NovelToon NovelToon
Putri Hebat Sang CEO

Putri Hebat Sang CEO

Status: tamat
Genre:One Night Stand
Popularitas:783.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nadziroh

Siapa sangka bekerja di sebuah hotel akan mengantarkan kesucian yang di jaganya, Dhea harus kehilangan mahkotanya di saat seorang pria memaksanya untuk melayaninya saat mengantar minuman.

Hingga gadis itu hamil dan melahirkan anak kembar yang sangat cantik.

Arya Ghora prasida, bahkan pria itu pun tak tau siapa wanita yang sudah berhasil membuatnya puas hanya dengan satu malam, hingga rasa itu menjadi candu baginya, dan Arya tak bisa melupakannya walaupun sekejap.

Sampai lima tahun penantian yang hampa, akhirnya mereka di pertemukan kembali, meskipun tak saling mengenal, Arya merasa ada sebuah aliran listrik yang menyengat di saat ia berdekatan dengan Dhea.

apakah dunia akan mempersatukan mereka dengan hadirnya si kembar yang hebat?
ataukah Dhea memilih untuk hidup sendiri, dengan kedua putrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana baru

Senja indah nampak menghilang dari balik awan, namun Rania dan Reina masih saja menatapnya di balkon apartemennya, dua bocah itu hanya menopang rahangnya dan mendongak ke atas, seperti menanti dan mengharapkan sesuatu yang sudah lama tak di dapatkannya.

''Kalian ngapain disini?'' Dhea merangkul kedua putrinya dari belakang.

''Kapan kita ketemu papa?'' tanya Reina, berharap penuh satu permintaannya itu bisa terwujud.

Dhea diam dan mengelus pucuk kepalanya bergantian.

''Mama nggak bisa janji sayang, kapan kita ketemu papa, tapi mama janji akan memberikan yang terbaik untuk kalian.'' Dhea mencoba memberi pengertian kepada kedua putrinya.

''Reina, kan aku sudah bilang, kita pasti akan ketemu papa, kamu yang sabar.'' Rania yang di panggil kakak itupun mengelus punggung adiknya yang memang tak sabar ingin bertemu dengan papanya yang masih misteri.

Kedua bocah itu menoleh dan memeluk Dhea dengan erat.

''Iya, dengar apa kata kak Rania, kesabaran pasti akan berbuah manis.''

Aku nggak tau harus bilang apa lagi, dan semoga kalian mendapatkan papa seperti yang kalian inginkan.

Dhea menggendong kedua putrinya dan membawanya masuk ke kamar, baru saja ingin keluar, tiba tiba saja Yesi datang mengejutkan ketiganya.

''Mama Yesi sudah pulang,'' Yesi mengambil alih Rania dari tangan Dhea.

''Iya, dan hari ini kalian tau nggak?'' ucap Yesi penuh teka teki.

''Apa?'' Dhea.

''Pasti mama Yesi habis ketemu cowok tampan?'' Tebak Reina yang ada di balik gendongan Dhea.

''Tapi sayang, cowok itu menyukai mama Dhea, bukan mama Yesi,'' kali ini giliran Rania yang buka suara.

Yesi yang belum pernah menyaksikan kehebatan dua anak itu hanya menganggapnya celoteh belaka.

Dhea dan Yesi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tak mau panjang lebar membahas laki laki jika di depan putri cantiknya.

Dhea dan Yesi membawa Rania dan Reina ke ruang tamu, di mana sudah ada sesuatu yang di beli Yesi sebelum pulang.

''Mama beli mainan buat kalian,'' memberikan dua paper bag yang sempat di letakkan di meja.

Mendapatkan sebuah hadiah, kedua bocah itu berlari meninggalkan Yesi dan Dhea.

''Apa yang di katakan Reina itu benar, Yes, apa kamu habis lihat cowok tampan?''

Seketika Yesi mengangguk. Wajahnya nampak berbinar binar, meskipun hanya melihat, Yesi sudah kegirangan bukan main.

''Siapa? kayaknya cowok itu tampan sekali sampai kamu tergila gila begitu.''

Yesi meringsuk duduknya dan menatap wajah Dhea dengan lekat.

