NovelToon NovelToon
Sugar

Sugar

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sarashina18

Hidup Luna sudah sempurna. Memiliki kekayaan dan popularitas di usia muda. Punya Casey, Kekasih baik hati yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya. Dia berpikir akan terus bahagia seperti itu.

But everything’s gonna change along the time. Pekerjaan mulai membebaninya, membatasi ruang gerak Luna. popularitasnya berusaha menghancurkan segala batas privasinya. Dan Casey ternyata terlalu menginginkan yang terbaik hingga tidak sanggup mentolerir perubahan Luna yang baru beranjak dewasa.

Luna merasa dirinya sedang berada di titik bawah hidupnya. Hingga Bagian terburuk dari semua itu mulai tampak, Luna harus bertemu Drey Charleville. Cassanova dengan segala catatan buruknya. Menggunakan pesonanya, Drey berusaha keras menjerat Luna dan menambahkan namanya dalam catatan wanita yang pernah ditaklukannya. Betapapun kerasnya Luna mencoba untuk tidak goyah, Drey selalu punya cara manis untuk menggodanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarashina18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Deal

Drey Charleville. Kelahiran Swiss Dan sekarang berusia 25 tahun. Dia menjadi bintang sejak usia muda. Membawa Tim nya menjuarai Swiss Super league. Nama Drey Makin dikenal saat dia direkrut oleh salah satu Tim terbaik di Spanyol. Bahkan musim pertamanya di Sana, dia sudah masuk jajaran top scorer.

Dunia menyebut Drey sebagai anak emas, Dan mengaguminya. Terutama para wanita. Semua suka pada pesonanya. Mereka rela berjajar menunggu giliran menjadi teman kencannya.

Tetapi di mataku kini, Drey hanya pria brengsek yang masuk menginvasi hidupku. Pria itu bahkan Tanpa malu masuk apartemenku sambil membopongku.

Aku saat ini sedang sendirian, tanpa cukup tenaga untuk melawannya. Teriakan Dan rontaanku bahkan tidak didengarnya. Tentu saja aku merasa takut. Dia bahkan sudah berbohong pada seluruh dunia bahwa aku pacarnya. Apapun yang Akan dia lakukan Setelah ini, orang tidak Akan berada di pihakku jika aku menuntutnya.

Drey menjatuhkan aku di sofa. Lalu menahan tanganku dengan kuat. Kakinya menghimpitku. Membuatku tidak bisa melakukan apapun kecuali tetap berteriak menolaknya.

"Lepaskan aku! Apa yang kau lakukan?!"

Teriakku. Jawaban yang kudapat hanya senyum penuh kemenangannya yang akhir-akhir ini begitu akrab buatku.

Aku Makin gemetar. Otakku langsung berputar mencari Cara melepaskan diri. Kalau di film, aku tinggal menggigitnya, atau menendang bagian bawah Drey. Tetapi nyatanya tidak Ada yang bisa aku lakukan sekarang. Selain menatap Mata birunya. Yang entah sejak kapan terlihat dingin untukku.

Drey semakin mendekatkan tubuhnya. Sementara tangannya Makin kuat mencengkeramku. Aku sudah tidak berdaya melawan, jadi kupejamkan mataku.

Satu detik,

Dua detik,

Tiga detik,

Aku tidak merasakan sesuatu terjadi.

"Apa kau sedang mengharapkan sesuatu akan terjadi di antara Kita?"

Bisik Drey, lalu tertawa panjang. Sambil melepaskanku.

Rasanya aku menjadi gadis bodoh. Ketika kulihat dia sudah dalam posisi duduk di sofa sambil tertawa mengejekku.

Rasa malu langsung meledak dari dalam diriku. Mengalir bersama darahku. Membuat rasa panas Dan mungkin membuat kulitku memerah. Alhasil, sebuah bantal melayang dari tanganku menghantamnya.

*******************************

Rasanya beberapa Kali pertemuan sudah cukup membuatku trauma. Aku tidak mau berada di dekat Drey lagi. Aku memilih duduk sejauh 5 meter darinya. Tanganku sibuk mengetik pesan minta bantuan pada Daniel yang Tak kunjung memberikan respon.

"Sampai kapan kau Akan mengabaikanku?"

Tanya Drey. Rasanya ingin kuhapus senyum di wajahnya itu. Menawan sekaligus mengerikan di saat bersamaan.

