Selamat datang di cerita ku yang terbaru 👍
Nadira Clarisa Subroto adalah gadis cantik berusia 22 tahun yang hidup dengan bergelimang harta tapi dia harus melakukan semua hal dengan sempurna karena dia terlahir dari keluarga yang terpandang di salah satu kota besar di negara ini .
Jonathan Darma Alexandra atau sering di panggil Jona oleh orang terdekat nya , dia adalah sosok pria yang sudah dewasa berumur 32 tahun , Jona adalah orang yang hidup dengan kekayaan yang tak ada habis-habisnya dan anak buah yang banyak tapi untuk mendapatkan hal itu dia bekerja keras selama ini dan semua rintangan harus dia lewati , bukan tanpa alasan Jona ingin menjadi orang kaya , menurut nya dengan kekayaan dia bisa merebut hal yang paling dia cintai di dunia ini .
Siapakah orang itu ???
Apakah hubungan nya dengan Nadira ???
yang penasaran ayo segera baca cerita ku .
Follow my Instagram @pitriwahyuni66
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah paham
Nadira mengikuti langkah Jona untuk pergi ke kamar Jona
sesampainya di depan pintu kamar Jona , Jona hanya diam dan berdiri di hadapan pintu
'' Tuan kenapa hanya berdiri '' tanya Nadira dari belakang
'' Apa Marta belum mengajari mu sopan santun terhadap majikan , bukakan pintu untuk ku bodoh '' bentak Jona
dengan tergesa Nadira langsung membuka pintu kamar itu .
'' Silakan tuan '' ucapnya setelah membuka pintu kamar
Jona berjalan menuju sofa dan duduk disana
Kamar yang di dominasi dengan warna putih itu sangat terasa kosong karena hanya ada sedikit pajangan disana .
'' Tugasmu adalah pijat jari-jari kakiku sampai aku tertidur '' ucap Jona memerintah
'' baik Tuan ''
biasanya buk Marta yang akan melakukan nya sebelum Jona tidur tapi karena buk Marta mempunyai kesibukan lain yaitu sedang mengecek persediaan bulanan mansion besar itu dan sedang mengurusi tentang gaji para pelayan , tukang kebun , dan penjaga .
Nadira mendekati Jona yang duduk di sofa , Nadira duduk di sofa dan Jona menaruh kedua kakinya di paha Nadira , Nadira merasa gugup karena untuk pertama kalinya bersentuhan seperti ini dengan laki-laki selain ayahnya atau kakak nya , Nadira memijat jari-jari kaki Jona dengan lembut dan perlahan .
Ada perasaan yang berbeda saat Nadira menyentuh nya , biasanya dia bersikap biasa saja jika ada wanita yang menyentuh nya tapi saat Nadira menyentuh nya Jona menjadi sangat tegang dan jantung nya berdetak tak karuan .
'' Sentuhan nya membuat ku tegang tapi kelembutan tangan itu membuatku merasa sangat nyaman , seperti aku sedang di pijat oleh seorang ibu '' gumam Jona dalam hati
dengan kenyamanan yang di berikan Nadira akhirnya Jona terlelap di atas sofa besar itu .
'' Apa tuan sudah tidur ?? '' Nadira mengibas - ngibaskan tangannya di wajah Jona yang sedang terlelap
'' Aku mengantuk sekali , aku harus pergi ke kamar ku untuk beristirahat ''
Nadira dengan perlahan mengangkat kaki Jona dari pahanya dan meletakkan ke sofa
Nadira melangkahkan kakinya perlahan menjauh dari Jona tapi berhenti saat Jona memanggil seseorang
'' ibu , ibu '' ucap Jona mengigau
'' Tuan kenapa ya '' Nadira kembali menghampiri Jona
'' Tuan masih tidur tapi aku rasa dia tadi memanggil seseorang , Apa tuan sakit ?? '' gumam Nadira lalu memeriksa suhu badan Jona dengan menempelkan tangannya di jidat Jona
'' ibu , ibu , ibu jangan pergi '' ucap Jona lalu ia memegang tangan Nadira yang sedang memeriksa suhu badannya
genggaman itu sangat erat sampai Nadira yang berusaha melepaskan genggaman itu pun tidak mampu melepaskan nya .
'' jika aku terus memaksa melepaskannya tuan akan bangun dan memarahi ku karena telah membangunkannya , tapi aku sudah tidak mampu lagi membuka mataku '' gumam Nadira lalu memilih tidur di karpet berbulu sambil tangannya di pegang oleh Jona .
Nadira ikut larut terlelap mengarungi mimpi indahnya .
...****...
jam menunjukkan pukul 6 pagi , Jona terbangun dari tidurnya
Jona langsung menghempaskan tangan Nadira yang melekat di tangannya .
