NovelToon NovelToon
Anisa Sang Pendosa

Anisa Sang Pendosa

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Spiritual / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mel Rezki

Apa yang menyebabkan mereka melakukan perbuatan laknat itu? Hingga Anisa hamil di luar nikah, padahal mereka dikenal pribadi yang soleh dan solekha.

Naas menimpa Faisal Mubarak tunangan sekaligus lelaki yang telah menghamilinya meninggal dunia karena tersengat listrik. Hingga kondisi yang begitu mendesak bunda Rosmawati ibu dari Faisal memutuskan untuk menikahkan Panji Alam Darmawan dengan Anisa.

Sebagai bentuk bakti kepada ibunda, Panji menerima keputusan ibunda untuk menikah dengan calon adik iparnya. Walaupun dengan berat hati dan terpaksa pernikahan itu berlangsung.

Akankah ada benih cinta di antara mereka? Karena Panji juga memiliki kekasih hati yang juga luar biasa baiknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mel Rezki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

"Tiwi," lirihnya dengan ekspresi terkejut luar biasa.

Tiwi juga tak kalah terkejut karena Panji pamit dengannya akan menemui kontraktor untuk proyek pembangunan SPBU yang baru tapi sekarang, Panji malah di rumah.

"Tunggu, dan siapa gadis yang ada di belakang Panji," tanya Tiwi dalam hati.

"Duduklah Ji," pinta oma.

Panji menatap penuh telisik apa yang dilakukan omanya. Niatnya tidak menuruti apa yang dipinta oma Sartika. Namun, pergi saja meninggalkan Tiwi, Anisa, dan oma pastilah lebih beresiko.

Panji mendudukkan pantatnya di kursi. Bersikap setenang mungkin walupun hatinya kini resah.

Anisa berdiri mematung, Mau ikut duduk tidak ada yang menawari, mau pergi nanti kelihatan canggungnya tapi kini kakinya lebih mengikuti seruan otak untuk memundurkan langkah dan menghilang dari mereka.

"Anisa,"

deg.

Tubuh yang sudah memutar ambil langkah pergi dari ruang tamu terpaksa dia hentikan.

"Kesini Nisa," titah oma Sartika.

Anisa terpaksa memutar kembali tubuhnya dan kini melangkah ke arah mereka duduk.

"Perkenalkan, ini Tiwi, kekasih Panji Alam Darmawan," ucap oma.

Tiwi terkejut, pasalnya baru pertama kali ini Oma Sartika memperkenalkan dirinya kepada orang lain sebagai kekasih Panji.

"Apakah ini nyata? Benarkah oma sudah mau membuka hati untuk menerimaku sebagai cucu menantu?" monolog batin Tiwi. Tangannya mengulur ke Anisa.

"Anisa," ucap Anisa sambil membalas uluran tangan dari Tiwi.

"Pratiwi, kamu boleh panggil Tiwi," ucap Tiwi.

"Anisa, kamu ambilkan minuman untuk kita," pinta oma.

"Ya Oma," jawab Anisa kemudian melangkah pergi.

"Siapa dia Oma?" tanya Tiwi mengarah ke Anisa.

"Tidak penting, tidak usah kita bahas atau...nanti kamu bolehlah tanya langsung ke Panji," jawab oma Sartika dengan entengnya.

Anisa hanya menahan sakit, mendengar ucapan oma Sartika, dia juga tahu dari nada oma bicara yang agak ditinggikan suaranya, ada unsur kesengajaan dari oma agar Anisa mendengar semua itu.

"Kamu semakin cantik Nak," ucap oma mengalihkan pembicaraan dengan memegang tangan Tiwi.

Tiwi tersenyum malu, bagaimanapun ini pertama kali Tiwi mendengar pujian dari sang oma.

"Oma...sangat menyesal, kenapa tidak dari dulu menerima kamu. Padahal kamu itu wanita yang baik dan oma yakin kamu bisa membahagiakan cucu oma dengan segala kebaikan yang kamu miliki," ucap oma dengan nada penuh penyesalan, tangannya masih menggenggam tangan Tiwi.

"Oma...itu kan sudah berlalu, kita lupakan saja," ujar Tiwi.

"Tetap saja, walaupun itu sudah berlalu pasti masih mengenang di hati kamu. Kalau oma orang yang terlalu kejam karena tidak kunjung memberi restu pada hubungan kalian," terang oma.