"Sampai kau mengatakan pada semua orang bahwa Kita tidak memiliki hubungan dan kau menjauhiku"

Tegasku. Sudah kupasang wajah tidak bersahabat untuk menyadarkan Drey bahwa dia sangat menggangguku.

Setelah mendengar jawabanku, Drey langsung berdiri Dan berjalan ke arahku. Seketika aku langsung dalam mode siaga. Aku juga turun dari kursi Dan bersiap berlari. Drey hanya menatap tingkahku geli.

"Baiklah..ayo Kita buat kesepakatan"

Ujar Drey kemudian. Sukses menarik perhatianku.

"Kita bisa putus Dan aku Akan menjauh darimu. Tapi dengan satu syarat. Kau yang mengatakan itu pada semua orang. Kau bisa bilang malam itu aku berbohong atau kami sudah putus. Whatever"

"Benar kau tidak Akan menggangguku lagi?"

Tanyaku masih penuh curiga. Penawaran Drey cukup menguntungkan Dan mudah. Aku bahkan bisa melakukannya saat ini juga. Jadi aku tidak mau melewatkan kesempatan ini.

"Detik itu juga. Dan Aku adalah pria yang memegang kata-kataku"

Tegas Drey. Aku memperhatikan ekspresinya. Mencoba mencari celah jika dia sedang berbohong. Dan Drey terlihat sangat serius dengan ucapannya.

Baru saja aku mau menyetujuinya. Drey sudah melanjutkan kata-katanya.

"Tapi, selama kau menjadi pacarku, maka kau harus bersikap sebagai pacarku. Tidak sekedar status Dan Ada akting. Bagaimana?"

Drey sangat pintar bernegoisasi. Dia membuat seolah-olah sedang memberiku keuntungan, namun akhirnya mengarahkan pada Hal yang menguntungkan bagi dirinya sendiri.

"Sebaiknya kau tidak terlalu lama membuat keputusan. Aku harus segera mengejar penerbanganku ke Madrid"

Ujar Drey sambil melihat jam di tangannya. Dia sepertinya sengaja tidak memberiku waktu untuk berpikir. Aku bisa melihat senyum penuh kemenangan di wajahnya. Membuatku semakin ingin membuatnya menjauh dari hidupku.

"Baik, tidak masalah buatku. Karena aku tidak Akan menjadi pacarmu"

Jawabku percaya diri. Drey tidak berkomentar atas jawabanku. Dia malah mengulurkan tangannya.

"Deal?"

Awalnya aku sangat ragu untuk menjabat tangan Drey. Aku takut dia Akan menarik tanganku lalu menggodaku lagi seperti yang sudah-sudah. Namun Drey sepertinya tidak berniat menurunkan tangannya. Sehingga dengan takut-takut aku meraih tangannya. Aku sudah bersiap melempar ponselku jika dia melakukan hal-hal aneh.

"Deal..."

Jawabku sambil melihat Drey dengan penuh kewaspadaan.

Di luar dugaan, Drey tidak melakukan apapun. Dan melepaskan tanganku Setelah selesai dengan kesepakatan. Seolah yakin bahwa dia Akan memenangkan pertaruhan ini.

***********************

Setelah Drey pergi, aku tidak membuang waktu lagi. Aku tidak mau memiliki hubungan lebih panjang lagi dengan Drey. Masih terngiang-ngiang kalimat perpisahan darinya tadi.

"Aku Akan mengubahmu. Hingga kau yang menginginkan hubungan ini"

Orang pertama yang harus segera kuhubungi adalah Daniel. Sedari pagi sudah mengabaikanku. Puluhan pesan yang kukirim tidak satupun dibalas. Padahal aku sedang meminta tolong padanya. Karena sudah tidak sabar, segera kutelfon dia.

"Apa kau sedang mengejekku?"

Itulah kata pertama yang diucapkan Daniel begitu menerima panggilanku. Sebelum aku bisa memahami apa maksudnya, Daniel sudah bicara lagi.

"Kau asyik berpacaran di apartemenmu Dan meninggalkanku dengan telfon yang terus berdering karena wartawan? Lalu masih sempat mengirim pesan agar aku datang ke apartemenmu? Untuk apa? Untuk memberi kalian ucapan selamat?"

Daniel memberi penjelasan menggunakan sarkasme. Sudah bisa kubayangkan betapa jengkelnya dia. Minggu lalu menenangkan gosip perpisahanku dengan Casey Dan minggu ini gosip pacaranku dengan Drey.

Daniel bersikap begitu karena tidak tahu yang sebenarnya. Jadi aku segera menjelaskan padanya. Semua kebohongan Drey Dan rencanaku meluruskannya pada media.

