NovelToon NovelToon
Kabisat Dream (Love From Another World)

Kabisat Dream (Love From Another World)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / TimeTravel / Supernatural / Time Travel / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dunia Lain
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: RhEandah

"29 Februari"
Di tempatku terdapat mitos jika di tanggal 29 Februari kamu berdiri di ujung tebing dengan air laut di bawahnya kamu akan terbawa ke dimensi lain.
Aku hanyalah seorang gadis yang menjadi korban hancurnya perasaan oleh sebuah kata "komitmen" yang hanya bualan saja. Tepatnya gadis yang sedang patah hati, akibat terlalu percaya dengan ucapan seorang pria, ya aku yakin aku tidak sendirian karena kalian yang membacapun pasti pernah menjadi salah satunya.
Aku berdiri di tepi jurang, maksudku bukan jurang kehancuran namun ya memang jurang dengan air laut menghempas di bawahnya. Tidak, aku bukan gadis bodoh yang akan bunuh diri hanya karena cinta, namun gadis bodoh yang terhempas ke dalam jurang karena kelelahan dan kisahku bermulai dari sini dengan dunia yang belum pernah ku temui.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RhEandah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GADIS ANEH

“Meoow.. (bagaimana hasilnya?)” Poko menghampiriku yang sedang duduk di taman kota dengan memeluk kaki.

“Ahh, aku tidak berhasil, kamu tau semuanya butuh uang. Mereka memenangkan kompetisi dengan uang.” Ucapku pasrah.

“Meow.. (Apa kau tidak bersemangat gara-gara ini?)”

“Tentu saja, bibi sudah mengajariku banyak hal tentang obat-obatan namun semuanya sia-sia begitu saja hanya karena kasta..”

“Apa kau punya kebiasaan berbicara sendirian?”

“Tidak, aku berbicara dengan temanku.”

“Maksudmu kucing”

“Yah dia temanku. Dan aku sedang berbicara dengan…nya…” aku tersadar dengan yang sedang ku ucapkan.

“Kau tidak berubah ya gadis aneh..” Zee duduk disebelahku. Aku hanya terdiam karena malu dengan apa yang kulakukan, tamatlah sekarang aku benar-benar gadis aneh.

“Apa yang sedang kau fikirkan hingga berbicara sendirian?”

‘aku tidak berbicara sendirian aku berbicara dengan Poko’ ingin ku mengucapkannya.

“Tidak ada, hanya sedikit kecewa karena usaha yang kulakukan jadi sia-sia” keluh ku. Zee tidak mengatakan apapun seolah menyuruh menceritakan keluh kesah ku.

“Aku mengikuti kompetisi untuk menjadi asisten tabib istana, namun ternyata kompetisi hanya formalitas dan kandidat sudah terpilih dengan harta” Zee tetap diam mendengarkan.

“Padahal bibi sudah mengajariku..” ucapku sambil memeluk kedua lututku.

Zee mengelus kepalaku membuat perasaan ku menjadi lebih tenang. Ah ternyata dia memiliki sisi lembut juga.

“Sekarang apa yang harus aku katakan kepada bibi? Aku tidak ingin membuatnya kecewa..” aku menenggelamkan wajahku ke dalam lipatan tangan.

“Zee, apa semua yang ada di istana bekerja sesuai kasta? Apa seorang gadis biasa seperti ku tidak layak menjadi asisten tabib maupun masuk ke dalam istana?” tanya ku menoleh ke arah Zee dengan kepala masih berpangku pada lipatan tangan.

Zee bingung dengan ucapanku “Apa kau ingin masuk ke dalam istana?” Aku mengangguk “Apa yang akan kau lakukan di istana jika kau bukan seorang asisten tabib?”

“Aku ingin ke perpustakaan istana..” ucapku pelan nyaris tidak kedengar.

“Perpustakaan?” Zee bertanya bingung. ‘sebenarnya seberapa peka pendengarannya.’

“Ya, aku suka membaca buku, buku di rumah bibi ku tidak banyak dan semuanya sudah selesai ku baca.”

“Zee!! Hana!!” panggil Rey dari kejauhan.

“Apa yang kalian lakukan disini?”

“Hanya sedang berbincang..” ucapku.

