NovelToon NovelToon
Istri Untuk Andra

Istri Untuk Andra

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Cintapertama / Tamat
Popularitas:918.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

Hanya sepenggal kisah tentang Andra dan Rhania, tidak ada yang spesial. Kisah sederhana dari pria humoris dan wanitanya.

Tidak disarankan untuk dibaca, risiko kalau sakit mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Luka (Rhan)

Pesta yang cukup mewah dan indah, usai memberikan selamat pada pasangan itu Andra hendak pergi lebih dahulu. Namun, Wijaya yang begitu bangga mengenalkannya pada para rekan bisnis di sana. Sudah berapa orang yang Andra sapa, bahkan rahangnya terasa pegal lantaran terlalu banyak tersenyum.

"Pa," ujar Andra seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal. Terlalu lama bersama orang-orang hebat ini membuat Andra sedikit tak nyaman.

"Sebentar," sahut Wijaya menahan kepergian Andra, niat hatinya untuk memperkenalkan Andra dengan salah satu pemuda yang cukup ia kagumi harus terealisasikan saat ini.

Andra menghela napas perlahan, lirikan Rena membuatnya tak bisa berkutik lagi. Tak berselang lama, pria dengan wajah tampan dan rahang tegas menghampiri Wijaya. Berjabat tangan dan menyapa begitu sopannya, senyum hangat penuh wibawa itu sejenak membuat Andra ikut terkagum.

"Sadar Andra dia cowok." Andra membatin, membuang pandangannya asal karena merasa Rena sedari tadi memperhatikannya.

"Ah iya, ini putraku." Wijaya memperkenalkan Andra pada pemuda yang begitu ia kagumi sejak beberapa bulan lalu. Prestasi pemuda itu hampir sama seperti Raka, sang Putra, namun bedanya pemuda itu masih melajang hingga saat ini.

"Andra." Seadanya seorang Andra jika berkenalan pada orang baru, mengulurkan tangan sebagai bentuk sopannya, mata sipit yang secara alami selalu berubah menjadi segaris kala tersenyum itu membuat wajahnya terlihat begitu muda.

"Mahran," sahut pria itu seraya menjabat tangan Andra. Sejenak Andra merasa tertegun lantaran kedewasaan yang bahkan dapat ia tangkap dari sosok Mahran.

_********_

Netra keduanya berpadu sesaat, Andra merasa nama itu tak begitu asing di pendengarannya. Keduanya begitu menerima satu sama lain, baik Mahran maupun Andra semudah itu bertukar tawa.

"Kau belum menikah bukan?" Mahran mulai bertanya hal yang bersifat pribadi pada Andra, sejak tadi mereka hanya membahas hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan dan semacamnya.

"Iya, bukankah kau juga demikian?" Andra balik bertanya, seakan pertanyaan itu menjadi lelucon untuknya saat ini.

Mahran tak langsung menjawab, helaan napas kasar lalu menarik sudut bibirnya membuat Andra bertanya-tanya. "Do'a kan secepatnya." Andra mengangguk mengerti.

Lagi-lagi ia merasa kalah dengan pria di sampingnya. Meski baru pertama kali berjumpa, entah mengapa seakan ada hubungan tak terlihat antara keduanya.

"Semoga disegerakan," ujar Andra menepuk pundak Mahran, sikap Mahran yang begitu membuka diri membuat Andra merasa cocok berteman dengannya.

"Kau juga, Andra." Doa baik harus dibalas dengan doa yang baik juga, begitulah prinsip hidup Andra.

Cukup lama keduanya berbicara tentang kehidupan pribadi, bahkan mereka telah bertukar nomor ponsel jika suatu saat Andra membutuhkan bantuannya.

"Mas!!" Seorang wanita bergaun pink mencolok dengan mahkota di kepala bak putri negeri dongeng itu menghampiri Mahran setengah berlari.

"Sayang, hati-hati," ucap Mahran begitu lembut.

Mahran segera beranjak dari kursi dan menghampiri wanita itu segera, menarik tangannya untuk duduk di sampingnya.

"Kenalkan, dia temanku. Andra," ujar Mahran memperkenalkan Andra pada kekasih yang begitu dicintainya.

Jantung Andra berdetak tak karuan, pertemuan macam apa ini. Bahkan wajah itu masih terlihat sama indahnya. Senyum itu masih sama manisnya, menatap Mahran yang menepikan rambut yang menutupi wajah wanita itu, Andra terhenyak.

Bak ribuan anak panah menghunus dada, sungguh hanya sakit yang ia rasa. Bertahun penantian akan rasa yang belum ia selesaikan, lantas mengapa takdirnya sekejam ini, batin Andra menatap kecewa.

Rhania, wanita cantik yang selama ini menjadi tujuan hidupnya kini berada dalam pelukan pria lain. Benar kata Raka, kemungkinan mereka bertemu di acara pernikahan ini begitu besar. Namun, sedikitpun tak ia pikirkan akan bertemu dalam kehancuran seperti ini.

"Ehem, Rhania."

Lamunan Andra buyar kala Rhania kini mengulurkan tangan mulusnya, sungguh Andra tak mengerti harus apa. Hatinya terlampau nyeri menyaksikan Rhania yang seakan benar-benar tak mengenalnya sama sekali.

Netra keduanya bertemu, menatap dalam binar kerinduan yang tergambar jelas disana. Baik Rhania maupun Andra tak dapat menyembunyikan keterkejutannya.

"Ehem," ujar Mahran memecah suasana, sedikit tak nyaman kala kekasihnya belum juga menarik tangannya dari genggaman Andra.

Tbc

Cinta Trapesium❣️

1
bibi
naah ini nii
bibi
next
bibi
🤣
SNN 💠
👍🏻
Anonim
Seruuuuuuu
Singkat tapi jelas
Akhirnya abang giant bakal punya spp ni
my_dear_Budiarti
berakit rakit ke hulu
berenang ke tepian,,,
remuk badan dahulu
baru bisa jadian..../Joyful/
Juan Sastra
kisah tersingkat tapi lucu juga
Juan Sastra
ow ow oww saatnya andra sang pahlawan hati maju
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
Belajar sm ustadz siapa Ndra/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
Apes bgt nasibmu ndra/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
dasar Randy sableng😂😂😂😂😂
Halimah
jempol kudanil/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Budiarti
banyak adegan yg diulang2 bikin kesel aja....
Desy Puspita: ini novel isinya memang acak-acakan, kalau kesel gausah baca, salah sendiri diteruskan
total 1 replies
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Budiarti
kok balik lagi episodenya? /Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!