''Tadi waktu di hotel aku tu lihat Tuan Arya Ghora Prasida, dan kamu tau, ternyata yang waktu itu mobilnya berhenti di depan mobil yang kita tumpangi itu adalah mobil dia, pantas saja ketus.'' Terang Yesi.

Dhea hanya mengerutkan alisnya saat mendengar ucapan Yesi.

Tuan Arya Ghora Prasida, bukankah dia yang sudah menolakku untuk kerja sama.

'' Tapi wajahnya amat tampan,'' imbuhnya lagi.

''Memangnya dia se tampan apa?"

Dengan santainya Dhea bertanya, karena selama ini ia pun hanya melihat gambar pengusaha yang kaya raya itu di Sosmed.

''Tampan sekali, Dhe, tapi sayang, dia itu bukan jajaran kita, pasti dia sudah punya kekasih, dan beruntungnya kekasihnya itu, bisa dekat dengannya, andai saja,_

''Hush!" Dhea menghentikan ucapan Yesi yang makin ngelantur.

''Semua manusia itu punya pasangan masing masing, kalaupun pria yang kamu sebutkan itu sudah punya kekasih, berarti bukan jodoh kamu, lagi pula, untuk apa tampan, kalau nggak setia, karena biasanya orang kaya itu suka meremehkan, mereka bisa membeli wanita seperti apapun. Dan mereka menganggap kita ini hanya barang yang bisa di buang setelah bosan.''

Panjang lebar Dhea menjelaskan, karena kejadian yang menimpanya sangatlah membuatnya terpukul di kala itu, dan membuatnya lebih hati hati, kejadian itu meninggalkan bekas yang mendalam, meskipun ia terus menghapus dengan bergulirnya waktu yang begitu lama, namun saat melihat Reina dan Rania bayangan itu kembali muncul.

''Iya juga sih, kayaknya tuan Arya itu juga dingin dan angkuh.''

Ucap Yesi melemah, karena bagimanapun juga tak mungkin bumi dan langit bisa bersatu karena mereka begitu jauh untuk di pertemukan.

''Oh, iya, bagaimana, apa kamu berhasil kerja sama dengan perusahaan PT Persada?"

Dhea menggeleng, ''Mereka bilang hanya mau kerja sama dengan orang yang sudah punya perusahaan sendiri, dan waktu aku ke sana aku tidak bisa ketemu Ceo-nya.'' jawab Dhea.

''Lalu uang sebanyak itu mau kamu buat apa?''

Dhea masih mikir mikir, tak mau salah jalur, karena uang itu di disiapkan untuk kebutuhan kedua putrinya, jadi harus betul betul mengelolanya dengan baik.

''Kayaknya aku mau buka usaha saja, aku mau buka restoran.'' Akhirnya Dhea memutuskan untuk membuat usaha, takut ditolak lagi dengan alasan yang sama.

Yesi mengangguk dan mengangkat kedua jempolnya, gadis itu mendukung apapun yang di lakukan Dhea asalkan berhasil.

''Kita berjuang sama sama demi Reina dan Rania, aku juga punya uang untuk tambahan.''

''Makasih ya, Yes, tapi kayaknya uang Reina dan Rania sudah cukup, dan nggak perlu tambahan lagi.''

Setelah mengutarakan ide yang langsung di setujui Yesi, Keduanya kini beralih ke dapur menyiapkan makan malam untuk Reina dan Rania dan juga mereka. Hangat, meskipun tak di dampingi sosok laki laki di sampingnya, Dhea merasa nyaman hidup dengan Yesi yang juga masih jomblo.

''Ngomong ngomong, kenapa kamu belum menikah sih?'' Tiba tiba saja Dhea berbisik di telinga Yesi.

''Jodohnya masih sembunyi di lubang semut,'' jawabnya asal.

Dhea hanya tertawa kecil.

''Kamu juga, setiap hari Reina menanyakan papanya, tapi kenapa kamu nggak nikah?''

Dhea meletakkan pisau dan berbalik arah menatap kedua putrinya yang hanya nampak punggungnya.

''Beda sama kamu, aku sudah ada Rania dan Reina, jadi aku harus memikirkan mereka, dan bagiku masa depan mereka lebih penting dari pada urusan pribadiku.''

Kini Yesi ikut berbalik dan menepuk bahu Dhea.

