Kisah kali ini adalah kisah tentang gadis cantik"Adeline scots".
Adeline scots adalah wanita yang cuek, berkarakter dingin.
Adeline tidak pandai bergaul dia hanya mempunyai satu sahabat "ROSHI LEE".
Dulu mendiang kakek adeline mengalami kebangkrutan salah satu sahabat lamanya membantunya dengan sukarela.
Sebagai ganti karena kebaikan sahabatnya, mendiang kakek adeline berjanji kelak cucunya akan menikah dengan cucu sahabatnya itu sebagai ucapan terimakasih.
Adeline duduk dan termenung, sebatang rokok ia nikmati dalam kesendirian.
Membiarkan asap rokok itu melambung terbang tinggi terhempas angin dan menghilang.
"Karena suatu keadaan aku harus menerima pernikahan itu"Gumam adeline.
Hidupku bagai secangkir kopi pahit.
Mau aku suguhkan pada siapa pun orang pasti enggan untuk meminum dan menerima.
Pahit manis biar aku tengak sendiri.
Dengan berat hati adeline menerima pernikahan itu.
Lelaki itu adalah Park Gou seorang CEO muda sombong dan playboy.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon disxa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SYARAT
Hari ini aku menuju Gao company untuk menemui tuan muda Gou.
Semalam aku benar-benar memikirkan nasihat nenek itu...dan nasihat nenek itu berhasil meruntuhkan egoku,bukan demi orang tuaku tapi demi mereka yang bergantung penghasilan demi orang dirumah mereka.Aku berdiri di Gou company untuk melakukan negoisasi pada tuan muda Gou.
"Adeline Scots ingin bertemu tuan muda Gou"
"Tuan muda tidak ada di tempat nona,dia sedang ke Prancis sepertinya besok baru pulang,apa ada pesan yang perlu disampaikan".
"Apa tuan Gou ada?"
"Kebetulan ada nona hari ini dia sedang melakukan kunjungan kerja"
"Tolong bilang Adeline Scots ingin bertemu"
"Baik"
5 Menit kemudian.
"Nona silahkan ke lantai 33 menggunakan lift khusus,tuan Gou sudah menunggu"
"Terimakasih"
Aku segera naik menggunakan lift khusus,seiring angka yang bertambah jarak ku dengan tuan Gou semakin dekat.
Pintu lift terbuka sudah ada leleki berbadan tegap di depan pintu lift.
"Adeline Scots mari"
Aku tanpa menjawab menggikuti langkah lelaki itu.
"Silahkan"
Aku mendorong handle pintu,pintu terbuka tuan Gou menyambutku dengan senyuman hangatnya.
"Tuan....saya ingin bicara?"
"Kakek...panggil kakek,kemarilah duduklah"
"Baik kakek,kek....maafkan perilaku buruk saya di jamuan makan malam".
"Sudah lupakan masalah itu nak...aku bisa memahami apa yang ada dalam hatimu,kakekmu dulu begitu sayang padamu di depanku dia selalu bilang sangat sangat menyukai mata mu"
Aku menggenggam erat rok ku,aku beranikan untuk berkata niatan ku.
"Kek aku akan langsung to the point,saya bersedia menikahi tuan muda Gou dengan syarat seluruh apa yang dimiliki oleh keluarga Scots menjadi hak saya".
"Beri kakek alasan"
"Kek...aku rasa kakek sudah sering dengar ketamakan orang tuaku dan juga gaya hidup mereka.Mereka bahkan menukarku hanya untuk status sosial mereka.Aku tidak ingin semua kekayaan itu kek,Aku....aku hanya ingin semua di gunakan sebagai mana mestinya.Dan selama harta itu dibawah kekuasaan ku aku berharap kakek menjadi orang yang paling berhak atas harta itu jadi...gunakan namaku sebagai pemilik tapi segala wewenang dan keputusan tetap di tangan kakek.Aku bekerja dan mempunyai uang sendiri aku sungguh tak ingin kek".
"Kakek percaya!!!!Baiklah kakek akan atur semua,ini akan jadi rahasia kita berdua.Pulanglah segera istirahat"
"Tolong kek bilang pada keluarga saya,saya menyetujuinya,untuk sementara waktu tidak ingin pulang kerumah"
"Baiklah"
"Makasih kek saya pamit"
Setelah Adeline pulang.
"Jeremy (Nama kakek Adeline)kau pasti bangga cucu kesayanganmu sangat mirip dengan putrimu hatinya dan tatapan matanya sungguh bisa membuat orang luluh".
Sepulang dari Gou company Adeline ingin mengunjungi makam ibu dan kakeknya.
Adeline mampir ke toko bunga untuk membeli bunga favorit ibunya.
(Makam Mama dan kakek Adeline bersebelahan)
"Ma...... aku datang kakek aku datang"ucap Adeline dengan meletakkan bunga di pusaran kakek dan ibunya.
"Ma eline...e....eline baik-baik saja sungguh jangan khawatir"ucap Adeline dengan sesenggukan dan menyeka air mata yang terus mengalir.
"Kek Adeline akan tepati janji kakek pada sahabat kakek,kakek disana tenang ya"
Air mata ini sungguh tak bisa terbendung,sesenggukan ini seperti saat Rey meninggalkan ku.
"Begitu sakit,mau manis pahit aku harus telan semua sendiri.Tiada tempat bersandar"
"Ma maafin semua kesalahan papa dan nyonya Tsu,kelak mereka akan mendapat hukuman yang setimpal.Adeline akan menikah,lain kali Adeline akan kembali kesini lagi untuk temui mama dan kakek.Adeline sayang kalian".
Perlahan-lahan Adeline melangkahkan kakinya untuk meninggalkan pusaran mama dan kakeknya.
Hello reader ini karya aku yang kesekian kali😂moga kalian suka ya,jangan lupa like karyaku yang lainnya ya.Kalau kalian ada saran untuk karyaku aku sangat senang,jangan sungkan untuk memberiku saran ya.
ayo budayakan saling dukung.
Arigato readers salam sukses dan sehat selalu.
Anyway, ini titiiny banyak banget kak🙈
udah aku follow ya thor, mohon follbacknya