Bercerita tentang seorang anak yang ayahnya dibunuh, ketika terjadi perebutan tahta kerajaan oleh saudara ayahnya sendiri bernama Duryandra.
Ibunya diselamatkan oleh seorang Empu yang sangat sakti dan juga seoarang Nyai saat sedang mengandungnya, sampai akhirnya ibunya meninggal saat melahirkannya.
Dan kemudian ia dibesarkan oleh seorang Empu bernama Maha Surya dan seorang Nyai bernama Santi.
Nantinya anak ini akan menjadi Pendekar tak tertandingi yang akan menaklukkan berbagai kerajaan-kerajaan, serta membinasakan para raja yang semena-mena pada rakyatnya, dan juga yang tidak mau tunduk diatas perintahnya.
Novel berjendre Fantasy Komedi dan petualangan.
Novel karya anak bangsa.. Hehehee
Bukan Novel yang updet setiap hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putra Bungsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teman Baru
"Oh iya Aku baru ingat kebanyakan kan binatang tidak dapat berbicara, mengapa Kamu dapat berbicara.." Tanya Arya Chakra
"Uhukkk... Karena Aku telah diberikan anugrah oleh Sang Dewa Batara, untuk dapat memahami bahasa binatang dan bahasa manusia.." Jawab Sang Kera
"Oh iya satu lagi, Kenapa diatas kepalamu berjambul merah.."
"Itu sebabnya Aku dipanggil Kera Jambul Merah.."
"Owww,, yasudah cepat sana pergi.." Kata Arya Chakra sambil mengibaskan tangannya
"Aku tidak mau pergi..."
"Kenapa Kamu tidak mau pergi.."
"Karena Aku sudah berjanji Pada Dewa Batara jika Aku dikalahkan oleh manusia maka Aku akan menjadi budaknya."
"Memang kenapa Kamu bisa berjanji seperti itu.."
Kera Jambul merah pun memulai ceritanya..
"Karena dahulu Aku adalah sesosok Kera yang sangat lucu dan menggemaskan tinggal dihutan tanpa adanya gangguan, Aku hidup bebas kesana-kemari tanpa ada yang menggangguku."
"Namun saat itu tiba-tiba hutan mengalami kebakaran yang hebat,hingga banyak binatang yang terbakar dan ada pula yang lari kerumah para warga."
"Aku yang sempat terjepit diantara pepohonan, hingga Aku memejamkan mata karena pasrah pada keadaan, jika api itu ingin membakarku."
"Tatkala Aku membuka mata... Aku terkejut dengan pemandangan yang Aku lihat.
Ternyata Aku telah berada didalam kurungan, banyak manusia-manusia yang melihatku ingin menjadikanku sebagai santapan."
"Namun kala itu Aku belum dapat memahami apa yang dikatakan oleh manusia, hingga suatu ketika saat Aku hendak dipotong.. Ternyata Aku diselamatkan oleh Sang Dewa Batara."
"Aku diberikan sebuah kesaktian dan Ilmu yang dapat memahami bahasa manusia, Aku membunuh semua manusia yang telah menyakitiku. Namun ternyata Sang Dewa Batara murka kepadaku hingga Aku dihukum dengan dipendamkan tubuhku dalam tanah namun tidak dengan kepalaku."
"Aku dihukum dengan posisi tersebut sampai berbulan-bulan lamanya, hingga Akhirnya Aku berjanji pada Sang Dewa Batara untuk tidak membunuh manusia lagi dan Aku berjanji jika ada manusia yang dapat mengalahkanku, maka Aku akan menjadi budaknya."
"Setelah Aku berjanji demikian Sang Dewa Batara melepaskanku, namun Aku tidak pernah keluar dari tempat peristirahatanku sampai hari ini Aku baru keluar, karena Aku mendengar teriakan Ayam yang minta tolong."
"Oooo, jadi seperti itu ceritanya. Namun Aku tidak mau jika Kamu menjadi budakku.." Kata Arya Chakra
"Kenapa Tidak mau..? Aku sudah berjanji pada Sang Dewa Batara, oleh sebab itu terimalah Aku menjadi budakmu.."
"Tapi maaf Aku tidak bisa menjadikanmu sebagai budakku.."
"Mengapa tidak bisa.."
"Aku tidak ingin menjadikanmu budakku, lantaran Aku ingin Kamu menjadi temanku bukan sebagai budakku.." Jawab Arya Chakra
"Aku tidak mempunyai teman di Lembah ini, sebab itu Aku ingin memiliki teman bukan budak.." Arya Chakra menimpali
"Apa Kamu tidak takut jika nanti Aku tiba-tiba menyerangmu.."
"Justru itu.. Aku ingin menjadikanmu teman, karena susah senang kita jalani bersama, tidak ada kata tuan majikan yang ada hanya teman dan teman.." Kata Arya Chakra dengan melebarkan senyumnya.
"Baiklah Aku bersedia menjadi temanmu, dan Aku akan selalu bersamamu kemana pun Kamu pergi, dan membantumu saat kesusahan karena itulah gunanya teman."
"Bagus... Jika begitu, Aku sekarang ingin mencari makanan yang bisa Aku makan.."
Kata Arya Chakra yang sudah tidak dapat menahan rasa laparnya
"Biarkan Aku yang mencarikanmu makanan teman.." Kata Kera Jambul Merah
"Oke baiklah.. Jika Kamu memaksa Aku akan menunggumu disini.." Kata Arya Chakra
Kera Jambul merah segera pergi mencarikan Arya Chakra makanan yang dapat dimakan, tidak butuh waktu lama bagi Kera Jambul merah sang penguasa hutan mencarikan Arya Chakra Makanan.
Tibalah Kera Jambul merah dengan membawa sejanjang pisang untuk diberikan pada Arya Chara yang kini sebagai temannya.
"Terimakasih teman,.."
Tanpa menunggu Arya Chakra segera mengambil pisang tersebut dan memakannya. Satu demi satu pisang dimakan oleh Rya Chakra sampai akhirnya tak tersisa sedikit pun, hanya tinggal batangnya saja.
Semoga Readee masih mau membaca novelku ini dan Memberikan Like Vors nya.