NovelToon NovelToon
CINTA KINARA

CINTA KINARA

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Alpha Hya

" aku pulang besok pagi dan aku harap kamu sudah pergi dari hidupku untuk selamanya !! "

Aryasena

" kalau kau tidak mencintaiku aku mohon jangan sakiti aku "

Kinara

" lihat wajahku dengar suaraku aku suamimu mencintaimu seumur hidupku !"

Surya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alpha Hya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9

Semenjak kejadian diruang tamu itu semuanya berubah drastis, Kinara menjalani kehidupan dengan standar pelayan.

Makan bersama para pelayan di ruangan khusus pelayan dan peralatan makan pun sama dengan para pelayan, Kinara pun harus mulai membantu pekerjaan para pelayan , mulai dari memasak sampai beres beres rumah.

Tapi walau begitu para pelayan tidak pernah memberi pekerjaan yang berat pada Kinara, hanya sekedarnya saja, agar Bu Marni tidak memarahi Kinara karena bagi mereka, Kinara tetap majikan mereka yang harus di hormati.

Disebuah apartemen tampak dua sejoli sedang sarapan bersama sambil bercengkrama, ya mereka adalah Arya dan Melissa.

Semenjak kepergiannya menjemput Melissa, Arya belum pulang kerumahnya, dia selalu pulang ke apartemen Melissa.

" Gimana mas dengan rencana pertunangan kita ?, kamu gak bohong kan ? " tanya Melissa

" Gak lah..aku janji dalan minggu ini kita akan bertunangan, aku sudah menyuruh assisten ku untuk mengurus semuanya " jawab Arya

" Lalu bagaimana dengan kakek ? kamu kan

tau sendiri kakek tidak pernah menyukaiku " kata Melissa sambil memasang wajah sedih.

Arya pun menggeser tempat duduknya mendekat ke arah Melissa, sambil menggenggam tangan Melissa Arya berkata

" Kakek begitu karena dia tidak mengenalmu, aku yakin setelah kakek lebih mengenalmu dia akan lebih memilihmu dari pada wanita itu"

Ucap Arya sambil mencium punggung tangan Melissa dengan mesra.

" Lalu bagaimana dengan statusmu yang sudah menikah ? dan kakek pasti akan marah besar kalau sampai tau kita bertunangan " cemas Melissa

" Kakek tidak akan tau kalau tidak ada yang memberi tau, soal status ku kamu jangan khawatir, aku sudah berbicara dengan perempuan itu kalau aku akan menceraikannya sebelum aku menikah dengan mu dan dia setuju " yakin Arya

" Terima kasih sayang aku percaya padamu " ucap Melissa

" Apa kegiatan mu hari ini ? " tanya Arya mengalihkan pembicaraan

" Aku mengosongkan jadwalku sampai kita bertunangan mas, aku mau melakukan perawatan"

Jawab Melissa sambil melingkarkan tangannya ke lengan Arya yang sudah beranjak dari meja makan menuju ruang tamu.

" Ya sudah aku ke kantor dulu , sepertinya aku pulang malam karena banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan, nanti ada supir yang akan menjemputmu pergi ke butiq, sekalian kamu pilihkan baju untuk ku "

Ucap Arya sambil mengecup kening Melissa.

" Baik mas " jawab Melissa sambil mengambilkan jas dan tas kerja Arya di sofa, kemudian Melissa pun mengantar Arya keluar apartemen dan menunggunya sampai masuk ke dalam lift.

Melissa masuk kembali ke dalam apartemen nya langsung menuju ke kamar tidurnya dengan senyum yang tidak lepas dari bibirnya

Kemudian dia menjatuhkan tubuhnya dan terlentang di tempat tidur dengan kedua tangannya di tarik ke atas dan kebawah seperti hendak terbang dengan wajah menyeringai menyeramkan!!.

Akhirnya...sebentar lagi aku akan menjadi nyonya Aryasena dan sedikit demi sedikit aku akan menguasai seluruh harta kekayaan mu lalu membuang mu ha..ha..ha...ayah pasti bangga dengan ku.

