NovelToon NovelToon
Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:90.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nieta Chandra

Kehilangan Lidya,istri yang sedang mengandung anaknya secara tragis membuat Handoyo berjanji untuk membalaskan dendam dan akhirnya menjadi pembunuh berdarah dingin. Kemahirannya dalam menembak dan memiliki gerakan cepat karena keahlian bela dirinya digunakan Handoyo untuk membereskan lawan-lawannya hingga membuatnya disegani, dicintai banyak wanita dan makin membuatnya terkenal. Kekayaan dan popularitas dalam genggaman Handoyo tapi semua itu tetap membuatnya kesepian. Cintanya cuma satu pada Lidya seorang, hingga satu tawaran pekerjaan membuatnya melupakan Lidya, melepaskan sahabatnya dan menyeretnya ke organisasi rahasia yang mampu membuka masa lalunya yang kelam, dan mengalirkan hasrat rindunya pada wanita lain. Tidak, cintaku cuma satu pada Lidya seorang, bukan kamu!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nieta Chandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Jungkir balik dunia Anneke

Tidak peduli seberapa berat masalahmu, bertahanlah!"

Percayalah dalam kegelapan, kamu dapat melihat indahnya bintang!"

 

 

*****

Bandung,  21 September 1990.

Anneke bingung ketika tiga orang petugas dari kantor Korps Angkatan tempat ayahnya dulu bertugas yang menjemputnya dari rumah kecilnya  yang  berada di tengah kota Bandung.  Para petugas yang menggunakan seragam tentara itu memintanya segera ikut mereka ke Lampung. Ada keadaan darurat dan nona Anneke harus segera ke Lampung, kata seorang pria berseragam itu.

Anneke hanya mampu mengangguk dan meminta waktu sebentar untuk mengambil pakaian dan dompetnya. Petugas itu menanti Anneke di depan rumah kecilnya. Hanya ayahnya yang mengetahui rumah ini setelah peristiwa yang membuatnya terluka dan menjauh dari keluarganya.

Apakah mereka mengetahui peristiwa yang membuatnya nyaris kehilangan kesuciannya di rumah itu karena perbuatan kakaknya.   Akh... tidak mungkin Ayah rela memenjarakan kakak lelakinya... Kak Akhsan. Kakak yang dulu pernah dianggap pelindungnya dari pukulan Kak Andi yang begitu membencinya. Kak Akhsan yang menegur Kak Afia yang sering menyindirnya dengan kata-kata yang menyakitkan.

Anak Ayah ada 4 orang  dan hanya dirinya yang berasal dari ibu yang berbeda. Ibu dari Andi, Akhsan dan Afia, Ibu mereka  meninggal ketika melahirkan Kak Afia dan ayah langsung menikahi ibunya ketika itu karena tidak ada yang menjaga dan merawat ketiga anaknya. Dan ketika Anneke lahir, ketiga kakaknya tidak menyukainya. Hanya Kak Akhsan yang terkadang ramah dan menjaganya dari keusilan kakaknya yang lain. Tapi kenapa justru Kak Akhsan yang nyaris memperkosanya?"

Kota Bandung menjadi pilihan Anneke setelah ia berhasil masuk tes masuk perguruan  tinggi negeri di kota ini. Sejak ibunya meninggal dunia, Anneke selalu menyimpan uang sakunya di Kantor pos yang letaknya tidak jauh dari sekolahnya dahulu di Lampung.

Rumah ini adalah rumah dibeli dengan seluruh uang hasil tabungannya selama beberapa tahun di Lampung. Ayahnya menemani ketika memilih rumah ini dan membantu menatanya. Ayah mendukung pilihannya untuk tinggal mandiri di kota ini.  Hanya ayahnya yang mengetahui rumah ini setelah peristiwa yang membuatnya terluka dan menjauh dari keluarganya.

Keadaan darurat apakah yang membuatnya harus kembali ke kota itu?   Sedikit khawatir ada di hati Anneke. Apakah Ayahnya sakit? Apakah Ayah dan Saudara tirinya membuat masalah dan ia diminta untuk menjaminnya. Ingin bertanya lebih jauh pada petugas yang berada di mobil dinas ini. Tapi ia yakin tidak akan mendapat jawaban. Perjalanan 12 jam dengan para petugas ini  terasa  menyiksanya karena mereka hanya  diam  di sepanjang perjalanannya Bandung ke Lampung.

Ketika tiba di Lampung , Anneke makin terheran karena tidak menuju rumah besar milik Ayahnya. Mereka menuju Rumah Sakit Tentara. Ada apakah ini? Apakah Ayahnya sakit keras? Dia menatap para petugas itu bergantian dan mereka berjalan tegap disampingnya tanpa kata. Resah makin melanda di hati Anneke.