''Jangan egois, mereka juga butuh papa, dan aku yakin yang diharapkan si kembar di dunia ini adalah papa, bukan yang lain.''

Dhea diam karena ia pun tau itu, tapi Dhea tak bisa begitu saja menerima laki laki di dalam kehidupannya, hatinya masih tertutup rapat untuk seorang laki laki, namun setelah mendengar ucapan Yesi, kini Dhea membuka sedikit hatinya untuk segera menyelipkan pria di sana.

''Baiklah, aku akan pikirkan lagi.''

Jika dulu ia sempat menolak berapa laki laki yang ingin menikahinya dengan alasan kedua putrinya, kini ia akan menerima seorang pria juga demi putrinya.

''Gimana tadi jalan jalannya? Pasti Rania dan Reina merepotakanmu.'' Yesi tak bisa membayangkan bagaimana Dhea menghadapi kedua putrinya yang sangat aktif itu.

''Tidak, mereka anteng, nggak tau kenapa, apa lagi Rania terus menatap orang orang yang lewat, katanya dia seperti dekat dengan papanya.''

Suatu hal yang mengejutkan bagi Yesi, lagi lagi putri Dhea itu membuatnya merinding.

''Memangnya dia bilang apa?''

Dhea menatap Yesi dan lebih mendekat.

''Katanya papanya ada di dalam sana, hanya saja waktu yang belum mempertemukan mereka.'' Dhea menirukan ucapan Rania.

''Kamu percaya?''

Dhea menganggukkan kepalanya, di satu sisi ia percaya karena selama ini Rania memang selalu tepat dengan ucapannya.

1
Lina Carolina
selalu suka karya author
Rosnah Yusuf
ikut baca ya thor, terima kasih /Smile/
🌹🪴eiv🪴🌹
terimakasih untuk tulisan indah mu thor

typo ya thor,yg paling aneh di apartemen tapi denger klakson dan deru mobil 🙈
🌹🪴eiv🪴🌹
harusnya mati 🤣🤣🤣🤣
🌹🪴eiv🪴🌹
bukannya tinggal di apartemen ya thor
kok di klakson mobilnya naik keatas 🙈😛
Nurlaila Hasan
Luar biasa
Al^Grizzly🐨
Harusnya ada Ceritanya kenapa Bisa kedua anaknya bisa berurusan dgn Polisi dan di anggap Pahlawan...apa keahlian kedua anaknya itu.
Hasanah Ana
astaga sking asyikx baca smpai gak kbaca tulisan tamat🤣🤣
Rafanda 2018
pasti hp mahal...jatuh kelantai ga apa apa
Rafanda 2018
sukurin ....katanya iQ tingi ko si kembar ga ada pinternya
Rafanda 2018
damar goblok.tolol cok....arya ceo jg goblok,penggawal dua jg tolol
Rafanda 2018
nyonya septi terlalu lebay anak da tua kaya anak kecil selalu di kekang
Rafanda 2018
cok,,,bertele tele...bercanda doang ga faedah
Rafanda 2018
karakter ator mungkin klo ada masalah mabok kenapa arya harus begitu kaya ator
Aidah Djafar
Ending mengharukan 😁😍
terharu biru 💕
makasih Thor 🙏
cerita ny keren 👌👍
Aidah Djafar
bahagia dari cerita kamar gelap sampai cerita kamar terang 🤦😁😂 Dhea vs Arya 😁😂😍
Aidah Djafar
belah duren malam kedua
Arya vs Dhea wkwkwkwk
Aidah Djafar
heeeem akhirnya jodoh nya Dhea Arya 😍 bahagianya akhirnya bersatu 🤔
cocok nih Restu sama Yesi 🤔 akhirnya Restu menemui tambatan hatinya yaitu sahabatny Dhea c Yesi 🤔
terus Maya sama siapa nih 🤔
Aidah Djafar
hadiah apa nih dari Restu🤔 Arya kah yg jadi pengantin pria 🤔
Aidah Djafar
Restu ngertiin donk biar gimana Arya biologisnya kembar lho 🤔🤦 klo Maya sih ngk usah di minta pengertian namany juga Mak lampir 🤦🤣🤣🤣
Rafanda 2018: restu sebagai saudara jg egois bin tolol
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!