ras." Sahut Bu Rini.

"Nggak papa, Bu Rini. Toh yang dibahas emang soal Laras, bukan soal kamu Bu Rini." Jawab Raya.

"Ma, aku ke belakang dulu,ya." pamit Laras.

"Iya, ras." Sahut Raya tanpa memperhatikan langkah perginya menantunya.

Laras masuk ke kamarnya. duduk sejenak meregangkan otot tubuhnya. Duduk lama ternyata bikin pegal juga. Mau ninggalin acara dia tidak enak sama mama mertuanya. Tapi dia juga malas karena beberapa dari tamu tak menyukainya.

"Ibu benar, kalau ternyata masuk ke dunia mereka sangat susah. Kita hanya diterima sebagai casing saja. Tapi dalamnya mereka tidak sepadan. Tapi untungnya mertuaku tidak begitu. Mereka baik,Bu.

Mereka welcome sama aku. Tidak memandang aku ini siapa. Bahkan Tante Raya mau menerimaku padahal aku anak dari papa Donal. Tapi apa benar, Bu kalau aku anak papa Donal? dan apa benar ibu dan dia pernah bertemu. Begitu banyak rahasia yang tersimpan."

Laras memeluk photo keluarganya. Rasa rindu pada semua anggota keluarganya semakin terasa. Laras ingat saat kakaknya memberikan hadiah sebelum meninggal dunia. Laras juga ingat saat ayahnya membuatkan kamar mandi untuknya, sebelum menghadap ilahi. Laras juga tidak lupa dengan wejangan ibunya tentang dunia orang kaya saat menceritakan soal tawaran Raya. Tapi siapa sangka itu wejangan terakhir dari ibunya.

Laras merasa handphonenya bergetar. Tangannya meraih gawai yang terletak di nakas sebelah ranjang. Seutas senyum terbit di bibirnya.

"Assalamualaikum,mas." sapa Laras pada si pemberi kabar.

"Waalaikumsalam, kamu lagi apa, sayang?" tanya Rangga.

"Di rumah lagi ada arisan, mas."

"Kalau kamu bosan ke kamar saja. Kalau ada yang nyinyir masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Jangan di dengarkan."

Laras terkikik mendengar ucapan suaminya.

"Iya, mas. aman saja kalau itu. Soalnya nggak ada yang aneh sih." Sahut Laras.

"Kamu mau main ke rumah ibu kan?" jawab Rangga.

"Mau mas, kita ziarah dulu. Terus main ke tempat Ina, aku dengar lusa mereka nikah."

"Kamu tuh ya kalau urusan Ina gesit amat?" Omel Rangga.

"Kayak kamu enggak aja, mas. Ina itu sahabatku, mas. Jadi sudah kewajibanku untuk membantu serta mendampinginya. Apalagi untuk hari pernikahannya. Masa aku diam saja."

"Ya, sudah. kalau begitu kamu siap-siap ya. aku sudah di mobil menuju ke rumah."

"Iya, mas. Hati-hati."

Rangga menutup teleponnya. Laras pun bersiap-siap untuk pergi menginap di rumahnya. Dia bukan tidak betah dengan mertuanya. Ini hanya sekedar kunjungan untuk keluarganya. Sejak menikah dia belum ada mengunjungi rumah ibunya. Dia juga tidak mau di bilang kacang lupa kulitnya.

"Ras." Raya masuk ke kamar anaknya.

"Iya, ma."

"Kamu mau kemana?" Tanya Raya

"Laras mau nengokin rumah ibu boleh nggak ma? Laras perginya sama mas Rangga."

"Mama mau ngomong sebentar boleh?"

"boleh, ma. Ada apa?"

"Ras, kamu kan sudah satu bulan menikah dengan Rangga. Mama tahu pertanyaan ini sensitif buat kalian, tapi kamu tahu kan, kalau usia Rangga sudah tidak muda lagi.

mama cuma berharap kamu dan Rangga sudah membuat program untuk hamil. Mama pengen gendong cucu sebelum ajal memanggil.

Ras, mama sudah daftarkan kamu ke salah satu dokter obygyn terbaik se-Jakarta. Mau kan kamu ikut terapi kehamilan. Buat antisipasi."