Namun langkah Anneke makin melambat ketika ia melihat Kak Aksan dan Kak Afia yang ada di depan salah satu ruangan sedang berbincang serius dengan orang yang dipikir Anneke adalah seorang dokter. Mereka yang berbincang itu menengok ke arah kedatangan Anneke bersama beberapa perwira muda.

"Selamat siang, dokter Johan.... Kami sudah membawa putri satunya sesuai permintaan dokter, " Kata Lettu Pierre begitu mereka sudah berada di samping dokter.

Anneke hanya diam menunduk begitu berada di depan kedua kakak tirinya. Sesungguhnya Anneke takut, sudah hampir 2 tahun mereka tidak bertemu dan bersapa.

"Anne.... " Sapa Akhsan dengan ramah." Apakah kamu berani  melihat  kondisi Ayah?" Mau kutemani ?"  Tanya Akhsan lembut. Afia hanya menatap dalam diam. Ia juga shock melihat kondisi Ayah dan kakak lelaki pertamanya.

Anneke terkejut mendengarnya,  ."Kondisi ayah?" Ayah kenapa kak Akhsan?"

"Ada yang membakar tubuh Ayah dan Kak Andi ..... dan kita diminta menandatangani tanda terima jenazah ayah dan kakak yang telah diotopsi... besok boleh dimakamkan.

Anneke terdiam dan tidak mampu berkata.Sedikit pusing. Tubuhnya lelah setelah perjalanan dari Bandung ke Lampung ditambah dengan berita duka ini. Aku harus melihat ayah untuk terakhir kalinya.

"Dokter.... aku mau melihat Ayah... tapi  bolehkah saya melihatnya sendiri saja?" Ujar Anneke tanpa menghiraukan tatapan kedua kakaknya yang entah menganggapnya siapa, karena sudah tidak ada lagi ayah yang merekatkan hubungan mereka.

"Baik.... mari ikut saya!"  Dokter Johan melangkahkan kakinya menuju kamar ruang otopsi yang letaknya tidak jauh dari tempat itu.

Akhsan dan Afia hanya menatap Anneke dalam diam dan tidak bisa mencegah kepergian adikknya yang keras kepala itu.Mereka terpaksa menunggu adik perempuan yang sudah lama tidak mereka temui.

 

 

*****

Pemakaman Ayahnya memang dilakukan  dengan proses pemakaman ala militer yang megah. Sedangkan Kakaknya yang bukan seorang tentara hanya berjalan seperti masyarakat pada umumnya . Lelah hari ini segera dilalui oleh ketiga anggota keluarga  initi Setiono dan dua orang wanita yang mengaku istri Andi. Beberapa pegawai rumah tangga dan beberapa sanak keluarga yang memberikan penghormatan terakhir.

Mereka mengikuti proses pemakaman itu dengan hati kacau balau. Berita bahwa seorang mantan Jendral dan seorang anak lelakinya di culik dan amyatnya  dibakar di alun-alun kota oleh orang yang belum diketahui identitasnya. Ada raut kemarahan diwajah keluarga itu yang tidak bisa ditutupi.

Setelah  proses pemakaman Ayahdan kakak lelakinya, Anneke  melangkah dengan pelan di belakang ke dua kakaknya menuju rumah besar milik ayahnya. Afia yang memintanya untuk berbicara sebagai keluarga  tentang kondisi keuangan keluarganya setelah prosesi pemakaman selesai. Harus dibereskan semuanya dan tidak ada kabur atau tidak bisa dihubungi. Semua harus selesai.

Namun betapa terkejutnya mereka ketika tiba di depan gerbang rumah utama milik ayah mereka, terdapat beberapa orang sedang  mengunci dan gembok dan meletakkan spanduk kuning yang bertuliskan hurfu besar berwarna merah.

"RUMAH INI DALAM PROSES SENGKETA DAN TIDAK DAPAT DIMASUKI OLEH SIAPAPUN TERMASUK OLEH AHLI WARIS DAN PIHAK YANG SEDANG MENGAJUKAN SENGKETA DI PENGADILAN --

WARMEN AMSTERDAM SITOMPUL, SH

Anneke tersenyum membaca tulisan berwarna merah itu. Hatinya berbunga membaca nama yang tercetak dalam tulisan itu. Hal yang berbeda ditunjukkan oleh kedua kakaknya.

"Brengsek kau Warmen miskin.... kau mencari kesempatan di kala kami mendapat musibah.... kau kira kau siapa?" Buka rantai gembok ini !"  Teriak Akhsan dengan emosi pada beberapa orang yang masih berdiri di sekitar gerbang.