Gumam Melissa dalam hati sambil membayangkan keberhasilan nya merebut semua kekayaan Arya

Disebuah rumah di tengah kota tampak seorang pemuda sedang sarapan bersama orang tuanya tapi tampak pemuda itu tidak menyentuh makanan nya, yang dilakukan nya hanya menopang dagu nya dengan tangan kanan dengan mata menerawang dan senyum yang tidak lepas dari bibirnya.

Pa Teja dan Bu Lilis saling berbisik, bingung dengan kelakuan anaknya. Semenjak pulang dari Lokasi persawahan yang akan mereka beli tingkahnya jadi aneh.

Apalagi setelah mendengar penjelasan mang Ujang kalau anaknya melihat bidadari di sungai menambah kecemasan pa Teja dan Bu Lilis.

" Di , gimana soal lokasi baru itu ? kamu yakin kalau tanahnya bagus ? terus udah ketemu pemiliknya belum ? "

Pa Teja berusaha membuka obrolan.

Ardi pun kaget dengan pertanyaan ayah nya karena dia sedang asik membayangkan wajah seseorang

" Eh !! iya ayah...apa tadi ayah ? maaf Ardi kurang denger "

Sambil nyengir dan menggaruk kepalanya walau tak gatal.

" Heeeuhh..dasar budek !! ayah nanya prospek lokasi baru itu sudah sampai mana ? "

Jawab pa Teja dengan sedikit kesal

" Oohh iya ayah, kemaren Ardi sudah survei lokasinya dan hari ini Ardi mau ke sana lagi udah janjian sama pemilik lahan juga pa kades nya mau nego harga sekalian mau bikin kesepakatan juga " ujar Ardi menjelaskan.

" Terus kamu dari tadi senyum senyum sendiri teh kenapa ? sampai sarapan aja gak di makan, kamu gak kesurupan kan ?"

Ardi pun tertawa mendengar pertanyaan ibunya

" Ha..ha.ha..Ardi emang kesurupan Bu , tapi bukan kesurupan dedemit, tapi kesurupan bidadari "

Sambil mulai menyendok kan sarapan ke mulutnya.

Bu Lilis semakin bingung dengan jawaban anaknya, lalu menoleh pada suaminya

" Akang, apa si Ardi teh harus di ruqyah kitu ?"

Pa Teja pun melebarkan matanya pada anaknya

" Kamu kalau ngomong jangan sompral !! nanti kualat !! "

( sompral \= sembarangan )

Ardi malah semakin terbahak sampai hampir tersedak karna sedang menelan makanan nya.

" Tuuhh kan apa ayah bilang, belum juga kering mulut ayah "

Kata pa Teja sambil menepuk nepuk punggung anaknya.

Bu Lilis menggeser kursinya mendekat ke arah Ardi, sambil berkata

" Jangan suka bikin orang tua khawatir, cerita sama ibu kamu teh lihat apa waktu di sawah ?"

Ardi memandang kedua orang tuanya bergantian sambil tersenyum malu

" Sebenarnya Ardi teh lihat perempuan lagi main di sungai, dia cantik sekali Bu , rambutnya panjang sepinggang, wajahnya mungil, tapi dia gak sendiri, dibelakang nya ada perempuan lain mungkin pelayan nya tapi Ardi gak lihat datangnya dari mana terus pulangnya ke mana, tapi kayaknya dia salah satu penghuni perumahan elit itu Bu karena perumahan elit itu hanya beberapa meter dari sungai"

Terang Ardi mengakhiri ceritanya.

" Hadeuhhh...pantesan atuhh, kesurupan dedemit cinta mah bikin gak enak makan , gak enak tidur, mau disembur bah Use seratus kali juga gak bakalan sembuh "

Cibir pa Teja sambil berdiri dari kursinya dan beranjak pergi ke ruang kerjanya.

" Jadi sebentar lagi ibu mau punya mantu ? "

dengan antusias Bu Lilis memeluk anaknya

" Tadinya ibu udah khawatir, takutnya kamu gak suka perempuan tapi ternyata kamu normal !! "

Sambungnya sambil melepaskan pelukannya

Ardi meringis sambil menatap horor kearah ibunya.

