NovelToon NovelToon
Me Vs Boss

Me Vs Boss

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Crazy Rich/Konglomerat / Kehidupan di Kantor / Wanita Karir / EXO / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nona Cantik

Season 1[END]
Season 2 [END]
Sequel Me VS Boss: Yes! We Are Twins [Ongoing]


Ini adalah kisah seorang boss besar yang selalu melakukan pertengkaran dan perdebatan kecil bersama sekertarisnya.

Chelsea Nolla Bravani, harus ekstra sabar menghadapi sikap bosnya yang sangat mudah berubah-ubah itu. Kadang bisa bersikap tegas, dingin atau bahkan bertingkah konyol dan menyebalkan. Satu hal yang Chelsea benci dari sosok bosnya itu,- Kenan Jiran Bagaskara

Dia sangat benci jika bosnya sudah terlanjur menjahilinya dengan segala cara. Hingga akhirnya, perdebatan dan pertengkaran diantaranya sering terjadi. Terkadang, salah satu dari merekalah yang harus menyerah dan meminta maaf. Namun, terkadang juga mereka berdua sama-sama keras kepala, dan tak ada yang memulai percakapan.

Lalu, akankah Chelsea kuat menghadapi tingkah konyol dan menyebalkan yang sudah melekat penuh pada diri bosnya itu?

Mudahkah bagi Chelsea untuk segera meninggalkan Kenan, sang Boss Besar yang kadang suka pamer, angkuh, dan murah senyum itu.

What?

Murah senyum?

Tidak salah?

Iya, murah senyum! Bahkan ketika Chelsea sedang ditimpa kesialan bertubi-tubi pun, ia akan menjadi orang pertama yang tersenyum licik dan menertawainya.

Sungguh murah senyum bukan?_-

Kisah mereka berawal disini....

Start: 23/08/19
Finish: 03/03/20
Beberapa episode sedang di revisi!
masih seorang penulis amatiran! mohon maaf bila terlalu banyak kesalahan!🙏

DILARANG PLAGIAT!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 9

"Bukti?"

"Iya, bukti!"

"Jangan bilang kalau kalian ini begal?" tanya Kenan sambil bertolak pinggang.

"Berengsek!!!"

"Serang dia!!!" teriak lelaki yg memakai jaket kulit hitam dan mulai memukuli Kenan. Namun untungnya, Kenan juga bisa bela diri. Jadi Kenan tidak mengalami yg namanya babak belur.

Bug.

Bag.

Krak.

Kenan masih berkelahi di luar bersama kedua lelaki yg mengaku sudah di tabrak oleh Kenan.

Kenan nampak kewalahan, dan akhirnya...

Bug.

Sebuah pukulan mendarat di ujung bibir nya sehingga darah segar mengalir keluar.

Di sisi lain, Chelsea terlihat panik saat melihat boss nya ini berkelahi sampai di pukuli. Ia bingung harus bagaimana?!

"Ya ampun! Aduh! Itu boss Kenan, aduh gimana nih?!" Chelsea nampak khawatir dengan boss nya, ia ingin keluar. Tapi dirinya takut jadi sandera disana.

Kemudian, terlintas sebuah ide gila di kepalanya.

"Aha! Gue punya ide!" kata Chelsea kemudian menekan tombol radio yg berada di dalam mobil boss nya dan akhirnya...

Wiuuu... Wiuuu... Wiuuu...

"Lho? Polisi? Itu beneran polisi kan?" tanya seorang lelaki yg memakai kaos hitam pada teman satu nya.

"Gawat! Bisa ketahuan kita! Yups, balik" ajak lelaki yg mengenakan jaket kulit hitam sambil menarik sepeda motor nya yg masih tergeletak.

Dan akhirnya, mereka pun kabur begitu saja dengan sebuah sepeda motor yg tidak lecet sama sekali.

Dasar berandal.

"Pak Boss!!!" histeris seorang wanita yg baru saja keluar dari mobil yang datang menghampiri Kenan.

"Boss Kenan gak pa-pa?" tanya Chelsea sambil meraba-raba anggota tubuh Kenan. Dimulai dari lengan, kaki, hingga tatapan nya terkunci pada bagian wajah boss nya. Lebih tepat nya sudut bibir Kenan.

