NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN GAIB 2

PERNIKAHAN GAIB 2

Status: tamat
Genre:Komedi / Fantasi / Horor / Supernatural / Contest / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Its Zahra CHAN Gacha

Hidup mati setiap Manusia sudah digariskan oleh sang pencipta, meskipun kita tahu kapan kita mati namun kita tidak akan pernah bisa menghindar darinya.

Apakah salah mencintai seseorang yang berbeda dengan kita. Meskipun nyawa taruhannya, semuanya akan ku lakukan demi mendapatkan cintamu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9

"Katakan siapa dirimu?" tanya Garra menarik tubuh gadis itu dan mengguncang tubuhnya

"Aku?"

"Iya kamu, kenapa kau bisa memanggilku dan juga menyembuhkan lukaku?" tanya Garra

"Perkenalkan namaku Syntia Pratiwi, kau boleh memanggilku Tiwi," jawab gadis itu mengulurkan tangannya

"Jangan bercanda, selama ini belum pernah ada satu manusia pun yang berani menertawakan ku jadi lebih baik kau diam dan jawab pertanyaan ku!" seru Garra dengan mata elangnya

"Santuy aja lagi, btw jangan suka marah-marah nanti gantengnya luntur Loh," goda Tiwi

"Aku serius, aku tidak perlu tahu namamu, yang aku ingin tahu adalah kenapa kau bisa memanggilku sebenarnya dirimu, dan kenapa aku tidak bisa mengelak dari panggilan mu," tanya Garra dengan raut wajah sadisnya

"Ahh, sekali lagi aku katakan padamu aku tidak pernah memanggil mu, jadi jangan pernah marah padaku Tuan, karena bukannya aku takut padamu tapi aku semakin gemas melihat wajah tampan mu," jawab Tiwi mencubit gemas pipi Garra

"Jangan bercanda!" seru lelaki itu menampik tangan Tiwi.

"Awww," gadis itu memegangi telapak tangannya yang terasa panas

"Arrgggghhh!!" tiba-tiba Garra kembali mengerang dan memegangi dadanya yang kembali terasa sakit

"Kenapa?, apa dadaku sakit lagi?" tanya gadis itu menghampirinya.

Garra yang sedang kesakitan sontak mendorong tubuh Tiwi hingga gadis itu terhempas hampir membentur langit-langit, beruntung Garra segera melesat dan menagkap tubuh gadis itu dan menahannya hingga ia membentur langit-langit rumahnya.

*Braaakkkk!!!

*Dep...dep...dep!!!

Siapa kau sebenarnya??, jika kau adalah manusia kenapa terkadang kau begitu mengerikan melebihi iblis. Tapi jika kau Iblis kenapa kau bisa hidup seperti manusia.

Tiba-tiba terjadi guncangan dahsyat seperti gempa hingga membuat bangunan itu bergetar hebat dan langit-langit rumah itu ambruk setelah terhantam tubuh Garra.

Lelaki itu segera memeluk tubuh Tiwi dan melindunginya dari reruntuhan atap bangunan.

Aliran listrik pun seketika padam dan terjadi korsleting listrik.

Penderitaan mu baru dimulai Garra, sungguh kisah cinta yang menyedihkan,

Wanita paruh baya itu dengan tenang merapikan barang-barang yang terjatuh setelah guncangan dahsyat itu.

"Apa kau baik-baik saja?" tanya Garra ketika melihat wajah Tiwi yang berubah pucat pasi.

Gadis itu hanya mengangguk pelan, sambil menatap sendu Garra.

"Lebih baik kau istirahat saja, maafkan aku yang hampir menyakiti mu," ucap lelaki itu

"Apa dada mu masih sakit?" tanya gadis itu khawatir

Kenapa kau malah peduli padaku, bukannya mengkhawatirkan keadaanmu sendiri, dasar bodoh.

"Kau tidak perlu mengkhawatirkan aku, lebih baik kau khawatirkan saja dirimu sendiri," tukas Garra

"Aku sudah terbiasa mengkhawatirkan orang lain sampai aku lupa kapan aku memperdulikan nasibku sendiri," jawab gadis itu berkaca-kaca.

