NovelToon NovelToon
Cintamu Bukan Untukku

Cintamu Bukan Untukku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:509.9k
Nilai: 5
Nama Author: relisya

Elvina Clarissa seorang gadis cantik yang harus melakukan pernikahan mendadak dan tanpa persiapan apa pun. Bukan hanya mendadak saja, tapi dia harus menikah dengan orang yang sama sekali tidak dia kenal. Dia rela melakukannya hanya untuk membuat ibunya bahagia disaat-saat terakhirnya.
"Jika menikah denganmu adalah takdirku, maka akan ku pertahankan pernikahan ini walaupun cintamu bukan untukku. Karena aku yakin, suatu saat nanti kamu akan menerima semua kenyataan ini."
#Elvina

Mampukah dia mempertahankan pernikahan itu? Atau sebaliknya? Hanya waktu yang tau.
Jangan lupa like, komen dan vote.
Terimakasih 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon relisya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keluarga Baru Yang Baik

Hari sudah semakin gelap, dan Varo baru saja pulang.

"Dari mana saja kamu." Tanya Wilson yang ada di ruang tamu.

Wilson sengaja ada di ruang tamu karena dia menunggu Varo pulang.

"Main sama teman-teman," jawab Varo.

"Main dari pagi sampai sore gini?" tanya Wilson dan hanya diangguki oleh Varo.

"Varo, seharusnya kamu mengantar istri dan adik kamu pulang terlebih dahulu. Di mana tanggung jawab kamu sebagai seorang laki-laki," ucap Wilson sedikit membentak Varo.

"Pa, dia bukan istri aku." Ucap Varo yang menekan perkataannya.

"Kamu harus menerima kenyataannya Varo."

Varo tak menjawab lagi, dia langsung pergi ke kamarnya.

Wilson membuang napasnya kasar, dia harus ekstra sabar menghadapi kelakuan dari Varo. Itu juga salahnya karena dulu dia terlalu memanjakan Varo.

Saat Varo sudah ada di kamarnya, dia langsung pergi mandi.

Setelah selesai mandi, Varo membuka lemarinya untuk mengambil baju yang akan dia pakai.

Saat dia melihat beberapa pakaian cewek, dia langsung mengernyitian alisnya, "Apa cewek jelek itu benar-benar akan tinggal di sini? Di kamar gue?"

"Ck!" decak Varo yang langsung mengambil pakaiannya.

Setelah selesai berpakaian, Varo langsung menuju ke ruang makan. Di sana sudah ada Willna dan Wilson.

"Cuma ada mama dan papa? Lalu Vika dan cewek jelek itu kemana?" batin Varo yang tidak melihat keberadaan dari Elvina dan Vika.

"Ah sudahlah, gue kagak peduli,"

Varo langsung duduk di tempat duduknya. Tidak ada pembicaraan antara Varo dan Wilson.

Willna yang melihat mereka saling diam pun akhirnya bicara pada Varo, "Kita tunggu adik kamu dulu ya. Setelah itu baru kita makan bersama."

"Iya ma," jawab Varo singkat.

Tak berapa lama, Elvina dan Vika datang.

"Maaf telah membuat kalian semua menunggu lama." Ucap Vika yang berjalan mendekat ke meja makan diikuti Elvina yang berjalan tepat di belakang Vika.

"Vika mau tunjukin sesuatu pada kalian," ucapnya lagi dengan tersenyum.

"Kalo kagak penting kagak usah, buang-buang waktu aja," sahut Varo.

"Varo jangan gitu pada adik kamu." Tegas Willna,

"Mau tunjukin apa? mama jadi penasaran,"

"Papa juga penasaran banget, kira-kira anak papa ini mau tunjukin apa ya?" tanya Wilson.

Vika tak menjawab, dia hanya tersenyum dan bergeser dari tempat berdirinya saat ini. Dan saat itu pula terlihatlah Elvina yang sudah cantik dengan masih menggunakan pakaian sederhananya tadi.

Semua yang ada di sana kaget, termasuk dengan Varo.