"Maaf pak...ini ada surat pengantar dari pengadilan dan kami tidak berani melawan hukum....mohon hubungi pengacara Bapak saja, " Ujar salah seorang pria yang menggunakan seragam kantor dari pengadilan negara.

"Akan kubunuh kau, Warmen !" Ujar Akhsan dengan teriakan marah dan itu didengar oleh seluruh orang yang ada di situ.

"Hati-hati bicara pak... kami semua bisa menjadi saksi di pengadilan jika anda berbicara mengenai ancaman, " Ujar pria itu tanpa takut dan segera melangkah meninggalkan Akhsan, Afia dan Anneke .

Akhsan terdiam dan menatap para pria itu yang memasuki mobil dari pengadilan negara. Ia menatap kedua adik perempuannya.

"Kita bicara di rumahku saja, " Ujar Akhsan sambil menarik tangan Anneke. Namun pegangan tangan itu segera ditepis oleh Anneke dengan kasar.

"Jangan sentuh aku !"  Teriak Anneke. Hal itu membuat Afia menatap Anneke dan Akhsan dengan tatapan menyeledik. Seingatnya Anneke selalu patuh pada Akhsan. Ada apa dengan mereka?

"Anne...sekarang tidak ayah yang melindungimu...kau harus ikuti apa kataku dan tinggal bersamaku !" Akhsan menarik kembali tangan Anne dan berusaha menyeret ke arah mobilnya, sementara Afia hanya menatap  tindakan kedua saudaranya dalam diam.

"Aku tidak perlu perlindunganmu ... aku tidak akan tinggal bersama lelaki brengsek sepertimu .... aku bisa tinggal di hotel ataupun pergi kemanapun aku mau pergi...

Plak...plak... tangan keras Akhsan menampar pipi Anneke dan membuat Anneke terdiam. Afia terkejut melihat tindakan Akhsan yang biasanya mampu mengendalikan emosinya.

'Kak Akhsan...kenapa kamu begitu marah padanya?" Tanya Afia pada Akhsan dan berusaha mendamaikan kedua saudaranya. "Jika kalian tetap seperti ini bagaimana kita bisa bicara....kalian tahu...semua bank sedang memblokir keuangan Ayah dan kakak Andi...entah apa yang terjadi...bisakah kalian berdamai dulu dan berbicara dengan tenang....

"Kak Afia..aku mau bicara jika di rumahmu dan tidak tinggal di rumah Kak Akhsan...kalo tidak aku tidak akan bicara dengan kalian....aku tidak ingin tinggal dan menginjakkan kakiku di rumah pemerkosa..."Teriak Anneke berapi-api.

Afia terkejut dan Akhsan hanya terdiam mendengar perkataan Anneke. Hingga sebuah suara bariton dari pria dibelakang mereka membuat mereka menyadari  ada yang memperhatikan pertengkaran mereka.

"Anne.... aku bisa menjagamu dari kakakmu yang brengsek itu !"  Ikutlah aku .....dan aku pastikan tidak ada yang berani mengganggumu !"

 

 

 

 

 

 

*****

Happy Reading Guys.... maaf terlambat  unggah ya.... lagi ada banyak pekerjaan di kantor. Tapi kuharap kalian semua baik-baik  saja dan sehat selalu  dalam menjalani aktifitas kalian. Semangat!

 

 

 

 

 

 

1
Bulan Bulan
tumpang promo Thor. GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
Devika Adinda Putri
siap baca maraton dan bom like
Na Gi Rah
Pemimpin penerus ANDRILOS telah datang mengunjungi tempat ini. Senang bisa membaca, di sini.
lina
semangat ta
Neti Jalia
semangat up kk. jangan kasih kendor🤭
Rebeka
lanjut donggg
Rebeka
sedihnya
Rebeka
buaya deh
Aumy Re
mampir lagi thor
kukirim vote & setangkai mawar buatmu thor
biar tambah semangat 😊
Cini Kudo
selamat beraktifitas dan tetap semangat berkarya
nieta chandra: thanks ya, sehat dan sukses selalu
total 1 replies
Cini Kudo
penasaran endingnya apakah nadia bisa membunuh mertuanya
Cini Kudo
semakin tegang saja
Nindira
Udah dulu ya nanti lanjut lagi
Nindira
Next up
Nindira
Semangat terus
Nindira
Lanjut terus thor
Nindira
Like sudah mendarat thor
Aumy Re
semangat thor
Cini Kudo
apakah rencana elang hitam berhasil membunuh sang presiden
Cini Kudo
akhirnya up.....

selamat idul fitri kak.....
semangat...
nieta chandra: thx, mohon maaf lhr btn🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!