Huo Li hidup sebagai murid pelayan kasta terendah di Sekte Pedang Mendalam. Diperlakukan bak sampah, dan hampir mati, ia kehilangan seluruh harapan hingga diselamatkan oleh seorang pria misterius.
Pria itu memberinya sebuah teknik kultivasi terlarang dan sebuah artefak yang mampu mengubah seluruh harta dunia menjadi sumber kekuatan. Sebagai gantinya, Huo Li menerima satu syarat yang mustahil: meruntuhkan langit.
Dengan dendam yang membara namun hati yang tetap terkendali, ia bersumpah akan bangkit dari dasar dunia kultivasi, membalaskan dendamnya dan meruntuhkan langit.
Bagaimanakah kisah Huo Li? Saksikan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 23 — Jenius
Yun Bing menatap uluran tangan itu sejenak. Rahangnya masih sedikit mengeras karena kesal telah dijadikan samsak hidup tanpa peringatan, namun pada akhirnya, ia mendengus pelan dan menyambut tangan Huo Li.
Grep.
Huo Li menariknya berdiri dengan mudah. Begitu Yun Bing menapakkan kakinya kembali ke tanah, gadis itu menepiskan debu dari jubahnya dengan kasar.
"Kau benar-benar menyebalkan, Saudara Junior," gerutu Yun Bing, merapikan rambutnya yang berantakan.
Namun, alih-alih berbalik pergi dengan amarah, mata dingin Yun Bing justru menajam, memancarkan kilat ketertarikan yang tak biasa. Ia menatap Huo Li lekat-lekat.
"Tapi... ayo lakukan latih tanding sekali lagi."
Huo Li menaikkan sebelah alisnya. "Oh? Saudari Senior belum puas dipukuli?" candanya ringan.
"Jangan sombong," potong Yun Bing cepat, nada suaranya sedikit meninggi namun terselip antusiasme.
"Saat kau menyerangku tadi, setiap pukulanmu seolah sengaja mengincar titik buta dari Seni Pedang 24 Aliran Badai Angin milikku. Aku bisa merasakannya. Kau merusak ritmeku bukan dengan kekuatan murni, tapi dengan celah dari teknikku sendiri."
Yun Bing mencabut pedangnya kembali dan memasang kuda-kuda. "Serang aku lagi. Incar titik lemah teknikku seperti tadi. Jika aku bisa melihat di mana letak kelemahannya, aku bisa menyempurnakannya dan menutupi celah itu!"
Mendengar permintaan itu, senyum tulus terukir di wajah Huo Li.
'Gadis ini sangat cerdas dan gila latihan,' batinnya memuji.
Huo Li mengangguk santai. Ia sama sekali tidak keberatan. Justru, ini adalah cara yang sempurna untuk membalas kebaikan Yun Bing. Gadis ini telah dua kali mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk memperingatkannya; pertama tentang rahasia kelam Benih Parasit dalam manual teknik Gubang, dan yang kedua tentang peningkatan kultivasi paksa Zhang Ming.
Membantunya menyempurnakan teknik adalah bayaran yang setimpal.
"Baiklah, Saudari Senior. Bersiaplah, karena kali ini aku tidak akan menahan diri dalam mencari celahmu!"
Huo Li mencabut pedang barunya dari sarung di punggungnya. Bilah putih tulang berpadu gagang baja hitam itu seketika memancarkan aura dingin yang menggetarkan udara di sekitar pelataran.
"Maju!" teriak Yun Bing.
WUSHH!
Keduanya melesat maju, saling berbenturan di tengah pelataran.
Srash!
Trang!
Suara benturan logam bergema nyaring. Yun Bing mengayunkan pedangnya, menciptakan rentetan bayangan bilah yang menyerupai badai angin. Namun, setiap kali badai itu terbentuk, pedang Huo Li selalu meluncur dari sudut yang mustahil, memotong aliran energi Yun Bing tepat sebelum jurusnya mencapai puncaknya.
Trang!
Dua pedang kembali beradu. Kali ini, posisi mereka sangat dekat.
"Pedang yang kau gunakan bagus juga, Junior," ucap Yun Bing di tengah adu kekuatan, nada suaranya lebih rendah daripada biasanya, matanya mengunci bilah pedang Huo Li. "Kepadatannya, ketajamannya... Apakah kau baru saja menempa pedang baru?"
Mata Yun Bing tiba-tiba melebar saat ia meneliti lebih dekat tekstur putih tulang yang berkilau di mata pedang tersebut. Ingatannya sebagai kultivator berpengalaman segera memproses informasi itu.
"Tunggu, material itu... Apakah itu terbuat dari gading Babi Hutan Berkulit Besi?!"
Huo Li terdiam sesaat. Ia menahan tekanan pedang Yun Bing, lalu sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman penuh arti.
"Kau menebaknya dengan sangat akurat, Senior Yun."
Sret!
Yun Bing langsung melompat mundur beberapa tombak ke belakang, menurunkan pedangnya. Napasnya tiba-tiba tertahan. Ia dengan segera merangkai kepingan-kepingan teka-teki yang selama seminggu lebih ini menghantui sekte.
Mayat Zhao Feng. Raja Babi Hutan Berkulit Besi. Hilangnya gading dan harta rampasan. Misi perburuan Huo Li yang memakan waktu dua minggu. Dan kini... pedang baru berbahan gading monster tersebut berada tepat di tangan Saudara Juniornya.
"Jadi, apa yang aku pikirkan itu benar... Kau..." Yun Bing menatap Huo Li dengan sorot mata tak percaya. Mulutnya sedikit terbuka. "...Kaulah yang membunuh Zhao Feng dan dua pengikutnya di Hutan Seratus Binatang Buas?"
Huo Li tidak mengelak. Ia justru menyarungkan pedangnya dengan gerakan santai, menatap gadis itu dengan senyum yang sulit ditebak.
'Gadis ini tajam, penuh perhitungan, dan memiliki nurani,' batin Huo Li menilai. 'Kalau saja dia bukan murid dari Monster Tua Gubang, dia mungkin sudah menjadi kultivator hebat di sekte aliran putih. Tapi bagaimana bisa gadis sehebat dan sebaik dia malah berakhir menjadi murid di sekte aliran hitam yang membusuk ini?'
Namun Huo Li segera menyingkirkan pemikiran itu, sekte aliran putih? Maupun aliran hitam? Keduanya tidak ada bedanya di dunia kultivasi yang keras ini—keduanya tidak jauh dari kata busuk. Hanya karakter setiap kultivatornya sendiri yang dapat membedakannya atau bisa disebut... Aliran netral?
'Tidak, dia jauh dari arti murid aliran netral.'
Huo Li menatap lurus ke arah mata Yun Bing yang masih dilanda guncangan.
"..."