"Apa benar dia cewek yang gue nikahi kemarin? Perasaan kemarin dia sangat jelek, tapi kenapa sekarang bisa secantik ini?" batin Varo yang terus menatap Elvina.

Apakah Varo baru menyadari kalo Elvina cantik? Kemarin kan dia lagi sedih, jadi nggak mungkin juga dong buat ngurusin penampilannya.

"Gimana? ini Vika loh yang make up in," ucapnya dengan bangga.

"Wah kamu benar-benar hebat Vik, papa aja sampai pangling sama menantu papa," ucap Wilson seraya tersenyum.

"Bukan aku yang hebat, tapi emang kak El yang cantik." Puji Vika.

"Mama juga pangling lihat menantu mama, sangat cantik ya pa?" Willna meminta persetujuan dari Wilson.

Elvina pun hanya tersenyum malu.

"Iya, bukan kah begitu Varo?" tanya Wilson yang melihat Varo tidak berkedip.

"Hah?" Varo tersadar dari lamunannya. Dia buru-buru memalingkan wajahnya ke arah lain.

"Bagaimana? Cantik kan?" tanya Wilson menggoda Varo.

"Biasa aja," jawab Varo singkat.

"Biasa aja kok tadi diliatin terus, kagak kedip pula." Ledek Vika seraya berjalan ke samping Willna.

Varo acuh tak acuh mendengar ledekan dari sang adik.

"Sudah, ayo cepat makan. Ini tadi El loh yang masak," ucap Willna.

"Pasti sangat enak," ucap Vika antusias.

"El, cepat duduk di samping Varo. Jangan berdiam diri di situ terus," ucap Wilson yang melihat Elvina masih berdiri.

"Iya pa,"

Elvina menurut dan langsung duduk di samping Varo.

"Ingat ro, lo sudah punya Agnes. Lagian lebih cantik Agnes daripada dia," batin Varo.

Setelah makan malam selesai, kini mereka semua berkumpul di ruang keluarga.

Varo duduk di samping Wilson. Sedangkan Willna ada di tengah-tengah antara Elvina dan Vika.

"Ro, mulai besok kamu harus bekerja di perusahaan papa." Tegas Wilson.

"Tapi kenapa pa? Varo belum siap,"

"Siap tidak siap kamu harus mulai bekerja. Cepat atau lambat kamu akan menggantikan posisi papa." Paksa Wilson.

"Tapi pa-"

Willna memotong ucapan Varo, "Sayang, apa yang dikatakan papa kamu itu benar. Lagipula kamu sudah punya istri sekarang, kamu harus bekerja nak." Jelasnya.

"Terserah," Ucap Varo yang langsung pergi ke kamarnya begitu saja.

"Varo papa belum selesai berbicara!" teriak Wilson.

"Udah pa, biarin aja." Ucap Willna.

Wilson menarik napas dalam dan membuangnya perlahan.

"El kamu harus sabar menghadapi sikap Varo, papa yakin suatu saat nanti dia akan berubah." Ucap Wilson.

"Iya pa, aku akan selalu sabar," jawab Elvina.

"Oh iya, setelah lulus kamu kuliah di kampus papa aja ya nak," pinta Willna pada Elvina.

"Emang aku masih boleh sekolah?" tanya Elvina.

Willna dan Wilson pun tertawa mendengar pertanyaan dari Elvina.

"Kalau mau jadi menantu papa, kamu harus jadi orang yang pintar nak. Jadi kamu harus tetap kuliah," ucap Wilson.

"Iya sayang, kamu harus tetap kuliah dan kejar cita-cita kamu. Kami tidak akan melarang kamu kuliah kok," sahut Willna.

"Iya kak, nanti gue juga akan kuliah di kampus papa juga kok. Jadi kita bisa deh satu kampus," ucap Vika seraya tersenyum.

"Makasih, kalian semua baik pada El," ucap Elvina.