Entah kenapa aku bisa merasakan kepedihan yang dirasakan gadis itu,

Garra menatap lekat gadis itu.

*Dreet, dreet, dreet!

Tiba-tiba bunyi getar ponsel Tiwi membuat suasana canggung keduanya langsung mencair.

"Dimana kamu, ini sudah hampir jam tujuh, kenapa kau belum datang juga?" tanya Ray

"Astaghfirullah, maaf aku lupa Ray. Baiklah aku otw sekarang," Tiwi segera menutup ponselnya dan menyambar tas ranselnya.

"Mau kemana kamu?" tanya Garra

"Aku harus pergi menemui seseorang, maaf aku buru-buru," jawab gadis segera bergegas meninggalkan tempat itu

"Apa kau akan pergi dengan keadaan seperti ini?" tanya Garra menarik lengannya

"Aku bisa berganti pakaian di sana, jadi jangan khawatir," jawab Tiwi

"Kalau begitu biarkan aku mengantarmu, bukankah acaranya jam tujuh?. Kau akan terlambat jika menggunakan angkutan umum. Setidaknya izinkan aku mengantar mu sebagai permintaan maaf ku karena hampir saja melukaimu," sahut Garra

Lelaki itu menarik lengan Tiwi dan menyuruhnya naik keatas motornya.

"Naiklah!" seru lelaki itu

Tiwi langsung duduk dibelakang lelaki itu.

Garra melingkarkan tangan gadis itu ke pinggangnya.

"Pegangan yang erat dan jangan pernah menoleh kebelakang," ucap lelaki itu

"Baik,"

Garra segera melesatkan motornya meninggalkan rumah itu.

Bak sebuah kilat hanya dalam hitungan menit mereka sudah di depan Lagoona Kafe.

"Turunlah, kita sudah sampai," tukas Garra turun

Apa aku baru saja bermimpi menaiki sebuah buroq yang melesat bak kilat,

Tiwi segera menengok ponselnya untuk memastikan ia tidak terlambat ke pesta itu.

"Luar biasa....hanya butuh waktu kurang dari dua menit untuk tiba di tempat ini, benar-benar tidak masuk akal," ucap gadis itu menepuk-nepuk pipinya.

"Cepatlah turun, atau kau akan terlambat," cetus Garra

"Ok Baby, thanks sudah membantuku hari ini," ucap gadis itu kemudian mencium pipi Garra dan berlari meninggalkannya.

"Papay pacar...sampai ketemu lagi!" serunya sambil berlari meninggalkannya.

Sejenak Garra hanya diam mematung,

Perasaan apa ini, kenapa jantungku tiba-tiba berdegup kencang, dan seperti akan meledak.

Pemuda itu memegangi pipinya menatap kepergian Tiwi yang hingga gadis itu tak terlihat lagi.

"Kenapa kau baru datang?, dimana baju yang ku berikan padamu?" tanya Rayyan menarik gadis itu

"Ada di tas, sebentar aku ganti baju dulu," jawab Tiwi melepaskan tangannya

"Ikut dengan ku," Rayyan mengajak gadis itu menuju ke sebuah ruangan kosong.

"Ganti baju disini saja, di toilet tidak aman. Jangan lupa dandan yang cantik," ucap Rayyan meninggalkan gadis itu disebuah ruangan VIP

"Ok," jawab Tiwi mengedipkan matanya

Ray segera menutup pintu kamar itu dan menunggu Tiwi di luar. Pemuda itu sengaja melarang siapapun memasuki ruangan itu.

"Maaf ruangan ini sudah di booking, jadi silakan cari ruangan lain," ucap Ray ketika seorang tamu akan memasuki ruangan itu

"Tapi kami sudah memesan ruangan ini lebih dulu," jawab seorang lelaki memperlihatkan nota pembayaran ruangan itu.

"Aku akan menggantinya dua kali lipat dan silakkan cari ruangan lain," sahut Rayyan

"Ok, kalau begitu transfer uangnya ke rekeningku," lelaki itu memberikan nomor rekening banknya kepada Rayyan.

"Ok, done." jawab pemuda itu tersenyum simpul padanya.

"Sebentar saya cek dulu," lelaki itu tersenyum bahagia ketika melihat saldo rekeningnya.