Tanggapan Daniel di luar dugaanku. Bukannya memberi dukungan, dia malah tertawa panjang.

"Apa kau berubah pikiran karena malu sudah menjadi salah satu koleksi wanita Drey?"

Daniel memang selalu bicara jujur Dan Tanpa filter padaku. Tetapi kata-katanya Kali ini keterlaluan. Menggunakan kata "koleksi". Menjadikan keseriusanku ini sebagai lelucon. Kalau Daniel Ada di depanku, mungkin sudah kujotos dia.

Well, all the men are same. Aku semakin yakin dengan kata itu. Aku sedang memiliki banyak masalah dengan pria. Dan satu-satunya teman pria yang kumiliki juga sama buruknya dengan mereka.

Tawa Daniel seketika berhenti ketika mendengar tangisku.  Daniel langsung meminta maaf Dan menggunakan segala Cara menenangkanku. Aku tahu Daniel lemah pada air mataku. Jadi terpaksa kugunakan kemampuan akting untuk mengambil simpati Dan Rasa bersalahnya.

Dari situ dia baru mau mendengarkanku dengan baik. Dan mencoba memahami bahwa aku sedang terjebak dengan Drey Tanpa kuinginkan.

Merasa Daniel mulai berada di pihakku. Aku membujuk Daniel untuk meluruskan semua pemberitaan di luar Sana.

"Apa kau sudah membaca semua artikel tentang kalian?"

Tanya Daniel usai mendengar permintaanku.

"Kenapa?"

"Sebaiknya baca dulu semua. Tanpa terlewat satupun. Setelah itu baru putuskan apa yang kau inginkan"

Begitu pesan Daniel. Memaksaku untuk akhirnya browsing semua artikel yang berkaitan dengan aku Dan Drey.

Kupikir ini hanyalah masalah sederhana. Kupikir aku Akan bisa menyelesaikan semuanya. Namun harusnya aku sudah curiga. Drey menawariku sebuah kesempatan dengan mudah. Harusnya aku juga tahu betul bagaimana kelemahanku.

Artikel yang keluar tidak sesederhana tentang sekedar gosip Dan kejadian ciuman di pesta itu. Lebih panjang dari itu.

Aku lupa pertama Kali berurusan dengan Drey saat di Cafe, dalam perjalanan pulang dari Redwood. Ada banyak karyawan di Cafe itu. Menyaksikan kami duduk di meja yang sama. Apalagi aku pulang dalam satu Mobil dengannya. Melihat ada selebriti berbeda gender sedang bersama, Mana mungkin mereka tidak memotret kami.

Foto-foto kami itu sekarang beredar di seluruh internet. Menjadi bukti bahwa aku telah memiliki hubungan dengan Drey cukup lama.

Tidak berakhir sampai disana. Foto lainnya yang aku tidak sadar kapan telah diambil juga masih banyak. Saat kami makan siang di Madrid. Dan bagian terburuk adalah foto Drey yang berkunjung ke apartemenku. Artikel itu sudah menghadirkan bukti yang tidak bisa kubantah.

Air Mataku Kali ini benar-benar jatuh. Bukan pura-pura lagi seperti yang tadi. Selama menjadi Artis aku tidak pernah terkena skandal. Aku selalu berusaha dengan baik menjaga image-ku. Dan Drey memanfaatkan kelemahanku itu. Dia tahu aku terlalu pengecut untuk melukai reputasiku sendiri.

Bagaimana aku Akan mengatakan semua hanya salah paham Setelah orang melihat kami pergi berkencan, dia berkunjung ke rumahku, bahkan menciumku?

Terlalu terlambat mengatakannya sekarang. Harusnya aku menampar Drey saat menciumku di pesta. Aku diam saja waktu itu Dan baru Akan bersuara sekarang. Tidak Akan Ada yang mempercayaiku.

Drey sudah mengatur semuanya. Dia sudah menang sejak mengetahui betapa lemahnya aku. Sekarang aku harus berpikir ulang. Titel pacar Drey membuatku dibandingkan dengan para mantan pacarnya. Media bahkan sudah membuat artikel yang membuat taruhan berapa lama Aku Akan menjadi kekasih Drey. Selama ini tidak Ada wanita yang berkencan dengannya lebih dari seumur jagung. Semua memprediksikan bahwa nasibkupun Akan sama.