"Kamu sekarang sudah jadi bagian dari keluarga kami sayang. Sudah kewajiban kami memberikan yang terbaik buat kamu." Willna langsung memeluk Elvina yang ada di sampingnya.

Vika pun ikut memeluk Willna dari samping. Dan kini Elvina, Vika dan Willna saling berpelukan.

"Ternyata mama benar, Elvina anak yang baik. Maafkan papa karena sempat ragu sama kamu nak," batin Wilson yang sudah tersenyum melihat istri, anak dan menantunya sedang berpelukan.

"Makasih Tuhan, engkau telah memberikan keluarga baru yang sangat baik." Batin Elvina yang ada di pelukan Willna.

Setelah malam semakin larut, mereka semua memutuskan untuk tidur.

Elvina ragu untuk memasuki kamar Varo. Tapi akhirnya dia memberanikan diri untuk masuk.

Saat sudah di dalam kamar, dia melihat Varo yang asyik dengan ponselnya.

Varo melirik Elvina yang masuk, "Lo tidur di sofa."

"Baiklah," ucap Elvina yang langsung pergi ke kamar mandi.

Setelah dari kamar mandi, Elvina langsung menuju ke sofa.

Varo mengambil sebuah bantal yang ada di sampingnya dan melemparkannya ke Elvina.

Elvina pun kaget saat bantal itu mendarat tepat di wajahnya.

"Lo itu apa-apaan sih," ketus Elvina.

Varo tak menanggapi ucapan Elvina, dia lebih memilih untuk membalas pesan dari kekasihnya itu.

Elvina langsung mengambil bantal yang jatuh, dia langsung meletakkan bantal itu untuk alas kepalanya, dan setelah itu dia tertidur.

Mungkin Elvina sangat lelah, jadi dia bisa tidur dengan cepat.

Saat jam sudah menunjukkan pukul 22.53, Varo baru meletakkan ponselnya. Dia melihat ke arah Elvina yang sudah tertidur pulas.

Varo perlahan berjalan ke depan lemarinya. Dia mengambil sebuah selimut dan setelah itu, dia berjalan ke arah Elvina.

Dia memakaikan selimut itu pada Elvina.

"Gue kagak perhatian atau peduli sama lo, tapi gue hanya gak mau dimarahi papa dan mama terus menerus gara-gara lo." ucapnya yang langsung pergi ke tempat tidurnya.

Setelah itu Varo pun juga tertidur.

1
AS
akhirnya varo cemburu juga
AS
seru thorr
AS
keren thorr ceritanya sulit ditebak dan penuh makna tersembunyi
AS
varo dan pacarnya kah thorr yang menculik vina?
AS
sangat baik untuk dibaca sangat membuat pembaca penasaran dengan bab selanjutnya
AS
sangat seru juga ceritanya kak
Roha yati
Lumayan
Roha yati
Biasa
Fay
Luar biasa
Adinda
aku sukanya vina sama cris buat apa vina sama varo nyakitin hati
Adinda
jijik lihat tingkah varo
Reni Marlina
bagus
🌻Ruby Kejora
Halo kak
Aku mampir
Salam kenal 💐😄
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
R Rohulk
aku seneng ceritanya tyooor walau pun cerita yg sebenarnya juga tak kalah bagus . yg penting nggak labay ceritanya ok semangat thoooor....
Ida Rubaedah
cocok dipenjara sampai mati... 👍👍👍👎👎👎
Ida Rubaedah
manisnya mau ngeluarin mertua dr penjara...
dng membujuk mantan... 😵😵😵🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Ida Rubaedah
😭😭😭😭 kasihan elvina.. baru ada penyambung keluarga harus cepat meninggalkan lagi....
Ida Rubaedah
author gimana ni elvina...
mau dibiarin aja tuh c varo nikah ama ma lampiir ...
tp ada bagusnya elvina belum diapa apain tuh sama varo jd masih original... 😁😁😁😂😂
Ida Rubaedah
nah begitu harus ambil keputusan...
jangan gantungin anak orang
dibikin pajangan... tak disentuh... 😠😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!