Kaisar Pratama, pemuda tampan yang disukai banyak wanita. Anak bungsu dari pasangan pengusaha Andi Pratama dan Wina Pratama. Di usianya yang baru menginjak dua puluh lima tahun seorang Kaisar sudah menjabat sebagai Manager keuangan di salah satu Bank swasta terbesar yang ada di Indonesia.
Kaisar Pratama sudah di kenal banyak orang sebagai pemuda dingin tingkat tinggi.
Yasika, gadis sederhana berparas cantik, pintar dan sedikit pendiam. Melanjutkan pendidikan terakhir nya di salah satu Universitas yang berada di Jakarta. Menjadi seorang pengacara adalah cita-citanya.
Yasika pernah bertunangan
dengan seorang laki-laki yang merupakan cinta pertamanya.
Anne Putri, gadis cantik, tinggi, dan juga pintar. Menjadi seorang Dokter adalah impiannya sejak kecil. Anne dan Kaisar pernah menjalin hubungan selama lima tahun lamanya.
Dan hubungan mereka harus berakhir ketika Anne memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di negeri kangguru.
Bagaimana kisah asmara antara mereka bertiga?
Siapakah diantara kedua gadis itu yang akan mendapatkan hati seorang Kaisar?
Yasika, gadis sederhana berparas cantik dan sedikit pendiam.
Atau Anne Putri, yang merupakan mantan terindahnya.
yu ikuti terus kelanjutanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon parida hakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10.Kembali seperti semula
heeyyyy...aku datang lagi..
selamat membaca ya🤗
******
Saat sinar matahari masuk melalui celah-celah gorden itu membuat yang masih terpejam mengerjapkan matanya berkali- kali. Rasanya sangat berat untuk membuka mata. Dan kepalanya terasa sedikit pusing.
Ia mencoba bangun dari tidurnya dan menyandarkan kepalanya pada punggung kasur. mengedipkan matanya berkali kali, dan menggelengkan kepalanya sesekali. Mungkin, saat ini ia merasakan tidak enak badan.
Apakah ini karena kehujanan kemarin? Pikirnya dalam hati. Kai mengingat kembali bagaimana Ia dan Yasika bisa kehujanan kemarin.
Sambil memegang kepalanya, Kai seperti menerawang ingatannya kembali dengan apa yang telah terjadi dan ia lakukan. Dan ingatannya kembali lagi saat mengingat dimana ia dan Yasika saat itu berciuman.
Ah ... dan itu membuat ia menarik nafas sangat panjang dan membuangnya kasar. Bagaimana ia bisa melakukan hal seperti itu pada wanita yang baru ia kenal? "Apa yang aku lakukan.?" Gumamnya dalam hati sambil mengingat lagi kejadian itu. Dimana ia mencium bibir manis gadis itu dengan sangat lama sekali. Kai merasakan ada sebuah perasaan berbeda ketika berciuman denganya. Ada ketertarikan sendiri pula yang mendorongnya untuk mencium Yasika.
Entah setan darimana yang bisa membuatnya seperti itu.
Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Apakah Aku?
Menyesalkah ia telah mencium seorang Yasika?
Apalagi Kai mengingat kembali dengan sikapnya semalam, setelah ia mencium gadis itu, Kai kembali seperti semula. Seperti tidak saling mengenal dan bersikap dingin lagi pada gadis itu.
Arrrrggggghhhhhh.......****.!" Ia mengumpat sambil merarik rambutnya ke belakang dengan kasar.
*****
Yasika saat ini sedang sibuk bekerja, ia merasa kewalahan karena begitu banyak orang yang sedang menunggu giliran untuk membayar belanjaannya. Tapi ia tidak pernah mengeluh sama sekali karena Yasika menikmati pekerjaanya itu. Meskipun berbeda dengan jurusan yang ia ambil di tempat kuliahnya. Yasika mengambil jurusan Hukum, karena gadis itu bercita-cita ingin menjadi seorang pengacara yang handal dan juga sukses.
"Yas, istirahat yu?" Ajak Ririn
Ririn adalah sahabat Yasika juga, baik di tempat kerja atau tempat kuliahnya. Karena mereka mengambil jurusan yang sama. Sebenarnya Ririn orang yang sangat menyukai Pak Dimas. Meski Ririn tahu, yang Pak Dimas sukai bukan dirinya melainkan Yasika temannya sendiri. Tapi ia tidak merasa benci atau iri kepada Yasika, karena Ririn lebih mementingkan persahabatan daripada perasaannya sendiri.