“Sejak kapan Zee suka bergosip? Hahah” ledek Rey disambut jitakan kepala oleh Zee yang langsung beranjak dari tempatnya duduk. Dia menoleh ke arahku sebelum benar-benar pergi dan berkata “Jika kau menginginkan sesuatu kau harus berusaha mendapatkannya walau menurutmu mustahil setidaknya kau sudah berusaha semampumu, dan semua yang sudah kau lakukan pasti tidak akan jadi sia-sia” lalu melanjutkan langkah pergi meninggalkan aku yang tertegun mendengar kalimat dari mulutnya. Zee benar, aku tidak menyangka pria dingin seperti dia bisa menghibur seorang gadis aneh ini.

“Apa yang sedang kalian bicarakan?”

“Tidak ada hanya berbincang biasa” ucapku kepada Rey yang masih diselimuti rasa penasaran dan curiga.

“Bagaimana hasil pertandingannya?”

“Aku gagal..” ucapku sekarang dengan senyuman. “Yah, setidaknya aku sudah berusaha semampuku” sambungku. “Dan aku tidak akan pernah menyerah..” ucapku menyemangati diriku sendiri.

Rey mengelus kepalaku “Benar! Itu yang namanya semangat.!”

“Ayo jangan berdiam disini terus! Di istana sedang mengadakan perayaan menyambut terpilihnya asisten tabib baru dan semuanya sedang menikmati perayaannya..” Rey menarik tanganku menuntunku untuk mengikutinya.

Perayaan sangat meriah walau tidak terlalu besar, namun kembang api yang bermekaran di langit sangatlah indah.

*****

“Uwaaahhh ini sangat menyenangkan..!” ucapku senang sambil menenggelamkan dan mengeluarkan seluruh badanku ke dalam danau. Sudah lewat dua minggu sejak pemilihan asisten tabib, dan aku mulai terbiasa dengan hidupku yang sekarang, Poko dan Bear selalu menemaniku saat di hutan dan tidak jarang aku bertemu dengan Max yang sedang tertidur diatas pohon.

“Meoow!!! (Ada yang datang cepat sembunyi!)” mendengar peringat Poko aku langsung bersembunyi di balik batu di tengah danau, Bear sudah mengamankan pakaianku dan bersembunyi.

Hening… hanya ada suara burung dan jangkring yang samar-samar terdengar. Aku penasaran dan mengintai dari balik batu. Pundak yang lebar dan rambut hitam yang panjang. Wajahku memanas melihat pemandangan di depan mataku.

‘Gawat aku terjebak dan tidak bisa keluar dari sini sebelum pria itu pergi!’ aku menoleh ke segala arah mencari bantuan. ‘Sial, kemana dua ekor temanku tadi bersembunyi.’ Aku mengintip lagi dan terlihat kesedihan dan kerinduan dari matanya yang kecokelatan itu.

Setelah 5 sampai 10 menit akhirnya pria itu pergi dan akupun keluar dari persembunyian, Bear dan Poko menghampiriku dan memberikan pakaian. Aku masih memikirkan pria itu kenapa dia terlihat begitu sedih, apa dia merindukan seseorang.

*****

“Sudah ku duga aku akan menemukan mu di hutan”

Langkahku terhenti, dua ekor temanku entah sejak kapan mereka menghilang. “Rey, apa yang kamu lakukan disini? Sedang berburuh kah? Tanyaku setelah memastikan Bear dan Poko tidak bersamaku.

“Yah aku sedang berburuh peri hutan” ucap Rey sambil turun dari kuda yang dia tunggangi. “Apa yang sedang kau lakukan di hutan ini?”

“Mencari tanaman obat-obatan” ucapku santai, aku sudah memikirkan alasan yang tepat sebelum dia bertanya.

“Kau sudah menemukannya?” tanya Rey menyelidiki, karena aku tidak membawa keranjang dan tidak ada tanaman satupun yang ku pegang.

“Belum, sepertinya sekarang belum musimnya.” Ucapku mennghindar dari tatapannya.

“Ayo ikut aku!” Rey kembali menunggangi kudanya dan menjulurkan tangannya untuk menarikku. “Kita mau kemana?” tanya ku bingung namun menyambut uluran tangannya.

“Ke istana..” sambil membantuku menaiki kudanya. “Memangnya diperbolehkan mengajak orang asing masuk ke dalam istana?” tanyaku saat sudah duduk di atas kuda dan membelakanginnya. “Kenapa tidak? Kau bukan orang asing, kau temanku.” Ucapnya sambil memberikan perintah agar kudanya bergerak.