'' mengapa aku menggenggam tangan nya , berani sekali dia tidur disini '' ucap Jona marah
'' Heii gadis bodoh bangun '' ujar Jona sambil menguncang tubuh Nadira
'' Tuan anda sudah bangun '' ucap Nadira
'' Kau mengambil kesempatan untuk tidur dengan ku kan , berani sekali kau tidur disini , aku memberimu kesempatan untuk masuk ke kamar ku bukan berarti kau boleh tidur disini '' bentak Jona tanpa jeda
'' Tapi tuan bukan Maksu....... ''
belum sempat Nadira menjelaskan Jona langsung menarik pergelangan tangan Nadira dan menyeretnya keluar kamar , Jona menghempaskan tubuh Nadira ke lantai yang dingin itu .
'' Cepat lakukan tugasmu sebagai pelayan , dasar gadis rendahan '' bentak Jona yang membuat gendang Telinga Nadira ingin pecah
buakkk
Jona membanting pintu kamarnya
Nadira hanya bisa menangis dengan perlakuan Suami nya itu , niat Nadira yang baik dianggap buruk oleh Jona .
'' Kau sangat jahat tuan '' ucap Nadira lalu membangkitkan tubuh nya yang sakit itu untuk pergi kamarnya
'' Gadis murahan '' ucap Jona , Jona menelepon buk Marta
kring kring kring , bunyi telepon berdering di ruang kerja buk Marta
'' pagi Tuan , ada yang bisa saya bantu ? '' ucap buk Marta sopan
'' Aku mau kau jangan memberi gadis pelayan itu makan untuk hari ini dan berikan dia pekerjaan tambahan , suruh dia membuat kan sarapan untuk ku '' ucap Jona
'' Apa maksud tuan , Nona Nadira ''
'' iya , gadis itu ''
'' Baik Tuan ''
Jona yang memulai harinya dengan kesal segera menenangkan diri nya dengan mandi dan bersiap untuk berangkat kerja ke kantor .
'' Nona di perintahkan untuk menyiapkan sarapan untuk tuan '' ucap buk Marta
'' Sudah aku bilang aku tidak bisa memasak nyonya ''
'' Koki akan mengarah kan anda Nona ''
'' Uhh kemarin saja aku sudah memecahkan 3 gelas di dapur belum di tambah mangkuk yang di lempar tuan , sekarang barang apa lagi yang akan aku rusak '' gumam Nadira dalam hati
Jam sudah menunjukan pukul 08.00 pagi , waktunya untuk sarapan
'' Nona Waktu sarapan sudah tiba , silakan bawa menu terakhir ini ke meja makan '' ucap sang koki
'' baik pak ''
Nadira membawa cumi goreng sambal tomat itu ke meja makan , di meja makan sudah ada Jona dan Paman Ali yang bersiap untuk sarapan
Paman Ali yang melihat Nadira berjalan dari arah dapur memiliki ide jahat untuk mengerjai Nadira .
Nadira yang sedang fokus memperhatikan Makannya Agar tidak tumpah dia tidak melihat kaki paman Ali yang merentang di hadapannya .
'' Ahhh '' teriak Nadira
Nadira terjatuh dan makanan itu tumpah di badan Jona yang sudah bersih dan bersiap untuk ke kantor .
Kepala Nadira sedikit terbentur ke meja dan membuat keningnya berdarah .
'' Gadis Bodoh , kau ini tidak punya otak apa gimana , lihat apa yang telah kau perbuat padaku '' teriak Jona
dengan amarah nya yang sudah di puncak Jona menyeret Nadira dan membawanya ke sebuah gudang .
Jona menghempaskan tubuh Nadira ke dalam gudang yang tidak ada penerangan nya itu .
'' Tempat mu memang disini tikus tak tahu malu '' ucap Jona
Jona mengunci pintunya , Nadira berteriak-teriak ingin di bebaskan dari gudang gelap itu.
'' tuan keluarkan saya dari sini , Saya takut tuan '' teriak Nadira sambil menangis
Jona tidak menghiraukan apa yang di ucapkan Nadira dia pergi meninggalkan tempat itu .
'' Nona anda kenapa membuat masalah lagi , entah apa yang di lakukan tuan kepada anda '' gumam buk Marta
'' Marta jangan buka gudang itu sampai aku yang memerintahkan nya '' ucap Jona
'' baik Tuan '' hanya kata itu yang bisa buk Marta ucapkan karena tidak bisa membantah perkataan tuannya itu
'' gadis itu membuat hari ku rusak '' ucap Jona
Paman Ali hanya tersenyum saat melihat kejadian itu , dia senang melihat Jona yang sudah tidak memilik hati nurani untuk memaafkan kesalahan orang lain
happy reading guys 😘
dukung aku dengan cara like comment and vote 👍
thank you guys 😘
sehat selalu semuanya 🥰
ILY 3000
Tolong dukungan karya terbaru Author yang berjudul Bintang kecil ku.
Ayo segera cek untuk mendapatkan cerita yang lebih menarik.
Terimakasih atas dukungannya selama ini🙏