"Ya ampun! Bibir pak boss, berdarah!" teriak Chelsea dengan mata yg terbelalak.

"Awh! Jangan pegang-pegang. Ini sakit, Chelsea!" pekik Kenan saat sang sekertaris dengan sengaja menyentuh luka di sudut bibir nya.

"Ma-maaf!"

"Shhh... Udah, dari pada minta maaf kayak mau lebaran. Mending ambilin kotak obat di bagasi mobil saya!" suruh Kenan, Chelsea pun mengangguk dengan segera ia berlari ke arah bagasi mobil dan mencari kotak obat yg di katakan oleh Kenan.

Tak lama kemudian, Chelsea pun datang kembali dengan sebuah kotak obat di tangan nya.

"Sini, saya obatin!" ujar Chelsea, saat tubuh nya mulai mendekat ke arah Kenan.

"Gak usah! Saya bisa sendiri!" tolak Kenan sambil memalingkan wajah nya. Mungkin dia malu!

"Boss! Saya ini mau obatin luka yg ada di sudut bibir, pak boss! Gak usah mikir yg nggak-nggak deh!" cerocos Chelsea membuat kening Kenan mengernyit.

"Dih, siapa juga yg mikir kayak gitu?! Kamu aja yg ngarep saya bakal naksir sama kamu, karena mau ngobatin luka saya!" celoteh Kenan membuat kesabaran Chelsea di uji untuk kesekian kali nya.

"Pak Boss Kenan Jiran Bagaskara yg ganteng, yg cool, yg seksi, CEO tertampan sejagad raya. Bisa gak, nurut dulu sama saya? Nanti bisa infeksi lho kalo kelamaan gak di obatin?!" protes Chelsea, Kenan nampak menatap sang sekertaris dengan sudut pandang matanya.

"Ya udah! Awas macem-macem!" pada akhirnya, Kenan pun luluh, namun tentunya ada sedikit kata penekatan dalam kalimat nya.

Menghela nafas panjang, Chelsea mengangguk pasrah. "Ya udah, kita duduk dulu di pinggiran jalan situ!" ajak Chelsea, kenan menurut.

Mereka pun duduk di pinggiran jalan yg baru saja Chelsea katakan. Chelsea mulai membuka kotak obat nya dan mengeluarkan antibiotik beserta sedikit kapas di tangan nya.

"Sini!" sahut Chelsea dan nampak wajah kebingungan dari boss nya.

"Apanya?"

"Ish, pak boss duduk nya agak deketan dong. Susah kalo jauhan gini!" cerocos Chelsea, Kenan pun nampak berdecak kesal.

"Mau di obatin gak nih?"

"Iya iya," akhirnya dengan pasrah, Kenan pun menuruti perintah dari sang sekertaris dan mulai mendekatkan tubuh nya samping Chelsea.

Setelah dirasa jarak dari mereka cukup dekat, Chelsea pun dengan hati-hati mulai membersihkan bekas darah yg masih menempel di sudut area bibir boss nya.

"Awhh!!" pekik Kenan, Chelsea langsung memberhentikan kegiatan nya dan menatap lekat ke arah manik mata boss nya.

"Ma-maaf! Saya kurang hati-hati, saya lanjut lagi ya?!" kata Chelsea, namun kegiatan nya terhenti saat ia menatap ke arah Kenan yg kini tengah menatap nya tanpa berkedip.

Chelsea mulai terpaku saat manik mata nya bertemu dengan manik mata Kenan. Mereka saling tatap dengan tatapan yg sulit di artikan.

Deg.

Sebuah suara detakan jantung dari seorang Chelsea menghentikan aksi untuk tidak lagi menatap manik mata boss nya. Ia kembali di sadarkan, dengan cepat ia kemudian memfokuskan diri pada luka yg berada di sudut bibir Kenan.

"Udah!" ucap Chelsea, Kenan tersentak kaget.

Ia pun memalingkan wajah nya, raut muka nya memerah setelah mulai sadar akan apa yg baru saja ia lakukan. Yaitu, menatap Chelsea.

"Shh..." Kenan menyentuh sudut bibir nya yg baru saja di obati oleh sang sekertaris.