*****

Di istana Rey membantuku turun dari kuda, dan memarkirkan kudanya ke kandang.

“Ayo, aku akan memandumu berkeliling istana” aku tersenyum dan menyambut telapak tangan Rey.

Dari sekian banyak tempat kenapa malah tempat latihan yang ditunjukkannya duluan. Disini banyak sekali prajurit maupun kesatria yang sedang berlatih baik memanah maupun memainkan pedang.

“Kau mau mencoba memanah?”

“Egh,, eh tidak mungkin lain kali” ucapku. Yang benar saja kenapa dia tidak menunjukkan langsung kepada ku perpustakaannya.

“Sepertinya kau kurang suka berada di tempat seperti ini” ‘kalau sudah tahu kenapa tidak beranjak dari tempat ini’ gerutuku kesal dalam hati.

“Aku akan menunjukkan kepadamu sebuah tempat yang ku rasa kau akan menyukainnya” kami berjalan menelusuri lorong-lorong, setiap bertemu dengan pelayan mereka menundukkan kepala memberi hormat. Ya aku tahu itu etika mereka tapi bagi orang awam sepertiku merasa risih jika diperlakukan seperti itu.

“Kita sudah sampai..” ucap Rey membiarkanku menikmati pemandangan di depan mata. Tempat ini adalah tempat aku tersesat saat kompetisi asisten tabib dan bertemu dengan pria bermata cokelat.

“Kau menyukainya?”

“Tentu..!” jawabku riang sambil berjalan mendekati pinggiran kolam.

“Ini pohon apa?” tanyaku sambil memegang pohon yang berada tepat di pinggir kolam.

“Pohon harapan..” jawab Rey dan ku sambut dengan ekspresi bingung memangnya ada pohon dengan nama itu. Rey tersenyum dan menangkap kebingunganku “Pohon ini di tanam di pinggir kolam dengan harapan dapat membuat suasana sejuk disini dan membuat yang datang ke kolam ini akan merasa bebannya sedikit berkurang” lanjutnya.

“Ohh..” ucapku mengerti “Lalu apakah kolam ini namanya kolam harapan?”

Rey tertawa mendengar pertanyaanku. “Ya tentu, kau akhirnya mengerti juga hahaha” ‘Menyebalkan’ batinku.

Egh itu pria tampan bermata cokelat yang sedang berjalan ke arah kami.

“Kakak..” seru Rey.

“Hana kenalkan ini kakak ku..” kakak berarti dia adalah kaisar yang berkuasa.

“Sa.. salam ya..yang mulia..” ucapku terbata-bata ragu apakah benar itu yang harus ku katakan. Rey hanya diam melihatku mengucapkan salam kepada kakaknya, tunggu dulu pria yang di panggil yang mulia saat di hutan ini adalah kakaknya Rey yang artinya Rey seorang pangeran. Apa pengucapan salam ku sudah benar? Aku hanya pernah melihat ini di dalam film yang ku tonton dan novel yang ku baca.

Pria itu hanya melihatku dan berpaling melihat Rey, “Tidak seharusnya kau membawa orang asing keluar masuk istana.” Ucapnya ketus. “Tapi dia bukan orang asing kak, dia temanku.”

“Apa kau tau latarbelakangnya?”

“Dia tinggal di desa bersama dengan bibinya, dia berasal dari luar negeri dari pulau Forestland..” ‘uhuk aku menelan air ludah, sial kenapa nama pulau yang ku buat malah membuatku malu saat orang lain mengungkitnya kembali’

“hmm, Forestland” ucap pria itu sambil menyelidiki. “Walaupun dia adalah temanmu tetap saja kau tidak boleh membawanya keluar masuk istana setiap saat.” ‘hey ini baru pertama kali Rey membawaku masuk ke dalam istana. Aah iya pertemuan pertama saat kompetisi. Tapi itu kan tidak dihitung!’

“Tapi kak..”

“Kecuali dia seorang pelayan.” potongnya sambil tersenyum misterius ke arah ku. Apa maksud dari senyumannya itu? Aku tidak tau kalau dia punya topeng seperti ini.

“Pelayan?” tanya Rey tidak percaya. “Yang benar saja kak, dia teman ku mana mungkin aku membiarkannya menjadi seorang pelayan di istana.”