"Ma, terimakasih doanya. Laras juga pengen memberi mama cucu yang lucu buat mama, doakan Laras ya, ma. supaya bisa terkabul."

"Ras, mama sudah daftarkan kamu ke obygyn itu. Malam nanti kamu mau kan ikut mama ke kliniknya."

"Tapi, ma. Laras janji sama mas Rangga. Malam ini kami bakal bermalam di rumah ibu. soalnya lusa kami mau datang ke nikahan Ina."

Raya hanya terdiam mendengar jawaban Laras. Dia hanya berlalu meninggalkan menantunya dari kamar milik Rangga.

"Ma.." Laras merasa mama nya tersinggung dengan penolakannya.

"Oke, mama maklumi saat ini. Tapi mama harap kamu bisa menjaga tubuhmu agar bisa cepat hamil. Mama pengen dalam dua bulan ini kamu cepat hamil."

Laras terdiam mendengar ultimatum mama mertuanya. Tangannya terus menekuk gemetar.

"Sayang," Laras terkejut melihat Rangga sudah ada di depannya.

"Mas, baru sampai?''

"Iya, kamu sudah siap?" Laras menggangguk lemah.

Rangga menuntut Laras masuk kedalam mobil. Pikirannya menerawang ke ucapan Raya. Dia bingung harus menjelaskan keinginan Raya pada suaminya. Takut Rangga salah paham, tapi jika dipendam bagaimana bisa mencari solusinya.

"Mas .."

"Iya, sayang."

"Aku mau ngomong?"

"Ya udah ngomong saja. Kamu mau bicara apa?"

"Anu .. ini ... mama sudah daftarkan aku periksa kesuburan."

"Sama dokter mana?" Tanya Rangga.

"Sama dokter Toni." Jawab Laras.

"Kamu tahu Toni itu siapa?"

"temannya kak Dodo kan?" tebak Laras.

"Iya, sayang. Kamu hapal juga."

"Kak Rangga lupa ya. Aku sering ikut Ina tiap periksa sama kak Dodo."

"Iya, aku ingat sayang."

1
Yuliana Purnomo
hadeeehhh mertua mertua,,masih aja cari gara gara
Yuliana Purnomo
hadeeehhh,, Laras bercerita kandang singa,,yaa bahaya untuk dirinya
Yuliana Purnomo
hadeeehhh ternyata masih punya misi licik mama Raya ke Laras
Yuliana Purnomo
heehh Emang gak tegas aja jadi suami,, Rangga,,, mudah bukan untuk menyelidiki apa yg terjadi 5 THN yg lalu bagimu??
Yuliana Purnomo
raya emang totalitas untuk menjauhkan Rangga dan laras
Yuliana Purnomo
bagus Thor,,,, lanjuuuuttt
Yuliana Purnomo
pandai nya kamu memutar balikkan fakta,, Raya Raya gak takut kena karma kah
Yuliana Purnomo
semoga hamil Laras nya,,biar kicep mama mertua
Yuliana Purnomo
pokoknya sudah nyesek 😢😢😢
Yuliana Purnomo
aneh juga polisi ini
Yuliana Purnomo
ya Allah 😢 sedih nya,,maka Oma sesayang itu sama Laras,,, akhirnya dipanggil Allah
Yuliana Purnomo
hadeeehhh pasti mama mertua nya nyalahin Laras
Yuliana Purnomo
MasyaAllaah,, Rangga diuji dgn kecelakaan
Yuliana Purnomo
heeeh rasanya mau tak apain aja,, Raya ini,, ngeyelan,, SDH di larang suaminya masih aja ngotot
Yuliana Purnomo
hemmm,, susah memang selagi masih serumah dgn orang tua jika sudah menikah
Yuliana Purnomo
belah duren akhir nya
Yuliana Purnomo
heem KOG bisa secepat itu Rangga balik haluan dr Ina ke Laras??
mama Al: nanti ada kisahnya kak
total 1 replies
Radya Arynda
mampir sebentar,,kerja dulu nanti malah di lanjut baca
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
kk Cinta mampir
simpan dulu di favorite
Ersa
Luar biasa
mama Al: terimakasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!