Tiwi tersenyum, terkesan mendadak apa yang terlontar dari mulut oma Sartika tapi apapun itu, Tiwi tidak ingin berburuk sangka, mudah-mudahan ini jawaban atas segala doa yang selalu dia panjatkan.

"Oya Nak, katanya bapak kamu kemarin masuk rumah sakit?"

"Ya oma, bapak menderita diabetes terpaksa jari kelingking kaki harus diamputasi karena mengalami pembusukan."

"Ya ampun, kasihan sekali kamu. Oma doakan semoga bapak kamu cepat diberi kesehatan."

"Amin ya Allah," sahut Tiwi.

"Maaf juga sayang, oma belum berani bertemu dengan bapak kamu. Oma terlalu malu bertemu dengannya karena Oma merasa banyak salah dengan beliau," sesal oma dengan menghapus linangan air mata.

"Ya Oma, tidak apa-apa. Orang itu pasti punya kesalahan dalam hidup."

"Silahkan diminum Mbak," tawar mbok Asih menaruh 3 gelas minuman di meja.

"Aku ke belakang dulu," pamit Panji.

"Ya Mas," jawab Tiwi. Namun lain dengan Oma yang menunjukkan ekspresi penuh curiga.

Panji mengedarkan pandangan setelah masuk ke ruang tengah, ruang makan, dan ruang dapur. Namun sesosok yang dia cari tidak ada.

"Mencariku Kak?"

Suara itu sangat mengejutkan Panji sampai dia mengelus dadanya.

"Kamu hobi mengagetkan orang!" seru Panji.

Anisa hanya tersenyum kecil menanggapi itu.

"Kenapa cari aku? Apa karena aku tidak membawa minuman itu ke ruang tamu?"

Panji mendengus mendengar penuturan Anisa yang memang benar adanya.

"Ngapain juga aku yang bawa minum, takutnya seperti di drama-drama, nanti minuman yang aku taruh pura-pura disenggol oma, terus aku dimarahi oma di depan kekasih Kakak."

pletak

"Aduh! Sakit Kak!" seru Anisa dengan memegang dahi yang disentil oleh Panji.

"Pikiran kamu terlalu jauh," ucap Panji.

"Barangkali seperti itu," jawab Anisa dengan memanyunkan bibir.

Panji melangkah ke ruang tamu kembali.

Dia melihat oma Sartika tertawa kecil disusul Tiwi.

"Aku tidak akan tertipu dengan semua ini oma," batin Panji dan kini dia sudah berdiri di dekat kursi tamu.

"Kita ke kantor sayang," ajak Panji.

"Cucu oma itu begitu, kayak kerja dengan orang lain saja, harus tepat ke kantor selesai istirakhat siang," protes oma.

"Ya Oma, kita sudah lama di sini. Lagian tidak enak dengan karyawan lain. Menyuruh untuk disiplin waktu kitanya sendiri malah tidak menerapkan itu," terang Tiwi sambil mengulurkan tangan untuk berpamitan.

"Ya sudah, kalian hati-hati ya."

Tiwi mengangguk, "Assalamualaikum."

"Waalaikum salam," jawab oma Sartika dengan melambai tangan menatap kepergian Panji dan Tiwi.

Huft

Oma mengempaskan napas dengan kasar.

"Kalau bisa bermain cantik kenapa harus repot-repot mengotori tanganku," gumam oma Sartika.

"Kita tunggu tanggal mainnya. Dimana kamu yang akan meminta sendiri untuk memutuskan hubungan dengan cucuku," seringai licik nampak dari raut wajah oma.

"Setelah itu baru kubereskan Anisa si gadis tengil."

Oma membalikkan badan untuk melangkah masuk ke kamar.

"Ka-ka-kamu," terkejut oma mendapati Anisa berdiri mematung di belakang dinding pembatas ruang tamu dan ruang tengah.

Anisa hanya tersenyum mengangguk.

"Kamu! Seperti setan saja! Tiba-tiba datang!" geram oma.

"Kenapa Oma selalu marah-marah kalau melihatku?" lirih Anisa.

"Itu kenapa aku ingin kamu segera pergi dari rumah ini!" sewot oma Sartika.

"Nunggu mas Panji beli rumah baru Oma. Katanya sih tidak lama lagi akan membelikan aku rumah baru," jawab Anisa sengaja menambah panas oma.