"Terima kasih banyak, sering-sering saja seperti ini," ucap lelaki itu menepuk pundak Ray.

Lelaki itu langsung menepis lengan lelaki itu dari pundaknya.

"Jangan sok akrab dengan ku, aku paling tidak suka dengan manusia penjilat seperti mu," sahut Rayyan membuat lelaki itu bergegas pergi meninggalkannya.

Tidak lama kemudian Tiwi keluar dari ruangan itu.

"Maaf aku gak biasa pakai sepatu high heels seperti ini jadi lebih baik aku tidak memakainya, daripada aku celaka nanti," ucap gadis itu memberikan sepatu high heels itu pada Rayyan.

"Aku yakin kau bisa memakainya, untuk menjadi Cinderella kamu memerlukan sepatu kaca, jadi kau harus memakainya baby," Rayyan membuka sepatu Tiwi dan memakaikan sepatu high heels padanya.

"Perfect, ternyata kau sangat cantik baby, aku benar-benar tidak bisa mengenalimu," ucap pemuda itu berdecak kagum.

Ia kemudian memberikan tangannya dan menggandeng gadis itu.

"Tetaplah berada di samping, dan jadilah kekasihku malam ini," ucap Rayyan menyunggingkan senyumnya.

"Pelan-pelan saja jalannya, aku takut jatuh," jawab Tiwi

"Tentu baby, selama aku bersamamu, kau tidak akan pernah terjatuh, karena aku akan menangkap mu sebelum kau terjatuh," jawab Rayyan menatap lekat gadis itu.

"Gombal," cibir Tiwi membuat pemuda itu terkekeh mendengarnya.

"Dari semua wanita hanya kau yang bersikap bar-bar padaku, dan itulah alasannya kenapa aku begitu menyukaimu, I Love you baby,"

"I hate you," jawab Tiwi membuat Rayyan semakin terkekeh mendengarnya.

Keduanya kemudian berjalan menuju party area, semua tamu undangan nampak histeris dengan kemunculan Rayyan yang menggandeng pasangan baru.

"Rayyan...I Love You!!" seru para gadis histeris menyambut kedatangan pemuda tampan itu.

1
Hilya Nur
🥰🥰🥰lanjuuuut
Ayuk Witanto
dasar somplak
Ayuk Witanto
tongkatnya keluar
Ayuk Witanto
🤣🤣🤣
Eka Chusnul Msi
🤣🤣🤣🤣🤣
Eka Chusnul Msi
si lingga kelakuannya ada aja 🤣🤣🤣
Ass Yfa
Luar biasa
Ass Yfa
haduh...Garra main nyosor aja,, siapa Zie apa dia Jingga
Ass Yfa
Garra hidup lg sbg manusia tapi tdk ingat semuanya,,, kalo kasus Alexa dia ingat semua, kalo Garra tdk
Ass Yfa
apa Hesti udah menggl nggk pernh nongol
Ass Yfa
waduh
Ass Yfa
jadi Bi Darsi h itu Jingga yg memutuskan pergi dari Vito
Ass Yfa
xGarra nanti matinya pas nikah ama Tiwi... dia menghilang
Ass Yfa
Lingga udah nongol tuh, keturunan Rangga
Ass Yfa
belum bambung aku yg dipanggil ayah ibunya yg datang Garra, apa gara2 Garra menemukan Tiwi waktu bayi
Hilya Nur: garra itu yang membunuh kedua orang tuanya Tiwi dan dia di kutuk barra bahwa dia akan menderita
total 1 replies
Musdalifa Ifa
lumayan menghibur
Ngen Imtay
lha memangnya Tiwi nggak ngenalin itu bapaknya Gatra, kog nggak nyapa,,,
Ngen Imtay
nggak tau kenapa ya cerita ini mengingatkan ku sama Drakor goblin😂😂😂 adakah yang sama???
lady daisy
sora ke tiwi thor, npa bnyk typo
Lia Ernia
klo di crita.. pernikhan ghaib sblum nya kan nama tania jd ros ya ko gak salah krna ad bara yg jd pangeran gondoruwo.. nya ko dsni jd nma nya tania bukan nya rosss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!