Mengisahkan tentang seorang kakak yang memendam perasaannya terhadap adiknya.
Seorang Ma Jiaqi pemuda pendiam, yang menyimpan rasa cintanya terhadap sang adik selama lebih dari sepuluh tahun. Perasaan itu seakan terus tumbuh seiring berjalannya waktu yang selama itu juga menyebabkan dirinya harus melewati rasa sakit yang Ia pendam.
"Apa benar bahwa kakak menyukaiku?"
"Maafkan kakak."
"JAWAB PERTANYAANKU!" Teriak Wati saat mengetahui semua fakta.
Sehingga ... pada suatu hari sang adik mengetahui tentang perasaannya. Jawaban apa yang akan sang kakak berikan? Apakah Jiaqi akan memberitahu tentang perasaannya? Atau bahkan sebaliknya?
Juga beberapa dari sahabatnya yang mengalami permasalahan CINTA yang mereka lalui.
"Pergilah dari hadapanku! Aku tak butuh kau berada di kehidupanku."
"Dewi sebegitu benci kah kamu terhadapku?"
"Ben j-jangan terlalu kasar! Ini sa-sakit."
"M-maaf aku terbawa suasana."
Penasaran? Yuk ikuti terus cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wati Charoline H., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memilih untuk mengalah.
Seorang pemuda tampan berkulit pucat bernama Gavin tengah sibuk mengotak-atik ponselnya yang sedari tadi ia pegang, dari raut wajah pemuda itu terlihat sangat jelas bahwa dirinya sedang mengkhawatirkan kekasihnya yang berbeda kota dengannya, karena sang kekasih belum juga mengabarinya dalam semingguan ini.
Gavin mencoba untuk menelponnya, namun panggilannya selalu di tolak.
"Kenapa dia selalu menolak panggilan ku? Apa sesibuk itu, hingga ia tak mau mengangkatnya?" gumamnya. Gavin meletakkan ponsel di atas meja kantornya. Pemuda itu menyenderkan punggungnya pada kursi yang ia duduki sambil menutup mata. Beberapa saat ia pun membuka matanya, karena seseorang mengetuk pintu officenya, "Masuk...!!" saat mengucapkan kalimat itu, nampak lah seorang pemuda bertag di sebelah kiri bajunya, 'Kiki Santoso' pemuda itu menghampiri Gavin yang merupakan bos-nya untuk menyerahkan beberapa dokumen untuk meminta bos-nya menandatanganinya.
Gavin pun meraih dokumen yang di berikan Kiki kepadanya, ia mengecek isi dokumen tersebut sebelum menandatangani surat itu. Setelah beberapa Gavin pun langsung mengambil pulpen dan menandatanganinya, "Apakah, ada lagi berkas-berkasnya?" tanya Gavin pada Kiki.
"Tidak, ada apa pak...," ucap Kiki lalu meraih dokumen yang telah bos-nya berikan kepadanya.
"Baiklah, Terimakasih Kiki," ucap Gavin dengan menatap pemuda yang ia angkat menjadi sekretaris kepercayaannya.
Kiki mengangguk dan hendak pergi dari tempat itu, namun Gavin memanggilnya, "Kiki... Tunggu!!" Kiki pun membalikkan badannya.
"Iya pak...?" tanya Kiki.
"Bisakah kau membantuku?" ujar Gavin yang diangguki oleh anak buahnya itu.
***
Tok... tok... tok...
"Pak...?" muncul seorang pemuda yang membuka pintu.
"Masuklah! Bagaimana...? apa kau sudah menemukan apa yang aku minta?" tanya Gavin pada Kiki yang sudah berada di depannya.
"Saya sudah menemukannya pak...," jawab Kiki dengan membungkukkan badannya.
"Dimana?"
"Kota pucuk kemangi...," ucap Kiki.
"Kerja bagus... Sekarang booking kan aku sebuah hotel yang dekat dengan kota yang dia tinggali!!" perintah Gavin pada asistennya. Kiki pun pamit keluar untuk menyiapkan keperluan bos-nya untuk menuju kota tersebut.