" Ya sudah sekarang kamu cari gih bidadari kamu , ibu doa in semoga berhasil , kalo udah ketemu langsung bawa sini ya Ar !"

Sambung bu Lilis dengan bersenandung kecil pergi meninggalkan Ardi yang bingung dengan tingkah orang tuanya.

Ardi pun bergegas menyiapkan keperluannya, kemudian memanggil mang Ujang yang sedang santai di teras menunggunya.

" Ayo mang kita berangkat sekarang !"

" Kemana juragan " tanya mang Ujang

" Ke tempat bidadari yang kemaren mang "

Jawab Ardi enteng tanpa melihat wajah mang Ujang yang langsung pias.

Ternyata juragan Ardi teh belum sembuh ..duh Gusti...lindungi majikan hamba dari godaan dedemit yang terkutuk..Aaminn.

Gumam mang Ujang dalam hati sambil menengadahkan kedua tangan nya ke atas lalu mengusapkan ke wajahnya.

Ardi yang melihat tingkah mang Ujang hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya

Pasti mang Ujang pikir aku masih kesurupan

Kata Ardi dalam hati.

Ardi tersenyum mengingat hebohnya mang Ujang yang mendorongnya ke dalam mobil, sambil menelpon dukun langganan nya.

Lalu melajukan mobilnya di atas rata-rata, sampai rumah, bah Use sudah siap dengan sesajen dan kemenyan yang asapnya sudah mengepul ke mana mana,

Lalu mengasapi mobil nya dengan asap kemenyan lalu di mandikan dengan kembang tujuh rupa , takut ada dedemit yang ikut di mobil katanya

Dan aku pun tidak luput dari ritualnya aku pun harus mandi dengan kembang tujuh rupa.

Aku pun hanya menurut biar cepat selesai saja agar aku bisa segera istirahat sambil membayangkan bidadari ku.

1
tin riyanti
good
Mhyta
mampir yah ka
Martini Zulianto
bingung.... bnyk flashback
Nur Aini
ah... lebai nih kinara.
Nur Aini
haha.... mampus... lo
Yulce Kontrake
Biasa
fatmah nolly
itu yg ngawasin Kinara suruhan si kakek kemane
fatmah nolly
ahhh mewekk Mulu, mang wanita selemah itu
Ema
luar biasa
Ririn Sulastri
Eg, gk nyangka, aq bacax smp sekesai.
biasax klo baca novel, gk smp selesai, soalx kdang udah bisa mengira endingx gmn.
ini mah bikin penasaran, kadang bikin bingung.
hahaha,,
it's oke gpp.
sehat selalu thor. 🤗
Putra tunggal Mazna
aneh koq d kantor pusat gk ada penjagaan atau satpam..jgn sampai kinara balik sama arya
Putra tunggal Mazna
jgn sampai arya dpt menculik kinara dan anak2 nya..biar saja nanti arya kaget dan syok klo harta nya milik kinara
Putra tunggal Mazna
jgn buat pisah la sama surya
Alpha Hya: enggak akan soalnya Kinara cinta mati sama Surya ☺️
total 1 replies
Putra tunggal Mazna
ada ya manusia gak punya adab dan ahlak kyk arya
Putra tunggal Mazna
mayang ibu kinara dan melissa..yg selamat dlm kecelakan
Putra tunggal Mazna
ardi sm mang ujang ny koq hilang ya
Alpha Hya: Mang Ujang sama Ardi lagi merenungi nasib 🤭
total 1 replies
Osie
aku bahagia arya kecelakaan...syukurin dpt azab dr Allah
Dahyun_Twice ❤️
pasti keluarg melisa musuk kakek atmadja
Dahyun_Twice ❤️
mungkin kah perusahaan yg dpegang arya ada lah perusahaan ayah kinara ???
Alpha Hya: Kasih tau gak ya ? ☺️
total 1 replies
Dahyun_Twice ❤️
Cantik doang , mulut nya kayak cabe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!