Drey benar, dia Akan mengubahku. Menjadi menginginkan hubungan ini. Karena Kali ini aku ingin membuktikan pada seluruh dunia, aku tidak sama dengan semua wanita yang pernah bersama Drey. Aku tidak Akan membiarkan Drey lepas dengan mudah.

******************************

Mataku menatap bahagia langit yang cerah di luar. Jarang sekali aku melihat langit sebiru ini di musim gugur. Hawanya juga terasa sejuk. Sangat sempurna untuk melakukan perjalanan.

Akhir-akhir banyak Hal buruk terjadi. Memberiku tekanan. Begitupun dengan perhatian yang sedang banyak tersorot untukku hingga aku kesulitan pergi ke luar. Ini adalah pertama kalinya aku bisa menikmati udara segar. Meski sebenarnya untuk memenuhi jadwal rutinku ke salon.

Sejak kembali ke Madrid, Drey juga belum menghubungiku sama sekali. Entah apa yang dia rencanakan Kali ini. Tetapi aku tidak Akan pernah menghubunginya lebih dulu.

"Siapa juga yang peduli padanya?"

Batinku. Dia terus muncul dimanapun saat aku tidak menginginkannya. Lebih baik bagi kami untuk bersikap saling tidak peduli seperti ini.

Perasaanku selalu menjadi buruk setiap kali memikirkan Drey. Jadi aku memilih mengawasi pemandangan di balik kaca. Jalanan yang padat kendaraan. Bangunan tinggi berjejer Dan orang-orang yang bebas berjalan di luar Sana.

Mataku terpaku pada papan layar iklan yang berderet di sepanjang jalan. Aku tidak bisa menghindari untuk mengingat kenanganku. Beberapa waktu yang lalu aku pernah melalui jalan ini dengan sebuah harapan di hatiku. Dimana ada berita tentang pernikahanku dengan Casey disiarkan di Sana. Saat itu aku bisa membayangkan senyum bahagia di wajah kami.

Kini layar-layar itu seolah menampilkan Hal yang berbeda. Bukan tentang pernikahanku. Melainkan cuplikan dari film "Last Summer For Us" yang digunakan untuk promosi. Itu adalah film Casey yang baru dirilis. Sejak beberapa Hari ini terus menjadi perbincangan banyak orang.

Aku bisa melihat wajah Casey yang sedang tersenyum di layar itu. Bersama gadis lain. Meski hanya film, aku bisa membayangkan bahwa sekarangpun Casey juga sedang menikmati kebahagiaannya. Film nya menjadi hit Dan popularitasnya sedang meningkat. Seperti yang selalu dia inginkan. Di sisi lain malah membuat hatiku perih.

******************************

Obat terbaik untuk patah hati adalah melakukan semua yang kuinginkan. Sudah kuputuskan, tidak Ada Casey, tidak Ada Drey dalam hidupku hari ini. Aku Akan menikmati waktuku di salon. Bahkan sudah berencana untuk mencoba menu baru di restoran yang belum pernah kukunjungi Setelah ini. Atau mungkin pergi belanja. Apapun. Asal aku bisa lepas dari pemikiran tentang mereka.

Aku sudah siap menikmati hariku. Saat bertemu dengan Vanessa di salon itu. Vanessa adalah rekan aktris di film-ku. Kami memang bukan sahabat dekat, tetapi cukup akrab karena menghabiskan 4 tahun di film yang sama.

Keringat dingin sudah Membasahi tengkukku hanya sedetik Setelah melihat Vanessa. Jika Ada orang yang harus dihindari saat terkena skandal, adalah orang ini.

"Selamat atas pacar barumu...!"

Itu sambutan pertama yang diberikan Vanessa begitu Melihatku. Menandakan hilangnya waktu indah yang kuinginkan. Suaranya terdengar hampir ke seluruh ruangan salon. Membuatku langsung jadi pusat perhatian.

Ya, Vanessa selalu update dengan gosip. Dia orang yang selalu penasaran Dan punya suara keras. Saat berbicara mengenai gosip dengannya, ibarat mengumumkan pada semua orang. Karena suaranya yang lebih keras dari speaker. Parahnya, dia tidak bermaksud buruk, hanya karena kebiasaan saja. Sehingga menegurnya kadang membuat si penegur malah terlihat buruk. Itu alasan kenapa aku tidak dekat dengan dia.

Aku tidak bisa menghindar saat dia menyuruhku duduk di sampingnya. Senyumnya yang lebar itu sudah membuatku ngeri.

Benar saja, baru saja aku duduk. Dia sudah meluncurkan pertanyaan pertamanya.