Pelayan tidak buruk juga, jika seperti itu aku bisa leluasa masuk ke dalam istana dan mencari petunjuk untuk ku kembali ke dunia ku. “Baiklah aku setuju, jadikan aku pelayan.” Ucapku tanpa pikir panjang.

“Tapi Hana.. kau temanku bagaimana bisa aku menjadikan kau seorang pelayan.”

“Tidak apa-apa Rey, dengan begitu aku juga bisa meringankan beban bibi. Apa kamu malu punya teman seorang pelayan seperti ku?”

“Tidak Hana tapi..” Rey pasrah dengan jawaban yang aku beri. “Baiklah aku akan jadikan dia seorang pelayan, tapi biarkan aku menentukkan penempatannya dan dia berada dibawah wewenangku.” Rey bernegosiasi.

“Baiklah dia akan jadi pelayan pribadimu.” Pria itu berlalu setelah mengatakannya dan berbisik di telinga ku “Berapa kebohongan lagi yang bisa kau katakan.” ‘Sial!! Apa dia tahu tentang Forest Land?’

 

 

1
en_ krt
.
Hustle Flyswat
Ceritanya menarik, tinggalkan jejak dulu ^^
Rhea: Terimakasih readers dukungannya :)
total 1 replies
rowiethelabel
seru thor... perjalan akan dimulai....
Rhea: Terimakasih readers untuk dukungannya :)
total 1 replies
flower bean
Thor, kamu mau ngeluarin berapa karya pun pasti aku baca!
Rhea: Thanks readers supportnya :)
total 1 replies
Hanis Handayani
lanjut Thor karyamu bagus aku suka
Rhea: Thankyou readers untuk supportnya :)
total 1 replies
Penghargaan Pink
Ceritanya makin seruuuu! Semangat Thor!
Rhea: Terimakasih readers untuk dukungannya :)
total 1 replies
moonstrucktraveller
Udah aku masukin ke rak buku dong‾ Aku tinggalin jejak komen juga di sini biar author semangat‾‾
Rhea: Terimakasih readers untuk supportnya :)
total 1 replies
monsoonblooms
semangat thor,ceritanya bagus,..crazy up dong
Rhea: Thanks readers untuk supportnya :)
total 1 replies
BeijingBand
si ceritanya sangat menarik dan bagus, semoga banyak yang lihat dan like, tetap semangat ya author
Rhea: Aamiin, thanks readers untuk dukungannya :)
total 1 replies
Gadis Sandman
hallo kakak semangat berkarya ya kak、ュ
Rhea: hallo, thanks readers untuk supportnya :)
total 1 replies
Jantung Taman
Authoooor‾ hari ini wishlist aku cuma satu, yaitu mau tau kelanjutan cerita author!
Rhea: Terimakasih readers dukungannya :)
total 1 replies
Dewa Yunani
Thor, ceritamu bikin moodku seperti pelangi wkwkw
Rhea: Thanks readers dukungannya :)
total 1 replies
Rendam Bintang
seandainya kita serumah thor. Mungkin udah aku bantu segala lelahmu supaya aku gak galau nunggu lanjutan wkwk
Rhea: Thankyou readers support nya :)
total 1 replies
love hunter
sukses selalu authorr 、歴洟 aku selalu mendukung mu
Rhea: Terimakasih readers untuk supportnya :)
total 1 replies
Dưa Putri Anisa
lanjut
Rhea: Terimakasih untuk dukungannya :)
total 1 replies
Diambil Oleh Anggur
Hai 刹 Aku datang lagi nih.. Dengan membawa semangat dan dukungan.. Ayo barengan berkarya dengan hati suka cita,dan jaga kesehatan selalu.
Rhea: Terimakasih readers dukungannya :)
total 1 replies
vanilla attack
Thor, aku doain sehat terus ya, soalnya kalau othor gak sehat, aku bisa gak tidur mikirin cerita ini :(
Rhea: Thanks readers untuk supportnya :)
total 1 replies
moon struck traveller
Thor udah ga tahan nih pengen baca bab baru hihi
Rhea: Terima kasih readers untuk supportnya :)
total 1 replies
Bulbul
Thor, ini salah satu karya yang bikin aku gak bosen bacanya!
Rhea: Terimakasih readers untuk dukungannya :)
total 1 replies
theseafiles
Jangan lama2 ya thor updatenya, aku gamau lari2 pindah tempat yg lain huhu
Rhea: Thanks readers dukungannya, tunggu yaa update-annya :)
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!