"Kamu!" Murka oma.

Anisa melenggang pergi menaiki anak tangga menuju kamar. Setelah sampai lantai 2 dia masuk ke kamar, menutup pintu kamar dan menyandarkan tubuh di belakang pintu. Tangannya bergerak mengelus dada

Huft

Satu empasan napas panjang Anisa keluar dan tarik untuk menstabilkan ritme jantungnya.

"Haruskah selalu bermain peran menghadapi oma Sartika? Astaghfirullah haladhim...nenek lampir semacam dia ternyata benar-benar ada di dunia nyata bukan hanya rekayasa cerita dalam romansa drama Korea."

Anisa kemudian bangkit dan melangkah ke ranjang tidur, badannya terasa lelah. Matanya merasakan kantuk.

"Tidur ah...," gumam Anisa dan selang berapa menit matanya terpejam penuh.

...****************...

"Ada hal yang ingin kamu tanyakan Mas?" tanya Tiwi melihat raut wajah Panji yang tegang.

"Tidak," jawab Panji menggelengkan kepala dan tangannya mengelus singkat rambut sang kekasih.

"Tapi ada hal yang ingin kutanyakan padamu Mas," ucap Tiwi.

"Apa?" tanya Panji dengan mata tetap fokus ke jalan dan kedua tangan yang memegang kemudi.

"Siapa Anisa?"

1
Nhimasera Sera Sera
Luar biasa
Mel Rezki: terima kasih Kak 🙏
lanjut novel Kak Mel lainnya 😍😘
total 1 replies
arzetti azra
Kecewa
arzetti azra
Buruk
Marhainun Tanjung
bagus banget cerita nya.
Mel Rezki: terima kasih Kak, lanjut novel lainnya kak Mel , karena ustadz aku cacat
total 1 replies
Lismawati Salam
Luar biasa
nesya
knp Nisa hrs ninggalin anak nya sih. hrs nya kan dia tetap bersama anak nya, berjuang demi anak nya, Krn itu adalah harta yg paling berharga yg di tinggalkan oleh Faisal sbg tanda cinta mrk, meskipun kehadirannya mgkin akibat dr ketidak sengajaan.
nesya
akhirnya kebaikan, ketulusan dan keceriaan Nisa mampu merobohkan dinding keegoisan nenek panji.
nesya
di hati panji itu sdh tumbuh benih-benih cinta utk Nisa, tp dia masih blm menyadari itu, makanya dia sll berusaha menyangkal kl perasaan gelisah di hatinya itu cm di karenakan rasa kepedulian aja.
nesya
sdh mulai tumbuh benih-benih kebucinan dlm hati panji buat Anisa. sm spt kata pepatah Jawa, witing tresno jalaran soko kulino, cinta itu bs tumbuh lantaran terbiasa bersama.
nesya
jd serba salah buat panji. tp Panji bnr" laki-laki yg baik dan tulus, meskipun dia nikah terpaksa, tetap sj sikapnya terhadap Anisa sgt bertanggung jawab sbg seorang suami. dia begitu perhatian dan melindungi Anisa. mgkin kesalahan panji dlm hal ini cm satu, wkt dia sampai di rmh nya, knp dia tdk langsung menemui Tiwi utk menjelaskan masalah yg sebenarnya, hingga tak sampai timbul kesalah fahaman diantara mereka berdua. tp siapa yg tahu dgn rencana author, mgkin sj pd akhirnya panji mmg lah jodoh anisa., dan bkn Tiwi.
Medy Jmb
Mau nikahin Tiwi yg penyakitan, nyerein Nisa? cuma di dunia novel
Medy Jmb
menghempaskan Thor bukan mengempaskan
yoona
udah jadian aja bah/Facepalm/
Sumi Ati
masih menyimak.
Elvira Juned
Gk adil bagi Panji menikah dgn Anisa utk menutup aib sama aja mereka sekeluarga menipu semua org, dan memakaikan BIN atau BINTI utk anaknya Faisal dan Anisa kelak
Mmh Astri
👍👍👍👍👍👍👍👍🥰🥰🙏
Mel Rezki: lanjut baca novel kak Mel yang lainnya 🙏
total 1 replies
Mmh Astri
👍💪
Mmh Astri
💪💪💪💪👍🙏🥰
Indah Safitri
Luar biasa
MIZI ZESHIKUMEZI
owo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!