***
Gavin menyunggingkan senyumannya saat melihat gadis yang dirindukannya selama semingguan ini, gadis itu sedang terduduk di kafe dengan ponsel di tangannya. Saat Gavin ingin menghampiri kekasihnya langkahnya terhenti saat laki-laki lain lebih dulu menghampiri gadisnya.
"Sayang...? Sudah lama ya nungguku...?" tanya pria yang baru saja datang.
'Apa dia bilang? S-sayang...?' batin Gavin, ia tak mungkin salah dengarkan? Pendengarannya masih normal kan? Gak mungkin... Gak mungkin... Gak mungkin kalau kekasihnya akan menduakan cintanya kepada orang lain.
Gavin yang sudah lemas tak sengaja menjatuhkan ponsel yang ia pegang, sehingga terdengar keras dan membuat gadis itu menoleh ke arahnya, "G-gavin...?" ucapnya gugup saat melihat pria yang menjadi kekasihnya berada di kafe itu.
Gavin segera mengambil ponsel yang terjatuh tadi dan segera meninggalkan tempat itu dengan perasaan kecewa, ia datang jauh-jauh ke tempat kekasihnya hanya untuk memberikannya surprise akan kehadirannya dan juga karena pria itu sangat merindukan sosok wanita yang ia cintai... Namun ia malah mendapatkan surprise dari kekasihnya yang telah menduakan cintanya.
Sakit... Ini sungguh sakit...
"Gavin... Gavin... Aku mohon tunggu!! Biarkan aku menjelaskannya!" pinta gadis itu yang meraih tangan Gavin saat pria itu hendak pergi.
"Lepaskan tanganku!!!" ucap Gavin tanpa melihat ke arah gadis itu.
"Tidak! Aku tidak akan melepaskannya!! Maafkan aku Vin," rintihannya.
"Nayla... Jujur aku kesini karena aku sangat merindukanmu, tapi sepertinya kau sama sekali tidak merindukanku," ucap Gavin. Ia berusaha untuk tersenyum dihadapan Nayla, "Apa dia kekasihmu...?" lanjutnya.
"Maafkan aku Gavin... Hiks,"
Hati Gavin sungguh terluka, namun pria itu tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Karena menurutnya cinta memang tidak bisa di paksa, "Tidak apa-apa! Pergilah!! Ketemui kekasihmu," ucapnya pelan. Gavin pun meraih tangan Nayla yang mungkin sebentar lagi akan menjadi mantannya, "Aku sangat mencintaimu Nay, tapi aku juga tidak bisa memaksakan perasaanmu, semoga kau bahagia bersamanya," tanpa menghentikan air mata yang telah tumpah di pipi lembutnya. Nayla segera memeluk pria di hadapannya dengan Isak tangisnya, mungkin ini akan menjadi hari terakhir untuk mereka berdua ketemu.
Gavin pun melepaskan pelukannya dan berkata, "Pergilah!! Jangan kau membuatnya menunggu," ucap Gavin. Nayla pun pergi meninggalkan pria itu yang berdiri dengan kepala menunduk...
Bersambung...
Terimakasih atas semua dukungannya, termasuk kepada yang sudah ngasih like meskipun tanpa meninggalkan jejak koment 🙏😍💗💗
Mohon maaf, ijin promo ya thor. Ada suka cerita perang epik dng MC yg punya bnyk pasukan..mampir yuk di novel sy " penguasa dua benua" moga suka..
semangat semoga dengan sedikit kritikan bisa memotivasi penulis untuk menjadikan karya yg lebih baik.. aminn
1. akhirnya wati tau klo jiaqi bukan kakak kandungnya.
2. sera sama tony akhirnya pisah.
3. dewi meninggoy, cowoknya jadi sad boy.
4. menik mencoba menerima ben.
5. whidie nikah sama cowoknya.
btw berarti yg happy ending cma si whidie dong yg lainnya sad ending and open ending 😭😖
paling menarik peehatian kata2 patkay coklat, masa upil disamakan sm cinta 🤣🤣🤣