"Ayo..." Yasika menyahut.
Merekapun duduk di warung lesehan yang menjadi langganannya itu. Sambil menunggu pesanannya itu datang, Yasika dan Ririn asik mengobrol bahkan mereka sesekali tertawa riang.
"Ica gak masuk Yas,?" tanya Ririn.
"Dia libur Rin, kemarin dia lembur, sampai sekarang pasti dia belum bangun." Yasika terkekeh karena membayangkan sahabatnya yang satu itu.
"Kebiasaan emang itu anak?" mereka tertawa bersama.
Waktu istirahat pun habis, mereka kembali lagi masuk bekerja. Setelah beberapa jam bekerja, akhirnya waktunya untuk pulang sekarang. Yasika bersiap siap karena ia ingin segera pulang dan mandi lalu istirahat. Ia tidak bisa memungkiri kalau sekarang Yasika juga merasa capek dan merasa tidak enak badan, mungkin akibat kehujanan kemarin.
"Hai ... Yas,?" Sapa seseorang menghampiri Yasika saat ia keluar dari tempat parkir.
"Eh ... apak Dimas?" Yasika tersenyum.
"Kamu mau pulang?"
Yasika tersenyum kembali dan menganggukan kepalanya "Ya, Pak."
"Kebetulan aku juga mau pulang, gimana kalo kita pulang bereng aja? lagian kita searah kok.?" Tanya Dimas lagi.
Yasika merasa bingung, apakah ia ikut saja? Lagian kan tidak ada salahnya, Karena ia ingin segera sampai ke kostsannya itu. Lalu Yasika menatap Dimas dan, "Ya udah saya ikut Pak. tapi saya gak ngerepotin Bapak kan?" Yasika tersenyum.
"Ya,enggak kok. malahan saya senang," sambil tersenyum. Buru buru Dimas membukakan pintu mobil untuk Yasika. "Silahkan masuk?" Yasika tersenyum "Terima kasih Pak.?"
Dalam perjalanan tak ada yang bersuara sama sekali. Dimas yang fokus menyetir hanya sesekali melirik ke arah Yasika. Dan dia tersenyum karena senang akhirnya bisa berduan bersama Yasika.
Entah kenapa Dimas sangat menyukai gadis yang sedang bersamanya sekarang. Dimas begitu sangat menyukai Yasika saat pertama kali bertemu.
Tak butuh waktu lama mobil pun berhenti, tapi bukan di kost nya Yasika, melainkan berhenti di sebuah Cafe.
Yasika heran kenapa dia berhenti disini "loh ... Pak, kok kita kesini.?"
Dimas tersenyum "Gak apa-apa kan, kita makan dulu Yas.?"
"Tapi __.?" Dimas langsung menyela cepat. "Udah ah, ayo masuk? tanggung Yas. temani aku makan ya.?"
Terpaksa Yasika menurut dan mengikuti Dimas masuk ke dalam cafe tersebut. Mereka duduk, dan Dimas membuka menu makanan dan minuman tersebut.
"Yas,mau pesen apa.?" tanya Dimas.
"Terserah bapak aja " jawabnya.
Mereka memesan makanan dan minuman yang di pilih Dimas. Mereka ngobrol sebelum pesanan itu datang. Dimas menatap Yasika dengan lekat sehingga membuat Yasika Jadi risih dan tidak enak."Kenapa dia lihatin aku sih.?" gumam Yasika dalam hati.
"Kamu cantik sekali Yas.?" itulah yang keluar dari mulut Dimas. Cowok itu terus menatap Yasika dengan tatapan lembut. Membuat Yasika jadi malu sendiri.
Yasika gelalapan di buatnya. Ya Tuhan ... apa yang dia katakan?.
"Em ... terima kasih Pak.?" memberikan senyumannya.
Akhinya pesanan merekapun datang. Dan Yasika sangat beruntung sekali bisa terhindar dari tatapan Dimas. Dia merasa tenang, karena daritadi Dimas terus memperhatikan Yasika.
Saat mereka makan, tidak ada suara yang keluar sedikitpun, yang terdengar hanya suara sendok dan piring serta musik yang menjadi pengantar mereka makan.
Setelah selesai makan, Dimas langsung mengantarkan Yasika pulang. Sesampainya di depan rumah kost, Yasika dan Dimas keluar dari dalam mobilnya, tidak lupa, Yasika juga mengucapakan terima kasih kepada Dimas.