Menoleh, "Boss, lukanya... Gimana?" tanya Chelsea masih khawatir.

Kok Tiba-tiba si Chelsea jadi makin perhatian sama saya? Atau hanya perasaan doang, ya? - gerutu Kenan dalam hati nya.

"Boss? Kok melamun? Masih sakit ya?" Chelsea mengibas-ngibaskan sebelah tangan nya di hadapan wajah boss nya dan alhasil, Kenan pun nampak tersadar dari lamunan nya.

"Eh? Kenapa, hm?" tanya Kenan saat lamunan nya sudah membuyar.

"Itu, anu... Masih sakit gak? Bibir nya?" tanya Chelsea sedikit hati-hati.

"Eh? Uuudah gak pa-pa kok! Tenang aja, saya ini jagoan! Gak usah khawatirin juga gak bakal kenapa-napa!" ucap Kenan membuat mulut Chelsea melongo saat mendengar pengakuan dari dirinya.

Idih.

Jagoan katanya?!

Kalo beneran jagoan, gak mungkin tuh bibir jadi luka kayak gitu! Bener-bener deh! Sifat narsistik plus sombong nya balik lagi! Ngeselin banget sih! - celoteh Chelsea dalam hati nya.

"Udah, ah! Ayo ke mobil lagi, saya masih punya janji yg belum di tepati sama kamu!" ujar Kenan, lalu kemudian membuka pintu mobil bagian kemudi nya.

"Janji? Sama saya? Yg mana?" tanya Chelsea kebingungan.

Hadeuhh!!!

Dasar udah tua! Pelupa lagi! - gumam kenan hanya tersampaikan dalam batin nya.

Kenan menghampiri Chelsea, ia mulai mendekatkan tubuh nya ke arah sang sekertaris.

"Kamu ini!" ucap Kenan menggantung,

Tuk.

"Aduh" Chelsea mengaduh, saat kening nya di sentil oleh jari boss nya.

"Masih muda udah pikun! Kan saya udah janji mau anterin kamu pulang! Gimana sih!" celoteh Kenan, Chelsea pun mulai mengerucutkan bibir nya.

"Oh, kirain apaan!" kata Chelsea lalu ia pun berjalan mengitari mobil dan masuk ke dalam mobil lalu duduk di tempat semula.

Lah?!

Kenapa tuh si Chelsea?

Ngambek?!

Au ah, bodo amat!

Bukan urusan saya! - batin Kenan, kemudian ia pun masuk ke dalam mobil nya dan segera menjalankan nya.

To be continue...

Hai hai!!!

Jangan lupa like dan komen nya ya?!

See you:*

Revisi: 10 Maret 2020

1
Sintia Dewi
lah kaya dong keluarganya chelsea
Sintia Dewi
nah gitu kan mantep...saling cinta tp blagak komedi
Sintia Dewi
sampek kapan sih chelsea dijahilin terus..kenan ini gk bisa apa dia ungkapin klok udh cinta
Sintia Dewi
bagussaa
Sintia Dewi
makannnya kenan klok demen diungkapkan km bikin chelsi bingung..kesenengan jahilin.si chelsi sih
Sintia Dewi
disayang pak bukan dibully
💕💕syety mousya Arofah 💕💕
typo thorrr..
JR Rhna
kok tiada cuci muka,tiada berus gigi,tiada mandi,tiada tukar pakaian
Mpiet Pipit
seru kak
PinkyOwl
.
PinkyOwl
💙
puput
hayooo loooo
puput
ternyata dirumah orang kaya juga ada kecoanya
puput
awas ketagihan masakan sekretaris boss
puput
untung si boss ada akhlak
puput
nie bis ada maunya pasti
puput
bakalan jodoh nihkl kayak gini
Tara
Gampang itu. Resign setelah dapat in sekretaris cowo tapi jangan pilih yg lebay cari yg straight n macho, Kalo Ada yg ganteng yach anggap itu bonus🤭🤔😱👍
Tara
Wah lanjut bikin sekuel.. Sip.. Smoga Makin seru.. Here little gift kak 😱🤯🤭🤔🤗💕🎁🥰🌹
Tara
Merinding.. Goose bump.. 😱🌹😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!