"Dimana kalian bertemu?"

Suaranya masih keras.

"Pesta"

"Siapa yang melakukan pendekatan duluan?"

Baru saja aku menjawab, pertanyaan lain sudah diberikan oleh Vanessa. Dan karena suaranya, semua orang mendengar. Merekapun ikut bergabung dengan Vanessa. Dari pelanggan lain sampai staff ikut mewawancaraiku. Mendadak aku menjadi topik pembicaraan. Sebagian pertanyaan sampai tidak kujawab karena risih.

Sebenarnya aku ingin melakukan perawatan total dari atas sampai bawah. Namun Setelah manicure, kesabaranku habis sudah. Aku buru-buru angkat kaki dari salon.

"Aku lupa kalau Ada janji lain"

Jawabku berbohong saat Vanessa kembali penasaran dengan alasan aku akhirnya pamit.

"Satu pertanyaan lagi.."

Vanessa masih belum berhenti. Tidak bisa membaca ekspresi risih Dan tak nyaman yang sedari tadi sudah kupasang. Jadi aku berpura-pura tidak mendengar dan segera ngeloyor pergi.

"Apa benar kau selingkuh dari Casey?"

"Apa?!"

Aku otomatis memutar langkahku begitu mendengar apa yang ditanyakan Vanessa. Bahkan kini suarakulah yang keras terdengar ke seluruh ruangan. Saking histerisnya aku.

Vanessa sepertinya kaget dengan tanggapanku. Padahal tadi sama sekali tidak bersemangat menjawab pertanyaannya tentang Drey. Dia segera menunjukkan ponselnya padaku.

"Itu yang tertulis disini"

Segera kuminta ponsel Vanessa untuk melihat apa yang ditulis artikel di Sana.

Karena Casey baru memberitahukan perpisahan kami belum lama ini. Sementara foto pertama Kali aku terlihat dengan Drey lebih lama dari itu, mereka semua mulai memberitakan bahwa aku selingkuh dari Casey.

Ya Tuhan, masalah apa lagi ini?

Belum selesai aku memikirkan ini, panggilan masuk ke ponselku. Nama  "ayah" terpampang di sana. Dan umpatan adalah Hal pertama yang kudengar dari ayahku Setelah kami tidak bicara selama seminggu belakangan.

"Apa kau menjadi Artis hanya untuk membuat malu orang tuamu?!"

1
Fitriatin Noor
ceritanya jd ngga nyambung ya
Nagisa
mudah di pahami dan bagus banget.....
Dwisur
sediih banget..huhuhu
Dwisur
pernah di fase spt itu
Dwisur
bersabarlah Luna... relakan Casey pergi,, lupakanlah.. lupakan
Dwisur
tambah percakapannya dunk
Dwisur
like dan nyimak dulu,, di baca dari koment2 yg ada jadi pengen mampir
Zia Sazia
bagus
Hera sasuwe
diulang2 bacanya kok endingnya ga nyambung ya padahal udah nyimak tpi endingnya terbelah sepertinya
MAISATUN IIS
ko...critanya.....berbelok.....pusingggg😇😇😇😇
MAISATUN IIS
😭😭😭😭 Ada ratusan kata yg ingin ku ucap......kou...hebaatttt.....thor.....😘😘😘😘
Ninit Sugiarto
g ada niat dilanjutkan blue sky nya Thor?
Ninit Sugiarto
itulah knp ada yg bilang tdk pernah berselisih pendapat pada pasangan bkn lah hal baik,bgt ada perbedaan pendapat bs hancur semuanya
MAISATUN IIS
drey.... paling pinter bikin hati... maraton.... 😍😍😍😍
Nasya Lau
semoga dilanjutkan dan kekeliruan itu cepat tergantikan dengan kelanjutan dari cerita yang sebenarnya
Ratna Dewi Dewi
q ga tau soal nulis novel atau apa...tapi bahasanya bagus mudah dicerna ..👍👍
Nor Emy
kecewa last ending nya di mn.rasa tertipu.
Zahra Queen
auto bingung.... 😭 lanjut bacanya kemna ne Thor... Sdh tanggung skli ceritanya bagus ko melenceng jauh... pdhl dh bela2in tunggu ceritanya
miss rima
mudhn bisa di revisi ya thor cerita nya..
sayang sekali dri awal sdh sangat bagus tpi eksekusi di akhir nya malah ga nyambung klo bagi saya😁😁
di tunggu ya thor right chapter nya🥰🥰
nvinata
bikin ngakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!