Sebelum akhirnya terdengar beberapa kali bunyi klakson mobil. Yasika dan Dimas menoleh bersamaan. Mereka melihat siapa orang yang ada di dalam mobil itu. Dan ...!
Deg
Deg
Deg
Jantung Yasika berdetak dengan cepat, Manakala ada seseorang di dalam mobil tersebut yang sedang menatapnya dengan tatapan dingin dan tidak bisa di artikan. Mereka saling menatap dalam diam. Sebelum akhirnya, Yasika tersadar dan langsung mengalihkan pandangannya itu. Sontak Dimas juga sadar bahwa mobilnya menghalangi jalan. Dan lelaki itu langsung pamit pulang pada Yasika.
Yasika masih berdiri mematung di depan gerbang tersebut karena menunggu mobilnya Kai masuk duluan.
"Halo cantik.." sapa Adi dengan mengedipkan sebelah matanya genit pada Yasika.
Yasika tidak menjawab, ia hanya tersenyum.
Kai dan Adi turun dari mobilnya dan segera masuk ke dalam. Adi langsung merebahkan tubuhnya di atas kursi ruangan tersebut.
Yasika yang berjalan masuk saat melewati ruangan itu, tanpa sengaja ia melihat Adi yang lagi duduk sendirian. karena Kai, cowok itu sedang berganti pakaian di dalam kamarnya.
Adi yang melihat Yasika tersenyum, lalu menyapa gadis itu. "Baru pulang nona manis?"
Yasika berhenti dan menjawab. "Ya Kak." dengan senyuman yang biasa ia berikan.
Kai yang baru saja keluar dari kamar itu, ia melihat Yasika sedang berdiri dan tersenyum kepada Adi.
Kai diam mematung sesaat, tanpa sengaja Yasika menoleh ke arah dimana Kai sedang berdiri. Hening sesaat, tidak ada saut sapa yang terjadi antara mereka.
Jangankan untuk menyapa, memberi sebuah senyumanpun sangat sulit sekali rasanya bagi cowok itu.
Rasa canggung pun menyelimuti. Keduanya tampak merasa risih. Tanpa saling menyapa dan saling tersenyum. Hanya lewat sorot mata keduanya mereka berbicara.
Padahal kalo di ingat-ingat dengan kejadian kemarin, dimana mereka seperti dua sejoli yang sedang merasakan indahnya Cinta. Mereka melupakan itu, kini mereka seperti orang asing yang tidak mengenal satu sama lain.
"Ekheem ..." deheman itu di berikan Adi kepada keduanya. Karena ia merasa ada yang berbeda dari mereka berdua. Dengan melihat keduanya saling menatap, Tapi ia tidak tau jelas apa masalahnya.
Mereka berdua pun sadar dan menjadi salah tingkah sendiri. Dengan segera Kai langsung duduk di sebelah Adi tanpa melihat lagi Yasika.
Sedangkan Yasika yang melihat sikap Kai itu hanya diam, ia merasakan sedikit sesak di dadanya. Tapi Yasika menyadari, bahwa dia tidak boleh berharap banyak karena ia sadar tidak mungkin seorang Kai menyukai dirinya. Yasika juga tidak mau menyalahkan Kai tentang ciumanya kemarin. Itu terjadi karena kesalahan mereka berdua. Yang sama-sama terhanyut terbawa suasana.
"Yas ... ayo duduk dulu disini." ajak Adi dengan melambaikan tanganya.
Yasika menoleh dan tersenyum "Tidak Kak, terima kasih."
"Kenapa buru-buru Yas? temenin kita ngobrol dulu dong,?" seru Adi dengan nada di buat-buat manja.
Yasika menggelengkan kepala karena melihat sikap konyol nya Adi. "Lain kali aja Kak."
Dengan cepat Adi memotong. "Ok, aku tunggu lain kali, kamu harus temenin aku ngobrol Ya.?" Ujar Adi dengan menaik turunkan kedua alisnya.
Kai menoleh kepada Adi, ada perasaan tidak suka saat temannya itu mengajak Yasika ngobrol.
Tidak, ini tidak boleh di biarkan. Perasaan ini tidak boleh terjadi. Kai memejamkan matanya sesaat. Ia merasakan ada sedikit rasa Cemburu di hatinya.
Apa?
Cemburu.....??
Bagaimana bisa?
****
Bagaimana dengan ceritanya?semoga kalian suka ya,?mohon berikan dukunganya untuk aku dengan Like, Komen, Share ke teman Kalian, dan Vote nya.
terima kasih semuanya. Salam saya.